Skip to main content

Saat Pelakor Datang Mengusik



Kayaknya istilah pelakor, alias ‘perebut laki orang’, alias orang ke tiga, lagi jadi naik daun ya?

Mulai dari cerita pribadi yang diposting di media sosial dan jadi viral, sampai yang sekarang ini lagi jadi bahasan ramai adalah pelantun lagu Islami yang konon menikah lagi diam-diam dengan backing vokalnya yang juga sahabat istrinya sendiri.

Ndilalah pas ngubek-ngubek stok tulisan lama saat dulu jadi reporter, saya ketemu tulisan hasil liputan nih tentang munculnya orang ke tiga dalam pernikahan.

Kalau nggak salah, tulisan ini hasil ‘instruksi’ dari bu redaktur yang waktu itu memang sedang ramai gosip antara Ahmad Dhani, Mulan Jameela, dan Maia Estianty.

Yah, kebanyakan wanita mungkin akan sangat sakit hati ya kalau punya suami yang ternyata punya wanita lain.

Apalagi zaman sekarang. Kayaknya ada juga wanita yang berani mengambil peran jadi pelakor bagi kehidupan rumah tangga orang lain.

Mengapa orang ke tiga bisa muncul dalam kehidupan rumah tangga sebuah pasangan?

Baik itu belum atau sudah berkeluarga, terkadang ada satu hal yang kerap dilupakan oleh setiap pasangan. Yaitu memupuk rasa sayang dan cinta.

Ketika rasa itu terlupakan, bisa ditebak, keharmonisan dalam sebuah hubungan pun seakan menguap.

Ini terutama untuk mereka yang sudah berkeluarga. (*jujur, saya ikutan ngacung!)

Sehingga hal-hal atau waktu yang seharusnya ada untuk bermesraan berdua, tidak ada lagi.

Demikian halnya juga pada kualitas komunikasi.

Sebetulnya, menjaga keharmonisan hubungan dalam berkomunikasi itu bisa dan mudah dilakukan oleh siapa saja. Hendaknya, setiap pasangan mau menyisihkan waktu untuk berdua.

Misalnya pada akhir minggu. Coba titipkan anak ke keluarga, pembantu, tetangga, atau teman.

Kemudian, pergilah berdua saja dengan pasangan.

Atau, nonton berdua dengan pasangan di rumah saja saat anak-anak sudah tidur juga bisa kok.

Jadi ingat, harus ada momen berdua untuk pasangan. Nah, kata psikolog yang pernah saya wawancarai sih begitu.

Selain itu, setiap pasangan harusnya bisa peka dengan apa yang sedang dialami pasangannya. Dan untuk mengasah kepekaan tersebut, seseorang mesti melatihnya terus menerus.

Kepekaan ini juga akan membantu kita mengetahui apakah pasangan kita tercukupi atau tidak kebutuhannya. Karena jika seseorang merasa kurang cukup, ia pasti akan mencari yang lain.


Beri Ruang Gerak

Banyak pasangan memberikan alasan masalah rumah tangga mereka karena hubungan jarak jauh. Misalnya dikarenakan sang suami yang sering bertugas di luar kota, maka kehadiran orang ke tiga begitu mudah masuk dalam sebuah hubungan rumah tangga.

Namun jika saja setiap pasangan mengerti, sebetulnya masalah hubungan jarak jauh bukanlah sebuah alasan yang dapat memicu hal tersebut.

Untuk itu, ada beberapa hal yang perlu dipegang oleh pasangan yang berhubungan jarak jauh atau jarang bertemu.

Yang pertama, adalah kepercayaan.

Beri ruang gerak yang bebas kepada pasangan. Tumbuhkan kepercayaan bahwasanya apa yang dikerjakan oleh pasangan misalnya suami yang bekerja di luar kota, adalah demi kebaikan atau untuk keluarga.

Yang kedua, yang perlu diperhartikan adalah masalah komunikasi. Komunikasi ini tidaklah sama dengan sebuah rutinitas, melainkan sebuah bentuk atensi.

Atensi itu bisa berupa nilai-nilai kecil tetapi yang bisa berpengaruh dan membuat pasangan dihargai dan terpenuhi perhatiannya.

Selain itu, libatkan diri untuk beraktivitas dengan memasuki lingkungan teman kerja dari pasangan.

Dengan mengenal siapa saja teman pasangan berikut juga siapa yang akrab dengannya, bisa membuat kita mengetahui bagaimana aktivitas pasangan ketika di lingkungan kerja.

Namun, hindari juga kesan memata-matai. Jalinlah hubungan dengan teman pasangan tersebut dengan kondisi sewajarnya dan bukan menginterogasi.

Dan jikalau ada masalah dengan suami, usahakan, jangan membuka aib suami di hadapan teman-teman akrabnya atau ke siapapun. Meskipun, itu maksudnya untuk menyelesaikan masalah dan untuk mencari informasi kebenaran sebuah masalah.

Kata psikolog yang pernah saya wawancarai, jika suami ada orang ke tiga, sebetulnya bisa dilihat dari perubahan sikapnya.

Kecenderungan orang itu kan kadang ada yang sebelum dimarahi, dia marah-marah dulu. Misalnya saat sering pulang telat atau yang harusnya libur tapi kok beralasan ada kerjaan. Lalu sebelum kita tanya banyak, eh, dianya malah marah-marah besar.

Nah kalau seperti itu, kita bisa bertanya baik-baik ke temannya, apa betul pada saat itu dia ada kerjaan kantor.


Tips Mencegah Kehadiran Pelakor

Lalu, ini dia tips yang pernah saya dapat dari seorang psikolog tentang bagaimana mencegah munculnya pelakor dalam kehidupan rumah tangga kita.

1. Tumbuhkan rasa percaya diri sendiri

Dari sekian banyak kasus yang muncul, banyak kasus yang berakar dari kurangnya rasa percaya diri seorang wanita sebagai istri.

Akibatnya jadi mudah curiga, cemburu, marah atau berprasangka buruk terhadap pasangan.

2. Tumbuhkan dan kembangkan rasa percaya pada pasangan

Apabila sudah memiliki rasa percaya diri, maka akan lebih mudah untuk dapat mempercayai pasangan.

Berikan ruang gerak pada pasangan.

Bila ini dilakukan, pasangan merasa dipercaya dan dihargai serta tidak membuka pintu hadirnya pihak ke tiga karena pasangan tidak lagi mencari orang lain yang dapat menghargai dan mempercayainya.

3. Lebih mengenali pasangan

Adalah penting untuk mengenal pasangan lebih dalam lagi dari hari ke hari.

Jangan pernah berhenti belajar mengenali pasangan walaupun sudah mengenalnya bahkan berpuluh-puluh tahun.

Ingatlah bahwa manusia itu unik, aktif dan dinamis sehingga manusia dapat berubah sewaktu-waktu.

Apalagi usia 40 tahun ke atas. Konon, masanya puber ke dua tuh bagi para pria.

4. Manfaatkan waktu dengan pasangan

Sesibuk apapun seorang wanita karena pekerjaan, anak, rumah tangga, bisnis dan sebagainya, usahakan untuk tetap memiliki waktu khusus dengan pasangan.

Waktu khusus ini adalah saat kita dan pasangan menghabiskan waktu hanya untuk berdua.

Keharmonisan, kemesraan, dan keakraban akan dapat terus dibina dan dipertahankan. Ini membantu kita untuk menghindari berpikir atau berimajinasi tentang orang lain.

Waktu yang dihabiskan hanya untuk berdua ini semakin menguatkan rasa sayang dan cinta pada pasangan, yang mana memang harus terus dipupuk dan dijaga.

5. Jalin komunikasi

Bentuk atau pertahankan komunikasi anda dengan pasangan. Komunikasi yang intens akan membantu mencegah hal-hal yang tidak kita inginkan terjadi.

Di waktu-waktu senggang dalam kesibukan sehari-hari bisa dimanfaatkan untuk menelpon pasangan.

Misalnya dengan menanyakan keadaannya, kesibukannya, menyatakan perasaan kangen atau sayang ke suami.

Yang penting, pasangan merasa nyaman dan diperhatikan.

Namun jangan lakukan itu hanya sebagai rutinitas dan basa-basi, ya.

Contohnya nih, setiap hari kita menelpon dan hanya bertanya,”Bagimana, udah makan belum?” atau “Jangan lupa makan siang ya!”.

Ini sangat membosankan dan menjengkelkan bagi pasangan. Bahkan nantinya sebelum Anda menelepon, dia sudah tahu apa yang akan anda tanyakan!

Miliki komunikasi yang terbuka dengan pasangan.

Jujur dan menghargai menjadi bagian yang tak terpisahkan dalam berkomunikasi dengan pasangan.

Jangan malu untuk mengekspresikan diri bila sedang kangen, ingin dimanja, ingin dipeluk dan sebagainya.

Karena dengan demikian, pasangan tahu bahwa Anda memerlukan dan menginginkannya.

Jadilah pasangan yang siap mengulurkan tangan dan bahu setiap kali itu diperlukan. Hal itu akan menjadi pondasi yang kuat dan tidak mudah diombang-ambingkan.

Intinya, jangan mudah mengatakan susah apabila kita ingin dan niat untuk melakukannya.


Ingat Komitmen dan Tanggungjawab

Sebuah perselingkuhan kadang memang menyakitkan saat terungkap.

Namun ketika orang ke tiga akhirnya ketahuan, juga bukan berarti kemudian masalah terselesaikan dengan perceraian.

Jika mau, setiap pasangan masih bisa memerbaikinya dengan sebuah jalan damai.

Kita bisa saja memaafkan. Tapi yang sebetulnya lebih terpenting adalah berpikir jauh ke depan.

Dengan berkomitmen bersama pasangan, selesaikan masalah tersebut dan jangan libatkan pihak lain terlebih dahulu.

Usahakan untuk tidak usah dulu memberitahu keluarga atau pengacara.

Ketika antara pasangan telah sepakat untuk berkomitmen, buatlah kesepakatan untuk memperbaiki hubungan serta mencari solusi apa yang perlu dilakukan.

Sama artinya juga dengan melakukan evaluasi.

Namun saat komitmen untuk sama-sama memperbaiki sudah terucap, bukan berarti kemudian sikap curiga lebih sering muncul.

Biasanya karena merasa pernah terjadi sebuah kesalahan pada pasangan, kemudian yang terjadi adalah sikap untuk makin curiga pada setiap gerak gerik pasangan.

Pasangan yang pernah dilukai karena selingkuh, jadi lebih merasa ingin lebih mengatur dan curiga.

Sebetulnya yang lebih perlu dilakukan adalah mencoba mengenal suami. Ini sebagai wujud komitmen untuk mengevaluasi bersama dan memperbaikinya.

Selain komitmen seperti janji yang telah diucapkan saat mengikat janji untuk hidup bersama, yang perlu diingat lagi dalam mempertahankan sebuah hubungan adalah tanggungjawab yang sudah dimiliki bersama, yaitu anak.


Hua… itu semua tadi kata psikolog lho ya. Kalau tambahan kata saya sih, kitanya sebagai wanita harus banyak berdoa.

Yap, zaman sekarang pelakor makin ganas wae! Nggak hanya modal fisik, ada juga yang sampai main dukun segala.

Suami kita sudah baik-baik, eh… diseranglah pakai cara klenik segala. Sadis, kan?!

Itu hasil kesimpulan saya waktu melihat fenomena para pelakor yang ada.

Dan dari segala cerita sepak terjang pelakor, yang saya temui, biasanya sih endingnya si suami mau balik kok ke istrinya yang memang tekun meminta ke Tuhan untuk menyelematkan suami dan keluarganya.


Semoga kita semua terhindar ya dari ujian dan masalah akibat ulah pelakor atau suami yang sedang puber ke sekian kalinya. Aamiin…

Comments

  1. Replies
    1. Iya Mbak, semoga keluarga kita dijauhkan dari yang begini ini.

      Delete
  2. aduh, jangan sampe deh amit-amit. liat pelakor jaman sekarang lebih mulus dari istri sah, hadeehh.. bikin hati gundah gulana cetar menggelora tiap suami mau kerja..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalo kata Ivan Gunawan sambil nyanyi, "Gula-gula, gula-gula. Guna-guna, guna."
      Mesti banyakin doa ya Mbak kitanya, moga nggak sampai kejadian kayak begini ini.

      Delete

Post a Comment

Terima kasih sudah berkenan membaca. Mohon maaf, komentar yang mengandung link hidup akan saya hapus ya...

Popular posts from this blog

TB Membuat Kayyisah Menjadi Anak tak Biasa

Hingga sekitar umur delapan bulan, Kayyisah menjadi anak yang menggemaskan. Grafik berat badan yang biasanya selalu di warna hijau muda bahkan kuning, di usia tujuh hingga delapan bulan, grafik berat badan Kayyisah bisa ada di warna hijau tua.
Kalau melihat fotonya saja tampak menggemaskan. Makannya sedang lahap-lahapnya.
Tapi beberapa minggu kemudian, semuanya berubah. Makin hari nafsu makannya makin susah. Sampai-sampai pernah lho selama berminggu-minggu, Kayyisah hanya mengandalkan ASI dan air kacang hijau. Makannya hanya satu atau dua sendok makan alpukat.
Pola makan seperti itu di usianya yang sekitar sembilan bulan hingga setahun, lho! Bayangkan saja, anak umur segitu makannya kayak begitu.
Beberapa keanehan lain yang saya temukan saat itu, dalam sehari Kayyisah kurang kuantitas buang air kecilnya. Kalau dipakaikan diaper setelah mandi pagi, saat dicopot sebelum mandi sore lho diapernya masih kering! Parah kan?
Waktu saya cerita ke abinya dan juga ibu, mereka pada bilang kalau bisa…

Pakai Serum Pemutih Badan yang Bikin Cepat Putih, Aman Nggak Ya?

Putih itu cantik. Ingat slogan yang ngehits itu kan? Makanya, banyak wanita mencari produk kecantikan yang bisa memutihkan kulit. Termasuk serum pemutih badan. Eh tapi kalau efeknya bikin cepat putih, sebetulnya aman nggak ya?
Yups, pertanyaan itu sepertinya jadi bahan pertimbangan lain deh selain apakah produk pemutih kulit itu ampuh atau tidak hasilnya.
Malah kadang jadinya kayak buah simalakama. Badan bisa cepat putih tapi efek sampingnya ada rasa panas terbakar dulu, kulit kemerahan, atau endingnya malah kulit jadi gosong.
Habis itu nangis deh karena nggak jadi putih…
Atau, iya sih, serum pemutih badan yang kita pakai itu aman. Tapi setelah sekian purnama dipakai, kok kulit nggak kunjung putih seperti model iklan yang kita lihat.
Dan akhirnya jadi terpikir, katanya labelnya pemutih badan ampuh. Tapi kok kulitku nggak kunjung putih kayak mbak yang itu?
Jadilah kitanya bingung. Sebetulnya perlu nggak sih pakai serum pemutih kulit? Lantas apa bedanya dengan jenis produk kecantikan lainny…

Mengganti Token Bank Mandiri yang Habis Baterai

Setelah sekitar delapan tahun, akhirnya token Bank Mandiri saya mati. Baterainya habis. Dan uniknya, saya nggak pernah terpikir kalau urusannya sampai harus ke bank segala.
Jadi waktu kenal yang namaya token, saya pikir kalau alat tersebut baterainya habis, ya tinggal ganti saja baterainya di tukang servis jam tangan. Eh ternyata setelah browsing, saya baru tahu jika kita nggak bisa asal ganti baterai token tersebut.
Awal tanda-tanda baterai token habis itu mulai terlihat saat ada seperti noda di bagian tepi bawah layar. Semula saya pikir, apa mungkin ada kotoran masuk kali ya? Tak berapa lama kemudian, ada lagi seperti titik noda yang muncul di bagian tepi atas layar.
Hingga suatu ketika saat saya ingin transfer dana ke rekening tabungan ibu, token itu mati. Meski saya tekan tombol secara asal, tetap saja token tersebut tidak bisa aktif. Dah lah fixed, saya yakin token ini sudah habis baterainya.
Kemudian saya browsing di internet berniat ingin mencari tahu, kalau baterai token ini habi…

Lopang, Surganya Buah Jamblang

Tahu buah jamblang, atau juwet, atau dhuwet, atau dhuwek?
Di beberapa daerah, buah ini memang punya julukan yang berbeda-beda. Saya sendiri malah menyebutnya dengan plum Jawa! Hahaha…
Nah, di daerah Lopang, Kecamatan Kembangbahu, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, kita bisa menjumpai buah jamblang dengan aneka jenis.
Mulai dari jamblang yang ukurannya kecil tanpa biji, sampai yang berukuran sebesar bakso telur puyuh dengan daging buah yang tebal.
Atau, dari yang rasanya masam, hingga jamblang yang manis tanpa menyisakan rasa sepet di lidah.
Jamblang yang warnanya hitam pekat hingga berwarna ungu kemerahan pun ada di Lopang.



Di masa-masa akhir musim kemarau menjelang musim hujan, biasanya buah ini bermunculan.
Untuk tahun 2017 ini, sepertinya musim jamblang di Lopang jatuh di sekitar bulan Oktober hingga November. Karena di bulan September ini, pohon-pohon jamblang di Lopang mulai bermunculan bunganya.
Karena begitu kayanya jenis jamblang di Lopang, saya menyebut tempat satu ini sebagai surg…

Tujuh Hal yang Perlu Dipertimbangkan dalam Membuka Usaha Toko Sembako

Pada tahu kan toko sembako? Itu lho, toko yang isinya menjual sembilan bahan pokok.
Yang masuk kategori sembako itu antara lain: 1.Beras, sagu, dan jagung 2.Gula pasir 3.Sayur-sayuran dan buah-buahan 4.Daging sapi, ayam, dan ikan 5.Minyak goreng dan margarine 6.Susu 7.Telur 8.Gas ELPIJI (kalau dulu sih minyak tanah) 9.Garam berIodium dan berNatrium
Semua bahan itu jadi kebutuhan pokok sehari-hari manusia.
Nah, peluang usaha membuka toko sembako ini bisa menjadi bisnis rumahan ibu rumah tangga yang menguntungkan. Bagaimana tidak. Tiap hari bisa selalu saja ada orang yang datang membeli.
Tapi yang namanya bisnis menguntungkan, biasanya ya memang banyak pesaingnya.
Menurut beberapa info yang saya baca, kita perlu survey dulu. Barangkali, eh, ternyata ada toko sembako juga di dekat tempat yang mau kita dirikan usaha.
Kalau sampai ada, perlu dipantau juga. Jangan sampai harga toko tersebut lebih murah dari barang-barang yang dijual di toko kita nantinya.
Tapi kalau sampai belum ada pesaingnya, namanya …

Resep Buka Puasa dengan Sambal Boran Khas Lamongan

Ada satu makanan khas dari daerah Lamongan yang jarang diketahui oleh kebanyakan orang luar Lamongan. Ya, jika kebanyakan orang tahunya kuliner Lamongan itu identik dengan Soto Ayam Lamongan, tapi sebenarnya, di Lamongan sendiri ada sebuah kuliner yang menjadi makanan keseharian masyarakat Lamongan.
Namanya Nasi Boran. Disebut boran karena biasanya penjualnya menggunakan bakul besar yang bernama boran saat berjualan.
Panganan yang satu ini kerap ditawarkan para penjualnya saat pagi hari sebagai sarapan, atau sore hingga malam hari. Biasanya penjual akan membungkus nasi boran dengan menggunakan daun pisang yang dilapisi kertas koran pada bagian luarnya.
Sedangkan di bulan Ramadan, Nasi Boran tetap diminati banyak masyarakat Lamongan untuk sajian berbuka puasa, atau sahur. Jadi meski dini hari, ada juga kok penjual Nasi Boran yang berjualan. Malah biasanya laris diburu mereka yang ingin menikmatinya untuk menu sahur.
Untuk satu kali sajian, Nasi Boran ini bisa terdiri satu porsi nasi, berik…

Melawan Neuropati untuk Segudang Aktivitas yang Terus Menanti

Dulu sewaktu sekolah, terkadang saya punya kebiasaan unik, meminta teman sebangku untuk memukuli telapak tangan saya.
Asli, kira-kira sejak SD kelas enam saya sudah punya kebiasaan seperti itu.
Jadi zaman tahun 80 sampai 90-an, yang namanya sekolah kan muridnya kebanyakan disuruh membaca atau menulis. Bahkan kalau sudah punya buku pun tetap disuruh mencatat ulang.
Sewaktu harus sering menulis itulah, kadang tangan saya terasa lemas. Rasanya seperti tidak ada energi untuk bisa menggerakkan tangan.
Selain telapak tangan yang terasa lemas, bagian lengan di dekat siku saya juga sering terasa seperti tertusuk-tusuk jarum. Kalau bahasa saya, rasanya cengkring-cengkring!
Itu masih urusan tangan. Lha kaki saya waktu itu juga sering terasa kram. Biasanya di daerah telapak tangan bagian samping atau di jari tengah dan jari manis kaki.
Waktu itu saya tidak pernah sampai mengira-ngira, saya itu sebetulnya kena apa, apa penyebabnya, dan harus melakukan apa agar keluhan-keluhan di tangan dan kaki saya s…

Nilai KKM, karena Tiap Anak Punya Kecerdasan yang Berbeda

Buat para orangtua, adakah yang sering kepikiran bagaimana caranya agar anaknya harus dapat nilai bagus? Adakah yang sampai pusing waktu tahu anaknya kok dapat nilai jelek?
Kalau ada yang punya pikiran kayak gitu, yuk, saya kenalin sama yang namanya nilai KKM.
Buat yang belum kenal sih. Tapi kalau sudah kenal juga nggak apa-apa kok kalau kenalan lagi *maksa
KKM apaan sih?
KKM itu singkatan dari Kriteria Ketuntasan Minimal. Nah, udah ada gambaran kan arah pembicaraan saya akan ke mana?
Tapi, sebelumnya saya ceritain pengalaman saya dulu ya waktu ngajar. Jadi kalau urusan nilai anak jelek, sebetulnya yang lieur juga gurunya lho. Malah seringnya, anaknya nyantai kayak di pantai, gurunya yang ngos-ngosan kayak naik gunung menanjak dan berjurang.
Pasalnya, tiap guru sudah membuat standar nilai KKM sejak awal semester. Terus dituntut untuk melaporkan hasil akademik anak didiknya yang standar terendahnya adalah nilai KKM. Dengan waktu yang seringnya pendek, nilai anak didiknya harus berstandar KK…

Asyiknya Mengenal Huruf Lewat Nama Makanan

Anak balita nggak boleh calistung? Boleh… Asal caranya yang asyik, dan anak nggak dipaksa untuk serius belajar.
Di luar negeri sana, kegiatan mengenal huruf, angka, sampai konsep baca tulis dan hitung untuk anak usia balita, caranya banyak yang menarik lho. Rata-rata, dilakukan dalam kondisi anak sedang bermain.
Nggak hanya lewat permainan, dengan menggunakan buku pun bisa. Apalagi buku anak zaman sekarang kan keren-keren tuh. Anak bisa menambah pengetahuan, dan aktivitas yang dilakukan dengan buku tersebut.
Misalnya buku karya Mbak Winarti terbitan Bhuana Ilmu Populer atau BIP ini. Bukunya berjudul ‘Mengenal Huruf Melalui Makanan A-Z’. Anak-anak bisa mengenal huruf A sampai Z lewat nama-nama makanan.

Yang asyik dari buku ini, anak-anak bisa mengenal huruf dari huruf depan tiap makanan. Di buku ini juga bikin saya jadi tahu lho makanan-makanan khas dari beberapa daerah.
Selain mengenal huruf, ada permainan juga nih yang bisa dilakukan anak-anak baik sendiri maupun dengan pendampingan orang…

Dialah Anakku, Anak Indonesia Sehat yang Pernah Terancam Mengalami Stunting

“Berapa tingginya tadi?” tanya Bu Bidan Posyandu ke Bu RW yang sudah mengukur dan mencatat tinggi Kayyisah sebelumnya.
Angka 103 lalu keluar dari jawaban Bu RW. “Tinggi ya anaknya,” komentar Bu Bidan Posyandu.
Aku tersenyum kecil mendengarnya. Ada perasaan lega mendengar kata-kata itu. Karena di balik tinggi badan Kayyisah yang sekarang berusia dua tahun sembilan bulan, ada sebuah masa saat anakku itu pernah dikomentari hampir gagal tumbuh kembang oleh seorang dokter anak.
Dulu sewaktu Kayyisah usia dua tahun dua bulan, saat ia baru ketahuan menderita TB dua bulan sebelumnya, aku dan suami pergi mengantar Kayyisah untuk mengambil obat TB di dokter anak langganan.
Ternyata dokter yang sedang bertugas saat itu bukan dokter yang biasanya. Saat melihat Kayyisah dan setelah tahu berapa usia anakku, ia mengerutkan alis dari balik kaca matanya dan menatap Kayyisah seakan tidak percaya.
“Kecil banget anaknya! Ayo coba, tidurin lagi di atas kasur. Saya mau ukur lagi semuanya,” seru dokter tersebut …