Skip to main content

Cara Menghilangkan Ketombe untuk Wanita Berjilbab

Buat wanita yang berjilbab, masalah ketombe pada rambut tentu sangat mengganggu. Kan nggak asyik saja ya kalau sudah pakai jilbab cakep-cakep, eh, harus garuk-garuk kepala yang terasa gatal.

Saya sendiri kadang mengalami masalah ketombe ini nih. Sudah tampil anggun dan rapi, tapi jadi melakukan aksi konyol karena sibuk garuk sana-sini di kepala. Kalaupun mau kuat-kuatan menahan, yang ada jadi sering galfok alias gagal fokus sama apapun yang sedang saya hadapi.

Kalau diingat-ingat, ada sih beberapa hal yang bikin ketombe di kepala saya kumat ada lagi.

1. Tidak rutin keramas

Kadang kalau pas sibuk, mau keramas tapi kok kayaknya nggak cukup waktu untuk mengeringkan rambut, akhirnya saya menunda-nunda waktu keramas.

Efeknya, kulit kepala saya yang memang cenderung berminyak jadi membuat kulit kepala kotor. Endingnya, muncul deh ketombe.

2. Rambut belum kering, tapi sudah ditutup jilbab

Ini serangkai sama masalah nomor satu sebetulnya. Karena keseringan mau keramas tapi nggak jadi melulu, akhirnya saya nekad keramas tapi habis itu langsung pakai jilbab.

Akhirnya rambut jadi lembab, lepek dan lengket, lalu akhirnya ketombean.

3. Nggak cocok sampo

Dulu waktu saya belum nemu sampo yang cocok, udah deh, bingunglah saya gonta-ganti sampo. Maunya mengatasi ketombe, eh yang ada malah masalah rambut nggak kunjung beres.

Sampai-sampai pernah juga lho, sudahlah berketombe, rambut juga jadi rontok.

Tapi kalau sekarang sih alhamdulillah sudah beres. Ni testimoni jujur ya. Kalau saya sendiri akhirnya cocok pakai Head n Shoulders. Ditambah rajin keramas dan mengeringkan rambut dulu sebelum pakai jilbab, ketombe nggak datang lagi.

4. Stres

Hahaha... iya, jadi kalau sedang banyak pikiran, nggak tahu kenapa ketombe juga ikut datang. Makin stres, makin menjadi pula ketombenya.


Nah, kalau sudah datang si ketombe pengganggu, apalagi kalau kebangetan kasusnya biasanya saya melakukan beberapa berikut ini nih.

1. Potong rambut

Kalau rambut panjang, urusan keramas saya jadi lebih susah. Sudah pernah tuh punya hair dryer segala. Tapi tetap saja, ketombe nggak kunjung beres.

Belum lagi saya itu tipe yang banyak banget berkeringat kepalanya, selain masalah rambut yang berminyak.

Jadi buat saya, rambut pendek lebih solutif buat saya untuk urusan keramas, mengeringkan rambut, juga sekalian mengurangi kemungkinan masalah ketombe karena rambut lepek.

2. Rutin keramas

Biasanya saya rutin keramas tiap dua hari sekali. Pertimbangannya ya karena rambut yang cenderung berminyak banget serta keringat yang suka berlebihan.

3. Pakai jeruk nipis

Kalau pakai cara alami biasanya saya mengoleskan air jeruk nipis terutama di daerah kulit kepala yang suka gatal dan berketombe.

Cuma ada efeknya sih cara ini. Rambut jadi kaku! Jadi lebih baik kalau mau menggunakan jeruk nipis, kondisi kulit kepala jangan sampai ada yang luka, lalu setelah keramas pakailah conditioner.


Itu dia cerita pengalaman saya seputar ketombe dan cara mengatasinya. Kalau kalian punya tips atau cara jitu apa nih dalam mengatasi masalah ketombe?

Comments

Popular posts from this blog

Menambah Wawasan Parenting dari Buku Dilan

Ceritanya karena lagi heboh-hebohnya Film Dilan nih. Saya yang sudah dari lama ngincer buku itu, lalu pengen beli tapi kok ya kapasitas dana nggak kayak dulu lagi, akhirnya cuma bisa ngowoh.
Eh ndilalah, entah dari mana ceritanya, kok jadi tahu aplikasi perpustakaan nasional bernama iPusnas. Dan di sana koleksi Dilannya lengkap! Tiga buku ada semua. Cuma… antriannya sampai ratusan, Jeng!
Demi rasa penasaran, ikutan ngantri deh. Lucunya, awal ngecek koleksi buku Dilan di iPusnas, saya langsung bisa pinjam buku yang ke tiga, Milea Suara dari Dilan. Pas kosong, padahal yang sudah antri banyak. Tapi kemudian saya anggurin. Dan akhirnya nggak kebaca deh.

Beberapa hari kemudian, saat launching film Dilan beneran keluar, cek antrian lagi deh. Makin sering lagi ngeceknya di notifikasi. Endingnya, dalam seminggu, saya bisa lho mengalahkan para pesaing antrian buku ini, baca tiga-tiganya dalam waktu nonstop sekitar lima sampai enam jam langsung baca, lewat hp Samsung J1. Udah, bayangin aja tu laya…

Lopang, Surganya Buah Jamblang

Tahu buah jamblang, atau juwet, atau dhuwet, atau dhuwek?
Di beberapa daerah, buah ini memang punya julukan yang berbeda-beda. Saya sendiri malah menyebutnya dengan plum Jawa! Hahaha…
Nah, di daerah Lopang, Kecamatan Kembangbahu, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, kita bisa menjumpai buah jamblang dengan aneka jenis.
Mulai dari jamblang yang ukurannya kecil tanpa biji, sampai yang berukuran sebesar bakso telur puyuh dengan daging buah yang tebal.
Atau, dari yang rasanya masam, hingga jamblang yang manis tanpa menyisakan rasa sepet di lidah.
Jamblang yang warnanya hitam pekat hingga berwarna ungu kemerahan pun ada di Lopang.



Di masa-masa akhir musim kemarau menjelang musim hujan, biasanya buah ini bermunculan.
Untuk tahun 2017 ini, sepertinya musim jamblang di Lopang jatuh di sekitar bulan Oktober hingga November. Karena di bulan September ini, pohon-pohon jamblang di Lopang mulai bermunculan bunganya.
Karena begitu kayanya jenis jamblang di Lopang, saya menyebut tempat satu ini sebagai surg…

Membimbing Anak Belajar

Kali ini saya ingin membahas tentang apa dan bagaimana tentang membimbing anak belajar yang perlu dilakukan oleh orangtua. Tulisan ini berdasarkan hasil wawancara dengan Imelda Yetti yang beberapa tahun lalu sempat saya wawancarai sewaktu saya menjadi reporter di Batam. Saat itu, ia adalah pengajar di Sekolah Charitas Batam.
Sering orangtua mewajibkan anaknya untuk belajar tanpa ingin tahu mengapa ada anak yang sulit dalam proses belajarnya. Akibatnya meski anak dipaksa terus belajar, anak tak kunjung menjadi pintar dalam artian menyerap apa yang dipelajarinya sendiri.
Padahal menurut Imelda, ada beberapa faktor yang dapat memengaruhi kemampuan anak dalam belajar. Faktor-faktor tersebut antara lain, waktu, dukungan, budaya, konteks, dan kebebasan memilih.
Dikatakannya lebih lanjut, tiap anak memiliki waktu yang berbeda-beda untuk dirinya sehingga ia bisa mudah menyerap apa yang dipelajarinya.
Anak pun membutuhkan dukungan dari lingkungan sekelilingnya dalam hal belajar. Bisa jadi dari or…

Tujuh Hal yang Perlu Dipertimbangkan dalam Membuka Usaha Toko Sembako

Pada tahu kan toko sembako? Itu lho, toko yang isinya menjual sembilan bahan pokok.
Yang masuk kategori sembako itu antara lain: 1.Beras, sagu, dan jagung 2.Gula pasir 3.Sayur-sayuran dan buah-buahan 4.Daging sapi, ayam, dan ikan 5.Minyak goreng dan margarine 6.Susu 7.Telur 8.Gas ELPIJI (kalau dulu sih minyak tanah) 9.Garam berIodium dan berNatrium
Semua bahan itu jadi kebutuhan pokok sehari-hari manusia.
Nah, peluang usaha membuka toko sembako ini bisa menjadi bisnis rumahan ibu rumah tangga yang menguntungkan. Bagaimana tidak. Tiap hari bisa selalu saja ada orang yang datang membeli.
Tapi yang namanya bisnis menguntungkan, biasanya ya memang banyak pesaingnya.
Menurut beberapa info yang saya baca, kita perlu survey dulu. Barangkali, eh, ternyata ada toko sembako juga di dekat tempat yang mau kita dirikan usaha.
Kalau sampai ada, perlu dipantau juga. Jangan sampai harga toko tersebut lebih murah dari barang-barang yang dijual di toko kita nantinya.
Tapi kalau sampai belum ada pesaingnya, namanya …

Kebun Binatang Surabaya, Tempat yang Instagramable untuk Foto Keluarga

Setelah sekian lama hanya bisa memandang dari kaca bus saat melewati Kebun Binatang Surabaya dari Terminal Bungurasih ke Terminal Osowilangun, pada akhirnya saya bisa menginjakkan kaki lagi ke kebun binatang kebanggaan arek Suroboyo yang biasa disingkat dengan KBS.
Sebetulnya kemarin itu kali ke dua saya mengunjungi KBS. Seingat saya, pertama kali main ke sana saat masih SD sekitar sebelum kelas 5. Waktu itu saya masih tinggal di Bekasi dan diajak main ke KBS saat sedang berlibur di Lamongan.
Nah, agenda ke KBS pada hari Selasa, 4 Juli 2017 lalu itu sebetulnya bisa dibilang mendadak. Rencananya awal, saya dan suami ingin mengajak Kayyisah naik kuda sebagai pemenuhan janji karena dia sudah bisa dan mau berjalan.
Sempat terpikir untuk mengajak Kayyisah ke Kenjeran. Tapi tidak jadi karena takut anaknya kepanasan.
Suami sendiri inginnya sih mengajak ke Pacet. Cuma dalam pikiran saya, kok sayang kalau agendanya naik kuda saja.
Setelah browsing, saya baca ternyata di KBS kok ada juga wahana nai…