Skip to main content

Empat Alasan Kenapa Menulis Blog Versi Blogimsusanti



Apa alasan saya, atau teman-teman yang punya blog untuk membuat dan menulis blog? Pertanyaan ini kalau buat saya sendiri, jadi mengingatkan saya dengan pengalaman kenal blog zaman baheula lho!

Buat generasi 90-an yang update banget sama perkembangan dunia internet, dan sekarang rata-rata punya blog atau dekat dengan dunia kepenulisan, mesti familiar dengan yang namanya Multiplay.

Hayo, siapa yang ngaku sepantaran sama saya generasinya???

Katanya sih, kebayakan kalau ditanya gimana awal muasalnya ngeblog, mesti pakai platform yang satu itu. Hingga akhirnya, Multiplay ngajak musuhan para blogger yang sudah first love sama dia dengan meniadakan akses gratisan lagi.

Saya sendiri malah kurang tahu sih awal muasal kapan ada Multiplay ini. Pernah punya sampai dua akun di tahun 2004-2005. Cuma sangat jarang dipakai buat ngeblog. Yang ada malah biasanya dipakai buat download musik gratisan yang melimpah ruah di Multiplay! Hahaha…

Ketertarikan saya buat ngeblog justru langsung serius pakai Wordpress dot com. Iya, saya bilang serius. Karena dulu katanya sih, kalau mau ngeblog serius itu di wp dot com, tapi kalau menulis yang sifatnya banyak curhatnya mending pakai blogpost.

Kurang tahu juga siapa yang bikin pengotakan seperti itu. Apa karena dasarnya kalau wp dot com itu layoutnya minimalis dan lebih menonjolkan isi tulisan, lalu kalau blogspot bisa dibuat kreasi kali ya?

Alasan saya memilih wp dot com juga gara-garanya ikutan mailing list jurnalisme, dan banyak teman-teman jurnalis yang bikin blog di wp dot com. Waktu itu saya ingat, saya pengen banget punya blog kayak punyanya Adreas Harsono, jurnalis kawakan yang pernah membesarkan Pantau.

Cuma di kemudian hari, tentunya saya yang saat itu sejak tahun 2004 sampai 2007 jadi reporter tapi nggak seserius Andreas Harsono, bikin blognya sih berisi hasil liputan-liputan ringan.

Apalagi di tahun 2006, saya dapat tanggung jawab jadi reporter untuk terbitan mingguan di Tribun Batam. Bahasannya gado-gado banget, antara tema anak muda, wanita, dan keluarga.

Tema liputannya itu mulai dari urusan otomotif, kecantikan, kesehatan, keuangan, psikologi remaja, karir, parenting, profil sekolah, properti, kuliner, wisata, dan masih banyak lagi deh. Pokoknya hasil tulisannya itu lebih mirip ke arah artikel ringan.

Waktu saya perhatikan, kok tulisan-tulisan hasil liputan saya sepertinya bisa dibaca oleh orang banyak nggak hanya warga Batam saja ya. Jadilah akhirnya saya ketik ulang di blog yang bernama ikapunyaberita.wordpress.com.

Dan benar saja, banyak orang dari mana-mana yang suka membaca tulisan saya di blog. Banyak juga yang menulis komentar dengan beragam cerita. Uniknya, sering banget lho saya jadi ajang konsultasi dengan para pembaca.

Pas tulisannya tentang masalah dalam rumah tangga, ada yang tanya ini itu seakan-akan saya psikolognya. Pas ngebahas tentang masalah kecantikan, ada juga yang tanya tentang masalah kesehatan kulit wajahnya.

Seiring berjalannya waktu, blog saya yang pertama itu awet banget lho. Kalau tidak salah dari tahun 2006 sampai 2015, blog itu bertahan. Hingga pada akhirnya blog tersebut saya tutup karena isinya dipindah ke wp dot org dengan nama blog imsusanti.com dengan kejadian salah persepsi antara domain dan hosting. Niatnya cuma mau beli domain, eh malah jadi kebeli hosting segala.

Cuma bertahan setahun, blog itupun saya tutup dan saya ganti dengan blog ini yang sudah berjalan setahunan lebih. Dan kalau dihitung-hitung, selama saya ngeblog, beberapa poin berikut inilah yang jadi alasan kenapa selama ini saya menulis blog.

1. Karena kerjaan

Iya, seperti yang tadi saya sudah sempat cerita, awal muasal punya blog itu karena ingin menulis apa yang berhubungan dengan aktivitas kerjaan saya sehari-hari.

Karena waktu itu saya reporter dan juga suka dunia kepenulisan fiksi, saya pun menulis berbagai hal yang berkaitan dengan hasil liputan, tentang kerjaan reporter itu sendiri, tentang berbagai tips kepenulisan yang saya dapat saat browsing, dan sebaganya.

Saat jadi dosen, blog itu pun saya pakai untuk mempublikasikan beberapa materi yang bisa diakses mahasiswa saya. Tapi di fase ini tidak banyak juga sih, karena seringnya saya pun menggunakan internal learning kampus untuk berbagi materi ke mahasiswa.

2. Curhat

Nah, kalau alasan ini mah emang jamak banget ya. Ngeblog, untuk media curhat. Dan kayaknya hampir kebanyakan orang di masa-masa awal ada blog, seringnya sih menggunakan blog untuk curhat.

Nggak terkecuali saya pun melakukan itu. Tapi karena sadar banget kalau blog ini dibaca banyak orang termasuk orang-orang yang kenal dengan saya, akhirnya curhatnya pun lebih ke yang sifatnya menghindari sisi emosional atau lebih ke cerita ringan yang memungkinkan aman dibaca dan diterima siapa saja.

Lha kalau buat blog tapi kok diprivat karena dijadian buku harian kan ya lucu bin aneh juga ya. Jadilah curhatnya pun nggak berani menceritakan hal nggak baik dari orang lain.

3. Berkaitan dengan apa yang sering dihadapi di lingkungan sekitar atau sehari-hari

Kalau sekarang orang kenal dengan niche, atau kategori blog, kayaknya inilah yang mau saya obrolin di poin tiga ini. Jadi, orang yang ngeblog di kategori ini udah khusus ngebahasnya berdasaran tema-tema tertentu.

Misalnya kalau blogimsusanti ini, awalnya sih niatnya buat nulis hal-hal seputar wanita dan keluarga. Bukan karena sayanya pinter ngurus keluarga atau tahu banget caranya mengasuh anak, lho ya. Soalnya punya stok banyak tulisan tema itu sih. Apalagi kalau bukan tulisan-tulisan dari blog pertama yang kebanyakan bertema itu.

Sementara pada beberapa blogger lain, menulis yang berkaitan dengan bidang yang dia tahu atau paham emang ada tujuannya sih. Ada yang memang mau berbagi pengetahuan buat orang banyak. Ada juga yang karena dia cuma pahamnya itu, sukanya nulis, ya udah deh, nulis tema itu saja.

4. Cari uang

Ahai, kalau ini jujur ya, orientasi saya punya blog sekarang-sekarang ini adalah untuk cari uang. Ya karena memang faktanya, saya perlu uang, dan memang punya blog zaman sekarang itu memungkinkan yang punya untuk mendapatkan materi.

Sebodo teuing lah kalau ada yang bilang gini gitu. Yang penting, saya tetap menulis dengan memerhatikan kualitas dan nggak melulu uang oriented sampai nulis asal-asalan.

Ibarat orang produksi dan jualan, ngeblog pun tentu mesti dipikirin gimana nulisnya. Kalau kita asal nulis, asal produksi, gimana orang mau baca blog kita? Tentunya, gimana ada pihak mau ngajak kerja sama kalau blognya kurang berkualitas.

Jadi, gitu sih alasan-alasan selama ini kenapa menulis blog versi saya. Kalau teman-teman, masuk poin yang mana nih? Atau, apa ada yang di luar empat poin saya tadi? Yuk ah, cerita di kolom komentar ya….


Comments

  1. Aku dulu bikin blog karena disuruh editorku. Tahun 2008. Blogku yang sekarang ini. Tapi abis bikin nggak pernah kuisi. Th 2014 baru mengalami "sadar blog" :D

    ReplyDelete
  2. Aish challenge seru ini ya. Ikut nggak ya hahaha. Asyik ya tiap orang beda beda ya alasannya ngeblog.

    ReplyDelete
  3. Niat aku ngeblog adalah sebagai warisan untuk anak-anak ku kelak, jadi mereka bisa menemukan cerita cerita tentang mereka ketika mereka sudah besar. Sebagian isi blog aku cerita bagaimana tumbuh kembang anak hingga traveling.. Alhamdulillah sampai sekarang masih rutin nulis, walaupun lebih banyak sponsor postnya hehe

    ReplyDelete
  4. Sy jg awal ngeblog di MP nyesel banget ga semua tulisannya disave dipindah ke blog sekarang terutama yg perkembangan ank2...

    ReplyDelete
  5. Kalau saya awalnya buat album kenangan karena jadi kontributor menulis fiksi,kemudian makin ke sini menjadi nomor 1. Meski untuk album kenangan masih dilakukan 😂

    ReplyDelete
  6. Wah... Luar biasa lamanya ya kak. Kalau diriku menulis karena kepengen dijadikan kenangan. Jadi ada jejeak digital yang ditinggalkan. Rkh malah keterusan nih asiknya hehe

    ReplyDelete
  7. Iya mb
    Bodo amat juga sih dg komen2 kurang membangun hehe
    Yg penting teteup menulis dg hati
    Semangatt

    ReplyDelete
  8. Motivasi awalku bikin blog karena ngehar Google AdSense hehe..

    ReplyDelete

Post a Comment

Terima kasih sudah berkenan membaca. Mohon maaf, komentar yang mengandung link hidup akan saya hapus ya...

Popular posts from this blog

Menambah Wawasan Parenting dari Buku Dilan

Ceritanya karena lagi heboh-hebohnya Film Dilan nih. Saya yang sudah dari lama ngincer buku itu, lalu pengen beli tapi kok ya kapasitas dana nggak kayak dulu lagi, akhirnya cuma bisa ngowoh.
Eh ndilalah, entah dari mana ceritanya, kok jadi tahu aplikasi perpustakaan nasional bernama iPusnas. Dan di sana koleksi Dilannya lengkap! Tiga buku ada semua. Cuma… antriannya sampai ratusan, Jeng!
Demi rasa penasaran, ikutan ngantri deh. Lucunya, awal ngecek koleksi buku Dilan di iPusnas, saya langsung bisa pinjam buku yang ke tiga, Milea Suara dari Dilan. Pas kosong, padahal yang sudah antri banyak. Tapi kemudian saya anggurin. Dan akhirnya nggak kebaca deh.

Beberapa hari kemudian, saat launching film Dilan beneran keluar, cek antrian lagi deh. Makin sering lagi ngeceknya di notifikasi. Endingnya, dalam seminggu, saya bisa lho mengalahkan para pesaing antrian buku ini, baca tiga-tiganya dalam waktu nonstop sekitar lima sampai enam jam langsung baca, lewat hp Samsung J1. Udah, bayangin aja tu laya…

Lopang, Surganya Buah Jamblang

Tahu buah jamblang, atau juwet, atau dhuwet, atau dhuwek?
Di beberapa daerah, buah ini memang punya julukan yang berbeda-beda. Saya sendiri malah menyebutnya dengan plum Jawa! Hahaha…
Nah, di daerah Lopang, Kecamatan Kembangbahu, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, kita bisa menjumpai buah jamblang dengan aneka jenis.
Mulai dari jamblang yang ukurannya kecil tanpa biji, sampai yang berukuran sebesar bakso telur puyuh dengan daging buah yang tebal.
Atau, dari yang rasanya masam, hingga jamblang yang manis tanpa menyisakan rasa sepet di lidah.
Jamblang yang warnanya hitam pekat hingga berwarna ungu kemerahan pun ada di Lopang.



Di masa-masa akhir musim kemarau menjelang musim hujan, biasanya buah ini bermunculan.
Untuk tahun 2017 ini, sepertinya musim jamblang di Lopang jatuh di sekitar bulan Oktober hingga November. Karena di bulan September ini, pohon-pohon jamblang di Lopang mulai bermunculan bunganya.
Karena begitu kayanya jenis jamblang di Lopang, saya menyebut tempat satu ini sebagai surg…

Membimbing Anak Belajar

Kali ini saya ingin membahas tentang apa dan bagaimana tentang membimbing anak belajar yang perlu dilakukan oleh orangtua. Tulisan ini berdasarkan hasil wawancara dengan Imelda Yetti yang beberapa tahun lalu sempat saya wawancarai sewaktu saya menjadi reporter di Batam. Saat itu, ia adalah pengajar di Sekolah Charitas Batam.
Sering orangtua mewajibkan anaknya untuk belajar tanpa ingin tahu mengapa ada anak yang sulit dalam proses belajarnya. Akibatnya meski anak dipaksa terus belajar, anak tak kunjung menjadi pintar dalam artian menyerap apa yang dipelajarinya sendiri.
Padahal menurut Imelda, ada beberapa faktor yang dapat memengaruhi kemampuan anak dalam belajar. Faktor-faktor tersebut antara lain, waktu, dukungan, budaya, konteks, dan kebebasan memilih.
Dikatakannya lebih lanjut, tiap anak memiliki waktu yang berbeda-beda untuk dirinya sehingga ia bisa mudah menyerap apa yang dipelajarinya.
Anak pun membutuhkan dukungan dari lingkungan sekelilingnya dalam hal belajar. Bisa jadi dari or…

Tujuh Hal yang Perlu Dipertimbangkan dalam Membuka Usaha Toko Sembako

Pada tahu kan toko sembako? Itu lho, toko yang isinya menjual sembilan bahan pokok.
Yang masuk kategori sembako itu antara lain: 1.Beras, sagu, dan jagung 2.Gula pasir 3.Sayur-sayuran dan buah-buahan 4.Daging sapi, ayam, dan ikan 5.Minyak goreng dan margarine 6.Susu 7.Telur 8.Gas ELPIJI (kalau dulu sih minyak tanah) 9.Garam berIodium dan berNatrium
Semua bahan itu jadi kebutuhan pokok sehari-hari manusia.
Nah, peluang usaha membuka toko sembako ini bisa menjadi bisnis rumahan ibu rumah tangga yang menguntungkan. Bagaimana tidak. Tiap hari bisa selalu saja ada orang yang datang membeli.
Tapi yang namanya bisnis menguntungkan, biasanya ya memang banyak pesaingnya.
Menurut beberapa info yang saya baca, kita perlu survey dulu. Barangkali, eh, ternyata ada toko sembako juga di dekat tempat yang mau kita dirikan usaha.
Kalau sampai ada, perlu dipantau juga. Jangan sampai harga toko tersebut lebih murah dari barang-barang yang dijual di toko kita nantinya.
Tapi kalau sampai belum ada pesaingnya, namanya …

TB Membuat Kayyisah Menjadi Anak tak Biasa

Hingga sekitar umur delapan bulan, Kayyisah menjadi anak yang menggemaskan. Grafik berat badan yang biasanya selalu di warna hijau muda bahkan kuning, di usia tujuh hingga delapan bulan, grafik berat badan Kayyisah bisa ada di warna hijau tua.
Kalau melihat fotonya saja tampak menggemaskan. Makannya sedang lahap-lahapnya.
Tapi beberapa minggu kemudian, semuanya berubah. Makin hari nafsu makannya makin susah. Sampai-sampai pernah lho selama berminggu-minggu, Kayyisah hanya mengandalkan ASI dan air kacang hijau. Makannya hanya satu atau dua sendok makan alpukat.
Pola makan seperti itu di usianya yang sekitar sembilan bulan hingga setahun, lho! Bayangkan saja, anak umur segitu makannya kayak begitu.
Beberapa keanehan lain yang saya temukan saat itu, dalam sehari Kayyisah kurang kuantitas buang air kecilnya. Kalau dipakaikan diaper setelah mandi pagi, saat dicopot sebelum mandi sore lho diapernya masih kering! Parah kan?
Waktu saya cerita ke abinya dan juga ibu, mereka pada bilang kalau bisa…