Skip to main content

Baju Koko untuk Anak

Kalau pas lebaran terus lihat anak cowok pakai baju koko, saya mesti ngebatin, “Cakepnya…” Iya, rasanya ngelihat anak cowok pakai baju koko itu langsung kepikir anak soleh.

Baju koko sering identik dengan baju muslim untuk laki-laki. Seringnya sih bisa kita lihat sebagai baju yang kerap dipakai salat. Meski di kemudian hari, baju koko akhirnya sering juga kok dipakai para pria untuk berbagai kesempatan yang cenderung resmi.

Dari hasil browsing, baju koko ini konon katanya asal muasalnya dari baju Tionghoa yang diadopsi oleh masyarakat betawi. Kata ‘koko’ sendiri adalah sebutan kakak laki-laki dalam bahasa Tionghoa. Seiring waktu, baju koko juga ada yang menyebut dengan baju takwa.

Tak hanya untuk baju pria dewasa, baju koko juga cakep lho kalau dipakai anak-anak. Apalagi momennya saat lebaran. Dipakai salat Id bisa, untuk berkunjung ke rumah sanak dan tetangga pun pantas.

Meski untuk model dari dulu sampai sekarang baju koko untuk anak tidak begitu banyak model seperti baju gamis pada anak perempuan, tetap ada beberapa pertimbangan nih yang bisa dipakai dalam memilih baju koko untuk anak laki-laki.

1. Bahan tetap jadi pembahasan utama ya. Pilih bahan yang nyaman untuk dipakai anak. Apalagi anak cowok kan biasanya banyak tingkahnya dan cenderung lebih banyak berkeringat. Jadi, pilihlah bahan yang bagus menyerap keringat saat dipakai anak.

Selain itu, jika bisa pilih bahan yang nggak gampang terlihat kusut. Ya itu tadi, karena anak cowok banyak geraknya. Kalau bajunya gampang kusut kan kurang enak dilihat jadinya.

2. Untuk ukuran, pilih yang ukurannya longgar tapi tidak berkesan kebesaran buat anak. Sekali lagi, karena anak cowok cederung aktif bergerak.

3. Urusan jahitan dalam juga buat saya jadi pertimbangan. Sebisa mungkin, pilih baju koko yang jahitan dalamnya rapi dan tidak kasar saat bergesekan dengan kulit anak. Sehingga anak nyaman saat memakainya.

4. Kalau tentang model dan corak, lihat bentuk tubuh anak ya. Kalau anaknya badannya besar atau gemuk, pilih baju koko yang bentuk dan coraknya lebih simpel. Sedangkan warnanya bisa dipilih yang lebih gelap.

5. Mau lengan panjang atau pendek ya? Kalau menurut saya sih tergantung bajunya nanti akan sering dipakai untuk apa, ke mana, dan kapan. Apakah hanya untuk salat, atau untuk kegiatan yang bisa memakan waktu seharian.

Atau kalau bingung, kan banyak juga tuh model baju koko yang lengannya bisa diatur panjang atau pendek. Kalau pendek, tinggal dilipat dan dikaitkan dengan kancing saja deh.


6. Urusan kerah di bagian leher juga perlu diperhatikan lho ya. Jangan sampai ketika maunya kancing ditutup semua, eh ternyata terlalu ketat di leher. Atau kalau mau lebih aman, bisa juga pilih baju koko yang memang sudah terlihat longgar bagian kerahnya.



Setelah browsing sana-sini, kalau saya sendiri sih suka sama beberapa model baju koko anak yang ada di Matahari Mall dot com. Modelnya tuh lebih bervariatif baik corak, maupun warnanya.

Kalau menurut saya, ini beberapa model baju koko anak yang simpel dan terlihat elegan. Lebih cocok untuk dipakai saat salat ya sepertinya.











Sedangkan kalau beberapa model yang ini terlihat warna-warni dan kesannya ceria. Pas nih dipakai buat acara berkunjung ke sanak saudara atau tetangga saat lebaran.









Sedangkan yang bercorak ini menurut saya berpaduan dari dua yang di atas. Kesan elegannya dapat, dan juga khas dengan keceriaan anak-anak.






Oke deh, itu tadi bahasan saya tentang baju koko untuk anak. Barangkali pas bisa sebagai bahan pertimbangan memilih baju koko untuk momen lebaran atau yang lainnya.


Comments

  1. macam2 selera dari ibu2.. tentu kita mencari bahan yang mudah menyerap keringat karena anak2 memang super aktif ketika lebaran nanti.. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Untuk urusan baju emang kenyamanan anak yang memakainya lebih baik jadi pertimbangan utama ya

      Delete

Post a Comment

Terima kasih sudah berkenan membaca. Mohon maaf, komentar yang mengandung link hidup akan saya hapus ya...

Popular posts from this blog

Menambah Wawasan Parenting dari Buku Dilan

Ceritanya karena lagi heboh-hebohnya Film Dilan nih. Saya yang sudah dari lama ngincer buku itu, lalu pengen beli tapi kok ya kapasitas dana nggak kayak dulu lagi, akhirnya cuma bisa ngowoh.
Eh ndilalah, entah dari mana ceritanya, kok jadi tahu aplikasi perpustakaan nasional bernama iPusnas. Dan di sana koleksi Dilannya lengkap! Tiga buku ada semua. Cuma… antriannya sampai ratusan, Jeng!
Demi rasa penasaran, ikutan ngantri deh. Lucunya, awal ngecek koleksi buku Dilan di iPusnas, saya langsung bisa pinjam buku yang ke tiga, Milea Suara dari Dilan. Pas kosong, padahal yang sudah antri banyak. Tapi kemudian saya anggurin. Dan akhirnya nggak kebaca deh.

Beberapa hari kemudian, saat launching film Dilan beneran keluar, cek antrian lagi deh. Makin sering lagi ngeceknya di notifikasi. Endingnya, dalam seminggu, saya bisa lho mengalahkan para pesaing antrian buku ini, baca tiga-tiganya dalam waktu nonstop sekitar lima sampai enam jam langsung baca, lewat hp Samsung J1. Udah, bayangin aja tu laya…

Lopang, Surganya Buah Jamblang

Tahu buah jamblang, atau juwet, atau dhuwet, atau dhuwek?
Di beberapa daerah, buah ini memang punya julukan yang berbeda-beda. Saya sendiri malah menyebutnya dengan plum Jawa! Hahaha…
Nah, di daerah Lopang, Kecamatan Kembangbahu, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, kita bisa menjumpai buah jamblang dengan aneka jenis.
Mulai dari jamblang yang ukurannya kecil tanpa biji, sampai yang berukuran sebesar bakso telur puyuh dengan daging buah yang tebal.
Atau, dari yang rasanya masam, hingga jamblang yang manis tanpa menyisakan rasa sepet di lidah.
Jamblang yang warnanya hitam pekat hingga berwarna ungu kemerahan pun ada di Lopang.



Di masa-masa akhir musim kemarau menjelang musim hujan, biasanya buah ini bermunculan.
Untuk tahun 2017 ini, sepertinya musim jamblang di Lopang jatuh di sekitar bulan Oktober hingga November. Karena di bulan September ini, pohon-pohon jamblang di Lopang mulai bermunculan bunganya.
Karena begitu kayanya jenis jamblang di Lopang, saya menyebut tempat satu ini sebagai surg…

Membimbing Anak Belajar

Kali ini saya ingin membahas tentang apa dan bagaimana tentang membimbing anak belajar yang perlu dilakukan oleh orangtua. Tulisan ini berdasarkan hasil wawancara dengan Imelda Yetti yang beberapa tahun lalu sempat saya wawancarai sewaktu saya menjadi reporter di Batam. Saat itu, ia adalah pengajar di Sekolah Charitas Batam.
Sering orangtua mewajibkan anaknya untuk belajar tanpa ingin tahu mengapa ada anak yang sulit dalam proses belajarnya. Akibatnya meski anak dipaksa terus belajar, anak tak kunjung menjadi pintar dalam artian menyerap apa yang dipelajarinya sendiri.
Padahal menurut Imelda, ada beberapa faktor yang dapat memengaruhi kemampuan anak dalam belajar. Faktor-faktor tersebut antara lain, waktu, dukungan, budaya, konteks, dan kebebasan memilih.
Dikatakannya lebih lanjut, tiap anak memiliki waktu yang berbeda-beda untuk dirinya sehingga ia bisa mudah menyerap apa yang dipelajarinya.
Anak pun membutuhkan dukungan dari lingkungan sekelilingnya dalam hal belajar. Bisa jadi dari or…

Tujuh Hal yang Perlu Dipertimbangkan dalam Membuka Usaha Toko Sembako

Pada tahu kan toko sembako? Itu lho, toko yang isinya menjual sembilan bahan pokok.
Yang masuk kategori sembako itu antara lain: 1.Beras, sagu, dan jagung 2.Gula pasir 3.Sayur-sayuran dan buah-buahan 4.Daging sapi, ayam, dan ikan 5.Minyak goreng dan margarine 6.Susu 7.Telur 8.Gas ELPIJI (kalau dulu sih minyak tanah) 9.Garam berIodium dan berNatrium
Semua bahan itu jadi kebutuhan pokok sehari-hari manusia.
Nah, peluang usaha membuka toko sembako ini bisa menjadi bisnis rumahan ibu rumah tangga yang menguntungkan. Bagaimana tidak. Tiap hari bisa selalu saja ada orang yang datang membeli.
Tapi yang namanya bisnis menguntungkan, biasanya ya memang banyak pesaingnya.
Menurut beberapa info yang saya baca, kita perlu survey dulu. Barangkali, eh, ternyata ada toko sembako juga di dekat tempat yang mau kita dirikan usaha.
Kalau sampai ada, perlu dipantau juga. Jangan sampai harga toko tersebut lebih murah dari barang-barang yang dijual di toko kita nantinya.
Tapi kalau sampai belum ada pesaingnya, namanya …

TB Membuat Kayyisah Menjadi Anak tak Biasa

Hingga sekitar umur delapan bulan, Kayyisah menjadi anak yang menggemaskan. Grafik berat badan yang biasanya selalu di warna hijau muda bahkan kuning, di usia tujuh hingga delapan bulan, grafik berat badan Kayyisah bisa ada di warna hijau tua.
Kalau melihat fotonya saja tampak menggemaskan. Makannya sedang lahap-lahapnya.
Tapi beberapa minggu kemudian, semuanya berubah. Makin hari nafsu makannya makin susah. Sampai-sampai pernah lho selama berminggu-minggu, Kayyisah hanya mengandalkan ASI dan air kacang hijau. Makannya hanya satu atau dua sendok makan alpukat.
Pola makan seperti itu di usianya yang sekitar sembilan bulan hingga setahun, lho! Bayangkan saja, anak umur segitu makannya kayak begitu.
Beberapa keanehan lain yang saya temukan saat itu, dalam sehari Kayyisah kurang kuantitas buang air kecilnya. Kalau dipakaikan diaper setelah mandi pagi, saat dicopot sebelum mandi sore lho diapernya masih kering! Parah kan?
Waktu saya cerita ke abinya dan juga ibu, mereka pada bilang kalau bisa…