Skip to main content

Permainan Buatan Sendiri yang Bisa Membuat Balita Senang, Aman, dan Nyaman Bermain Selama Mudik Perjalanan Jauh

Tiga Permainan Buatan Sendiri yang Bisa Membuat Balita Senang, Aman, dan Nyaman Bermain Selama Mudik Perjalanan Jauh

Adakah yang sedang siap-siap mudik?

Kapan nih mudiknya?

Naik kendaraan apa?

Bawa balita, enggak?

Hihihi, kepo banget ya! Sebetulnya saya cuma ingin membahas, apa saja yang sudah disiapkan untuk si kecil saat perjalanan mudik nanti. Apalagi kalau harus menempuh perjalanan jauh selama berjam-jam lamanya.

Misalnya, dari Jakarta ke Lamongan naik mobil atau bus. Hehe, ini sih pengalaman waktu saya kecil dulu!

Naik kapal dari Kalimantan ke Surabaya. Atau, naik pesawat dari Batam ke Surabaya yang bisa menempuh dua jam. Bagi anak kecil, dua jam itu bisa membosankan, lho.

Iya, karena dari yang pernah saya baca, kebanyakan anak kecil itu paling cuma belasan menit bahagia di kendaraan karena merasa sedang jalan-jalan. Selebihnya, sudah bosan harus diminta duduk melulu.

Kalau zaman sekarang sih enak ya. Ada gadget. Kebanyakan orangtua akan menyodori anaknya dengan gadget dan diajak melihat aneka film, atau permainan.

Padahal kalau yang pernah saya dengar, kegiatan tersebut tidak bagus untuk mata. Bahkan membaca saat di perjalanan saja sudah tidak menyehatkan mata.

Kalau ada yang tanya, lalu apa dong yang anak saya bisa lakukan selama di perjalanan?

Kalau teman saya Menix, family blogger yang sering jalan-jalan dengan duo krucilnya, dia akan membekali anak-anaknya dengan buku dan atau alat-alat tulis. Yang pernah saya baca di blognya, anak-anaknya enjoy banget tuh mewarnai atau menggambar selama perjalanan.

Kali ini saya punya beberapa ide permainan juga nih yang bisa dibuat sendiri dan persiapkan untuk si kecil. Beberapa permainan ini terutama bisa diterapkan pada anak usia dua hingga empat tahun.


Permainan Coba Cari
Permainan Coba Cari

Permainan ini bisa melatih konsentrasi anak. Seperti kebanyakan aktivitas bermain dengan anak, para orangtua juga bisa melakukan kegiatan ini untuk mengembangkan kemampuan yang lain pada anak. 

Misalnya mengenal warna, bentuk, atau bilangan. Jadi bahan bercerita juga bisa kok.

Bahan yang dibutuhkan:
Bahan yang dibutuhkan untuk membuat permainan Coba Cari
  1. Wadah transparan. Kalau saya menggunakan wadah bekas sosis. Botol bekas juga boleh. Untuk ukurannya bisa dikira-kira dan disesuaikan berdasarkan kemampuan anak membawa beban benda.
  2. Beras atau pasir.
  3. Aneka pernak-pernik yang bisa digunakan untuk mengisi wadah dan dicampur dengan beras. Pernak-pernik ini bisa berupa kancing atau manik-manik warna-warni beberapa buah, mainan anak yang berukuran kecil, atau apapun yang kira-kira bisa menarik minat anak.
  4. Lem isolasi untuk merekatkan wadah dan memastikan agar isinya tidak tumpah. Kan nggak seru jadinya kalau pas di jalan, mainan ini tumpah dan berantakan di kendaraan.


Cara membuatnya cukup mudah kok. Kita tinggal memasukkan beras dan segala pernak-pernik ke dalam wadah, tutup dengan rapat, dan lem bagian penutupnya agar wadah tidak mudah terbuka.

Lalu ini dia beberapa kegiatan yang bisa dilakukan para orangtua dengan si kecil:
  • Minta si kecil untuk mencari benda-benda tertentu yang ada di dalam wadah tersebut. Misalnya, di manakah boneka Doraemon berada? Di manakah si kancing? Dan seterusnya.
  • Karena pernak-perniknya warna-warni, ajak juga anak untuk mengenal warna. Saat tidak sengaja menemukan manik-manik warna kuning, tanyakan pada anak, kira-kira ini warna apa ya? Atau minta pada anak untuk mencari warna-warna tertentu. Untuk anak usia dua hingga empat tahun, permaian mengenal warna ini memang masih agak sulit bagi usia mereka yang belum hapal betul tentang nama-nama warna. Karena itu, ajak anak untuk mengenalnya dalam permainan ini.
  • Mengenal hitungan juga bisa dilakukan dengan permainan ini. Misalnya, tanyakan pada anak, berapa benda yang terlihat olehnya. Atau, coba minta anak untuk menghitung berapa kancing warna-warni yang ada di dalam wadah tersebut. Seperti halnya warna, kegiatan menghitung inipun sifatnya pengenalan.


Permainan Boneka Jari
Permainan Boneka Jari

Sebetulnya permainan ini sudah agak umum dan mungkin banyak yang sudah tahu. Di pasaran juga sudah banyak penjual mainan yang menawarkan mainan ini.

Tapi, tidak ada salahnya lho kalau membuat boneka jari sederhana. Bahkan jika punya majalah atau gambar-gambar yang biasa anak kenal saat di rumah, jika bisa digunting, gunakan saja itu sebagai bahan.

Nah, bahan-bahan yang diperlukan antara lain sebagai berikut:
Bahan membuat permainan boneka jari
  1. Gambar-gambar dari majalah bekas, atau apapun yang sudah tidak terpakai, tidak seberapa penting, dan bisa digunting. Utamakan gambar-gambar tersebut disukai anak-anak. Misalnya gambar hewan, kendaraan, atau tokoh film kartu kesukaan anak-anak. Untuk ukurannya, maksimal sekitar satu ruas jari tangan
  2. Kertas bekas. Bisa menggunakan kertas bekas majalah karena bentuknya yang agak kaku dan tidak mudah robek
  3. Gunting
  4. Lem isolasi, atau bisa menggunakan lem kertas atau lem tembak

Cara membuatnya:
  • Guntinglah beberapa bentuk gambar
  • Gunting juga kertas bekas yang bentuknya kaku. Gunting memanjang sekitar lima sentimeter dan bentuklah menjadi seperti cincin. Ini fungsinya untuk dimasukkan ke jari kita atau jari anak.
  • Rekatkan gambar ke kertas yang sudah berbentuk cincin dengan menggunakan lem.
Permainan ini sangat membutuhkan imajinasi para pemainnya, baik orangtua maupun si kecil. Apalagi jika ia sudah bisa lancar bicara. Para orangtua sendiri akan dituntut untuk bisa bercerita dengan ide acak sesuai dengan gambar yang ada.

Permainan Menjahit
Permainan Menjahit

Permainan yang satu ini juga sudah kerap ditemukan di tempat penjualan mainan. Apalagi di playgroup atau TK, biasanya punya jenis permainan ini. Kalau yang pernah saya tahu di PAUD tempat saya mengajar dulu, biasanya mainan ini terbuat dari kayu.

Para orangtua juga bisa membuatnya sendiri kok dari kertas bekas. Berikut ini bahan-bahan yang diperlukan:
Bahan membuat permainan menjahit


  • Kertas bekas majalah atau kertas bekas apapun yang tebal. Saya sendiri menggunakan kertas bekas majalah beberapa lembar yang lalu saya tumpuk sehingga menjadi lebih tebal.
  • Gunting
  • Lem, ini digunakan untuk merekatkan beberapa lembar kertas. Saya sendiri karena pas di rumah nggak ada lem kertas, saya gunakan saja isolasi untuk merekatkan tumpukan kertas tersebut dengan melapisi di bagian tepinya.
  • Aneka macam pola. Kalau bisa, gunakan pola yang nantinya bisa membentuk kertas seukuran telapak tangan orang dewasa. Bentuk polanya bisa aneka bentuk bangun datar seperti lingkaran, segitiga, kotak, dan yang lainnya. Tapi sebetulnya bagus lagi kalau polanya membentuk sesuatu yang menarik minat anak. Misalnya bentuk beruang, kelinci, atau yang lain.
  • Pelubang kertas
  • Tali warna-warni berukuran kecil.
  • Alat tulis untuk membuat pola
Cara membuatnya, bentuk kertas sesuai pola yang digunakan. Agar lebih tebal, tumpuk kertas di bawah kertas pola dan gunting secara bersamaan.

Untuk meletakkan lembaran-lembaran kertas, rekatkan dengan lem. Kalau saya, menjadikan satu kertas-kertas tersebut dengan lem isolasi di seluruh bagian tepi kertas.

Lubangi bagian tepinya dengan pelubang kertas. Jarak antar lubangnya usahakan tidak terlalu dekat dan tidak terlalu renggang.

Lebih bagus lagi jika kertas pola yang sudah jadi tersebut diberi warna-warni ya.

Setelah itu, siapkan tali yang akan digunakan untuk menjahit. Guntinglah kira-kira sepanjang tiap pola yang dibuat. Agar lebih rapi, bakar di bagian kedua ujungnya ya.

Nah, sudah jadi deh. Anak-anak bisa memainkan permainan ini di sepanjang perjalanan.

Cuma… permainan ini sepertinya agak sulit kalau dimainkan untuk anak usia di bawah tiga tahun.

Selain itu, permainan ini juga hanya bisa dimainkan saat kendaraan melaju dengan tenang. Kalau kendaraan di darat melewati jalan yang membuat berguncang-guncang, kapal atau pesawat juga sedang tidak stabil gerakannya, permainan ini pun sulit dimainkan anak.

Kelebihan dari permainan ini adalah melatih konsentrasi anak. Karena, anak harus menekuni memasuk-keluarkan tali ke dan dari lubang yang ada di tepi pola secara teratur, seperti kegiatan orang menjahit.


Nah, itu dia tiga permainan yang bisa dibuat sendiri di rumah untuk si kecil yang bisa dimainkan saat perjalanan mudik.

Oh iya, selain beberapa permainan tersebut, ada beberapa hal juga lho yang perlu disiapkan untuk perjalanan si kecil.



  • Untuk aktivitas selama di jalan, siapkan juga buku cerita kesukaan anak, buku tulis atau buku gambar, dan alat tulis.
  • Bisa juga membeli sesuatu yang baru yang kira-kira disukai anak. Misalnya bisa berbentuk boneka, robot atau mobil-mobilan kecil, juga bisa berupa buku cerita yang baru.
  • Bawa juga lovely-nya anak. Barang lovely ini bisa berupa apapun yang paling disuka anak. Kalau anak sedang dalam emosi buruk, biasanya lovely ini yang bisa jadi andalan. Lovely bisa berupa boneka kesayangan, kain gendong kesukaan anak, atau benda lainnya. Biasanya sih yang saya sering tahu, tiap anak punya lovely masing-masing.
  • Makanan kecil dan minuman seperti susu atau sari buah. Karena kalau sampai anak merasa lapar, biasanya jadinya rewel di jalan. Dan jangan sampai juga kesehatan anak jadi melemah karena perutnya kosong.
  • Obat-obatan, biasanya sih standar P3K untuk di jalan ya. Misalnya obat luka kulit, obat penurun panas dan pereda nyeri, minyak telon atau minyak kayu putih.
Tempra syrup obat pereda panas demam dan rasa sakit pada anak
Tempra Syrup mengandung paracetamol yang bisa jadi teman perjalanan si kecil

Masih ada beberapa hari menjelang lebaran nih. Buat yang mau mudik, yuk persiapkan dari sekarang.

Have a nice journey with your kiddos ya…


Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog Tempra yang diselenggarakan oleh Blogger Perempuan Network dan Taisho. Artikel ditulis berdasarkan pengalaman dan opini pribadi. Artikel ini tidak dapat menggantikan hasil konsultasi dengan tenaga kesehatan profesional.
  

Disclaimer:
Tulisan ini sebelumnya pernah dimuat di blog saya mamakhebring.com. Tulisan ini pun pernah menjadi salah satu pemenang page view terbanyak di lomba yang diadakan oleh Tempra dan Blogger Perempuan tahun 2017.

Comments

Popular posts from this blog

Menambah Wawasan Parenting dari Buku Dilan

Ceritanya karena lagi heboh-hebohnya Film Dilan nih. Saya yang sudah dari lama ngincer buku itu, lalu pengen beli tapi kok ya kapasitas dana nggak kayak dulu lagi, akhirnya cuma bisa ngowoh.
Eh ndilalah, entah dari mana ceritanya, kok jadi tahu aplikasi perpustakaan nasional bernama iPusnas. Dan di sana koleksi Dilannya lengkap! Tiga buku ada semua. Cuma… antriannya sampai ratusan, Jeng!
Demi rasa penasaran, ikutan ngantri deh. Lucunya, awal ngecek koleksi buku Dilan di iPusnas, saya langsung bisa pinjam buku yang ke tiga, Milea Suara dari Dilan. Pas kosong, padahal yang sudah antri banyak. Tapi kemudian saya anggurin. Dan akhirnya nggak kebaca deh.

Beberapa hari kemudian, saat launching film Dilan beneran keluar, cek antrian lagi deh. Makin sering lagi ngeceknya di notifikasi. Endingnya, dalam seminggu, saya bisa lho mengalahkan para pesaing antrian buku ini, baca tiga-tiganya dalam waktu nonstop sekitar lima sampai enam jam langsung baca, lewat hp Samsung J1. Udah, bayangin aja tu laya…

Lopang, Surganya Buah Jamblang

Tahu buah jamblang, atau juwet, atau dhuwet, atau dhuwek?
Di beberapa daerah, buah ini memang punya julukan yang berbeda-beda. Saya sendiri malah menyebutnya dengan plum Jawa! Hahaha…
Nah, di daerah Lopang, Kecamatan Kembangbahu, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, kita bisa menjumpai buah jamblang dengan aneka jenis.
Mulai dari jamblang yang ukurannya kecil tanpa biji, sampai yang berukuran sebesar bakso telur puyuh dengan daging buah yang tebal.
Atau, dari yang rasanya masam, hingga jamblang yang manis tanpa menyisakan rasa sepet di lidah.
Jamblang yang warnanya hitam pekat hingga berwarna ungu kemerahan pun ada di Lopang.



Di masa-masa akhir musim kemarau menjelang musim hujan, biasanya buah ini bermunculan.
Untuk tahun 2017 ini, sepertinya musim jamblang di Lopang jatuh di sekitar bulan Oktober hingga November. Karena di bulan September ini, pohon-pohon jamblang di Lopang mulai bermunculan bunganya.
Karena begitu kayanya jenis jamblang di Lopang, saya menyebut tempat satu ini sebagai surg…

Membimbing Anak Belajar

Kali ini saya ingin membahas tentang apa dan bagaimana tentang membimbing anak belajar yang perlu dilakukan oleh orangtua. Tulisan ini berdasarkan hasil wawancara dengan Imelda Yetti yang beberapa tahun lalu sempat saya wawancarai sewaktu saya menjadi reporter di Batam. Saat itu, ia adalah pengajar di Sekolah Charitas Batam.
Sering orangtua mewajibkan anaknya untuk belajar tanpa ingin tahu mengapa ada anak yang sulit dalam proses belajarnya. Akibatnya meski anak dipaksa terus belajar, anak tak kunjung menjadi pintar dalam artian menyerap apa yang dipelajarinya sendiri.
Padahal menurut Imelda, ada beberapa faktor yang dapat memengaruhi kemampuan anak dalam belajar. Faktor-faktor tersebut antara lain, waktu, dukungan, budaya, konteks, dan kebebasan memilih.
Dikatakannya lebih lanjut, tiap anak memiliki waktu yang berbeda-beda untuk dirinya sehingga ia bisa mudah menyerap apa yang dipelajarinya.
Anak pun membutuhkan dukungan dari lingkungan sekelilingnya dalam hal belajar. Bisa jadi dari or…

Tujuh Hal yang Perlu Dipertimbangkan dalam Membuka Usaha Toko Sembako

Pada tahu kan toko sembako? Itu lho, toko yang isinya menjual sembilan bahan pokok.
Yang masuk kategori sembako itu antara lain: 1.Beras, sagu, dan jagung 2.Gula pasir 3.Sayur-sayuran dan buah-buahan 4.Daging sapi, ayam, dan ikan 5.Minyak goreng dan margarine 6.Susu 7.Telur 8.Gas ELPIJI (kalau dulu sih minyak tanah) 9.Garam berIodium dan berNatrium
Semua bahan itu jadi kebutuhan pokok sehari-hari manusia.
Nah, peluang usaha membuka toko sembako ini bisa menjadi bisnis rumahan ibu rumah tangga yang menguntungkan. Bagaimana tidak. Tiap hari bisa selalu saja ada orang yang datang membeli.
Tapi yang namanya bisnis menguntungkan, biasanya ya memang banyak pesaingnya.
Menurut beberapa info yang saya baca, kita perlu survey dulu. Barangkali, eh, ternyata ada toko sembako juga di dekat tempat yang mau kita dirikan usaha.
Kalau sampai ada, perlu dipantau juga. Jangan sampai harga toko tersebut lebih murah dari barang-barang yang dijual di toko kita nantinya.
Tapi kalau sampai belum ada pesaingnya, namanya …

Kebun Binatang Surabaya, Tempat yang Instagramable untuk Foto Keluarga

Setelah sekian lama hanya bisa memandang dari kaca bus saat melewati Kebun Binatang Surabaya dari Terminal Bungurasih ke Terminal Osowilangun, pada akhirnya saya bisa menginjakkan kaki lagi ke kebun binatang kebanggaan arek Suroboyo yang biasa disingkat dengan KBS.
Sebetulnya kemarin itu kali ke dua saya mengunjungi KBS. Seingat saya, pertama kali main ke sana saat masih SD sekitar sebelum kelas 5. Waktu itu saya masih tinggal di Bekasi dan diajak main ke KBS saat sedang berlibur di Lamongan.
Nah, agenda ke KBS pada hari Selasa, 4 Juli 2017 lalu itu sebetulnya bisa dibilang mendadak. Rencananya awal, saya dan suami ingin mengajak Kayyisah naik kuda sebagai pemenuhan janji karena dia sudah bisa dan mau berjalan.
Sempat terpikir untuk mengajak Kayyisah ke Kenjeran. Tapi tidak jadi karena takut anaknya kepanasan.
Suami sendiri inginnya sih mengajak ke Pacet. Cuma dalam pikiran saya, kok sayang kalau agendanya naik kuda saja.
Setelah browsing, saya baca ternyata di KBS kok ada juga wahana nai…