Skip to main content

Cara Menghilangkan Jerawat yang Pernah Saya Lakukan Saat Remaja

Dulu saat remaja, saya termasuk cewek yang paling hobi kepo mencari tahu apa saja cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi masalah jerawat.

Ya namanya saja remaja, cewek, tentu urusan jerawat bisa merusak penampilan kan. Efeknya itu bisa gede ke urusan pergaulan. Misal nih, suka sama cowok tapi kok ya muka jerawatan. Masalah klasik khas remaja tuh yang bikin tingkat kepedean jadi merosot ke kolong jembatan! Hahaha...

Kalau nggak salah sampai saya kerja di Batam sekitar umur sebelum 25-an, masalah jerawat masih suka tuh nongol di muka saya.

Saya sendiri dasarnya punya kulit berminyak. Kalau dilihat dari keturunan, ayah saya pun dulu waktu mudanya juga sering berjerawat.

Tapi nggak hanya karena masalah keturunan. Kalau saya ingat-ingat, ada juga kok penyebab lain yang bikin jerawat di muka saya jadi lebih banyak.

1. Faktor makanan

Sebagai orang pecinta camilan kacang, dulu saya tersiksa banget nggak bisa ngemil kacang dengan semaunya. Asal makan sedikit saja, beuh, langsung tuing-tuing deh bermunculan jerawat di wajah.

Begitu juga kalau makan yang banyak mengandung minyak. Misalnya segala gorengan seperti pisang goreng. Jerawat pun langsung keluar di wajah.

Makan roti yang bermargarin pun juga kerap saya hindari. Sama satu lagi, makanan yang pedas. Pokonya yang enak-enak, yang saya doyan, eh malah jadi ce-esnya jerawat di wajah.

2. Nggak membersihkan muka dengan baik

Dulu saya pernah lho jadi penganut wajah nggak usah disabunin saat mandi. Jadi cukup dicuci pakai air saja. Jadi yang namanya pembersih wajah pun nggak kenal.

Gara-garanya mbak saya yang ngasih tahu, kalau wajah itu nggak bagus jika dicuci pakai sabun mandi. Apalagi zaman tahun 90-an kan nggak kayak sekarang di mana produk kecantikan untukremaja sudah begitu banyak.

Ada sih beberapa produk kecantikan buat remaja yang saya tahu dari majalah remaja. Misalnya Trustee, Bless, Belia, atau Puteri. Tapi buat saya waktu itu, yang begituan itu cuma punya anak kota. Hahaha...

3. Sok pakai poni

Zaman sok centil dulu, saya pun ikutan model rambut berponi. Yang emang sih, bisa bikin kelihatan cakep. Apalagi kening saya lebar.

Nggak nyadar aja ya, dasarnya sering berjerawat. Setelah pakai poni, keringat di kening makin banyak, dan jerawat juga malah menjadi.

4. Gonta-ganti produk kecantikan

Saat pernah punya uang saku lumayan, saya pun sok-sokan ikut beli pembersih wajah dan pelembab. Apalagi yang ada iming-imingnya memutihkan kulit. 

Yang ada bukannya jerawat kelar, muka pun nggak memutih, pokoknya wajah pun jadi berantakan deh!

5. Sedang banyak pikiran

Dulu saat jadi remaja galau yang kena banyak urusan sekolah/kuliah aja bikin stres, sampai saat kerja yang ngadepin tugas bejibun, jerawat pun menjadi.

6. Tangan yang usil

Sebetulnya ini hal konyol sih. Sudah tahu kalau yang namanya jerawat itu jangan diutak-atik. Eh, kok masih usil saja tangan saya mencet-mencet jerawat. 

Efeknya bukan jerawat beres, yang ada malah merembet ke mana-mana. Bekasnya pun bikin muka jadi belang-belang.

7. Begadang

Kalau yang ini banyak kejadian pas zaman kuliah dan kerja. Jadi dulu saya hobi banget begadang. Ada nggak ada kesibukan, kayaknya kalau nggak begadang nggak seru. Hahaha...

Karena kurang istirahat inilah jadinya wajah saya malah cenderung banyak jerawatnya.


Sebagai anak 90-an yang nggak kenal ke salon dan belum bisa bela-beli produk kecantikan berkualitas, akhirnya solusi yang saya lakukan adalah dengan cara alami.

Setidaknya tiga cara ini nih menurut saya yang lumayan bisa menjinakkan jerawat di wajah.

1. Menggunakan air memasak nasi

Caranya, kalau sedang masak nasi, lalu airnya sudah mendidih, suka saya ambilin tuh beberapa sendok.

Lalu kalau sudah agak dingin, airnya saya pakai untuk diusap-usap ke wajah. 

Cara ini kalau buat saya skornya 6 dari 10. Lumayan sih, tapi nggak sukses-sukses amat.

2. Jeruk nipis

Kalau cara yang ini mohon jangan ditiru ya buat yang wajahnya berjerawat parah. Karena yang ada suakit buanget!

Cara pakai jeruk nipis yang digosok-gosokkan ke wajah ini bisa sukses buat mereka yang jerawatnya nggak seberapa banyak.

3. Irisan ketimun

Nah, kalau cara yang ini nih yang buat saya lebih oke. Emang sih, jeruk nipis sangat ampun buat ngeberesin jerawat. Tapi kadang kerasa perih.

Kalau timun ini caranya saya iris, terus saya pecah jadi tiga bagian, lalu saya gosok-gosokkan ke wajah.

Efeknya bikin adem. Selain itu wajah jadi kinclong, lho. Mau pakai cara ini setiap hari pun oke.

4. Bedak dingin

Ada yang tahu bedak dingin dari air mawar atau yang mereknya berastagi? Nah itu juga jadi andalan saya dulu.

Lumayan bikin adem di wajah, dan bikin wajah jadi berkurang minyaknya. Efeknya jerawat pun juga jadi ikut berkurang.


Itu dia beberapa cerita saya seputar jerawat yang pernah saya alami berikut cara mengatasinya.

Kalau teman-teman punya cara apa nih untuk mengatasi masalah jerawat di wajah?

Comments

Popular posts from this blog

TB Membuat Kayyisah Menjadi Anak tak Biasa

Hingga sekitar umur delapan bulan, Kayyisah menjadi anak yang menggemaskan. Grafik berat badan yang biasanya selalu di warna hijau muda bahkan kuning, di usia tujuh hingga delapan bulan, grafik berat badan Kayyisah bisa ada di warna hijau tua.
Kalau melihat fotonya saja tampak menggemaskan. Makannya sedang lahap-lahapnya.
Tapi beberapa minggu kemudian, semuanya berubah. Makin hari nafsu makannya makin susah. Sampai-sampai pernah lho selama berminggu-minggu, Kayyisah hanya mengandalkan ASI dan air kacang hijau. Makannya hanya satu atau dua sendok makan alpukat.
Pola makan seperti itu di usianya yang sekitar sembilan bulan hingga setahun, lho! Bayangkan saja, anak umur segitu makannya kayak begitu.
Beberapa keanehan lain yang saya temukan saat itu, dalam sehari Kayyisah kurang kuantitas buang air kecilnya. Kalau dipakaikan diaper setelah mandi pagi, saat dicopot sebelum mandi sore lho diapernya masih kering! Parah kan?
Waktu saya cerita ke abinya dan juga ibu, mereka pada bilang kalau bisa…

Pakai Serum Pemutih Badan yang Bikin Cepat Putih, Aman Nggak Ya?

Putih itu cantik. Ingat slogan yang ngehits itu kan? Makanya, banyak wanita mencari produk kecantikan yang bisa memutihkan kulit. Termasuk serum pemutih badan. Eh tapi kalau efeknya bikin cepat putih, sebetulnya aman nggak ya?
Yups, pertanyaan itu sepertinya jadi bahan pertimbangan lain deh selain apakah produk pemutih kulit itu ampuh atau tidak hasilnya.
Malah kadang jadinya kayak buah simalakama. Badan bisa cepat putih tapi efek sampingnya ada rasa panas terbakar dulu, kulit kemerahan, atau endingnya malah kulit jadi gosong.
Habis itu nangis deh karena nggak jadi putih…
Atau, iya sih, serum pemutih badan yang kita pakai itu aman. Tapi setelah sekian purnama dipakai, kok kulit nggak kunjung putih seperti model iklan yang kita lihat.
Dan akhirnya jadi terpikir, katanya labelnya pemutih badan ampuh. Tapi kok kulitku nggak kunjung putih kayak mbak yang itu?
Jadilah kitanya bingung. Sebetulnya perlu nggak sih pakai serum pemutih kulit? Lantas apa bedanya dengan jenis produk kecantikan lainny…

Mengganti Token Bank Mandiri yang Habis Baterai

Setelah sekitar delapan tahun, akhirnya token Bank Mandiri saya mati. Baterainya habis. Dan uniknya, saya nggak pernah terpikir kalau urusannya sampai harus ke bank segala.
Jadi waktu kenal yang namaya token, saya pikir kalau alat tersebut baterainya habis, ya tinggal ganti saja baterainya di tukang servis jam tangan. Eh ternyata setelah browsing, saya baru tahu jika kita nggak bisa asal ganti baterai token tersebut.
Awal tanda-tanda baterai token habis itu mulai terlihat saat ada seperti noda di bagian tepi bawah layar. Semula saya pikir, apa mungkin ada kotoran masuk kali ya? Tak berapa lama kemudian, ada lagi seperti titik noda yang muncul di bagian tepi atas layar.
Hingga suatu ketika saat saya ingin transfer dana ke rekening tabungan ibu, token itu mati. Meski saya tekan tombol secara asal, tetap saja token tersebut tidak bisa aktif. Dah lah fixed, saya yakin token ini sudah habis baterainya.
Kemudian saya browsing di internet berniat ingin mencari tahu, kalau baterai token ini habi…

Lopang, Surganya Buah Jamblang

Tahu buah jamblang, atau juwet, atau dhuwet, atau dhuwek?
Di beberapa daerah, buah ini memang punya julukan yang berbeda-beda. Saya sendiri malah menyebutnya dengan plum Jawa! Hahaha…
Nah, di daerah Lopang, Kecamatan Kembangbahu, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, kita bisa menjumpai buah jamblang dengan aneka jenis.
Mulai dari jamblang yang ukurannya kecil tanpa biji, sampai yang berukuran sebesar bakso telur puyuh dengan daging buah yang tebal.
Atau, dari yang rasanya masam, hingga jamblang yang manis tanpa menyisakan rasa sepet di lidah.
Jamblang yang warnanya hitam pekat hingga berwarna ungu kemerahan pun ada di Lopang.



Di masa-masa akhir musim kemarau menjelang musim hujan, biasanya buah ini bermunculan.
Untuk tahun 2017 ini, sepertinya musim jamblang di Lopang jatuh di sekitar bulan Oktober hingga November. Karena di bulan September ini, pohon-pohon jamblang di Lopang mulai bermunculan bunganya.
Karena begitu kayanya jenis jamblang di Lopang, saya menyebut tempat satu ini sebagai surg…

Membersihkan Luka Si Kecil Nggak Pakai Perih dengan Hansaplast Spray Antiseptik

Gimana caranya membersihkan luka si kecil nggak pakai perih? Ni kayaknya jadi pertanyaan banyak para ibu lah ya. Terutama yang punya anak dengan karakter aktif, suka banyak gerak.
Saya sendiri merasakannya. Kayyisah anak saya itu, masuk kategori anak yang jarang mau diam. Jadi biar katanya anak aktif itu tanda pintar, ya sudah lah ya, memang harus dibiarin sambil dipantau keaktifannya.
Cuma uniknya, Kayyisah ini kalau terluka, jarang banget mau langsung ngomong. Kecuali kalau sayanya sebagai ibunya langsung tahu. Akibatnya, lukanya yang telat ketahuan itu malah bikin proses penyembuhan nggak bisa cepat.
Belum lagi kalau sudah luka, masalah lainnya ya rasa sakit yang muncul. Iya sih, Kayyisah memang tipe anak yang kuat menahan sakit. Tapi tetap saja, kalau pas mandi, dianya baru mulai keluar reaksi kesakitannya. Akhirnya saat dirawat lukanya, jadi ada tantangan tersendiri deh!
Apalagi kalau kena obat yang malah bikin dia kesakitan. Mau nggak diobatin kok ya entar gimana sembuhnya. Diobat…

Tujuh Hal yang Perlu Dipertimbangkan dalam Membuka Usaha Toko Sembako

Pada tahu kan toko sembako? Itu lho, toko yang isinya menjual sembilan bahan pokok.
Yang masuk kategori sembako itu antara lain: 1.Beras, sagu, dan jagung 2.Gula pasir 3.Sayur-sayuran dan buah-buahan 4.Daging sapi, ayam, dan ikan 5.Minyak goreng dan margarine 6.Susu 7.Telur 8.Gas ELPIJI (kalau dulu sih minyak tanah) 9.Garam berIodium dan berNatrium
Semua bahan itu jadi kebutuhan pokok sehari-hari manusia.
Nah, peluang usaha membuka toko sembako ini bisa menjadi bisnis rumahan ibu rumah tangga yang menguntungkan. Bagaimana tidak. Tiap hari bisa selalu saja ada orang yang datang membeli.
Tapi yang namanya bisnis menguntungkan, biasanya ya memang banyak pesaingnya.
Menurut beberapa info yang saya baca, kita perlu survey dulu. Barangkali, eh, ternyata ada toko sembako juga di dekat tempat yang mau kita dirikan usaha.
Kalau sampai ada, perlu dipantau juga. Jangan sampai harga toko tersebut lebih murah dari barang-barang yang dijual di toko kita nantinya.
Tapi kalau sampai belum ada pesaingnya, namanya …

Asyiknya Mengenal Huruf Lewat Nama Makanan

Anak balita nggak boleh calistung? Boleh… Asal caranya yang asyik, dan anak nggak dipaksa untuk serius belajar.
Di luar negeri sana, kegiatan mengenal huruf, angka, sampai konsep baca tulis dan hitung untuk anak usia balita, caranya banyak yang menarik lho. Rata-rata, dilakukan dalam kondisi anak sedang bermain.
Nggak hanya lewat permainan, dengan menggunakan buku pun bisa. Apalagi buku anak zaman sekarang kan keren-keren tuh. Anak bisa menambah pengetahuan, dan aktivitas yang dilakukan dengan buku tersebut.
Misalnya buku karya Mbak Winarti terbitan Bhuana Ilmu Populer atau BIP ini. Bukunya berjudul ‘Mengenal Huruf Melalui Makanan A-Z’. Anak-anak bisa mengenal huruf A sampai Z lewat nama-nama makanan.

Yang asyik dari buku ini, anak-anak bisa mengenal huruf dari huruf depan tiap makanan. Di buku ini juga bikin saya jadi tahu lho makanan-makanan khas dari beberapa daerah.
Selain mengenal huruf, ada permainan juga nih yang bisa dilakukan anak-anak baik sendiri maupun dengan pendampingan orang…

Saat Berwakaf Tak Lagi Butuh Dana Besar

Jika manusia meninggal, maka amalnya terputus kecuali tiga perkara, sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak soleh yang berdoa kepadanya. (HR Muslim)
Rentetan pertanyaan tentang wakaf diberikan Norman Nugraha, Chief Sharia Business Sun Life pada saya dan beberapa teman blogger saat acara Kopdar #WakafPastiKiniDanNanti yang diadakan di Bangi Kopi Surabaya pada hari Kamis 20 September 2018 lalu.
“Sudah tahu nggak bedanya wakaf dengan sedekah? Nah, tahu kan besarnya manfaat wakaf. Terus kalau tahu, sudah pernah wakaf nggak?”
Banyak peserta yang tidak langsung menjawab pertanyaan tersebut. Termasuk saya sendiri yang kadang masih suka bingung. Iya ya, sebetulnya bedanya sedekah sama wakaf itu di mananya sih?

Simpelnya kalau menurut Norman, wakaf itu sebetulnya sama-sama kitanya mengeluarkan uang untuk yang membutuhkan. Tapi pembedanya, kalau wakaf itu manfaatnya diharapkan berkepanjangan masanya.
Yang menerima, bisa mendapatkan manfaat wakaf untuk jangka waktu yang panjang. Misalnya ta…

Kuliner yang Dikangenin Para Perantau Asal Lamongan

Pernah jadi orang nomaden setelah sebelumnya menjadi orang Lamongan sekian tahun lamanya, membuat saya terkadang kangen sama kuliner asal daerah yang berada di pantura ini.
Lamongan, seperti kebanyakan daerah di Jawa Timur, memiliki kuliner dengan ciri khas cita rasa gurih dan pedas. Ini pas dengan lidah saya yang sejak kecil terbiasa dengan cita rasa khas makanan Sunda saat tinggal di Bekasi. Cita rasa khas makanan Sunda sendiri memang memiliki cita rasa gurih dan pedas tapi juga diselingi manis. Dan, rasa gurih dan pedasnya tidak semenonjol cita rasa masakan Jawa Timur.
Makanan asal Lamongan yang buat saya kaya rasa di lidah itulah yang sering saya kangenin saat pernah merantau di Kepulauan Riau dan Kalimantan Selatan. Sebetulnya, banyak juga sih perantau asal Lamongan di seluruh daerah di Indonesia. Tapi ya itu, yang terkenal rata-rata sebagai penjual pecel lele. Bahkan ketangguhan orang Lamongan yang mencari nafkah dengan usaha pecel lele itu sampai ke pelosok Natuna yang terpencil …

Bercerita Asyik dengan So Good CERDIK

Sepertinya, hampir semua anak kecil suka menyimak dongeng, ya. Apalagi bila caranya asyik dan menarik.
Misalnya, dongeng yang disampaikan dalam buku yang gambarnya berwarna-warni, dongeng yang isi ceritanya lucu serta terus memancing rasa penasaran anak, atau dongeng yang diceritakan dengan gaya bicara serta suara dan gerak yang bervariatif sehingga bisa membuat anak terpesona.
Tentunya, dongeng akan makin meninggalkan kesan baik bagi anak jika ada nilai positif serta pengetahuan di dalamnya.

Saya sendiri termasuk orang yang merasakan manfaat dari kebiasaan orangtua yang suka mendongeng sewaktu saya kecil. Selain itu, keberadaan berbagai buku cerita dan majalah anak yang saya baca juga terasa hingga sekarang manfaatnya.
Salah satu dongeng atau cerita yang membekas di benak saya adalah tentang cerita bergambar dari sebuah majalah anak, seorang remaja yang terus berusaha untuk menjadi penari balet. Meskipun, ia harus hidup sendiri karena kedua orangtuanya sudah meninggal, serta bibinya yang…