Skip to main content

Menjaga Pola Makan, Rahasianya Berat Badan Ideal



“Bajuku dulu tak begini. Tapi kini tak cukup lagi.”

Ada yang pernah tahu bait lagu itu nggak? Hehehe… buat yang generasi 90-an kayaknya ngerti ya itu iklan apa. Apalagi selain era kelahirannya sama, kita juga punya nasib yang sama: masalah berat badan!

Eh, beneran kita ya? Jangan-jangan saya saja!

Padahal dulu, saya tipe cewek kutilang sampai sebelum punya anak, lho. Kutilang, kurus tinggi langsing. Berat badan selalu juara bertahan di kisaran angka 43 sampai 47. Seringnya di 45.

Foto sebelum menikah tahun 2013. Masih langsing!

Yang namanya orang nyinyir, sering tuh komentar, “Jadi cewek yang gemukan dikit dong.”

Karena bosan, kadang saya timpali saja, “Entar kalau sudah nikah terus punya anak juga gemuk-gemuk sendiri.”

Di kemudian hari, baru saya sadari kalau kata-kata itu menyebar ke semesta, lalu sungguhan menjadi nyata. Satu hal yang kadang saya sesali, ngapain waktu itu ngomong begitu, ya?

Karena sebetulnya, yang suka nyinyir waktu itu adalah mereka yang mati-matian setiap hari minum obat pengurus badan. Yang mau menahan lapar tapi nggak puasa sekalian demi turunnya angka timbangan. Yang mengebalkan lidahnya meneguk teh pelangsing dengan pahit ampun-ampunan!

Sekarang, jadilah saya sering menatap pilu baju-baju cakep semasa lajang. Sebetulnya berat badan ya nggak gemuk banget sih. Jarum timbangan selalu memberi tahu kalau bobot saya antara 54 hingga 56.

Kadang kalau lagi ngasal, saya suka bilang ke Kayyisah, “Kamu ini nduk, lahir kok nggak bawa bantalmu sekalian. Kenapa ditinggalin di perut sih?” Tentunya, si anak kicik itu cuma bengong ngelihatin mamaknya yang lieur sama urusan berat badan apalagi lingkar perut.

Foto dua tahun lalu yang pas diposting ke Fb malah dapat komentar: hamil lagi ya?


Penyebab Bobot Tetap Berat

Kalau diingat-ingat apa saja usaha saya untuk menurunkan berat badan, nggak banyak juga sih. Huahaha… lha ya gitu kok ya sayanya pengen kurus lagi!

Alasannya, hingga dua tahun setelah melahirkan Kayyisah, saya memang harus hobi makan. Demi kelangsungan ASI.

Lalu saat sekarang anaknya sudah umur tiga tahun, tetap juga nggak bisa menjaga pola makan. Sering jadi tong sampah sih kalau anak nggak habis makannya. Kan sayang dari pada buang makanan.

Hayo… yang emak-emak dan idem sama saya siapa? Mesti banyak yang tos ya kan?

Hal lain yang sering kecolongan dan bikin berat badan saya menggembung adalah malas makan tapi suka ngemil. Apalagi kalau begadang.

Aslinya ini kebiasaan dari zaman dahulu kala sih. Cuma kalau dulu mau ngemil kayak gimana, nggak ada efeknya.

Tapi saat berat badan saya sekarang lebih mudah bertambah dari pada berkurang, kebiasaan ini tetap tidak bisa saya hilangkan. Jadi bisa ditebak lah ya akibatnya.

Ditambah lagi, saya kurang olahraga. Alasannya (lagi), karena nggak punya waktu. Sebagai ibu rumah tangga yang punya anak balita nempel terus kayak perangko, waktu luang saya ya pas dia tidur.

Mau senam aerobik saat Kayyisah terjaga? Senam yang lamanya bisa antara 30 menit sampai satu jam? Dijamin nggak berhasil! Emaknya melakukan aktivitas yang nggak melibatkan dia dalam waktu 30 menit saja, Kayyisah sudah protes teriak-teriak.

Jadi saat Kayyisah tidur, saya malah pakai waktu untuk setrika atau masak. Olahraga? Hanya jika ada anugerah!


Usaha Menjaga Berat Badan

Meski berat, tapi usaha tetap nggak boleh kalah berat sama berat badan lah ya. Itu menurut saya. Jadilah selama ini, saya sudah melakukan beberapa upaya untuk menurunkan berat badan, paling tidak maunya sampai angka 49 atau 50 deh.

1. Senam aerobik

Walaupun memang dilakukan saat Kayyisah tidur, tapi beneran pernah lho saya sampai senam aerobik. Ceritanya waktu itu saya download offline beberapa video di Youtube. Terus disetel sambil saya ikuti.

Kegiatan ini cuma berlangsung tiga kali. Selebihnya, saya meneruskan kerjaan domestik selagi Kayyisah tidur.

2. Jalan kaki atau bersepeda

Terkadang hal ini saya lakukan. Jadi, saya ke depan perumahan sambil belanja, sementara Kayyisah duduk di sepedanya dan saya dorong sambil jalan. Atau, kadang saya mengajaknya berkeliling perumahan naik sepeda kayuh.


Karena nggak rutin setiap hari, akhirnya ya nggak ada efeknya ke penurunan berat badan. Cara ini pun nggak bisa jadi jaminan.

3. Minum teh hijau

Saya itu sebetulnya terkadang suka minum teh hijau. Tapi saya kasih tambahan gula! Hahaha… Tentu saja, mana ada efeknya?

Soalnya nggak suka sih sama rasa pahitnya. Lagian di mana-mana jajanan yang ada matcha-nya kan juga nggak pahit banget. Ada rasa manisnya. Itu rasa teh hijau yang saya mau.

4. Puasa

Atas dasar harus membayar hutang puasa selama hamil dan menyusui, jadilah beberapa waktu yang lalu saya rajin puasa. Ini agak lumayan ngefek ke badan.

Cuma ketika sudah buka puasa, yang ada mulut minta ngunyah terus karena perut minta diisi. Akhirnya ya… begitu deh!


Masalahnya di Perut yang Lapar

Kalau dipikir-pikir, memang sering ya kejadian sudah olahraga, minum-makan ini itu yang katanya berkhasiat melangsingkan tubuh, tapi tetap saja kalah sama yang namanya lapar!

Belum lagi masalah tubuh yang justru muncul karena pola diet yang salah. Iya sih melakukan detoksifikasi, rajin minum jus ini itu, nahan makan makanan tertentu. Tapi apa itu aman? Apa itu baik untuk tubuh?

Sementara, tubuh setiap orang itu perlu yang namanya gizi seimbang. Makan minum ya mesti dipikirkan keseimbangan kandungan protein, serat, karbohidrat, vitamin, dan mineralnya.

Saya sendiri dari dulu suka kepikiran, ada nggak ya sesuatu yang tinggal diminum, terus bikin kenyang? Tapi ada gizinya?

Dan ide ini pun memunculkan sebuah pertanyaan konyol di kepala, ada nggak ya yang jual infus secara bebas untuk diminum? Biar perut langsung kenyang, badan pun nggak lemas karena terpenuhi kebutuhannya.


Jaga Berat Badan dengan Slim&Fit

Suatu ketika, saya dapat kesempatan bisa mencoba mengonsumsi sebuah susu yang mereknya Slim&Fit. Slogannya, ‘Your Diet Partner’.

Jadi susu ini punya formula khusus untuk diet sehat dan seimbang yang disebut Slim Xpert. Maksudnya, susu dengan rasa vanilla dan cokelat ini mengandung rendah gula, rendah asam lemak jenuh, dan tinggi kalsium.

Sebelum konsumsi, saya cek dulu dong kotak dan sachet susunya. Lalu saya menemukan banyak hal yang menarik tentang Susu Slim&Fit ini.


Selain itu tentang kandungan susunya, ada hal lain di bagian kotak susu ini yang buat saya sifatnya jadi menambah pengetahuan.

1. Kenapa susu ini diberi nama Slim&Fit, karena susu ini ditujukan agar tubuh tetap sehat dan badan jadi ramping. Tubuh yang fit atau sehat itu sendiri di dapat dari menjalankan pola hidup sehat, menjaga asupan nutrisi, mengatur pola makan, dan berolahraga secara teratur.

2. Karena di poin satu tadi bahasannya tentang pentingnya kecukupan nutrisi, makanya susu Slim&Fit mengandung kadar protein dan serat yang tinggi.

3. Alasan kenapa kok susu ini diperkaya protein adalah gunanya untuk membantu membangun dan memerbaiki jaringan tubuh. Bisa untuk mengencangkan otot juga lho.

4. Sementara itu, kandungan serat pangan atau inulin bisa membantu memelihara fungsi saluran pencernaan.

5. Susu ini kaya kalsium, setara dengan susu-susu lain yang juga tinggi kalsium. Manfaat kalsium sendiri adalah untuk membentuk dan memertahankan kepadatan tulang serta membantu memperlambat terjadinya osteoporosis.

6. Yang pernah saya baca testimoninya, katanya, Susu Slim&Fit bisa membuat berat badan orang mengkonsumsinya bisa turun 1 kg/minggu bahkan 4-6kg sebulan.

7. Dan yang terpenting, susu ini punya label halal, juga nomor BPOM. Aman deh!

Label halal


Pengalaman Setelah Mengonsumsi Susu Slim&Fit

Setelah beberapa kali coba susu Slim&Fit, buat saya ini beberapa hal yang saya suka.

1. Rasa manis susunya pas dan nggak eneg. Saya sendiri sama-sama suka sih dengan yang rasa vanilla atau cokelat. 

2. Rasa kenyang setelah minum susu ini memang terasa lebih lama. Terus perut rasanya anteng kalau buat saya. Biasanya, saya meminumnya saat pagi hari dengan buah pisang.

Nah, pernah lho suatu ketika saya bangun agak telat dan tidak bisa makan sahur, akhirnya saya minum susu Slim&Fit dan sebuah pisang. Alhamdulillah, rasa kenyangnya beneran awet sampai mahgrib pas buka puasa.

3. Pencernaan jadi lancar. Karena kan memang di kemasannya tertulis kalau susu ini kaya serat. Sementara, saya itu sering banget mengalami sembelit. Jadinya pas ketemu Slim&Fit, ya jodoh deh. Pencernaan saya pun jadi nggak susah lagi untuk BAB.

4. Ngilu tulang berangsur hilang. Jujur, saya sering begadang untuk ngeblog. Lha soalnya baru bisa senggang ya pas anak tidur malam. Efeknya jadi ke tulang yang sering ngilu.

Setelah beberapa kali minum Slim&Fit, ngilu-ngilu yang di tulang kerasa berkurang. Sempat heran juga sih awalnya. Masa baru beberapa kali minum kok langsung kerasa. Tapi terus saya mikir juga, mungkin karena memang susunya mengandung tinggi kalsium kali ya jadi seperti ini efeknya.

5. Berat badan berkurang. Ini juga yang saya rasakan. Badan rasanya kayak lebih enteng. Sayang saya nggak minum rutin. Mungkin kalau rutin, ya bisa turun berat badan saya seperti beberapa testimoni yang pernah ada.


Biar nggak ngasal, ada cara konsumsinya agar Susu Slim&Fit yang kita konsumsi memuaskan hasilnya.

1. Saat pagi hari, konsumsi buah dan segelas Susu Slim&Fit.



2. Siang hari, makan seperti biasa ya.

3. Malam harinya, konsumsi sayur dan buah serta segelas Susu Slim&Fit.



Cara minum Susu Slim&Fit yang tiga poin tadi buat yang ingin merampingkan badan. Kalau yang hanya sekedar menjaga berat badan, bisa sekali sehari, pagi saja atau malam saja.

Oh iya, meski kaya vitamin, kalsium, dan zat mineral lainnya, susu ini nggak boleh ya dikonsumsi anak di bawah umur 5 tahun, ibu hamil, dan ibu menyusui. Kan namanya saja susu buat diet…


Beli Di Mana?

Kalau penasaran dan ingin coba susu ini, bisa kok mendapatkannya dengan beli di KALBE Store. Malah, bisa dapat diskon 20 persen juga lho!

Caranya, buka www.kalbestore.com, beli minimal 3 box Susu Slim&Fit rasa apa saja, pakai unique code ika20 untuk dapat diskonnya.


Slim&Fit Challenge

Mau sukses dietnya? Nggak hanya konsumsi Susu Slim&Fit, kita juga bisa ikutan program yang diadakan Susu Slim&Fit lho. Join 4 Weeks Slim&Fit Challenge.

Kenapa kok Susu Slim&Fit berani menantang hanya dalam waktu empat minggu, diet kita bisa kelihatan hasilnya? Soalnya Susu Slim&Fit juga punya Slim&Fit Center. Di situ nanti kita bisa:

1. Ask The Expert: kita bisa dapat layanan konsultasi seputar diet dan pola hidup seht serta cek Body Mas Index dengan para ahli.

2. Delivery services and membership: kita bisa menikmati kenyamanan berbelanja yang praktis dengan layanan antar 1x24 jam, serta mendapatkan manfaat dengan menjadi anggota KALBE Family.

3. Healthy lifestyle planner: kita bisa mendapatkan layanan asisten diet pribadi yang akan mendampingi dalam merancang pola diet sehat.

4. Healthy Lifestyle Club: klub ini tempat berbagi informasi seputar diet dan pola hidup sehat.

Info lengkapnya bisa klik di www.slimandfit.co.id ya…



Itu cerita dan pengalaman saya seputar berat badan, diet, dan Susu Slim&Fit. Kalau kalian punya cerita apa terkait urusan diet?

Comments

  1. Wah khasiat dari susunya emang nyata ya mba. Gak cuma iklan aja penunda lapar. Gapi beneran bikin lapar tertunda dan kenyang.

    ReplyDelete
  2. Berat badan saya sebenarnya normal aja, tapi di bagian perut itu agak berlebihan mba ��. Sama makan sebenarnya juga biasa aja gak yang semua-semua mau dimakan. Tapi tetep deh pengin ngurangin yang di perut ini. Mungkin bisa ya dengan konsumsi slim&fit ini? Thanks infonya ��

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ikutan yang klubnya itu Mbak, bisa konsultasi sekalian jadinya.

      Delete
  3. Daku berpuasa bukannya malah kurus, tapi berat badan agak nambah, hahaha...

    Dan susu slim & fit ini enak, apalagi yang vanila..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama, akupun suka yang rasa vanila. Rasanya nggak eneg dan nggak terlalu manis.

      Delete
  4. Menjaga berat badan, nggak semudah yang dimau, ya. hahaha.. Olahraga udah, aerobik udah, puasa udah, jaga makan udah, eh masih aja ga se-slim dan fit yang dimau. Perlu perjuangan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener... di situ saya akhirnya tahu kalau nge-slim itu butuh perjuangan 😀

      Delete
  5. Aku juga suka lho mbak konsumsi Slim Fit ini. Badan jadi terasa lebih sehat ga lemas. apalagi kalau lagi diet karbohidrat, wajib deh.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Mbak, susu ini enak di badan yang pas sedang diet.

      Delete
  6. Saya sudah mencoba bbrp produk pelangsing tp hasilnya msh belum memuaskan. Pengen nyobain susu slim&fit,sp tau bs jd langsing

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sekalian ikut klubnya Mbak biar bisa konsuktasi.

      Delete
  7. Ternyata banyak manfaatnya ya mbak dari susu slim and fit. Selain ngenyangin dan bisa bikin slim, ternyata susu ini jg bisa bikin pencernaan jadi lancar.

    ReplyDelete
  8. Saya sih ngga pernah cerita diet kak karena memang dari dulu badan'a kurus.

    Tapi, susu Slim Fit ini bisa buat cowok kah?
    terus kalau sudah kurus, apa justru bisa menambah nafsu makan??

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bisa sih buat cowok juga. Tapi kalau maunya buat nambah nafsu makan, kayaknya nggak bisa. Kan efek susunya malah ngenyangin.

      Delete
  9. Wah ini bisa jadi camilan sehat ya susu slim n fit ini? Jd minum susu tanpa khawatir gemuk.
    Pd prinsipnya kalau saya ngurangin BB dengan ngurangin karbo dan makanan manis aja sih, sama gerak, ya minimal jalan ke warung hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehe, kalau saya kadang ngurangin karbo masih belum bisa Mbak. Suka laper... 😁

      Delete
  10. Menjaga BB tetap ideal selain pola makan yang baik dan juga konsumsi susu buat aku tetap olah raga itu nggak boleh dilewatkan. Karena ini bikin badan bugar

    ReplyDelete
    Replies
    1. Temenku juga bilang gitu Mbak. Olra tetap penting untuk jaga kesehatan.

      Delete
  11. Saya selalu yakin pesan "makan selagi lapar dan berhenti sebelum kenyang" sederhana tapi sarat makna. Apalagi kini ada pilihan susu yang banyak khasiatnya, mewujudkan berat badan yang mendekati ideal jadi makin mudah ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Itu pesan yang memang seharusnya dipakai untuk setiap orang ya. Cuma seringnya yang sulit memang kalau sudah berurusan dengan lapar mata :D

      Delete
  12. Wah slim fit ini cocok buat teman diet, agar asupan gizi tetap seimbang

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, jangan sampai diet tapi malnutrisi :D

      Delete
  13. Aih,, sulit sekali mba dalam mengatur pola makan ini, tetapi saya sedang usahakan dan berharap di bulan Ramadhan bisa sukses mengatur pola makannya dibantu dengan puasa.

    ReplyDelete
  14. Menjaga BB ideal PR banget y mba, kalau pola makan dan aktivitas seimbang mudah sbnrnya tp untung ada.slim n fit bisa ngebantu

    ReplyDelete
  15. Biang kerok bikin gemuk itu ternyata karbohidrat dan gula berlebih...dan kurang gerak..

    Nah tiga ini jadi perhatian khusus..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, program diet seharusnya tetap diimbangi dengan olahraga.

      Delete
  16. berat badan saya cukup ideal (atau termasuk kurus; tb 157cm, bb 48kg?) Mba, tiap hari pergi dan pulang kantor jalan kaki :)

    jadi penasaran pengen minum slim fit nih :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Buat pemenuhan kalsium dan nutrisi lainnya bagus juga Mbak.

      Delete

Post a Comment

Terima kasih sudah berkenan membaca. Mohon maaf, komentar yang mengandung link hidup akan saya hapus ya...

Popular posts from this blog

Menambah Wawasan Parenting dari Buku Dilan

Ceritanya karena lagi heboh-hebohnya Film Dilan nih. Saya yang sudah dari lama ngincer buku itu, lalu pengen beli tapi kok ya kapasitas dana nggak kayak dulu lagi, akhirnya cuma bisa ngowoh.
Eh ndilalah, entah dari mana ceritanya, kok jadi tahu aplikasi perpustakaan nasional bernama iPusnas. Dan di sana koleksi Dilannya lengkap! Tiga buku ada semua. Cuma… antriannya sampai ratusan, Jeng!
Demi rasa penasaran, ikutan ngantri deh. Lucunya, awal ngecek koleksi buku Dilan di iPusnas, saya langsung bisa pinjam buku yang ke tiga, Milea Suara dari Dilan. Pas kosong, padahal yang sudah antri banyak. Tapi kemudian saya anggurin. Dan akhirnya nggak kebaca deh.

Beberapa hari kemudian, saat launching film Dilan beneran keluar, cek antrian lagi deh. Makin sering lagi ngeceknya di notifikasi. Endingnya, dalam seminggu, saya bisa lho mengalahkan para pesaing antrian buku ini, baca tiga-tiganya dalam waktu nonstop sekitar lima sampai enam jam langsung baca, lewat hp Samsung J1. Udah, bayangin aja tu laya…

Lopang, Surganya Buah Jamblang

Tahu buah jamblang, atau juwet, atau dhuwet, atau dhuwek?
Di beberapa daerah, buah ini memang punya julukan yang berbeda-beda. Saya sendiri malah menyebutnya dengan plum Jawa! Hahaha…
Nah, di daerah Lopang, Kecamatan Kembangbahu, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, kita bisa menjumpai buah jamblang dengan aneka jenis.
Mulai dari jamblang yang ukurannya kecil tanpa biji, sampai yang berukuran sebesar bakso telur puyuh dengan daging buah yang tebal.
Atau, dari yang rasanya masam, hingga jamblang yang manis tanpa menyisakan rasa sepet di lidah.
Jamblang yang warnanya hitam pekat hingga berwarna ungu kemerahan pun ada di Lopang.



Di masa-masa akhir musim kemarau menjelang musim hujan, biasanya buah ini bermunculan.
Untuk tahun 2017 ini, sepertinya musim jamblang di Lopang jatuh di sekitar bulan Oktober hingga November. Karena di bulan September ini, pohon-pohon jamblang di Lopang mulai bermunculan bunganya.
Karena begitu kayanya jenis jamblang di Lopang, saya menyebut tempat satu ini sebagai surg…

Membimbing Anak Belajar

Kali ini saya ingin membahas tentang apa dan bagaimana tentang membimbing anak belajar yang perlu dilakukan oleh orangtua. Tulisan ini berdasarkan hasil wawancara dengan Imelda Yetti yang beberapa tahun lalu sempat saya wawancarai sewaktu saya menjadi reporter di Batam. Saat itu, ia adalah pengajar di Sekolah Charitas Batam.
Sering orangtua mewajibkan anaknya untuk belajar tanpa ingin tahu mengapa ada anak yang sulit dalam proses belajarnya. Akibatnya meski anak dipaksa terus belajar, anak tak kunjung menjadi pintar dalam artian menyerap apa yang dipelajarinya sendiri.
Padahal menurut Imelda, ada beberapa faktor yang dapat memengaruhi kemampuan anak dalam belajar. Faktor-faktor tersebut antara lain, waktu, dukungan, budaya, konteks, dan kebebasan memilih.
Dikatakannya lebih lanjut, tiap anak memiliki waktu yang berbeda-beda untuk dirinya sehingga ia bisa mudah menyerap apa yang dipelajarinya.
Anak pun membutuhkan dukungan dari lingkungan sekelilingnya dalam hal belajar. Bisa jadi dari or…

Tujuh Hal yang Perlu Dipertimbangkan dalam Membuka Usaha Toko Sembako

Pada tahu kan toko sembako? Itu lho, toko yang isinya menjual sembilan bahan pokok.
Yang masuk kategori sembako itu antara lain: 1.Beras, sagu, dan jagung 2.Gula pasir 3.Sayur-sayuran dan buah-buahan 4.Daging sapi, ayam, dan ikan 5.Minyak goreng dan margarine 6.Susu 7.Telur 8.Gas ELPIJI (kalau dulu sih minyak tanah) 9.Garam berIodium dan berNatrium
Semua bahan itu jadi kebutuhan pokok sehari-hari manusia.
Nah, peluang usaha membuka toko sembako ini bisa menjadi bisnis rumahan ibu rumah tangga yang menguntungkan. Bagaimana tidak. Tiap hari bisa selalu saja ada orang yang datang membeli.
Tapi yang namanya bisnis menguntungkan, biasanya ya memang banyak pesaingnya.
Menurut beberapa info yang saya baca, kita perlu survey dulu. Barangkali, eh, ternyata ada toko sembako juga di dekat tempat yang mau kita dirikan usaha.
Kalau sampai ada, perlu dipantau juga. Jangan sampai harga toko tersebut lebih murah dari barang-barang yang dijual di toko kita nantinya.
Tapi kalau sampai belum ada pesaingnya, namanya …

Kebun Binatang Surabaya, Tempat yang Instagramable untuk Foto Keluarga

Setelah sekian lama hanya bisa memandang dari kaca bus saat melewati Kebun Binatang Surabaya dari Terminal Bungurasih ke Terminal Osowilangun, pada akhirnya saya bisa menginjakkan kaki lagi ke kebun binatang kebanggaan arek Suroboyo yang biasa disingkat dengan KBS.
Sebetulnya kemarin itu kali ke dua saya mengunjungi KBS. Seingat saya, pertama kali main ke sana saat masih SD sekitar sebelum kelas 5. Waktu itu saya masih tinggal di Bekasi dan diajak main ke KBS saat sedang berlibur di Lamongan.
Nah, agenda ke KBS pada hari Selasa, 4 Juli 2017 lalu itu sebetulnya bisa dibilang mendadak. Rencananya awal, saya dan suami ingin mengajak Kayyisah naik kuda sebagai pemenuhan janji karena dia sudah bisa dan mau berjalan.
Sempat terpikir untuk mengajak Kayyisah ke Kenjeran. Tapi tidak jadi karena takut anaknya kepanasan.
Suami sendiri inginnya sih mengajak ke Pacet. Cuma dalam pikiran saya, kok sayang kalau agendanya naik kuda saja.
Setelah browsing, saya baca ternyata di KBS kok ada juga wahana nai…