Skip to main content

Beberapa Ide Menu Buka Puasa Sederhana dengan Fiva Food

Kalau di tulisan sebelumnya saya sudah berbagi cerita tentang beberapa kelebihan dan enaknya buka puasa dengan Fiva Food, kali ini saya mau cerita tentang beberapa menu buka puasa dengan frozen food asal Bekasi itu.

Jadi, Fiva Food ini selain enak, bergizi, bentuknya juga nggak kayak frozen food kebanyakan. Malah, dia bikin siapapun bisa bikin masakan yang enak rasanya, juga cakep kalau dilihat.

Nih ya, beberapa menu buka puasa yang sudah pernah saya buat dengan menggunakan Fiva Food. Kesemua masakan ini masaknya juga GPL kok, alias nggak pakai lama.

1. Sop Sosis

Sopnya simpel aja sih. Pakai wortel, buncis, dan kentang. Tambahkan irisan daun bawang dan seledri. Masukkan potongan sosisnya ke dalam sop saat sayur hampir matang. Lalu, bawang merah dan bawang putihnya digoreng dulu kemudian dimasukkan ke dalam sop saat sudah masak.


Dijamin, sopnya enak lho! Potongan sosisnya itu kenyal. Rasanya kayak makan bakso. Dan kalaupun sopnya sudah nggak hangat, rasa sosisnya tetap kenyal dan enak kok.

Pernah nih saya pakai sosis produk lain. Eh, yang ada sosisnya jadi hambar nggak terasa sama sekali. Terus warnanya memudar. Sudah rasanya nggak memuaskan, tampilannya pun jadi nggak menarik.

Tapi kalau sosisnya pakai Fiva Food enggak. Sopnya jadi enak, tampilannya juga menggugah selera. Pas dikunyah di mulut pun bikin ketagihan.

2. Sambal Terong Rolade

Sambal ini saya buat dari potongan tomat, cabai, dan bawang merah. Saya tambahkan potongan daun bawang biar sedap. Tentunya yang nggak terlupa adalah garam gula sebagai penyedap alami.



Terongnya saya bakar di atas pan, begitu juga roladenya. Kalau mau makan, tinggal ditaruh saja ketiganya dalam satu wadah.

Buat yang suka pedas, menu satu ini pas nih buat buka puasa. Dijamin nggak jadi ngantuk meski kekenyangan kali ya. Hahaha…

Terus kalau yang nggak suka pedas, cabainya bisa pakai sedikit saja. Nah, roladenya itu selain kerasa banget dagignya, juga bisa meredam rasa pedas sambal.

Kalau saya sendiri waktu itu saya tambahkan juga potongan kentang goreng. Hehe, karena dasarnya terkadang saya kurang seberapa suka pedas. Kentang dan rolade ini bikin nyaman deh di mulut.

3. Tumis Kangkung Bumbu Saus Tiram dengan Irisan Kornet

Kalau masak kangkung, saya paling sering menambahkan bumbu saus tiram. Waktu masak tinggal ditambah saja dengan irisan bawang bombay, bawang merah, dan bawang putih. Biar sedap, tambah irisan cabai dan irisan daun bawang.


Kornetnya saya potong kecil-kecil, terus saya masukkan ke masakan saat sayur hampir matang. Uniknya, kornetnya nggak hancur lho meski saya aduk masakannya.

4. Sandwich Kentang

Kalau mau yang ala ala barat, saya pernah juga berkreasi dengan kornet Fiva Food dengan membuat sandwich kentang. Kentang yang saya pakai ukurannya agak besar biar enak kalau buat tumpukan.


Sandwichnya ini selain dari irisan kentang goreng, juga terdiri dari irisan tomat, timun, dan keju. Nggak lupa, pakai juga irisan kornet yang saya panggak terlebih dahulu.

Biar makin endeus rasanya, saya tambahkan saos tomat botolan dan mayonnaise di tumpukan sandwichnya. Makan beginian pas buka puasa dijamin bikin kenyang tapi nggak kekenyangan.

Tuh dia beberapa menu buka puasa yang pernah saya bikin dari produk Fiva Food. Terkadang saya suka masak tapi mepet waktunya sebelum buka puasa. Dengan jurus kilat pakai frozen food Fiva Food, masakan jadi, rasanya lezat, ada gizinya lagi. Beres deh!

Baca juga di sini ya beberapa alasan enaknya buka puasa pakai produk Fiva Food.

Comments

  1. Rasanya saya pernah menemukan produk ini di salah satu swalayan dekat rumah saya..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kapan-kapan cobain Mas. Enak kok. Testimoni jujur nih apalagi pas bulan Ramadan. :)

      Delete

Post a Comment

Terima kasih sudah berkenan membaca. Mohon maaf, komentar yang mengandung link hidup akan saya hapus ya...

Popular posts from this blog

Menambah Wawasan Parenting dari Buku Dilan

Ceritanya karena lagi heboh-hebohnya Film Dilan nih. Saya yang sudah dari lama ngincer buku itu, lalu pengen beli tapi kok ya kapasitas dana nggak kayak dulu lagi, akhirnya cuma bisa ngowoh.
Eh ndilalah, entah dari mana ceritanya, kok jadi tahu aplikasi perpustakaan nasional bernama iPusnas. Dan di sana koleksi Dilannya lengkap! Tiga buku ada semua. Cuma… antriannya sampai ratusan, Jeng!
Demi rasa penasaran, ikutan ngantri deh. Lucunya, awal ngecek koleksi buku Dilan di iPusnas, saya langsung bisa pinjam buku yang ke tiga, Milea Suara dari Dilan. Pas kosong, padahal yang sudah antri banyak. Tapi kemudian saya anggurin. Dan akhirnya nggak kebaca deh.

Beberapa hari kemudian, saat launching film Dilan beneran keluar, cek antrian lagi deh. Makin sering lagi ngeceknya di notifikasi. Endingnya, dalam seminggu, saya bisa lho mengalahkan para pesaing antrian buku ini, baca tiga-tiganya dalam waktu nonstop sekitar lima sampai enam jam langsung baca, lewat hp Samsung J1. Udah, bayangin aja tu laya…

Lopang, Surganya Buah Jamblang

Tahu buah jamblang, atau juwet, atau dhuwet, atau dhuwek?
Di beberapa daerah, buah ini memang punya julukan yang berbeda-beda. Saya sendiri malah menyebutnya dengan plum Jawa! Hahaha…
Nah, di daerah Lopang, Kecamatan Kembangbahu, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, kita bisa menjumpai buah jamblang dengan aneka jenis.
Mulai dari jamblang yang ukurannya kecil tanpa biji, sampai yang berukuran sebesar bakso telur puyuh dengan daging buah yang tebal.
Atau, dari yang rasanya masam, hingga jamblang yang manis tanpa menyisakan rasa sepet di lidah.
Jamblang yang warnanya hitam pekat hingga berwarna ungu kemerahan pun ada di Lopang.



Di masa-masa akhir musim kemarau menjelang musim hujan, biasanya buah ini bermunculan.
Untuk tahun 2017 ini, sepertinya musim jamblang di Lopang jatuh di sekitar bulan Oktober hingga November. Karena di bulan September ini, pohon-pohon jamblang di Lopang mulai bermunculan bunganya.
Karena begitu kayanya jenis jamblang di Lopang, saya menyebut tempat satu ini sebagai surg…

Membimbing Anak Belajar

Kali ini saya ingin membahas tentang apa dan bagaimana tentang membimbing anak belajar yang perlu dilakukan oleh orangtua. Tulisan ini berdasarkan hasil wawancara dengan Imelda Yetti yang beberapa tahun lalu sempat saya wawancarai sewaktu saya menjadi reporter di Batam. Saat itu, ia adalah pengajar di Sekolah Charitas Batam.
Sering orangtua mewajibkan anaknya untuk belajar tanpa ingin tahu mengapa ada anak yang sulit dalam proses belajarnya. Akibatnya meski anak dipaksa terus belajar, anak tak kunjung menjadi pintar dalam artian menyerap apa yang dipelajarinya sendiri.
Padahal menurut Imelda, ada beberapa faktor yang dapat memengaruhi kemampuan anak dalam belajar. Faktor-faktor tersebut antara lain, waktu, dukungan, budaya, konteks, dan kebebasan memilih.
Dikatakannya lebih lanjut, tiap anak memiliki waktu yang berbeda-beda untuk dirinya sehingga ia bisa mudah menyerap apa yang dipelajarinya.
Anak pun membutuhkan dukungan dari lingkungan sekelilingnya dalam hal belajar. Bisa jadi dari or…

Tujuh Hal yang Perlu Dipertimbangkan dalam Membuka Usaha Toko Sembako

Pada tahu kan toko sembako? Itu lho, toko yang isinya menjual sembilan bahan pokok.
Yang masuk kategori sembako itu antara lain: 1.Beras, sagu, dan jagung 2.Gula pasir 3.Sayur-sayuran dan buah-buahan 4.Daging sapi, ayam, dan ikan 5.Minyak goreng dan margarine 6.Susu 7.Telur 8.Gas ELPIJI (kalau dulu sih minyak tanah) 9.Garam berIodium dan berNatrium
Semua bahan itu jadi kebutuhan pokok sehari-hari manusia.
Nah, peluang usaha membuka toko sembako ini bisa menjadi bisnis rumahan ibu rumah tangga yang menguntungkan. Bagaimana tidak. Tiap hari bisa selalu saja ada orang yang datang membeli.
Tapi yang namanya bisnis menguntungkan, biasanya ya memang banyak pesaingnya.
Menurut beberapa info yang saya baca, kita perlu survey dulu. Barangkali, eh, ternyata ada toko sembako juga di dekat tempat yang mau kita dirikan usaha.
Kalau sampai ada, perlu dipantau juga. Jangan sampai harga toko tersebut lebih murah dari barang-barang yang dijual di toko kita nantinya.
Tapi kalau sampai belum ada pesaingnya, namanya …

TB Membuat Kayyisah Menjadi Anak tak Biasa

Hingga sekitar umur delapan bulan, Kayyisah menjadi anak yang menggemaskan. Grafik berat badan yang biasanya selalu di warna hijau muda bahkan kuning, di usia tujuh hingga delapan bulan, grafik berat badan Kayyisah bisa ada di warna hijau tua.
Kalau melihat fotonya saja tampak menggemaskan. Makannya sedang lahap-lahapnya.
Tapi beberapa minggu kemudian, semuanya berubah. Makin hari nafsu makannya makin susah. Sampai-sampai pernah lho selama berminggu-minggu, Kayyisah hanya mengandalkan ASI dan air kacang hijau. Makannya hanya satu atau dua sendok makan alpukat.
Pola makan seperti itu di usianya yang sekitar sembilan bulan hingga setahun, lho! Bayangkan saja, anak umur segitu makannya kayak begitu.
Beberapa keanehan lain yang saya temukan saat itu, dalam sehari Kayyisah kurang kuantitas buang air kecilnya. Kalau dipakaikan diaper setelah mandi pagi, saat dicopot sebelum mandi sore lho diapernya masih kering! Parah kan?
Waktu saya cerita ke abinya dan juga ibu, mereka pada bilang kalau bisa…