Back to School with Home Credit Indonesia dan Pengalaman Saya Menyiasati Kebutuhan Sekolah Anak dalam Menyambut Tahun Ajaran Baru 

3 comments



Pada akhirnya, sekarang anak-anak sudah masuk sekolah lagi. Nggak kerasa juga ya, liburan sekolah mereka rasanya cuma sebentar. 

Padahal kalau anak saya sendiri, liburnya itu hampir satu bulan lho. Jadi kemarin, ada satu minggu sebelum resmi libur, anak saya sudah diliburkan duluan setelah mereka selesai ujian. Pasalnya memang tidak ada kegiatan sama sekali untuk anak-anak di sekolah.

By the way, ngomongin tahun ajaran baru, bagaimana nih cerita para buibu atau pakbapak pembaca blog ini saat memenuhi kebutuhan anak-anak kembali sekolah? Bagi yang dananya berlebih atau memang sudah ada dana alokasi untuk pendidikan anak-anak, mungkin nggak terasa berat ya. 

Tapi, beda cerita buat keluarga seperti saya yang serba ngepas. Alhamdulillah dan ndilalah, sejak menikah hingga sekarang, rezeki keluarga kami selalu pas deadline. Pas butuh, pas ada. Pas nggak butuh, ya nggak ada dana lebih untuk persiapan kebutuhan yang akan datang.

Ada yang punya cerita sama seperti keluarga saya? Hehehe, kalau ada, kita tos deh! Walau kesannya serba mendadak dan seperti sering sport jantung saat tidak punya dana cadangan yang sudah dipersiapkan, alhamdulillahnya, Allah selalu memberi ada.

Meski demikian, tentunya tetap ada lho yang perlu disiasati meski kita punya kondisi dana pendidikan yang pas-pasan. Dan inilah pengalaman cerita saya dalam menyiasati kebutuhan sekolah anak dalam setiap menyambut tahun ajaran baru.


Sesuaikan Kebutuhan, Keinginan, Dana, Serta Kondisi yang Ada

Beberapa waktu lalu saya dan beberapa teman di sebuah WA Group sempat membahas status media sosial seorang teman yang sambat alias mengeluh tentang bagaimana ia ngos-ngosoan menyiapkan keperluan sekolah anak-anaknya dalam rangka tahun ajaran baru.

Setelah kami sama-sama baca, ternyata memang ada yang unik dari keluhan teman kami tersebut. Ringkas cerita dan intinya, teman kami ini maunya memenuhi kebutuhan sekolah anak-anaknya sesuai seleranya. Namun, kondisi keuangannya tidak berlebihan. 

Kami pun menyimpulkan, sebetulnya sah-sah saja sih kalau mau beli ini itu untuk anak dengan dasar beli di tempat yang bagus dan nyaman serta barang dengan kualitas yang wah. Namun nyatanya, memang masih banyak barang barang di dunia ini yang slogannya: ada harga, ada kualitas. Jadi kalau memang maunya kualitas bagus banget, ya wajar kalau harganya juga istimewa. Itu adalah fakta yang harus disadari.

Tapi kalau maunya begitu tapinya mengeluh kondisi keuangan, ya tentunya marilah kita berpikir lebih realistis. Semua orang memang ingin beli barang yang bagus. Seandainya dana yang ada kurang memungkinkan, ya beli saja barang yang kualitasnya ada di bawahnya tapi tetap kondisinya bagus.

Lucunya, apa yang terjadi pada teman saya tersebut, terkadang terjadi juga pada saya sendiri. Maunya memenuhi kebutuhan sekolah anak yang bagus agar anak senang, maunya beli di tempat yang terkenal karena kualitasnya, maunya menuruti keinginan anak, dan lain sebagainya. Tapi nyatanya, kondisi keuangan saat ini belumlah mendukung. Akhirnya, mulailah saya merubah mindset yang ada. 


Trik Menyiasati Kebutuhan Sekolah Anak di Tahun Ajaran Baru 

Sebetulnya saat menghadapi tahun ajaran baru, menurut saya terbagi menjadi dua macam. Ada orang tua yang anaknya masuk ke tingkat sekolah baru, dan ada yang anaknya naik ke tingkat yang lebih tinggi tapi masih di sekolah itu. 

Sementara saya sendiri di tahun ini menghadapi kondisi di tengah-tengah itu. jadi ceritanya, tahun ajaran baru ini, anak saya pindah sekolah. Jadilah ada seragam yang harus beli baru, dan ada yang sama. 

Orang tua yang anaknya masuk ke tingkat sekolah baru, misalnya baru masuk SD, SMP, SMA, bahkan kuliah, biasanya membutuhkan dana yang lebih besar dibandingkan yang anaknya hanya naik kelas saja.

Meski demikian, tetap ada beberapa barang atau kebutuhan yang perlu disiapkan orang tua dalam menghadapi tahun ajaran baru. 

Kalau versi saya, berikut ini daftar kebutuhan yang biasanya saya perhatikan.

1. Seragam

Bicara seragam, sebetulnya ada kebutuhan yang berbeda tiap sekolah. Ada sekolah negeri yang beberapa seragamnya bisa dibeli di luar sekolah. Misalnya seragam putih merah, putih biru, putih abu-abu, atau pramuka.

Untuk seragam seperti ini, para orang tua bisa membelinya di toko-toko seragam yang ada. Sebaiknya, belilah yang ukurannya tidak terlalu pas di tubuh anak. Kalaupun panjang sedikit, kita bisa menyiasatinya dengan membawa ke penjahit untuk sedikit ditekuk kainnya. Pasalnya anak-anak usia sekolah kerap mengalami tumbuh kembang yang dalam dua tahun saja sudah membuat seragamnya tidak muat lagi. 

Sedangkan jika ingin lebih hemat dana, kita bisa menggunakan seragam bekas orang lain yang masih bagus kondisinya. Agar tampak terlihat lebih baru, kita bisa mencucinya dengan bubuk sitrun, atau untuk baju putih bisa dicuci dengan pemutih.

Namun faktanya, banyak sekolah saat ini yang seragamnya khas hanya ada di sekolah tersebut. Kalau yang seperti ini, memang sulit disiasati. Apalagi jika pihak sekolah mewajibkan membeli dan kita tidak punya pilihan untuk memanfaatkan baju bekas kakak kelas yang masih bagus tapi sudah tidak terpakai karena tidak muat.

Yang perlu dipikirkan dari urusan seragam ini adalah ukuran anak yang bisa terus berkembang, atau bisa rusak akibat aktivitas anak. Apalagi, kalau anaknya tipe yang terlalu aktif. Paling tidak, dalam dua tahun biasanya anak membutuhkan seragam baru lagi.

Jangan lupa, badge sekolah atau kelas juga perlu diperhatikan, lho. Jangan sampai anaknya sudah kelas tiga, badge-nya tetap pakai kelas 1. Hehehe…

2. Sepatu dan perlengkapan lain

Kalau bagi anak saya, urusan sepatu ini bisa hampir setiap tahun ganti baru, lho! Entah kenapa, pertumbuhan panjang kaki anak saya ini kok ya cepat sekali. Bahkan sejak kelas 2 SD kemarin, ukuran sepatunya sudah 37. 

Untuk urusan membeli sepatu, biasanya ada beberapa hal yang saya perhatikan. Pertimbangannya mulai dari bahannya yang kuat, tidak mudah kotor, mudah kering jika basah, baru yang terakhir mempertimbangkan harga. Kalau budget saya sendiri, sepatu dengan harga tidak lebih dari Rp300 ribu itu sudah cukup bagus untuk dipakai anak.

Urusan warna juga biasanya saya pertimbangkan yang harus hitam. Biar aman kalau-kalau pihak sekolah punya aturan sepatu harus hitam.

Wajarnya sih kalau menurut saya, minimal anak perlu 2 pasang sepatu. Apalagi kalau musim hujan. Sering yang terjadi meski saya sudah membelikan sepatu yang mudah kering, tetap saja, keesokan harinya sepatunya masih basah dan tidak bisa dipakai ke sekolah. Akhirnya saya sampai memintanya memakai sepatu yang sebelumnya dan tentunya ukurannya sudah sempit.

Selain sepatu, keperluan lain yang terkait alas kaki adalah kaos kaki. Sedangkan jika terkait cuaca, sebetulnya di toko online ada pelapis sepatu yang membuat sepatu aman dari air hujan. 

3. Tas

Seperti halnya sepatu, pertimbangan saya terkait tas juga tidak beda jauh. Mulai dari bahan yang mudah dibersihkan jika kotor, berbahan parasit dan ada pelapis penutup saat hujan, juga harga. Pertimbangan saya untuk harga pun tidak beda jauh dengan urusan sepatu. 

Selain itu, ada baiknya anak juga punya dua tas untuk sekolah. Kalau versi saya, ada tas utama yang ukurannya lebih besar dan bisa muat untuk buku setiap harinya, serta ada tas untuk hari-hari tertentu di mana anak ke sekolah tapi tidak penuh aktivitas sekolahnya. Tas ke dua ini juga bisa digunakan sebagai tas cadangan.

4. Alat tulis

Alat tulis ini bisa dibilang kebutuhan yang bisa jadi tidak hanya disiapkan di awal tahun ajaran baru saja. Apalagi kalau anaknya tipe yang kurang bisa hati-hati. Sebentar-sebentar hilang atau rusak. Dan, itu kejadian pada anak saya! Hehehe…

Jadi meski sudah dibelikan dalam jumlah banyak di awal tahun ajaran baru, tetap saja, belum satu semester, eh, stok alat tulisnya sudah habis. 

Urusan alat tulis yang biasanya masuk dalam daftar beli adalah pensil, penghapus, rautan, buku tulis. Sementara penggaris, tempat pensil, buku gambar, kertas warna, krayon atau pensil warna, sifatnya kondisional. Kita sebagai orang tua perlu mengeceknya apakah kondisinya sudah waktunya beli baru, ataukah tidak perlu beli.

5. Buku pelajaran dan uang kegiatan atau uang masuk sekolah

Pos pengeluaran yang satu ini cukup lumayan ‘menguras’ kantong juga. Jadi memang bagusnya untuk pengeluaran ini sebaiknya disiapkan sejak jauh-jauh hari. 

Untuk buku pelajaran, jika sekolahnya tidak mewajibkan untuk beli, kita bisa menggunakan buku kakak kelas. Hal itu juga yang sering saya lakukan. Karena cukup lumayan memangkas pengeluaran, lho.

Tapi kalau bukunya itu berbentuk LKS atau buku kegiatan, memang mau tidak mau kita harus membelinya. Karena buku ini sifatnya akan terus ditulisi anak-anak sebagai bagian dari proses belajar. 

6. Kebutuhan lain-lain

Kebutuhan yang masuk dalam kelompok daftar ini kalau buat saya adalah kebutuhan yang ada dan menunjang kegiatan anak di sekolah. Mulai dari payung atau jas hujan, jaket, legging atau celana panjang untuk dalaman rok anaknya yang perempuan.

Perlengkapan bekal sekolah juga perlu dipersiapkan. Apalagi jika anaknya sekolah full day, dari pagi hingga sore. Tentunya tidak cukup jika kita hanya membekalinya dengan botol air minum.

Kebutuhan lain-lain ini juga bisa termasuk gadget lho. Misalnya hp, serta laptop atau tablet. Karena anak sekolah zaman sekarang memang kerap dituntut membutuhkan gadget dalam proses belajar mengajar yang ada.


Back to School with Home Credit Indonesia di JFK yang Membantu Persiapan Tahun Ajaran Baru

Nah kalau yang ini versi cerita teman-teman saya yang ada di Jakarta. Jadi dari pantauan saya beberapa kali di Instagram, mereka rupanya memanfaatkan keberadaan booth Home Credit Indonesia yang ada di Jakarta Fair Kemayoran atau JFK. Untuk tahun ini, booth Home Credit Indonesia berada di Hall A No. 38 JFK.



Mereka yang main ke booth Home Credit Indonesia pun bisa mendapat lebih banyak promo serta beragam hadiah yang super menarik. 

Salah satunya adalah dengan membuka link ini: https://bit.ly/42YPTyT untuk bisa mendapatkan reward saat mengunjungi booth Home Credit Indonesia.

Selain itu, ada beragam produk berkualitas juara dari berbagai brand yang sesuai dengan segala kebutuhan. 

Asyiknya lagi, para pengunjung juga bisa ikut main beragam game interaktif super seru. Jadinya bisa berpeluang mendapat banyak hadiah setiap harinya.

Lalu, mereka yang belanja di Home Credit, bisa dapet hadiah smartphone canggih yang diundi setiap minggunya! Ini masih ditambah lagi dengan bonus hadiah langsung berupa voucher belanja untuk tiap transaksi minimal senilai Rp3.000.000.

Ada juga banyak promo yang siap membantu meringankan cicilan untuk semua komoditas. Tenornya mulai dari 5, 6, 8, 9, 11, 12, 15, 18, 24 bulan. Bunga 0% berlaku untuk tenor 5, 8 dan 11 bulan jika bayar cicilan tepat waktu.

Bebas 1x Cicilan - kalau bayar cicilan tepat waktu tenor 12 atau 15. Tenor 6, 9, 12 berlaku untuk semua komoditi. Tenor 15, 18, 24 berlaku untuk semua komoditi kecuali HP dan Gadget. 

Promo ini berlaku untuk seluruh pelanggan dengan uang muka mulai dari 0%. Biaya Admin mulai dari Rp0. Sedangkan biaya bulanannya Rp8.000. Periode promo yang hanya berlaku di PESTA JUARA saat JFK ini berlangsung mulai dari tanggal 14 Juni hingga 16 Juli 2023 kemarin.

Kita juga bisa memilih tambahan produk perlindungan dari Home Credit Indonesia seperti AMAN yaitu proteksi tambahan untuk cicilan atau pembiayaan), serta MAXCOVER & EASYCOVER yaitu proteksi tambahan untuk smartphone, gadget dan laptop.

Layanan cicilan Home Credit Indonesia ini bisa kita temukan di lebih dari 22 ribu toko di Indonesia. Biar tidak ketinggalan update promo terbaru, kita bisa mengunduh aplikasi Home Credit Indonesia di link berikut: https://hcid.onelink.me/By7i/qn5pjet7

Dengan Home Credit Indonesia, kita #BisaJadiJADIBISA serta #KarenamuJADIBISA dalam memenuhi segala kebutuhan, seperti kebutuhan anak-anak untuk sekolah di tahun ajaran baru kali ini. 






Related Posts

3 comments

  1. Musim masuk sekolah banyak yang pusing dengan beragam kebutuhannya. Ortu yang bijak tentunya sudah bisa menyiasatinya

    ReplyDelete
  2. Masuk tahun ajaran baru emang banyak banget yang perlu dipersiapkan ya mbak, bukan cuma soal seragam sampe sepatu tapi juga peralatan pendukung juga harus dipertimbangkan. Untungnya ada Home Credit yang bisa jadi solusi

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular