Skip to main content

Permainan Buatan Sendiri yang Bisa Membuat Balita Senang, Aman, dan Nyaman Bermain Selama Mudik Perjalanan Jauh

Tiga Permainan Buatan Sendiri yang Bisa Membuat Balita Senang, Aman, dan Nyaman Bermain Selama Mudik Perjalanan Jauh

Adakah yang sedang siap-siap mudik?

Kapan nih mudiknya?

Naik kendaraan apa?

Bawa balita, enggak?

Hihihi, kepo banget ya! Sebetulnya saya cuma ingin membahas, apa saja yang sudah disiapkan untuk si kecil saat perjalanan mudik nanti. Apalagi kalau harus menempuh perjalanan jauh selama berjam-jam lamanya.

Misalnya, dari Jakarta ke Lamongan naik mobil atau bus. Hehe, ini sih pengalaman waktu saya kecil dulu!

Naik kapal dari Kalimantan ke Surabaya. Atau, naik pesawat dari Batam ke Surabaya yang bisa menempuh dua jam. Bagi anak kecil, dua jam itu bisa membosankan, lho.

Iya, karena dari yang pernah saya baca, kebanyakan anak kecil itu paling cuma belasan menit bahagia di kendaraan karena merasa sedang jalan-jalan. Selebihnya, sudah bosan harus diminta duduk melulu.

Kalau zaman sekarang sih enak ya. Ada gadget. Kebanyakan orangtua akan menyodori anaknya dengan gadget dan diajak melihat aneka film, atau permainan.

Padahal kalau yang pernah saya dengar, kegiatan tersebut tidak bagus untuk mata. Bahkan membaca saat di perjalanan saja sudah tidak menyehatkan mata.

Kalau ada yang tanya, lalu apa dong yang anak saya bisa lakukan selama di perjalanan?

Kalau teman saya Menix, family blogger yang sering jalan-jalan dengan duo krucilnya, dia akan membekali anak-anaknya dengan buku dan atau alat-alat tulis. Yang pernah saya baca di blognya, anak-anaknya enjoy banget tuh mewarnai atau menggambar selama perjalanan.

Kali ini saya punya beberapa ide permainan juga nih yang bisa dibuat sendiri dan persiapkan untuk si kecil. Beberapa permainan ini terutama bisa diterapkan pada anak usia dua hingga empat tahun.


Permainan Coba Cari
Permainan Coba Cari

Permainan ini bisa melatih konsentrasi anak. Seperti kebanyakan aktivitas bermain dengan anak, para orangtua juga bisa melakukan kegiatan ini untuk mengembangkan kemampuan yang lain pada anak. 

Misalnya mengenal warna, bentuk, atau bilangan. Jadi bahan bercerita juga bisa kok.

Bahan yang dibutuhkan:
Bahan yang dibutuhkan untuk membuat permainan Coba Cari
  1. Wadah transparan. Kalau saya menggunakan wadah bekas sosis. Botol bekas juga boleh. Untuk ukurannya bisa dikira-kira dan disesuaikan berdasarkan kemampuan anak membawa beban benda.
  2. Beras atau pasir.
  3. Aneka pernak-pernik yang bisa digunakan untuk mengisi wadah dan dicampur dengan beras. Pernak-pernik ini bisa berupa kancing atau manik-manik warna-warni beberapa buah, mainan anak yang berukuran kecil, atau apapun yang kira-kira bisa menarik minat anak.
  4. Lem isolasi untuk merekatkan wadah dan memastikan agar isinya tidak tumpah. Kan nggak seru jadinya kalau pas di jalan, mainan ini tumpah dan berantakan di kendaraan.


Cara membuatnya cukup mudah kok. Kita tinggal memasukkan beras dan segala pernak-pernik ke dalam wadah, tutup dengan rapat, dan lem bagian penutupnya agar wadah tidak mudah terbuka.

Lalu ini dia beberapa kegiatan yang bisa dilakukan para orangtua dengan si kecil:
  • Minta si kecil untuk mencari benda-benda tertentu yang ada di dalam wadah tersebut. Misalnya, di manakah boneka Doraemon berada? Di manakah si kancing? Dan seterusnya.
  • Karena pernak-perniknya warna-warni, ajak juga anak untuk mengenal warna. Saat tidak sengaja menemukan manik-manik warna kuning, tanyakan pada anak, kira-kira ini warna apa ya? Atau minta pada anak untuk mencari warna-warna tertentu. Untuk anak usia dua hingga empat tahun, permaian mengenal warna ini memang masih agak sulit bagi usia mereka yang belum hapal betul tentang nama-nama warna. Karena itu, ajak anak untuk mengenalnya dalam permainan ini.
  • Mengenal hitungan juga bisa dilakukan dengan permainan ini. Misalnya, tanyakan pada anak, berapa benda yang terlihat olehnya. Atau, coba minta anak untuk menghitung berapa kancing warna-warni yang ada di dalam wadah tersebut. Seperti halnya warna, kegiatan menghitung inipun sifatnya pengenalan.


Permainan Boneka Jari
Permainan Boneka Jari

Sebetulnya permainan ini sudah agak umum dan mungkin banyak yang sudah tahu. Di pasaran juga sudah banyak penjual mainan yang menawarkan mainan ini.

Tapi, tidak ada salahnya lho kalau membuat boneka jari sederhana. Bahkan jika punya majalah atau gambar-gambar yang biasa anak kenal saat di rumah, jika bisa digunting, gunakan saja itu sebagai bahan.

Nah, bahan-bahan yang diperlukan antara lain sebagai berikut:
Bahan membuat permainan boneka jari
  1. Gambar-gambar dari majalah bekas, atau apapun yang sudah tidak terpakai, tidak seberapa penting, dan bisa digunting. Utamakan gambar-gambar tersebut disukai anak-anak. Misalnya gambar hewan, kendaraan, atau tokoh film kartu kesukaan anak-anak. Untuk ukurannya, maksimal sekitar satu ruas jari tangan
  2. Kertas bekas. Bisa menggunakan kertas bekas majalah karena bentuknya yang agak kaku dan tidak mudah robek
  3. Gunting
  4. Lem isolasi, atau bisa menggunakan lem kertas atau lem tembak

Cara membuatnya:
  • Guntinglah beberapa bentuk gambar
  • Gunting juga kertas bekas yang bentuknya kaku. Gunting memanjang sekitar lima sentimeter dan bentuklah menjadi seperti cincin. Ini fungsinya untuk dimasukkan ke jari kita atau jari anak.
  • Rekatkan gambar ke kertas yang sudah berbentuk cincin dengan menggunakan lem.
Permainan ini sangat membutuhkan imajinasi para pemainnya, baik orangtua maupun si kecil. Apalagi jika ia sudah bisa lancar bicara. Para orangtua sendiri akan dituntut untuk bisa bercerita dengan ide acak sesuai dengan gambar yang ada.

Permainan Menjahit
Permainan Menjahit

Permainan yang satu ini juga sudah kerap ditemukan di tempat penjualan mainan. Apalagi di playgroup atau TK, biasanya punya jenis permainan ini. Kalau yang pernah saya tahu di PAUD tempat saya mengajar dulu, biasanya mainan ini terbuat dari kayu.

Para orangtua juga bisa membuatnya sendiri kok dari kertas bekas. Berikut ini bahan-bahan yang diperlukan:
Bahan membuat permainan menjahit


  • Kertas bekas majalah atau kertas bekas apapun yang tebal. Saya sendiri menggunakan kertas bekas majalah beberapa lembar yang lalu saya tumpuk sehingga menjadi lebih tebal.
  • Gunting
  • Lem, ini digunakan untuk merekatkan beberapa lembar kertas. Saya sendiri karena pas di rumah nggak ada lem kertas, saya gunakan saja isolasi untuk merekatkan tumpukan kertas tersebut dengan melapisi di bagian tepinya.
  • Aneka macam pola. Kalau bisa, gunakan pola yang nantinya bisa membentuk kertas seukuran telapak tangan orang dewasa. Bentuk polanya bisa aneka bentuk bangun datar seperti lingkaran, segitiga, kotak, dan yang lainnya. Tapi sebetulnya bagus lagi kalau polanya membentuk sesuatu yang menarik minat anak. Misalnya bentuk beruang, kelinci, atau yang lain.
  • Pelubang kertas
  • Tali warna-warni berukuran kecil.
  • Alat tulis untuk membuat pola
Cara membuatnya, bentuk kertas sesuai pola yang digunakan. Agar lebih tebal, tumpuk kertas di bawah kertas pola dan gunting secara bersamaan.

Untuk meletakkan lembaran-lembaran kertas, rekatkan dengan lem. Kalau saya, menjadikan satu kertas-kertas tersebut dengan lem isolasi di seluruh bagian tepi kertas.

Lubangi bagian tepinya dengan pelubang kertas. Jarak antar lubangnya usahakan tidak terlalu dekat dan tidak terlalu renggang.

Lebih bagus lagi jika kertas pola yang sudah jadi tersebut diberi warna-warni ya.

Setelah itu, siapkan tali yang akan digunakan untuk menjahit. Guntinglah kira-kira sepanjang tiap pola yang dibuat. Agar lebih rapi, bakar di bagian kedua ujungnya ya.

Nah, sudah jadi deh. Anak-anak bisa memainkan permainan ini di sepanjang perjalanan.

Cuma… permainan ini sepertinya agak sulit kalau dimainkan untuk anak usia di bawah tiga tahun.

Selain itu, permainan ini juga hanya bisa dimainkan saat kendaraan melaju dengan tenang. Kalau kendaraan di darat melewati jalan yang membuat berguncang-guncang, kapal atau pesawat juga sedang tidak stabil gerakannya, permainan ini pun sulit dimainkan anak.

Kelebihan dari permainan ini adalah melatih konsentrasi anak. Karena, anak harus menekuni memasuk-keluarkan tali ke dan dari lubang yang ada di tepi pola secara teratur, seperti kegiatan orang menjahit.


Nah, itu dia tiga permainan yang bisa dibuat sendiri di rumah untuk si kecil yang bisa dimainkan saat perjalanan mudik.

Oh iya, selain beberapa permainan tersebut, ada beberapa hal juga lho yang perlu disiapkan untuk perjalanan si kecil.



  • Untuk aktivitas selama di jalan, siapkan juga buku cerita kesukaan anak, buku tulis atau buku gambar, dan alat tulis.
  • Bisa juga membeli sesuatu yang baru yang kira-kira disukai anak. Misalnya bisa berbentuk boneka, robot atau mobil-mobilan kecil, juga bisa berupa buku cerita yang baru.
  • Bawa juga lovely-nya anak. Barang lovely ini bisa berupa apapun yang paling disuka anak. Kalau anak sedang dalam emosi buruk, biasanya lovely ini yang bisa jadi andalan. Lovely bisa berupa boneka kesayangan, kain gendong kesukaan anak, atau benda lainnya. Biasanya sih yang saya sering tahu, tiap anak punya lovely masing-masing.
  • Makanan kecil dan minuman seperti susu atau sari buah. Karena kalau sampai anak merasa lapar, biasanya jadinya rewel di jalan. Dan jangan sampai juga kesehatan anak jadi melemah karena perutnya kosong.
  • Obat-obatan, biasanya sih standar P3K untuk di jalan ya. Misalnya obat luka kulit, obat penurun panas dan pereda nyeri, minyak telon atau minyak kayu putih.
Tempra syrup obat pereda panas demam dan rasa sakit pada anak
Tempra Syrup mengandung paracetamol yang bisa jadi teman perjalanan si kecil

Masih ada beberapa hari menjelang lebaran nih. Buat yang mau mudik, yuk persiapkan dari sekarang.

Have a nice journey with your kiddos ya…


Baca juga:
1. Asyiknya membuat video mainan anak di tulisan ini
2. Serunya aktivitas edukatif melihat foto dengan anak di tulisan ini
3. Mengenalkan huruf pada anak bisa dengan cara ini lho

Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog Tempra yang diselenggarakan oleh Blogger Perempuan Network dan Taisho. Artikel ditulis berdasarkan pengalaman dan opini pribadi. Artikel ini tidak dapat menggantikan hasil konsultasi dengan tenaga kesehatan profesional.
  

Disclaimer:
Tulisan ini sebelumnya pernah dimuat di blog saya mamakhebring.com. Tulisan ini pun pernah menjadi salah satu pemenang page view terbanyak di lomba yang diadakan oleh Tempra dan Blogger Perempuan tahun 2017.

Comments

Popular posts from this blog

TB Membuat Kayyisah Menjadi Anak tak Biasa

Hingga sekitar umur delapan bulan, Kayyisah menjadi anak yang menggemaskan. Grafik berat badan yang biasanya selalu di warna hijau muda bahkan kuning, di usia tujuh hingga delapan bulan, grafik berat badan Kayyisah bisa ada di warna hijau tua.
Kalau melihat fotonya saja tampak menggemaskan. Makannya sedang lahap-lahapnya.
Tapi beberapa minggu kemudian, semuanya berubah. Makin hari nafsu makannya makin susah. Sampai-sampai pernah lho selama berminggu-minggu, Kayyisah hanya mengandalkan ASI dan air kacang hijau. Makannya hanya satu atau dua sendok makan alpukat.
Pola makan seperti itu di usianya yang sekitar sembilan bulan hingga setahun, lho! Bayangkan saja, anak umur segitu makannya kayak begitu.
Beberapa keanehan lain yang saya temukan saat itu, dalam sehari Kayyisah kurang kuantitas buang air kecilnya. Kalau dipakaikan diaper setelah mandi pagi, saat dicopot sebelum mandi sore lho diapernya masih kering! Parah kan?
Waktu saya cerita ke abinya dan juga ibu, mereka pada bilang kalau bisa…

Mengganti Token Bank Mandiri yang Habis Baterai

Setelah sekitar delapan tahun, akhirnya token Bank Mandiri saya mati. Baterainya habis. Dan uniknya, saya nggak pernah terpikir kalau urusannya sampai harus ke bank segala.
Jadi waktu kenal yang namaya token, saya pikir kalau alat tersebut baterainya habis, ya tinggal ganti saja baterainya di tukang servis jam tangan. Eh ternyata setelah browsing, saya baru tahu jika kita nggak bisa asal ganti baterai token tersebut.
Awal tanda-tanda baterai token habis itu mulai terlihat saat ada seperti noda di bagian tepi bawah layar. Semula saya pikir, apa mungkin ada kotoran masuk kali ya? Tak berapa lama kemudian, ada lagi seperti titik noda yang muncul di bagian tepi atas layar.
Hingga suatu ketika saat saya ingin transfer dana ke rekening tabungan ibu, token itu mati. Meski saya tekan tombol secara asal, tetap saja token tersebut tidak bisa aktif. Dah lah fixed, saya yakin token ini sudah habis baterainya.
Kemudian saya browsing di internet berniat ingin mencari tahu, kalau baterai token ini habi…

Melawan Neuropati untuk Segudang Aktivitas yang Terus Menanti

Dulu sewaktu sekolah, terkadang saya punya kebiasaan unik, meminta teman sebangku untuk memukuli telapak tangan saya.
Asli, kira-kira sejak SD kelas enam saya sudah punya kebiasaan seperti itu.
Jadi zaman tahun 80 sampai 90-an, yang namanya sekolah kan muridnya kebanyakan disuruh membaca atau menulis. Bahkan kalau sudah punya buku pun tetap disuruh mencatat ulang.
Sewaktu harus sering menulis itulah, kadang tangan saya terasa lemas. Rasanya seperti tidak ada energi untuk bisa menggerakkan tangan.
Selain telapak tangan yang terasa lemas, bagian lengan di dekat siku saya juga sering terasa seperti tertusuk-tusuk jarum. Kalau bahasa saya, rasanya cengkring-cengkring!
Itu masih urusan tangan. Lha kaki saya waktu itu juga sering terasa kram. Biasanya di daerah telapak tangan bagian samping atau di jari tengah dan jari manis kaki.
Waktu itu saya tidak pernah sampai mengira-ngira, saya itu sebetulnya kena apa, apa penyebabnya, dan harus melakukan apa agar keluhan-keluhan di tangan dan kaki saya s…

Ingin Si Kecil tidak Telat Bicara? Coba Lakukan 9 Hal Berikut Ini!

Kayaknya buat kebanyakan orangtua, ada dua hal nih yang sering dikhawatirkan dalam tumbuh kembang si kecil. Kalau nggak telat bicara, ya telat jalan. Bener nggak?
Sebetulnya, tiap anak punya kemampuan bicara yang berbeda. Meski demikian, ada standar kemampuan juga yang harus dikuasai anak pada usia-usia tertentu.
Kemampuan ini dibagi dalam tahap usia 0-1 tahun, 1-2 tahun, dan 2-3 tahun.

Tahap usia 0-1 tahun
Anak atau bayi di usia ini, seharusnya sudah bisa mengoceh dengan nada panjang. Kalau nggak salah istilahnya bubbling.
Termasuk, dia sudah tahu namanya sendiri. Jadi kalau namanya dipanggil dan dia merespon, menoleh atau tersenyum, itu sudah menjadi tanda kalau ia kelak mampu berbicara.

Tahap usia 1-2 tahun
Sedangkan di usia ini, anak sudah bisa meniru ucapan pada suku kata akhir.
Misalnya seperti anak saya nih. Kalau ada lagu yang dia ngerti bahkan hapal, di usianya yang waktu itu sekitar 18 bulan, dia sudah bisa mengikuti lagu tersebut dengan menyebut akhir beberapa kata di beberapa ba…

Banyak Destinasi Baru Yang Seru, Ini Pilihan Liburan Ramah Anak di Batu dan Malang

Mencari ide liburan bersama keluarga yang ramah anak, daerah Batu dan Malang adalah dua tempat terbaik yang punya banyak pilihan destinasi wisata. Mau liburan dengan tema seru-seruan, atau ingin sekaligus belajar dan mendapatkan pengalaman baru, semuanya ada di kota dingin ini.
Beberapa tempat wisata seperti Jatim Park 1 dan 2, atau Wisata Petik Agrokusuma mungkin sudah nggak asing lagi di telinga. Namun, Batu dan Malang nggak hanya punya dua lokasi ternama itu lho buat liburan kita bersama keluarga. Ada beberapa tempat baru yang nggak kalah seru. Dan pastinya, ramah buat anak.

Eco Green Park
Sumber foto: winnetnews.com
Belajar sambil bermain dengan hewan-hewan cantik pastinya jadi kegiatan yang nyenengin buat anak-anak. Pengalaman ini bisa kita dapatkan dalam satu paket lengkap di Eco Green Park. Atau, biasa juga disebut sebagai Jawa Timur Park 2.
Selain punya koleksi hewan yang sudah diawetkan di museum raksasanya, kita juga bisa lho lihat hewan-hewan hidup di kandang mereka. Pemandangan…

Mengamankan Finansial dari Penyakit Kritis dengan PRUCritical Benefit 88

Pernah nggak terpikir kalau tulang punggung perekonomian keluarga mengalami penyakit kritis, misalnya itu suami, bagaimana nasib keluarga? Tentunya siapapun tak ingin sedih karena harus mengalami hal tersebut. Kemungkinan efeknya pun bisa mengarah ke urusan finansial yang tak lagi aman.
Bicara tentang penyakit kritis yang berupa penyakit tidak menular atau PTM, menurut data dari World Health Organization atau WHO, diperkirakan menyumbang angka 73 persen dari kematian di Indonesia.
PTM yang menjadi penyakit kritis dan akhir-akhir ini banyak dialami masyarakat Indonesia, menurut Riset Kesehatan Dasar atau Riskesdas 2018 Kementerian Kesehatan, adalah kanker, stroke, penyakit ginjal kronis, dan hipertensi.
Sementara itu menurut penelitian tahun 2014 hingga 2015 dari ASEAN Cost in Oncology atau ACTION, PTM yang menjadi penyakit kritis ini berpotensi menyebabkan kesulitan finansial. Data dari ACTION menyebutkan, 9.513 pasien pengidap kanker yang diteliti lebih lanjut, 50 persennya mengalami …

Menjaga Pola Makan, Rahasianya Berat Badan Ideal

“Bajuku dulu tak begini. Tapi kini tak cukup lagi.”
Ada yang pernah tahu bait lagu itu nggak? Hehehe… buat yang generasi 90-an kayaknya ngerti ya itu iklan apa. Apalagi selain era kelahirannya sama, kita juga punya nasib yang sama: masalah berat badan!
Eh, beneran kita ya? Jangan-jangan saya saja!
Padahal dulu, saya tipe cewek kutilang sampai sebelum punya anak, lho. Kutilang, kurus tinggi langsing. Berat badan selalu juara bertahan di kisaran angka 43 sampai 47. Seringnya di 45.

Yang namanya orang nyinyir, sering tuh komentar, “Jadi cewek yang gemukan dikit dong.”
Karena bosan, kadang saya timpali saja, “Entar kalau sudah nikah terus punya anak juga gemuk-gemuk sendiri.”
Di kemudian hari, baru saya sadari kalau kata-kata itu menyebar ke semesta, lalu sungguhan menjadi nyata. Satu hal yang kadang saya sesali, ngapain waktu itu ngomong begitu, ya?
Karena sebetulnya, yang suka nyinyir waktu itu adalah mereka yang mati-matian setiap hari minum obat pengurus badan. Yang mau menahan lapar tapi …

Ubah Liburan Impian Jadi Kenyataan dengan JD Flight

“Ais iku uga aik peawak ya, ama abi, ama umi,” demikian tutur Kayyisah tiap ia mendengar deru pesawat melintas di langit atas rumah kami.
Kata-kata Kayyisah itu membuat saya sering tercenung. Ya Allah, kapan ya bisa ngajak ni anak beneran naik pesawat?
Apalagi bulan Maret lalu, saya dapat kesempatan mengikuti sebuah kegiatan yang membuat saya bisa beberapa hari melepas rutinitas harian menjadi ibu rumah tangga.
Momen di waktu itu punya beberapa arti buat saya. Setelah empat tahun lamanya, akhirnya saya bisa bepergian lagi, naik pesawat, dan ke Jogja.
Jogja sendiri adalah tempat asal ayah saya. Sementara seumur-umur sejak menikah, saya belum pernah sekalipun mengajak suami dan anak untuk berkunjung ke rumah kerabat ayah di sana.
Terkadang ingin rasanya mengajak mereka berlibur ke sana. Tak hanya itu, saya pun ingin mengunjungi beberapa tempat wisata yang ada di Jogja.
Misalnya ke Candi Prambanan. Bahkan hingga di kesempatan bulan lalu ke Jogja, lagi dan lagi, saya hanya bisa melihat candi …

Memilih Jajanan Sehat untuk Anak

Bagi kebanyakan orangtua, memilih jajanan untuk anak itu adalah hal yang penting. Sebisa mungkin tentunya harus sehat kan ya.
Itulah yang kini jadi pegangan saya kalau urusan jajan buat Kayyisah. Padahal dulu sewaktu belum punya anak, saya suka komentar lho ke siapapun yang suka ngelarang-ngelarang anaknya buat jajan ini itu.
“Ngapain sih banyak ngelarang ke anak makan ini itu. Entar anaknya jadi nggrangsang!” Nggrangsang itu istilah bahasa Jawa di tempat saya yang artinya rakus.
Pas sudah punya anak, lha kok ternyata Kayyisah tipe anak yang mudah sensitif tenggorokannya. Plek ketiplek sama kayak abinya.
Ke mana-mana, saya jadinya harus seperti satpam untuk urusan apapun yang akan masuk ke mulutnya. Sampai-sampai saya sering kasihan. Kadang, saya lihat dia begitu ingin makan ini itu, apalagi sewaktu kumpul dengan banyak orang. Tapi kondisinya mau tak mau membuat saya harus ketat untuk urusan yang satu ini.
Sebetulnya pernah suami saya protes. Kenapa sih nggak dibiarkan saja. Toh nanti a…

Pakai Serum Pemutih Badan yang Bikin Cepat Putih, Aman Nggak Ya?

Putih itu cantik. Ingat slogan yang ngehits itu kan? Makanya, banyak wanita mencari produk kecantikan yang bisa memutihkan kulit. Termasuk serum pemutih badan. Eh tapi kalau efeknya bikin cepat putih, sebetulnya aman nggak ya?
Yups, pertanyaan itu sepertinya jadi bahan pertimbangan lain deh selain apakah produk pemutih kulit itu ampuh atau tidak hasilnya.
Malah kadang jadinya kayak buah simalakama. Badan bisa cepat putih tapi efek sampingnya ada rasa panas terbakar dulu, kulit kemerahan, atau endingnya malah kulit jadi gosong.
Habis itu nangis deh karena nggak jadi putih…
Atau, iya sih, serum pemutih badan yang kita pakai itu aman. Tapi setelah sekian purnama dipakai, kok kulit nggak kunjung putih seperti model iklan yang kita lihat.
Dan akhirnya jadi terpikir, katanya labelnya pemutih badan ampuh. Tapi kok kulitku nggak kunjung putih kayak mbak yang itu?
Jadilah kitanya bingung. Sebetulnya perlu nggak sih pakai serum pemutih kulit? Lantas apa bedanya dengan jenis produk kecantikan lainny…