Skip to main content

Gagal Memasak? Menarilah!

Gagal memasak menarilah


Semalam, secuil hati saya patah. Iya, buat orang koleris kayak saya sih urusan patah hati itu cuma secuil atau remahan saja. Cuilannya itu pun nggak lama kemudian juga akan nyambung lagi.

Ini sebenarnya mo ngomongin apa sih?

Eh iya sebelum lanjut, ini postingan kolaborasi blog #CakapMamak tiap Jumat antara saya dengan Desy Oktafia ya. Tulisannya Mamak Desy bisa dilihat di sini

Lanjut...

Jadi gini, beberapa hari yang lalu, saya niat banget ikut daftar lomba foto makanan di IG. Tapi lombanya plus keterangan lengkap seperti resep dan deskrisi pengantar tentang gizinya. Pakai banget niatnya lho, karena saya belum pernah dan kepengen bisa ke Semarang.

Saking niatnya, sampai ngegarap tiga masakan, euy! Ibu saya pun sampai dikerahkan buat nyari yang namanya Ikan Sili.

Endingnya ketebak lah ya, saya KALAH!!!

Pas lihat foto-foto para pemenang yang lain, langsung ngangguk-angguk paham. Lha mereka foto dan resepnya meyakinkan gitu. Pas lihat postingan saya, remahan rengginang!

Sebetulnya kalau ikutan lomba yang berbau masakan, aslinya saya memang suka jiper. Dari dulu saya sadar, tangan saya lebih bisa mengeluarkan simsalabim penuh keberhasilan di urusan teknologi dari pada pegang urusan dapur.

Makanya, berkali-kali kalau ada lomba yang urusannya masak-memasak, melipir lah. Cuma yang pas lomba IG inilah saya nekad berani.

Nggak apa-apa, at least saya sudah mencoba, kan?


Selalu Berhasil Hanya di Masakan Pertama

Ada nggak yang pernah ngalamin kayak saya: masak pertama sukses, selanjutnya masak lagi yang ada gagal. Ada yang sama dengan saya?

Kalau nggak ada, ya how poor I am! Emang derita saya lah ya punya pengalaman kok ya aneh gitu.

Jadi beneran, saya tuh suka berhasil pas masak suatu masakan untuk pertama kalinya. Yang resepnya, hampir selalu saya dapat dari googling.

Tapi pas nyoba masak lagi, ndilalah suering banget malah gagal. Rasanya nggak karuan.

Evaluasi diri lah saya. Ini masalahnya kenapa yak kok sering banget malah gagal di masakan ke dua dan seterusnya?

Ternyata, ini dia biang keroknya:

- Di masakan pertama, saya suka taat asas dengan catatan resep yang ada. Pas masak lagi, sok hapal saja. Ya sudah, akhirnya beberapa bahan atau cara yang seharusnya ada tapi malah nggak ada, jadi penyebab masakan nggak selezat yang pertama.

- Sok kreatif! Ini kayaknya suami dan adik saya sudah apal banget. Mereka itu sampai sering ogah lho kalau saya sudah masak yang kelihatannya kok aneh. Adik saya malah deteksinya canggih. Cuma diendus pakai hidungnya. Bisa ditebak, cuma saya yang akhirnya makan makanan masakan sendiri.


Ketika Masak, Lalu Rasa dan Bentuknya GAGAL

Pertanyaannya, lalu apa yang terjadi kalau masakannya ternyata gagal? Ya urusan bentuk, apalagi rasa.

Belum lagi kalau urusannya buat dimakan Kayyisah. Segimana-gimananya, masa orang lain aja nggak doyan kok anak sendiri disuruh makan, kan ya?

Jawaban pertama, biasanya saya makan sendiri. Apalagi kalau itu bahannya lumayan bernilai. Sayang kan kalau dibuang.

Terus kalau nggak parah-parah banget gagalnya, saya coba deh ke Kayyisah. Barangkali ada keajaiban anaknya malah doyan. Hahaha… mamak macam apa ini?! Soalnya pernah lho, makanan enak, eh dia malah nggak doyan. Unpredictable dianya mah!

Kayyisah sendiri aslinya tipe anak yang mau doyan makan asal ada kerupuk. Enak nggak enak makanannya, penolong lidah dia itu kerupuk atau ditambahi kecap.

Nah kalau Kayyisahnya mentok emang nggak mau, ya sudah, saya makan semuanya sendiri. 

Dan ini lah alasan kenapa para mamak kebanyakan susah langsing…

Kalau bahan masakannya nggak mahal banget, rasanya nggak enak banget, berarti rezeki ayam liar depan rumah. Di sini saya merasa beruntung dan sering tertolong dengan keberadaan ayam liar yang kadang ketiban rezeki makanan dari rumah saya.

Terus kalau makanannya dikasih ke ayam, terutama saya dan Kayyisah makan apa dong?

Pertanyaan inilah yang tentunya sudah saya antisipasi sejak awal. Iya lah, hidup itu harus mikirin plan A sampai A aksen lagi.

Saya sendiri suka stok telur ayam kampung atau telur puyuh mentah di rumah. Jadi kalau ada kasus beginian, si telur ini penolong kami.

Selain itu perlu juga stok sayuran yang bisa dipakai sewaktu-waktu. Timun misalnya. Atau tanaman daun ubi atau kelor yang ditanam abi di sekitar rumah.

Jadi kalau masakan gagal, menari saja! Buat saya urusan memasak itu kalah penting dibanding pertanyaan, apakah hari ini Kayyisah sudah ada kegiatan main-belajar atau belum.

Yang penting, kami harus tetap makan dan bergizi. Ya kan, ya kan…


Comments

  1. Saya juga ga terlalu jago memasak Bun. Terus emang kurang suka juga, walau pub tetep memasak setiap hari. Nah karena kurang seneng masak akhirnya ngaruh juga k masakan yang suka gagal n ga enak. Saya juga bingung gmna caranya agar saya suka memasak hahah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau kita mah yang penting anak ada kegiatan ya Bun... 😁

      Delete
  2. Haha. Lucu baca ini. Tenang aja Mbak, gak semua orang bakat masak hehe. Yg penting sekadar bisa aja udah cukup. 😂

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dan yang penting lumayan rasanya kalau dimakan 😁

      Delete
  3. Tos mbak.... Kalau ada lomba yang masaka memasak langsung melipir ke pinggir, ngeliat ajah

    ReplyDelete

Post a Comment

Terima kasih sudah berkenan membaca. Mohon maaf, komentar yang mengandung link hidup akan saya hapus ya...

Popular posts from this blog

TB Membuat Kayyisah Menjadi Anak tak Biasa

Hingga sekitar umur delapan bulan, Kayyisah menjadi anak yang menggemaskan. Grafik berat badan yang biasanya selalu di warna hijau muda bahkan kuning, di usia tujuh hingga delapan bulan, grafik berat badan Kayyisah bisa ada di warna hijau tua.
Kalau melihat fotonya saja tampak menggemaskan. Makannya sedang lahap-lahapnya.
Tapi beberapa minggu kemudian, semuanya berubah. Makin hari nafsu makannya makin susah. Sampai-sampai pernah lho selama berminggu-minggu, Kayyisah hanya mengandalkan ASI dan air kacang hijau. Makannya hanya satu atau dua sendok makan alpukat.
Pola makan seperti itu di usianya yang sekitar sembilan bulan hingga setahun, lho! Bayangkan saja, anak umur segitu makannya kayak begitu.
Beberapa keanehan lain yang saya temukan saat itu, dalam sehari Kayyisah kurang kuantitas buang air kecilnya. Kalau dipakaikan diaper setelah mandi pagi, saat dicopot sebelum mandi sore lho diapernya masih kering! Parah kan?
Waktu saya cerita ke abinya dan juga ibu, mereka pada bilang kalau bisa…

Pakai Serum Pemutih Badan yang Bikin Cepat Putih, Aman Nggak Ya?

Putih itu cantik. Ingat slogan yang ngehits itu kan? Makanya, banyak wanita mencari produk kecantikan yang bisa memutihkan kulit. Termasuk serum pemutih badan. Eh tapi kalau efeknya bikin cepat putih, sebetulnya aman nggak ya?
Yups, pertanyaan itu sepertinya jadi bahan pertimbangan lain deh selain apakah produk pemutih kulit itu ampuh atau tidak hasilnya.
Malah kadang jadinya kayak buah simalakama. Badan bisa cepat putih tapi efek sampingnya ada rasa panas terbakar dulu, kulit kemerahan, atau endingnya malah kulit jadi gosong.
Habis itu nangis deh karena nggak jadi putih…
Atau, iya sih, serum pemutih badan yang kita pakai itu aman. Tapi setelah sekian purnama dipakai, kok kulit nggak kunjung putih seperti model iklan yang kita lihat.
Dan akhirnya jadi terpikir, katanya labelnya pemutih badan ampuh. Tapi kok kulitku nggak kunjung putih kayak mbak yang itu?
Jadilah kitanya bingung. Sebetulnya perlu nggak sih pakai serum pemutih kulit? Lantas apa bedanya dengan jenis produk kecantikan lainny…

Mengganti Token Bank Mandiri yang Habis Baterai

Setelah sekitar delapan tahun, akhirnya token Bank Mandiri saya mati. Baterainya habis. Dan uniknya, saya nggak pernah terpikir kalau urusannya sampai harus ke bank segala.
Jadi waktu kenal yang namaya token, saya pikir kalau alat tersebut baterainya habis, ya tinggal ganti saja baterainya di tukang servis jam tangan. Eh ternyata setelah browsing, saya baru tahu jika kita nggak bisa asal ganti baterai token tersebut.
Awal tanda-tanda baterai token habis itu mulai terlihat saat ada seperti noda di bagian tepi bawah layar. Semula saya pikir, apa mungkin ada kotoran masuk kali ya? Tak berapa lama kemudian, ada lagi seperti titik noda yang muncul di bagian tepi atas layar.
Hingga suatu ketika saat saya ingin transfer dana ke rekening tabungan ibu, token itu mati. Meski saya tekan tombol secara asal, tetap saja token tersebut tidak bisa aktif. Dah lah fixed, saya yakin token ini sudah habis baterainya.
Kemudian saya browsing di internet berniat ingin mencari tahu, kalau baterai token ini habi…

Pidada, Si Asam Segar dari Hutan Mangrove yang Bisa Jadi Berbagai Olahan Makanan

Siapapun yang berasal dari luar Kalimantan Selatan lalu sempat singgah atau menetap di sana, pasti terkesan dengan berbagai aneka bahan makanan asal alam yang begitu melimpah. Apalagi saat menjumpai berbagai makanan dari hutan berupa buah-buahan yang beraneka ragam jenisnya.
Pengalaman itu yang saya dapatkan saat beberapa tahun lalu pernah tinggal dua tahun di Kalsel. Segala aneka buah yang kebanyakan dari hutan Kalimantan, menjadi pengalaman kuliner istimewa saya di sana.
Salah satunya adalah perkenalan saya dengan buah yang disebut rambai oleh orang Kalsel. Buah berwarna hijau dengan bagian bawah yang menyerupai bentuk kelopak bunga ini saya temui pertama kali saat sedang main ke Pasar Terapung yang ada di Siring Banjarmasin.
Buah yang orang Indonesia kenal dengan sebutan Pedada atau Pidada ini memiliki rasa yang begitu asam namun segar. Pikir saya waktu itu, ini pasti kalau dibuat es sirup rasanya akan sangat enak.
Pertemuan saya dengan buah Pidada di kemudian hari adalah saat sedang…

Melawan Neuropati untuk Segudang Aktivitas yang Terus Menanti

Dulu sewaktu sekolah, terkadang saya punya kebiasaan unik, meminta teman sebangku untuk memukuli telapak tangan saya.
Asli, kira-kira sejak SD kelas enam saya sudah punya kebiasaan seperti itu.
Jadi zaman tahun 80 sampai 90-an, yang namanya sekolah kan muridnya kebanyakan disuruh membaca atau menulis. Bahkan kalau sudah punya buku pun tetap disuruh mencatat ulang.
Sewaktu harus sering menulis itulah, kadang tangan saya terasa lemas. Rasanya seperti tidak ada energi untuk bisa menggerakkan tangan.
Selain telapak tangan yang terasa lemas, bagian lengan di dekat siku saya juga sering terasa seperti tertusuk-tusuk jarum. Kalau bahasa saya, rasanya cengkring-cengkring!
Itu masih urusan tangan. Lha kaki saya waktu itu juga sering terasa kram. Biasanya di daerah telapak tangan bagian samping atau di jari tengah dan jari manis kaki.
Waktu itu saya tidak pernah sampai mengira-ngira, saya itu sebetulnya kena apa, apa penyebabnya, dan harus melakukan apa agar keluhan-keluhan di tangan dan kaki saya s…

Asyiknya Mengenal Huruf Lewat Nama Makanan

Anak balita nggak boleh calistung? Boleh… Asal caranya yang asyik, dan anak nggak dipaksa untuk serius belajar.
Di luar negeri sana, kegiatan mengenal huruf, angka, sampai konsep baca tulis dan hitung untuk anak usia balita, caranya banyak yang menarik lho. Rata-rata, dilakukan dalam kondisi anak sedang bermain.
Nggak hanya lewat permainan, dengan menggunakan buku pun bisa. Apalagi buku anak zaman sekarang kan keren-keren tuh. Anak bisa menambah pengetahuan, dan aktivitas yang dilakukan dengan buku tersebut.
Misalnya buku karya Mbak Winarti terbitan Bhuana Ilmu Populer atau BIP ini. Bukunya berjudul ‘Mengenal Huruf Melalui Makanan A-Z’. Anak-anak bisa mengenal huruf A sampai Z lewat nama-nama makanan.

Yang asyik dari buku ini, anak-anak bisa mengenal huruf dari huruf depan tiap makanan. Di buku ini juga bikin saya jadi tahu lho makanan-makanan khas dari beberapa daerah.
Selain mengenal huruf, ada permainan juga nih yang bisa dilakukan anak-anak baik sendiri maupun dengan pendampingan orang…

Penyebab Malnutrisi Hingga Telat Tumbuh Kembang Itu Bernama TB

Di tulisan ini saya ingin cerita tentang masa-masa di saat Kayyisah belum ketahuan penyakit TBnya, juga saat beberapa bulan ia sudah diketahui terkena TB.
Sebetulnya sudah sejak sekitar umur 14 bulan, Kayyisah disarankan untuk menjalani terapi di rehab medis. Saat itu karena perkembangan motorik kasar Kayyisah terlihat lambat.
Di umur setahun, Kayyisah sulit tengkurap, tidak bisa duduk sendiri, apalagi untuk bisa berjalan. Tempurung lutut kakinya saja di usia itu masih belum keras.

Setelah mendapat surat rekomendasi ke rehab medis dari dokter anak, dokter fisioterapi yang saya temui sempat bingung. Pasalnya, suhu tubuh Kayyisah sumeng. Di masa-masa itu, suhu tubuh Kayyisah seringkali berada di angka 38 derajat celcius.
Hingga pada akhirnya, di usia 16 bulan, saya dan suami membulatkan tekad untuk benar-benar serius membawa Kayyisah rutin terapi di rehab medis. Kami memilih RS Muhammadiyah Lamongan sebagai tempat terapi.
Awalnya, Kayyisah dicek sejauh mana kemampuan motorik kasarnya. Saat …

Mengajak Balita ke Musala atau Masjid

#CakapMamak kali ini sebetulnya maunya sih mengangkat tentang tema yang nyerempet momen Ramadan. Tapi karena Kayyisah dan Khalid sama-sama masih batita, jadi kalau kitanya ngomongin tentang puasa, masih belum ngena juga.
Akhirnya kepikir deh, ngangkat bahasan tentang gimana ngajak balita ke musala atau masjid. Obrolan kali ini seputar gimana-gimananya ngajak anak saat salat berjamaah atau kegiatan pengajian. Apalagi karena momennya mau Ramadan, sekalian kita ngebahas tentang ngajak anak saat tarawih di musala atau masjid.
Oh iya, selain ngobrol barengnya dengan Bunda Desy, #CakapMamak kali ini juga ngobrol bareng dengan Bunda Uny. Beliau blogger dari Surabaya. Jadi ceritanya, kita a la a ala para alumni Mombas SGM Eksplor lagi reunian mini nih!

Tulisan Bunda Desy bisa dibaca di sini ya. Kalau tulisan Bunda Uny di sini.
Yok, sekarang waktunya saya masuk ke tema. Jadi, saya jembreng dulu ya, beberapa pengalaman saya atau abinya kalau ngajak Kayyisah ke musala atau masjid.
1. Salatnya wanita …

Kulit Bayi Tetap Sehat dengan Lactacyd Baby

Kalau ada yang bertanya, seberapa pentingnya menjaga kulit bayi agar tetap sehat, saya pasti orang yang akan angkat jari telunjuk paling tinggi.
Iya, karena dari beberapa pengalaman dengan anak saya Kayyisah, ternyata kesehatan kulit bayi itu bisa ada efeknya ke mana-mana lho.
Dari bayi umur beberapa minggu saja, Kayyisah sudah kenalan dengan masalah kulit bayi. Di bagian punggungnya, saya sering melihat kulitnya kemerahan.

Rupanya, Kayyisah nggak tahan dengan udara panas. Kebetulan kami di rumah hanya pakai kipas angin dan bukan AC. Sementara suhu udara di Lamongan cukup gerah buat anak saya.
Akhirnya, Kayyisah jad rewel karena tubuhnya merasa tidak nyaman.
Belum selesai urusan yang di punggung, eh muncul ruam merah akibat bekas diaper. Jadi makin menjadi deh rewelnya ni anak. Apalagi anak umur segitu kan belum bisa garuk-garuk pas di tempat yang gatal.
Efeknya kalau pas tidur malam, huah… saya berasa melewati nightmare! Kayyisah jadi rewel karena kegerahan dan merasa gatal di kulit tubuh…

Lopang, Surganya Buah Jamblang

Tahu buah jamblang, atau juwet, atau dhuwet, atau dhuwek?
Di beberapa daerah, buah ini memang punya julukan yang berbeda-beda. Saya sendiri malah menyebutnya dengan plum Jawa! Hahaha…
Nah, di daerah Lopang, Kecamatan Kembangbahu, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, kita bisa menjumpai buah jamblang dengan aneka jenis.
Mulai dari jamblang yang ukurannya kecil tanpa biji, sampai yang berukuran sebesar bakso telur puyuh dengan daging buah yang tebal.
Atau, dari yang rasanya masam, hingga jamblang yang manis tanpa menyisakan rasa sepet di lidah.
Jamblang yang warnanya hitam pekat hingga berwarna ungu kemerahan pun ada di Lopang.



Di masa-masa akhir musim kemarau menjelang musim hujan, biasanya buah ini bermunculan.
Untuk tahun 2017 ini, sepertinya musim jamblang di Lopang jatuh di sekitar bulan Oktober hingga November. Karena di bulan September ini, pohon-pohon jamblang di Lopang mulai bermunculan bunganya.
Karena begitu kayanya jenis jamblang di Lopang, saya menyebut tempat satu ini sebagai surg…