Skip to main content

PAUD di Rumah, Yuk!


Buat urusan sekolah, Kayyisah itu paling sering dapat pertanyaan seperti ini…

“Wah, udah besar ya. Sudah sekolah?

“Kelas berapa? TK A atau TK B?”

“Sekolah di mana?”

Ada dua kewajaran sih kenapa Kayyisah sering dapat pertanyaan itu. Yang pertama, karena umurnya sudah tiga tahun lebih. Yang ke dua, anaknya tinggi. Jangankan dikira PAUD. Kayyisah itu sering dikira anak sekolah TK.


Dan, kalau saya bilang Kayyisah itu belum sekolah, ganti deh pertanyaan seperti ini…

“Lho kok belum sekolah? Umur berapa?”

“Kenapa belum sekolah?”

Kalau sudah seperti ini, saya sebetulnya antara malas dan kepengen menjelaskan panjang lebar.

Alasan aslinya, sebetulnya saya itu ingin Kayyisah homeschooling alias HS di rumah. Tapi abinya kurang setuju. Apalagi orangtua saya, wah, penentang kelas berat!

Alasan lain dan ini memang kesepakatan saya dan suami, kami sebetulnya ingin Kayyisah langsung TK saja. Alasannya, karena khawatir anaknya bosan sekolah nantinya.

Nah, dulu sempat tuh saya pede jawab yang alasan pertama. Yang ada saya menuai komentar seperti, “Kok anak di HS? Nanti kemampuan sosialnya gimana? Anak kan butuh teman.”

Saya tuh kalau dengar kata-kata ini aslinya suka pengen ketawa. Lha apa pada nggak nyadar kali ya? Ada tuh anak yang dari kecil sekolah tapi kecerdasan sosialnya nggak seberapa. Kalau memang dasarnya anak introvert, ya tetap saja. Meskipun dia disekolahin, bawaannya dia nggak suka bersosial dengan orang banyak.

Hihihi… ini mah saya nunjuk hidung sendiri!

Toh yang namanya anak bergaul itu kan nggak mesti di sekolah. Dia bisa saja main atau ikut kegiatan di mana, dan bersosial dengan orang lain.

Contohnya sih saya lihat di Kayyisah sendiri yang punya karakter ekstrovert turunan dari abinya. Meski sehari-hari dia banyak di rumah dan berinteraksi dengan saya, tapi kalau diajak ke tepat yang ada anak kecilnya, dia langsung nyamperin anak-anak itu dan ikut main.

Momen-momen seperti saat saya ajak dia ke mushola, ke pengajian yang ibu-ibunya bawa anak kecil, ke tempat bermain anak, saat bersama keluarga besar, adalah saat di mana saya minta dia untuk belajar kecerdasan sosial.

Hal-hal seperti kemampuan Kayyisah dalam hal mau berbagi, bermain bersama, atau berkonflik sekalipun dengan anak lain, biasanya akan saya awasi dari kejauhan. Kalau ada yang memang perlu saya dekati, baru saya Kayyisah yang sedang bermain dengan anak-anak lain saya dekati.

Main sama anak-anak yang sedang les ke rumah pakai aplikasi online
Misalnya pernah nih waktu Kayyisah saya ajak ke masjid untuk ikut pengajian, saya lihat ada anak yang lebih besar dan sudah berdiri, menyuruh Kayyisah pergi menjauh sementara anak ini menguasai area pintu masuk. Kondisnya waktu itu, Kayyisah umur dua tahun lebih, masih ngesot ke mana-mana, dan belum bisa berjalan.

Baca di sini ya alasan kenapa kok di umur segitu Kayyisah belum bisa berjalan.

Meski tuh anak berkali-kali mengancam akan menendang Kayyisah, meski Kayyisahnya malah sebodong teuing dan keukeuh mau main dengan anak itu, tetap saya memilih mengawasinya dari jauh. Yang namanya anak-anak, sebentar kemudian juga Kayyisah dan anak itu main bersama lho.


PAUD a la Kayyisah

Meski hingga sekarang saya masih belum memutuskan Kayyisah untuk ke lembaga pendidikan usia dini atau PAUD di luar rumah, sebetulnya saya semaksimal mungkin memberinya kegiatan yang membuat dia bisa bermain sekaligus belajar hal-hal tertentu.

MIsalnya bisa dilihat di artikel ini ya.

Ide-ide kegiatan tersebut biasanya kebanyakan saya dapatkan dari internet. Ada yang dari beberapa teman yang biasa melakukan hal seperti saya, instagram, atau blog beberapa homeschooler yang kebanyakan saya tahu mereka tinggal di luar negeri.

Mostly, saya paling banyak dapat dari ide dari Jamie Reimer yang punya blog bernama Hands on As We Grow. Saya sampai langganan email-nya Ms Jamie ini. Lewat emailnya, Ms Jamie suka berbagi beberapa tantangan kegiatan selama seminggu, berikut ide dan bahan kegiatan yang diperlukan.

Kalau di blognya, saya sampai mencatat satu-satu lho ide kegiatan dari Ms Jamie dan anaknya yang kira-kira bisa saya aplikasikan dengan Kayyisah. Enaknya, dia mendeskripsikan detail bahan yang diperlukan apa saja, kegiatannya seperti apa, manfaat yang bisa didapat anak apa.

Untuk ide kegiatan, Ms Jamie ini membagi secara detail mulai dari mana kegiatan yang melibatkan motorik kasar, motorik halus, craft, art, kegiatan di luar ruangan, atau kegiatan anak yang bisa dilakukan bersama keluarga.

Tiap kegiatan juga ada seperti materinya lho. Ada kegiatan yang membuat anak mengenal huruf, matematika (bisa hitungan atau sekedar angka), menulis dan mengenal nama, warna, bentuk, sampai kegiatan sains.

Kesemuanya itu ada perencanaannya juga evaluasinya seperti apa. Ms Jamie membagi bentuk draftnya di blognya tersebut.

Beuh, lengkap ya? Jadi kalau ada yang bilang HS itu belajar ngasal di rumah, siapa  bilang? Tuh, Ms Jamie sampai sedetail itu melakukannya bersama anaknya di rumah.

Kalau di instagram, saya suka ngepoin IG-nya @thedadlab. Yang garap IG ini bapak-bapak homescholer lho! Dia suka banget berbagi vlog dan foto sampai aktivitas kecil saat dia jalan sama kedua anaknya.

Sedangkan kalau teman yang suka kadang saya reactivity (ada recook berarti ada reactivity ya? Hehehe) itu Fb atau IG-nya Bunda @yenisovia dan Bunda @tsabitpramita.

Jadi kalaupun Kayyisah itu belum sekolah, dia sudah bisa kok kenal warna, angka, memegang alat tulis, dan beberapa kemampuan lain. Heuheuheu… berasa sombong!


Yah, kalaupun memang Kayyisah nanti sekolah, akhirnya saya memilih untuk afterschooling dan tidak jadi mewujudkan homeschooling untuknya. Ia akan tetap sekolah, tapi saya juga tetap akan memberikannya kegiatan bermain dan belajar di rumah.

Yang penasaran apa beda homeschooling dan afterschooling bisa baca di sini.

Seperti biasanya, ini kan tulisan kolaborasi dengan Bunda Desy nih, #cakapmamak. Kalau Bunda Desy ini nih yang memang asli bersepakat dengan suaminya untuk melakukan HS dengan putranya, Khalid. 

Tulisan Bunda Desy bisa dibaca di sini ya. Beliau punya beberapa contoh kegiatan aktivitas dengan anak di rumah bersaa putra pertamanya, Khalid. 



Comments

Popular posts from this blog

TB Membuat Kayyisah Menjadi Anak tak Biasa

Hingga sekitar umur delapan bulan, Kayyisah menjadi anak yang menggemaskan. Grafik berat badan yang biasanya selalu di warna hijau muda bahkan kuning, di usia tujuh hingga delapan bulan, grafik berat badan Kayyisah bisa ada di warna hijau tua.
Kalau melihat fotonya saja tampak menggemaskan. Makannya sedang lahap-lahapnya.
Tapi beberapa minggu kemudian, semuanya berubah. Makin hari nafsu makannya makin susah. Sampai-sampai pernah lho selama berminggu-minggu, Kayyisah hanya mengandalkan ASI dan air kacang hijau. Makannya hanya satu atau dua sendok makan alpukat.
Pola makan seperti itu di usianya yang sekitar sembilan bulan hingga setahun, lho! Bayangkan saja, anak umur segitu makannya kayak begitu.
Beberapa keanehan lain yang saya temukan saat itu, dalam sehari Kayyisah kurang kuantitas buang air kecilnya. Kalau dipakaikan diaper setelah mandi pagi, saat dicopot sebelum mandi sore lho diapernya masih kering! Parah kan?
Waktu saya cerita ke abinya dan juga ibu, mereka pada bilang kalau bisa…

Tujuh Hal yang Perlu Dipertimbangkan dalam Membuka Usaha Toko Sembako

Pada tahu kan toko sembako? Itu lho, toko yang isinya menjual sembilan bahan pokok.
Yang masuk kategori sembako itu antara lain: 1.Beras, sagu, dan jagung 2.Gula pasir 3.Sayur-sayuran dan buah-buahan 4.Daging sapi, ayam, dan ikan 5.Minyak goreng dan margarine 6.Susu 7.Telur 8.Gas ELPIJI (kalau dulu sih minyak tanah) 9.Garam berIodium dan berNatrium
Semua bahan itu jadi kebutuhan pokok sehari-hari manusia.
Nah, peluang usaha membuka toko sembako ini bisa menjadi bisnis rumahan ibu rumah tangga yang menguntungkan. Bagaimana tidak. Tiap hari bisa selalu saja ada orang yang datang membeli.
Tapi yang namanya bisnis menguntungkan, biasanya ya memang banyak pesaingnya.
Menurut beberapa info yang saya baca, kita perlu survey dulu. Barangkali, eh, ternyata ada toko sembako juga di dekat tempat yang mau kita dirikan usaha.
Kalau sampai ada, perlu dipantau juga. Jangan sampai harga toko tersebut lebih murah dari barang-barang yang dijual di toko kita nantinya.
Tapi kalau sampai belum ada pesaingnya, namanya …

Yuk Kenali Gejala dan Penyebab Penyakit Kanker Payudara pada Wanita

Tak bisa dipungkiri, penyakit kanker payudara merupakan salah satu momok yang menakutkan bagi kaum wanita. Tentu saja, sebab presentase kematian wanita oleh penyakit kanker payudara ini terbilang cukup tinggi. 
Di negara Indonesia saja, sebanyak 3 wanita telah meninggal dunia pada setiap harinya akibat serangan penyakit kanker payudara. 
Lantas, apakah penyakit kanker payudara bisa disembuhkan? Tentu saja bisa, yakni dengan mendapatkan penanganan dari dokter spesialis kanker payudara. 
Adapun beberapa cara pencegahannya adalah sebagai berikut: 
- batasi makanan-makanan cepat saji,
- berolahraga secara rutin dan teratur, 
- hindari konsumsi minuman beralkohol, 
- hindari kebiasaan merokok, 
- hindari ngemil di malam hari. 
Nah, untuk mengetahui lebih jelasnya lagi tentang  gejala kanker payudara dan penyebabnya, yuk simak saja ulasannya di bawah ini.
Ciri-ciri Penyakit Kanker Payudara yang Harus Kita Ketahui: 
1. Ada Benjolan di Bagian Payudara
Ciri-ciri pertama dari penyakit kanker p…

Tips Memancungkan Hidung Secara Alami

Seperti yang sudah kita ketahui, bahwa hidung merupakan salah satu anggota tubuh yang memiliki daya tarik tersendiri. Itu sebabnya, mengapa sebagian besar masyarakat kita menginginkan bentuk hidung yang mancung. Nah, berbicara soal cara memancungkan hidung, berikut ini ada beberapa cara alami yang bisa kita coba: 
1. Latihan Bernafas
Masa iya hanya bernafas bisa membuat hidung anda menjadi lebih mancung? Eh ternyata tentu saja bisa lho! Karena cara bernafas yang dimaksud itu bukannya cara bernafas seperti biasa. 
Tapi, ada gerakan tertentu yang merupakan bagian dari yoga. Istilahnya, ujjayi breathing atau alternatife channel/ nostril breathing. 
Caranya adalah : pertama duduklah dengan nyaman. Kalau perlu, duduklah di atas matras yoga. 
Lalu tenangkan pikiran dan jiwa kita. Kemudian posisikan tangan kita yaitu jari telunjuk dan jari tengah yang dilipat ke dalam. Cara ini hanya bisa dilakukan dengan menggunakan jempol dan jari manis ya untuk menutup lubang hidung. 
Terus blokir satu l…

Kebun Binatang Surabaya, Tempat yang Instagramable untuk Foto Keluarga

Setelah sekian lama hanya bisa memandang dari kaca bus saat melewati Kebun Binatang Surabaya dari Terminal Bungurasih ke Terminal Osowilangun, pada akhirnya saya bisa menginjakkan kaki lagi ke kebun binatang kebanggaan arek Suroboyo yang biasa disingkat dengan KBS.
Sebetulnya kemarin itu kali ke dua saya mengunjungi KBS. Seingat saya, pertama kali main ke sana saat masih SD sekitar sebelum kelas 5. Waktu itu saya masih tinggal di Bekasi dan diajak main ke KBS saat sedang berlibur di Lamongan.
Nah, agenda ke KBS pada hari Selasa, 4 Juli 2017 lalu itu sebetulnya bisa dibilang mendadak. Rencananya awal, saya dan suami ingin mengajak Kayyisah naik kuda sebagai pemenuhan janji karena dia sudah bisa dan mau berjalan.
Sempat terpikir untuk mengajak Kayyisah ke Kenjeran. Tapi tidak jadi karena takut anaknya kepanasan.
Suami sendiri inginnya sih mengajak ke Pacet. Cuma dalam pikiran saya, kok sayang kalau agendanya naik kuda saja.
Setelah browsing, saya baca ternyata di KBS kok ada juga wahana nai…

Empat Masalah yang Sering Dialami Pompa Air dan Cara Mengatasinya

Pompa merupakan mesin yang digunakan untuk menggerakan fluida. Pompa ini akan menggerakan fluida yang berasal dari tempat bertekanan rendah untuk menuju ke tempat bertekanan tinggi. Adanya perbedaan tekanan tersebut maka diperlukannya energi untuk mengatasinya.
Pompa untuk udara biasa disebut dengan kompresor terkecuali pada beberapa aplikasi dengan tekanan rendah seperti pada bagian ventilasi, pemanas, dan juga pendingin ruangan yang biasnya disebut dengan menjadi kipas atau penghembus atau blower. 
Pompa ini pada prinsipnya akan mengubah energi mekanik motor menjadi energi aliran fluida. Energi yang telah diterima fluida ini nantinya akan digunakan untuk menaikkan tekanan dan juga untuk mengatasi tahanan tahanan yang ada pada saluran yang dilaluinya. 
Pompa air adalah peralatan penting di dalam rumah tangga tetapi meski begitu jangkauan layanan air bersih yang dimiliki oleh pemerintah hingga saat ini telah menjangkau pemukiman terkecil. Dan di dalam hal pemeliharaannya diperlukannya pe…

Diabetes, Penyakit yang tak Bisa Disembuhkan tapi Bisa Dikendalikan

Diabetes mellitus atau yang sering disebut kencing manis merupakan suatu penyakit yang tidak bisa disembuhkan. Namun jangan khawatir untuk para penyandang diabetes atau yang disebut diabetisi serta mereka yang memiliki keluarga yang termasuk dalam diabetisi. Karena, penyakit ini sesungguhnya dapat dikendalikan.
“Tidak hanya dengan cara obat. Tapi perlu juga edukasi, perencanaan makanan, dan latihan jasmani. Jadi kalau ada orang minta obat yang paling bagus untuk mengobati diabetes, tidak bisa karena diabetes tidak bisa sembuh,” ujar Dr Alfian Nurbi, dokter spesialis penyakit dalam yang berpraktek di Rumah Sakit Awal Bros Batam.
Penyakit diabetes ini dapat disebabkan karena beberapa hal, keturunan, usia di atas 45 tahun, kegemukan, hipertensi, kurang olah raga, melahirkan anak lebih dari 4 kg, sampai karena hiperkolesterol.
“Anak bayi pun yang baru lahir beberapa hari bisa terkena diabetes,” imbuh Alfian saat menjadi pemateri dalam seminar diabetes mellitus untuk awam di RS Awal Bros Bata…

Tips Berbelanja dengan Cara Pintar

Tulisan tentang bagaimana belanja dengan cara pintar ini dulu saya buat dari hasil wawancara saat menjadi reporter di Batam. Narasumbernya adalah Ibu Lusiana Yuniastanti yang merupakan dosen di beberapa universitas di Batam.
Tips pertama yang saya dapat dari beliau adalah jangan membuang struk belanja setiap bulannya. Alasannya, karena kertas kecil ini sebetulnya bisa membantu untuk membudget pengeluaran pada bulan-bulan berikut.
“Saya sering menyimpan struk belanja setiap bulan untuk membandingkan harga beberapa barang di beberapa supermarket. Memang ada barang yang harganya bisa sama di beberapa tempat. Namun ada juga barang yang bisa selisih harganya antara tempat satu dengan tempat lain,” ujarnya.
Jika harga di suatu tempat lebih murah dari tempat lain, ia akan membelinya di tempat tersebut untuk bulan-bulan berikutnya. “Jangan terpaku pada satu tempat saja. Kita juga harus sering-sering mengecek harga tersebut di tempat lain,” pesannya.
Jika berbelanja pun, Lusi akan membawa uang ya…

Menghadapi Rekan Kerja Sulit

Memiliki teman kerja yang sulit diajak kompromi? Atau, justru sering merasa rekan-rekan kerja menjauhi kita?
Yuk, kenali tipe-tipe sulit yang mungkin ada dalam lingkungan kerja. Kita perlu tahu karena bisa jadi, justru kita sendirilah yang menjadi orang sulit di lingkungan kerja.
Lingkungan kerja yang kondusif adalah lingkungan di mana satu dengan yang lainnya saling bekerjasama untuk menyelesaikan sejumlah tugas. Selain itu ketika setiap orang saling bekerjasama dan menciptakan lingkungan kerja yang menyenangkan, maka siapapun yang bekerja di kantor tersebut akan bekerja dengan betah.
Beberapa tipe rekan kerja yang sulit antara lain adalah sebagai berikut:
- Rekan kerja yang suka menyalahkan orang lain
Tipe ini tidak penah mau disalahkan meskipun nyata-nyata semua orang mengakuinya telah berbuat salah. Bahkan untuk menghindari dirinya yang disalahkan, ia akan menyalahkan orang lain sebagai penyebab dari sebuah kesalahan.
Jika menghadapi rekan kerja seperti ini, lebih baik kita tidak menca…

Bila Anak di Posisi Bersalah

Saat anak di posisi bersalah usai melakukan sesuatu, hukuman bukanlah menjadi hal yang utama. Jika mereka bersalah, orang tua bisa membiasakan untuk memilih mengajak anak berkomunikasi, dari pada menghukumnya dengan fisik atau non fisik.
Misalnya, jika anak bertengkar, orang tua bisa bertanya ke mereka, kenapa mereka sampai bertengkar.
Biasanya, anak bisa melakukan sika defensive atau membela diri. Jika seperti itu, kita bisa mendiamkan mereka terlebih dahulu. Misalnya, dengan memposisikan mereka di area konsekuensi dan meminta mereka untuk tenang selama beberapa menit.
Ketika anak-anak mereka sudah melewati masa itu, barulah orang tua bisa mengajak mereka berkomunikasi. Pada saat cooling down, barulah orang tua bisa memberi penjelasan kepada anak-anak, apa yang semestinya dilakukan jika hal itu terjadi lagi.
Memang, yang namanya anak-anak biasanya ya nggak bisa langsung berubah. Bisa jadi kadang mereka masih melakukannya lagi. Tapi selanjutnya, frekuensinya bisa lebih berkurang kok.
Sem…