Skip to main content

Menu Sahur dengan Roti John Isi Chicken Stick So Good


Pernah dengar Roti John? Roti yang satu ini beberapa waktu yang lalu dan entah apa sampai sekarang ya, sempat ngehits di Surabaya. Tapi kalau yang tinggal di dekat-dekat Singapura-Malaysia seperti Batam, kayaknya sih sudah kenal roti ini dari lama.

Nah, beberapa waktu yang lalu saya sempat eksperimen nih. Ceritanya, saya itu kalau sahur pengennya makan yang enak, nggak capek ngunyah (soalnya masih ngantuk, hahaha), dan ada yang segar-segar gitu di mulut.

Dari dulu, entah kenapa saya memang lebih suka sahur pakai roti. Rasanya kenyang tapi nggak kekenyangan dan bikin ngantuk kalau dibandingkan makan nasi. Terus kalau sahur sudah pakai acara kekenyangan, eh, yang ada jadinya berat banget mata dipakai melek setelah salat subuh.

Biar sahurnya semangat, makannya lahap, yang dimakan bikin kenyang dan bergizi, habis makan nggak bikin ngantuk, jadilah saya terpikir ingin membuat menu sahur dari roti tapi isinya ada yang segar gitu waktu dikunyah.

Tentunya meski roti, saya inginnya di dalamnya ada juga sayur, ada lauknya, dan… ada buahnya sekalian deh kalau bisa. Sekali hap bisa dapat semuanya.

Biar rasanya endeus, untuk isian lauknya saya pakai So Good Chicken Stick yang original. Udah pada tahu kan ya, kalau produk-produknya So Good itu sudahlah enak, kerasa dagingnya, bergizi, dan halal.

Setelah ngoprek di dapur coba-coba, dan tara… jadilah roti isi yang resepnya akan saya bagi setelah ini. Pas mateng, eh lha kok saya jadi teringat sama Roti John.

Buat yang penasaran, ini dia resepnya…

Bahan (untuk satu buah roti):
Satu lembar roti tawar
Potongan kecil timun
Potongan kecil tomat
Potongan kecil nanas
Satu buah So Good Chicken Stick
Satu butir telur (saya pakai telur ayam kampung)
Mayonnaise
Saus (tergantung selera, saya pakai saus yang pedas manis)
Margarine secukupnya
Keju batangan untuk parutan di atas roti

Cara membuat:
- Goreng dulu So Good Chicken Stick sampai matang, angkat dan tiriskan.
- Siapkan selembar roti tawar.
- Letakkan satu buah So Good Chicken Stick di tengah roti.
- Tambahkan beberapa potongan kecil timun, tomat, dan nanas berjajar di pinggir So Good Chicken Stick. Dikira-kira ya ukurannya. Yang penting bisa bikin rotinya ditekuk menutupi isian ini.


- Beri mayonnaise dan saus sesuai selera.
- Tekuk roti tawar menutupi isian tadi. Satukan pinggirannya hingga isian tertutup rapat. Biasanya roti tawar itu kalau dua sisi ditekan-tekan, dia bisa rapat.


- Sementara itu, kocok telur dalam wadah.
- Siapkan teflon dan beri margarine secukupnya.
- Letakkan roti isi tadi di atas teflon lalu tuang kocokan telur di bagian atasnya sedikit demi sedikit tapi jangan semuanya ya. Yang penting bisa menutupi roti.


- Kemudian balik roti dan tuang lagi sisa kocokan telur yang ada. Karena saya pakai telur ayam kampung, jadinya satu telur itu pas cukup untuk satu roti. Mungkin kalau telur ayam biasa bisa dua roti deh kayaknya.
- Bolak balik roti sampai telur kecoklatan.
- Jika sudah matang, angkat, potong-potong beberapa bagian.
- Sajikan dengan parutan keju di atasnya.

Kalau buat saya, Roti John ala ala saya ini di mulut rasanya ya gurih, manis, pedas, sedikit asam dari tomat dan nanas. Apalagi pakai So Good Chicken Stick. Jadinya makin lezat!

Jika saya mengisi telur ini dengan timun, tomat, dan nanas, teman-teman bisa mengisinya dengan isian yang lain ya. Cuma kalau saya sih kurang suka jika diisi sayur selada. Soalnya selada suka susah digigit sih. Terus kalau bawang bombay, rasanya nggak pas juga. Tapi kalau paprika, mungkin pas dan enak ya di mulut.

Itu dia menu sahur Roti John ala ala saya dengan isian So Good Chicken Stick. Selamat mencoba…




Comments

  1. Oh rotinya ini dibalur telur ya, jadi krispi juga ya, Mba. Makin enak dg So Good Chicken Stick ��

    ReplyDelete
  2. Saya baru dengar juga mbak namanya Roti John, setelah membaca artikel ini jadi pingin mencoba buat Roti John ala-ala saya yang entahlah rasanya enak atau ga beraturan. Hihi

    ReplyDelete
  3. Kayanya enak nih mbak. Cara bikinnya ternyata lumayan mudah ya, tinggal nyiapin bahannya nih di rumah buat praktek. Kl keluarga saya jg suka So Good

    ReplyDelete
  4. Resepnya mudah sekali dibuat namanya lucu yaa roti John. Cocok juga roti John ini untuk sarapan atau bekal piknik. Makasih resepnya Mba

    ReplyDelete
  5. di bazaar ramadhan ada yg jual roti jhon gini
    tp blm pernah nyoba
    penasaran sih..tp entah napa ga jadi beli karena dlm pikiran sy ga cocok untuk berbuka hehehe
    tp liat resep ini jadi kepikiran untuk bikin sendiri tuk tuntaskan rasa penasaran

    ReplyDelete
  6. Namanya unik ya kayak nama orang. Mirip dengan sandwich roti ini.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau menurut saya juga memang masuk kategori sandwich ini Mbak

      Delete
  7. ih lucu nih roti john mirip2 risol gitu ya Mba? kliatannya enak banget buat sarapan yaa..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Buat sarapan yang nggak mau kenyang banget, cocok ini Mbak

      Delete
  8. Anak anak pasti suka nih kalo saya bikin beginian dirumah. Patut di coba, makasih resepnya yaa. Simple banget bikinnya

    ReplyDelete
  9. kalo mamanya kreatif begini, anak-anak pasti semangat sahurnya ya mba

    ReplyDelete
  10. Oh, jadi kayak roti tawar goreng gitu ya, Mbak. Cuma bedanya gak pakek remah roti untuk baluran paling luar tapi lgs digoreng setelah dibalur telur. isiannya juga bikin beda, ada seger2nya dari timun dan nanas

    ReplyDelete
    Replies
    1. Isiannya bisa pakai yang lain juga kok Mbak, tinggak dikreasikan aja.

      Delete
  11. owalah gini tho roti john. Lah nek gini aku ya sering bikin tapi ga ngerti kalau namanya roti john. pokoke asal enaaak john. haha

    ReplyDelete

Post a Comment

Terima kasih sudah berkenan membaca. Mohon maaf, komentar yang mengandung link hidup akan saya hapus ya...

Popular posts from this blog

TB Membuat Kayyisah Menjadi Anak tak Biasa

Hingga sekitar umur delapan bulan, Kayyisah menjadi anak yang menggemaskan. Grafik berat badan yang biasanya selalu di warna hijau muda bahkan kuning, di usia tujuh hingga delapan bulan, grafik berat badan Kayyisah bisa ada di warna hijau tua.
Kalau melihat fotonya saja tampak menggemaskan. Makannya sedang lahap-lahapnya.
Tapi beberapa minggu kemudian, semuanya berubah. Makin hari nafsu makannya makin susah. Sampai-sampai pernah lho selama berminggu-minggu, Kayyisah hanya mengandalkan ASI dan air kacang hijau. Makannya hanya satu atau dua sendok makan alpukat.
Pola makan seperti itu di usianya yang sekitar sembilan bulan hingga setahun, lho! Bayangkan saja, anak umur segitu makannya kayak begitu.
Beberapa keanehan lain yang saya temukan saat itu, dalam sehari Kayyisah kurang kuantitas buang air kecilnya. Kalau dipakaikan diaper setelah mandi pagi, saat dicopot sebelum mandi sore lho diapernya masih kering! Parah kan?
Waktu saya cerita ke abinya dan juga ibu, mereka pada bilang kalau bisa…

Mengganti Token Bank Mandiri yang Habis Baterai

Setelah sekitar delapan tahun, akhirnya token Bank Mandiri saya mati. Baterainya habis. Dan uniknya, saya nggak pernah terpikir kalau urusannya sampai harus ke bank segala.
Jadi waktu kenal yang namaya token, saya pikir kalau alat tersebut baterainya habis, ya tinggal ganti saja baterainya di tukang servis jam tangan. Eh ternyata setelah browsing, saya baru tahu jika kita nggak bisa asal ganti baterai token tersebut.
Awal tanda-tanda baterai token habis itu mulai terlihat saat ada seperti noda di bagian tepi bawah layar. Semula saya pikir, apa mungkin ada kotoran masuk kali ya? Tak berapa lama kemudian, ada lagi seperti titik noda yang muncul di bagian tepi atas layar.
Hingga suatu ketika saat saya ingin transfer dana ke rekening tabungan ibu, token itu mati. Meski saya tekan tombol secara asal, tetap saja token tersebut tidak bisa aktif. Dah lah fixed, saya yakin token ini sudah habis baterainya.
Kemudian saya browsing di internet berniat ingin mencari tahu, kalau baterai token ini habi…

Mengamankan Finansial dari Penyakit Kritis dengan PRUCritical Benefit 88

Pernah nggak terpikir kalau tulang punggung perekonomian keluarga mengalami penyakit kritis, misalnya itu suami, bagaimana nasib keluarga? Tentunya siapapun tak ingin sedih karena harus mengalami hal tersebut. Kemungkinan efeknya pun bisa mengarah ke urusan finansial yang tak lagi aman.
Bicara tentang penyakit kritis yang berupa penyakit tidak menular atau PTM, menurut data dari World Health Organization atau WHO, diperkirakan menyumbang angka 73 persen dari kematian di Indonesia.
PTM yang menjadi penyakit kritis dan akhir-akhir ini banyak dialami masyarakat Indonesia, menurut Riset Kesehatan Dasar atau Riskesdas 2018 Kementerian Kesehatan, adalah kanker, stroke, penyakit ginjal kronis, dan hipertensi.
Sementara itu menurut penelitian tahun 2014 hingga 2015 dari ASEAN Cost in Oncology atau ACTION, PTM yang menjadi penyakit kritis ini berpotensi menyebabkan kesulitan finansial. Data dari ACTION menyebutkan, 9.513 pasien pengidap kanker yang diteliti lebih lanjut, 50 persennya mengalami …

Melawan Neuropati untuk Segudang Aktivitas yang Terus Menanti

Dulu sewaktu sekolah, terkadang saya punya kebiasaan unik, meminta teman sebangku untuk memukuli telapak tangan saya.
Asli, kira-kira sejak SD kelas enam saya sudah punya kebiasaan seperti itu.
Jadi zaman tahun 80 sampai 90-an, yang namanya sekolah kan muridnya kebanyakan disuruh membaca atau menulis. Bahkan kalau sudah punya buku pun tetap disuruh mencatat ulang.
Sewaktu harus sering menulis itulah, kadang tangan saya terasa lemas. Rasanya seperti tidak ada energi untuk bisa menggerakkan tangan.
Selain telapak tangan yang terasa lemas, bagian lengan di dekat siku saya juga sering terasa seperti tertusuk-tusuk jarum. Kalau bahasa saya, rasanya cengkring-cengkring!
Itu masih urusan tangan. Lha kaki saya waktu itu juga sering terasa kram. Biasanya di daerah telapak tangan bagian samping atau di jari tengah dan jari manis kaki.
Waktu itu saya tidak pernah sampai mengira-ngira, saya itu sebetulnya kena apa, apa penyebabnya, dan harus melakukan apa agar keluhan-keluhan di tangan dan kaki saya s…

Ingin Si Kecil tidak Telat Bicara? Coba Lakukan 9 Hal Berikut Ini!

Kayaknya buat kebanyakan orangtua, ada dua hal nih yang sering dikhawatirkan dalam tumbuh kembang si kecil. Kalau nggak telat bicara, ya telat jalan. Bener nggak?
Sebetulnya, tiap anak punya kemampuan bicara yang berbeda. Meski demikian, ada standar kemampuan juga yang harus dikuasai anak pada usia-usia tertentu.
Kemampuan ini dibagi dalam tahap usia 0-1 tahun, 1-2 tahun, dan 2-3 tahun.

Tahap usia 0-1 tahun
Anak atau bayi di usia ini, seharusnya sudah bisa mengoceh dengan nada panjang. Kalau nggak salah istilahnya bubbling.
Termasuk, dia sudah tahu namanya sendiri. Jadi kalau namanya dipanggil dan dia merespon, menoleh atau tersenyum, itu sudah menjadi tanda kalau ia kelak mampu berbicara.

Tahap usia 1-2 tahun
Sedangkan di usia ini, anak sudah bisa meniru ucapan pada suku kata akhir.
Misalnya seperti anak saya nih. Kalau ada lagu yang dia ngerti bahkan hapal, di usianya yang waktu itu sekitar 18 bulan, dia sudah bisa mengikuti lagu tersebut dengan menyebut akhir beberapa kata di beberapa ba…

Pakai Serum Pemutih Badan yang Bikin Cepat Putih, Aman Nggak Ya?

Putih itu cantik. Ingat slogan yang ngehits itu kan? Makanya, banyak wanita mencari produk kecantikan yang bisa memutihkan kulit. Termasuk serum pemutih badan. Eh tapi kalau efeknya bikin cepat putih, sebetulnya aman nggak ya?
Yups, pertanyaan itu sepertinya jadi bahan pertimbangan lain deh selain apakah produk pemutih kulit itu ampuh atau tidak hasilnya.
Malah kadang jadinya kayak buah simalakama. Badan bisa cepat putih tapi efek sampingnya ada rasa panas terbakar dulu, kulit kemerahan, atau endingnya malah kulit jadi gosong.
Habis itu nangis deh karena nggak jadi putih…
Atau, iya sih, serum pemutih badan yang kita pakai itu aman. Tapi setelah sekian purnama dipakai, kok kulit nggak kunjung putih seperti model iklan yang kita lihat.
Dan akhirnya jadi terpikir, katanya labelnya pemutih badan ampuh. Tapi kok kulitku nggak kunjung putih kayak mbak yang itu?
Jadilah kitanya bingung. Sebetulnya perlu nggak sih pakai serum pemutih kulit? Lantas apa bedanya dengan jenis produk kecantikan lainny…

Banyak Destinasi Baru Yang Seru, Ini Pilihan Liburan Ramah Anak di Batu dan Malang

Mencari ide liburan bersama keluarga yang ramah anak, daerah Batu dan Malang adalah dua tempat terbaik yang punya banyak pilihan destinasi wisata. Mau liburan dengan tema seru-seruan, atau ingin sekaligus belajar dan mendapatkan pengalaman baru, semuanya ada di kota dingin ini.
Beberapa tempat wisata seperti Jatim Park 1 dan 2, atau Wisata Petik Agrokusuma mungkin sudah nggak asing lagi di telinga. Namun, Batu dan Malang nggak hanya punya dua lokasi ternama itu lho buat liburan kita bersama keluarga. Ada beberapa tempat baru yang nggak kalah seru. Dan pastinya, ramah buat anak.

Eco Green Park
Sumber foto: winnetnews.com
Belajar sambil bermain dengan hewan-hewan cantik pastinya jadi kegiatan yang nyenengin buat anak-anak. Pengalaman ini bisa kita dapatkan dalam satu paket lengkap di Eco Green Park. Atau, biasa juga disebut sebagai Jawa Timur Park 2.
Selain punya koleksi hewan yang sudah diawetkan di museum raksasanya, kita juga bisa lho lihat hewan-hewan hidup di kandang mereka. Pemandangan…

Memilih Jajanan Sehat untuk Anak

Bagi kebanyakan orangtua, memilih jajanan untuk anak itu adalah hal yang penting. Sebisa mungkin tentunya harus sehat kan ya.
Itulah yang kini jadi pegangan saya kalau urusan jajan buat Kayyisah. Padahal dulu sewaktu belum punya anak, saya suka komentar lho ke siapapun yang suka ngelarang-ngelarang anaknya buat jajan ini itu.
“Ngapain sih banyak ngelarang ke anak makan ini itu. Entar anaknya jadi nggrangsang!” Nggrangsang itu istilah bahasa Jawa di tempat saya yang artinya rakus.
Pas sudah punya anak, lha kok ternyata Kayyisah tipe anak yang mudah sensitif tenggorokannya. Plek ketiplek sama kayak abinya.
Ke mana-mana, saya jadinya harus seperti satpam untuk urusan apapun yang akan masuk ke mulutnya. Sampai-sampai saya sering kasihan. Kadang, saya lihat dia begitu ingin makan ini itu, apalagi sewaktu kumpul dengan banyak orang. Tapi kondisinya mau tak mau membuat saya harus ketat untuk urusan yang satu ini.
Sebetulnya pernah suami saya protes. Kenapa sih nggak dibiarkan saja. Toh nanti a…

Menjaga Pola Makan, Rahasianya Berat Badan Ideal

“Bajuku dulu tak begini. Tapi kini tak cukup lagi.”
Ada yang pernah tahu bait lagu itu nggak? Hehehe… buat yang generasi 90-an kayaknya ngerti ya itu iklan apa. Apalagi selain era kelahirannya sama, kita juga punya nasib yang sama: masalah berat badan!
Eh, beneran kita ya? Jangan-jangan saya saja!
Padahal dulu, saya tipe cewek kutilang sampai sebelum punya anak, lho. Kutilang, kurus tinggi langsing. Berat badan selalu juara bertahan di kisaran angka 43 sampai 47. Seringnya di 45.

Yang namanya orang nyinyir, sering tuh komentar, “Jadi cewek yang gemukan dikit dong.”
Karena bosan, kadang saya timpali saja, “Entar kalau sudah nikah terus punya anak juga gemuk-gemuk sendiri.”
Di kemudian hari, baru saya sadari kalau kata-kata itu menyebar ke semesta, lalu sungguhan menjadi nyata. Satu hal yang kadang saya sesali, ngapain waktu itu ngomong begitu, ya?
Karena sebetulnya, yang suka nyinyir waktu itu adalah mereka yang mati-matian setiap hari minum obat pengurus badan. Yang mau menahan lapar tapi …

Atur Keuangan dengan Cara Islami Lewat Investasi Syariah

Dulu saya sering berpikir seperti ini. Kan dalam Islam itu nggak boleh ya menimbun-nimbun harta. Lalu kenapa harus ada alasan menabung? Apalagi uangnya buat investasi meski itu embel-embelnya syariah.
Walhasil bisa ditebak. Meski saya kerja sejak tahun 2004, penghasilan mau segede apapun, sampai sekarang saya tidak pernah punya tabungan! Parah kan?
Lalu kemana uangnya selama ini? Nah, saya selalu berpikir kalau uang saya itu bukan sepenuhnya milik saya. Jadi yang namanya rezeki datang, kerap saya ‘lempar’ ke mana-mana. Pikir saya, toh masa depan nanti ada Allah yang akan menjamin rezeki saya.
Nah, apa yang saya pahami selama ini ternyata nggak sepenuhnya benar. Pemahaman saya terbuka saat mengikuti Kopdar Investarian MAMI, singkatan dari Manulife Aset Manajemen Investasi yang ke tiga di Kaya Resto and Café Surabaya pada hari Minggu, 13 Januari 2019.
Seperti biasa, ada Pak Legowo Kusumonegoro, Presiden Direktur MAMI, yang sore itu berbagi edukasi seputar investasi syariah. Dalam slide pri…