Skip to main content

Karena Siapapun Anak Indonesia Berhak Setara Semartabat



Lima belas menit telah berlalu. Dan gadis kecil yang saya kenali sebagai anak down syndrome atau DS itu pun masih menarikan tari yang berjudul Angguk Kulonprogo, di atas panggung acara Temu Anak Peduli Pusparagam Anak Indonesia di Surabaya pada tanggal 22 Juli 2018 lalu. Lagi, kali ini saya kembali kagum dengan kehebatan anak DS.

Dulu sewaktu memegang sebuah penitipan anak, saya memiliki seorang murid cilik yang mengalami DS. Meski memililki kelemahan dibanding anak-anak seusianya, namun ada catatan dalam benak saya, ia mempunyai kelebihan pada kekuatan untuk mau kuat berusaha.

Tak hanya kembali menyaksikan keistimewaan kemampuan anak DS, di acara yang diadakan oleh Program Peduli itu pun saya menyaksikan anak-anak hebat lain dari berbagai provinsi di Indonesia dengan mental dan mimpi yang tak kalah hebatnya. Mereka berkumpul untuk memeringati Hari Anak Nasional di Kota Pahlawan pada tanggal 20 hingga 22 Juli 2018.

Misalnya Reyhan asal Bulukumba Sulawesi Selatan. Dengan runut, lancar, dan penuh semangat, ia yang tergabung dalam kelas kewirausahaan memaparkan mimpinya yang suatu saat ingin memiliki sebuah perusahaan mobil sendiri.

Istimewanya dari cita-cita Reyhan ini, ia dengan detail sampai mengatakan jika nanti produk mobilnya akan seperti apa, tenaga kerjanya dari mana dan kriterianya apa, serta sebesar apa jangkauan perusahaannya kelak.

Dalam acara yang diadakan selama tiga hari untuk memeringati Hari Anak Nasional tersebut, Reyhan dan kawan-kawannya usia 9 hingga 18 tahun melakukan berbagai kegiatan seperti belajar, bermain, berkarya, serta bertukar pikiran mengenai berbagai tema kebangsaan.

Nah, tema kebangsaan inilah yang kemudian membagi ratusan anak tersebut ke dalam beberapa kelompok atau yang disebut kelas. Ada kelas gotong royong, literasi, kekerasan dan perundungan, toleransi, kepemimpinan, dan kewirausahaan.

Untuk pembagian kelas juga memertimbangkan faktor usia anak. Misalnya, anak yang ada di kelas literasi rata-rata berusia sekolah dasar. Mereka tentunya tidak dimasukkan ke kelas kekerasan dan perundungan karena bahasannya yang lebih pas untuk anak usia di atasnya.

Dalam acara Temu Anak, tiap kelas akhirnya diminta untuk mewujudan hasil diskusi mereka dalam berbagai karya. Ada yang bentuk poster, miniatur taman bermain yang memiliki wall climbing, hingga drama.

Hasil pemikiran anak-anak dari beberapa kelas yang ada di kegiatan Temu Anak

Satu-satunya pertunjukan drama kemarin ditunjukkan oleh Kelas Kekerasan dan Perundungan yang mendapatkan perhatian dari peserta dan tamu undangan kegiatan Temu Anak.

Drama tersebut menceritakan tentang seorang anak bernama Yance yang mendapat perundungan dari teman-temannya di sekolah, mulai dari bentuk ucapan hingga kekerasan fisik. Masalah ini akhirnya bisa diselesaikan ketika ibunya Yance mendatangi pihak sekolah dan meminta peran guru untuk turut membantu menyelesaikan masalah yang dialami anaknya.

Sedangkan untuk karya lain yang terlihat unik dan juga menyita perhatian kegiatan Temu Anak kemarin adalah produk dari kelas gotong royong. Mereka memamerkan miniatur wall climbing yang ternyata di balik itu memiliki sebuah kisah unik.

Jadi, ada 28 anak di kelas gotong royong yang mendapat stik es krim dan lalu diminta untuk membuat taman impian. Mereka pun merasa kesulitan.

Lantas pihak pendamping mengajak mereka bermain simulasi mengangkat botol dengan kain selebar satu meter. Makin banyak anak yang mengangkat kain, ternyata membuat botol tersebut mudah diangkat dengan kain.

Simulasi itulah yang membuat mereka sadar bahwa untuk membuat taman impian, mereka harus mewujudkannya secara bersama-sama dan tidak bisa sendiria.

Seorang anak sedang dibantu oleh pendampingnya untuk memersiapkan miniatur taman impian

Peserta Pusparagam Anak Indonesia ini pun juga berpartisipasi dalam puncak perayaan Hari Anak Nasional tanggal 23 Juli 2018 di Kebun Raya Purwodadi Jawa Timur. Acara ini dihadiri Presiden Jokowi yang menyaksikan Taman Impian berupa karya seni hasil dari Temu Anak Peduli.

Di acara tersebut, peserta Pusparagam Anak Indonesia memimpin sekitar tiga ribu anak dari seluruh Indonesia untuk flashmob pada puncak perayaan. Kegiatan ini sebagai wadah bagi anak-anak untuk bereskpresi.

Menurut Elmi Septiana asal Desa Pamongkong Kecamatan Kerowaru Lombok Timur, ia merasa senang sekali bisa bertemu dengan teman-temannya dari luar daerah dan juga bisa saling berbagi.

“Ini pertama kalinya saya ikut kegiatan Hari Anak Nasional,” tutur gadis berusia 16 tahun yang menjadi salah satu perwakilan anak yang berdialog dengan Presiden Jokowi.

Dalam teorinya, anak memang usia dari seorang warga negara yang sedang berproses. Kualitas hidup di masa anak-anak lah yang akan menjadi dasar seperti apa kualitas hidup di masa mendatang. Karena itu, masa depan dari sebuah negara bisa dilihat dari bagaiana kondisi anak-anaknya. Untuk itu anak-anak sebetulnya adalah aset negara yang perlu dijaga, dibina, dan ditingkatkan kualitas hidupnya agar dapat bertumbuh kembang dengan maksimal.

Anak Indonesia siapapun itu memiliki hak kesamaan. Anak-anak di kegiatan Temu Anak pun memaparkan apa yang dimaksud dengan hak kesamaan.

Tapi kenyataannya, ada berbagai tantangan dalam proses tumbuh kembang anak untuk bisa ke arah yang positif. Masalah-masalah seperti pengasuhan yang tidak memadai atau kondisi miskin dan jauh dari akses fasilitas umum yang layak menjadi penyebab keberadaan masalah anak yang tidak memiliki identitas resmi.

Kondisi ekonomi yang serba kekurangan misalnya, bisa membuat anak menjadi rentan terjebak dalam kegiatan ekonomi yang malah mengeskploitasinya. Di beberapa tempat di Indonesia, seperti yang terkadang kita ketahui dari pemberitaan media, masih ada fenomena pernikahan usia dini yang dijadikan sebagai solusi keluarga untuk mengurangi beban ekonomi.

Untuk itulah hadir Program Peduli yang dbentuk oleh pemerintah Indonesia dengan fokus bekerja untuk melindungi dan mendorong pemenuhan hak-hak anak dan remaja yang dalam kondisi rentan. Ibu Erna Irnawati, Program Officer Program Peduli untuk Pilar Remaja dan Anak-anak Rentan pun menjelaskan lebih tentang apa dan bagaimana ruang gerak Program Peduli.

“Program Peduli fokus bekerja untuk anak-anak yang menjadi korban eksploitasi seksual komersial, anak-anak yang berhadapan dengan hukum, dan anak-anak pekerja migran,” terang Ibu Erna.

Lebih lanjut menurutnya, Program Peduli lantas melihat di tengah keterbatasan dan kondisinya, anak-anak ini ternyata mampu bangkit serta menggapai mimpinya ketika mereka bisa mendapatkan akses, dukungan yang tepat, hingga terciptanya ruang aman bagi anak-anak tersebut.

“Mereka juga punya mimpi dan dapat mewujudkan cita-citanya serta berkontribusi untuk pembangunan Indonesia,” cetus Ibu Erna.

Program ini sendiri bertujuan meningkatkan inklusi sosial bagi enam kelompok yang paling terpinggirkan di Indonesia, yang kurang mendapatkan akses layanan pemerintah dan program perlindungan sosial.

Enam kelompok tersebut antara lain remaja dan anak-anak rentan, masyarakat adat dan lokal terpencil yang tergantung pada sumber daya alam, korban diskriminasi, intoleransi, dan kekerasan berbasis agama, orang dengan disabilitas, korban pelanggaran hak asasi manusia dan restorasi sosial, serta transpuan.

Hingga kini Program Peduli bekerja sama dengan sembilan organiasi mitra payung di tingkat nasional dan 69 organisasi masyarakat sipil di 75 kota atau kabupaten yang tersebar di 21 provinsi di Indonesia. Informasi lebih lanjut mengenai Program Peduli dapat diakses di www.programpeduli.org.

Bapak Odi Shalahuddin yang merupakan Direktur Yayasan Sekretariat Anak Merdeka Indonesia (SAMIN) pun mengungkapkan, kegiatan Temu Anak ini menarik karena memertemukan anak-anak marginal yang selama ini terabaikan. Dan, mereka pun berkumpul untuk membicarakan kebangsaan.

“Suara sebagai aspirasi mereka patut diperhatikan dan didengar oleh berbagai pihak,” imbuh Bapak Odi.

Anak pun punya hak rekreasi lho.

**
Meski sudah beberapa hari berlalu, namun saat saya menuliskan laporan ini, sayup-sayup seperti masih terdengar bagaimana gegap gempita semangatnya anak-anak dalam kegiatan Temu Anak.

Mulai dari yel-yel Semangat, atau yel-yel lain seperti ini, “Siapa kita? Aku anak Indonesia. Apa mau kita? Setara semartabat. Apa yag kita lakukan? Semangat, semangat, semangat.”

Dan satu lagi yang saya suka dari kegiatan Temu Anak tersebut adalah flash mob lagu Raihlah Mimpi yang berasal dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI (KPPPA RI).

Cuplikan liriknya seperti ini, “Berlari-larilah kawan mengejar mimpi. Melompat-lompatlah kawan gapai prestasi. Tunjukkan ke dunia, kita anak-anak Indonesia.”

Secara total lirik lagu Raihlah Mimpi ini memang sangat memotivasi dan memberi semangat untuk anak-anak Indonesia, siapapun itu, punya hak setara dan semartabat dalam mewujudkan mimpi dan cita-cita masa depannya.


Comments

  1. Seluruh anak Indonesia itu martabatnya sama baik ds ataupun anak normal, semua membutuhkan perhatian yang sama baik dari keluarga maupun pemerintah. Selamat hari anak Indonesia 😊😊

    ReplyDelete
  2. anak-anak hebat ya,,,, yang mampu bangkit dan berdamai dengan keadaannya. Semoga anak2 Indonesia terlindungi dalam setiap langkahnya meraih mimpi. Aamiin,,, makasih sharingnya mbak

    ReplyDelete
  3. Setuju banget mbak...semua anak-anak Indonesia memiliki hak kesetaraan untuk mewujudkan mimpi dan cita-citanya...dan kita sebagai orangtua dan orang terdekat mereka harus mensupport mereka mewujudkan cita-citanya

    ReplyDelete
  4. Bener banget ini soal pemerataan dan meperhatikan hak hak anak. Tidak terkecuali anak berkebutuhan khusus. Setuju sama program pedulinya.

    ReplyDelete
  5. ya Allah mbak... aku sepanjang acara dalam hati nangis lho... ngelihat mereka ketawa senyum pas lihat drama bully itu.. mereka pernah merasa seperti itu tapi mereka bisa tetep tersenyum

    ReplyDelete
  6. Subhanalloh luar biasa sekali anak-anaknya. Reyhan luar biasa bisa menjelaskan cita-citanya sampai sedetail itu.
    Keren sekali acaranya, Mbak.

    ReplyDelete
  7. Setuju! Semoga setiap anak Indonesia mendapatkan hak yang setara dan bisa berbahagia

    ReplyDelete
  8. Aku kok sukaaaa banget dengan lirik lagunya ya? Sangat menginspirasi anak-anak untuk percaya dengan mimpinya walau bagaimanapun kondisi mereka saat ini

    ReplyDelete
  9. Semua anak Indonesia memiliki hak yang sama, baik pendidikan, kehidupan. Karena di tangan merekalah nantinya masa depan bangsa ini.

    ReplyDelete
  10. Suka kagum deh kalau bisa melihat anak DS punya kebisaan dengan anak normal. Masya Allah yg mengurusnya ya. Setuju banget dengan kalimat, seluruh anak indonesia mempunyai martabat dan hak yang sama, mau itu anak kondisi normal atau tidak.

    ReplyDelete
  11. Wow, keren Reyhan. Karena memang setiap anak itu unik dan mereka bisa tumbuh hebat selama sudah bisa menemukan passionnya. Sukses untuk semua anak Indonesia.

    ReplyDelete
  12. Dukungan pemerintah memang sangat diperlukan agar anak2 hebat bisa berprestasi meskipun punya kekurangan.

    ReplyDelete
  13. Sangat menginspirasi, semoga anak2 selalu mendapat haknya untuk selalu bahagia dan ceria

    ReplyDelete
  14. Wah mantab... saya juga makin bangga sma anak DS.. semoga berguna bagi nusa dan bangsa...

    ReplyDelete
  15. selamat hari anak ya moms. haduuh telat banget ini tp doa ttp mendukung utk kemaajuan anak indonesia

    ReplyDelete
  16. Anak Indonesia memang pantas mendapatkan haknya apapun kondisinya.

    ReplyDelete
  17. Semoga anak DS tetap semangat belajar dan berkarya ya mbak. Dan makin banyak bantuan moril maupun materil utk anak DS. Salut sama kesabaran para pembimbing anak DS ini

    ReplyDelete

Post a Comment

Terima kasih sudah berkenan membaca. Mohon maaf, komentar yang mengandung link hidup akan saya hapus ya...

Popular posts from this blog

Pakai Serum Pemutih Badan yang Bikin Cepat Putih, Aman Nggak Ya?

Putih itu cantik. Ingat slogan yang ngehits itu kan? Makanya, banyak wanita mencari produk kecantikan yang bisa memutihkan kulit. Termasuk serum pemutih badan. Eh tapi kalau efeknya bikin cepat putih, sebetulnya aman nggak ya?
Yups, pertanyaan itu sepertinya jadi bahan pertimbangan lain deh selain apakah produk pemutih kulit itu ampuh atau tidak hasilnya.
Malah kadang jadinya kayak buah simalakama. Badan bisa cepat putih tapi efek sampingnya ada rasa panas terbakar dulu, kulit kemerahan, atau endingnya malah kulit jadi gosong.
Habis itu nangis deh karena nggak jadi putih…
Atau, iya sih, serum pemutih badan yang kita pakai itu aman. Tapi setelah sekian purnama dipakai, kok kulit nggak kunjung putih seperti model iklan yang kita lihat.
Dan akhirnya jadi terpikir, katanya labelnya pemutih badan ampuh. Tapi kok kulitku nggak kunjung putih kayak mbak yang itu?
Jadilah kitanya bingung. Sebetulnya perlu nggak sih pakai serum pemutih kulit? Lantas apa bedanya dengan jenis produk kecantikan lainny…

TB Membuat Kayyisah Menjadi Anak tak Biasa

Hingga sekitar umur delapan bulan, Kayyisah menjadi anak yang menggemaskan. Grafik berat badan yang biasanya selalu di warna hijau muda bahkan kuning, di usia tujuh hingga delapan bulan, grafik berat badan Kayyisah bisa ada di warna hijau tua.
Kalau melihat fotonya saja tampak menggemaskan. Makannya sedang lahap-lahapnya.
Tapi beberapa minggu kemudian, semuanya berubah. Makin hari nafsu makannya makin susah. Sampai-sampai pernah lho selama berminggu-minggu, Kayyisah hanya mengandalkan ASI dan air kacang hijau. Makannya hanya satu atau dua sendok makan alpukat.
Pola makan seperti itu di usianya yang sekitar sembilan bulan hingga setahun, lho! Bayangkan saja, anak umur segitu makannya kayak begitu.
Beberapa keanehan lain yang saya temukan saat itu, dalam sehari Kayyisah kurang kuantitas buang air kecilnya. Kalau dipakaikan diaper setelah mandi pagi, saat dicopot sebelum mandi sore lho diapernya masih kering! Parah kan?
Waktu saya cerita ke abinya dan juga ibu, mereka pada bilang kalau bisa…

Ingin dapat Pinjaman Online yang Aman, Yuk Perhatikan Beberepa Hal Penting Ini

Terkadang kita dihadapkan pada kebutuhan dana untuk keperluan tertentu. Namun saat menemui jalan buntu dan kita kesulitan meminjam pada orang lain, pinjaman online yang aman bisa jadi solusinya.
Padahal kebutuhan akan dana pinjaman berbentu tunai tersebut bisa jadi begitu mendesak. Misalnya, kita membutuhkan segera dana untuk biaya berobat keluarga, untuk keperluan pernikahan, atau biaya pendidikan anak.
Ada juga kebutuhan yang sifatnya tidak begitu penting tapi kok ya diperlukan juga. Misalnya untuk membeli sepeda motor, atau sebagai tambahan dana usaha.
Pinjaman online yang aman bisa jadi alternatif solusi dari masalah mendesaknya keperluan mendapatkan dana bantuan. Ada beberapa kelebihan yang bisa didapatkan jika mengajukan pinjaman keuangan secara online, terutama jika membandingkannya dengan lembaga keuangan lain pada umumnya.
1. Dibandingkan dengan pinjaman melalui bank, jasa pinjaman dana online tidak memerlukan syarat BI checking dan kartu kredit. Proses pencairannya pun bisa l…

Mengamankan Finansial dari Penyakit Kritis dengan PRUCritical Benefit 88

Pernah nggak terpikir kalau tulang punggung perekonomian keluarga mengalami penyakit kritis, misalnya itu suami, bagaimana nasib keluarga? Tentunya siapapun tak ingin sedih karena harus mengalami hal tersebut. Kemungkinan efeknya pun bisa mengarah ke urusan finansial yang tak lagi aman.
Bicara tentang penyakit kritis yang berupa penyakit tidak menular atau PTM, menurut data dari World Health Organization atau WHO, diperkirakan menyumbang angka 73 persen dari kematian di Indonesia.
PTM yang menjadi penyakit kritis dan akhir-akhir ini banyak dialami masyarakat Indonesia, menurut Riset Kesehatan Dasar atau Riskesdas 2018 Kementerian Kesehatan, adalah kanker, stroke, penyakit ginjal kronis, dan hipertensi.
Sementara itu menurut penelitian tahun 2014 hingga 2015 dari ASEAN Cost in Oncology atau ACTION, PTM yang menjadi penyakit kritis ini berpotensi menyebabkan kesulitan finansial. Data dari ACTION menyebutkan, 9.513 pasien pengidap kanker yang diteliti lebih lanjut, 50 persennya mengalami …

Atur Keuangan dengan Cara Islami Lewat Investasi Syariah

Dulu saya sering berpikir seperti ini. Kan dalam Islam itu nggak boleh ya menimbun-nimbun harta. Lalu kenapa harus ada alasan menabung? Apalagi uangnya buat investasi meski itu embel-embelnya syariah.
Walhasil bisa ditebak. Meski saya kerja sejak tahun 2004, penghasilan mau segede apapun, sampai sekarang saya tidak pernah punya tabungan! Parah kan?
Lalu kemana uangnya selama ini? Nah, saya selalu berpikir kalau uang saya itu bukan sepenuhnya milik saya. Jadi yang namanya rezeki datang, kerap saya ‘lempar’ ke mana-mana. Pikir saya, toh masa depan nanti ada Allah yang akan menjamin rezeki saya.
Nah, apa yang saya pahami selama ini ternyata nggak sepenuhnya benar. Pemahaman saya terbuka saat mengikuti Kopdar Investarian MAMI, singkatan dari Manulife Aset Manajemen Investasi yang ke tiga di Kaya Resto and Café Surabaya pada hari Minggu, 13 Januari 2019.
Seperti biasa, ada Pak Legowo Kusumonegoro, Presiden Direktur MAMI, yang sore itu berbagi edukasi seputar investasi syariah. Dalam slide pri…

Membentuk Karakter Baik pada Anak

Anak cowok tidak boleh menangis, inilah suatu bentuk streotype yang kerap dilakukan orang tua kepada anak demi membentuk karakter baik pada anak. Streotype sendiri berarti mengkotak-kotakkan ciri tertentu berdasarkan pandangan umum yang kadang belum terbukti kebenarannya.
Padahal, tak selamanya hal tersebut benar dan bisa jadi merupakan pendidikan yang keliru. Misalnya, anak cowok juga boleh menangis dalam arti batas-batas yang wajar. Begitu halnya dengan permainan yang diberikan dan diperbolehkan untuk anak cowok dan cewek.
Mainan anak juga tidak boleh streotype. Anak cowok boleh main boneka. Begitu juga anak cewek boleh mainan mobil-mobilan. Pekerjaan di rumah juga harus dibagi secara bijaksana. Anak laki-laki boleh juga diajarkan memasak. Sesekali anak cewek juga boleh melakukan pekerjaan cowok.
Pendidikan anak memang berawal dari keluarga. Ayah dan ibu adalah malaikat bagi anak termasuk mengarahkan aktivitas yang mempengaruhi pekerjaan dan sifat.
Sedangkan apabila ada seseorang yang …

Mengatasi Jenuh dalam Rumah Tangga

Dalam sebuah hubungan, siklus naik dan turun pasti bisa datang. Hubungan suami istri dalam pernikahan pun tak luput dari persoalan tersebut. Dan sulitnya, rasa jenuh pun mampu membawa akibat pada lahirnya sebuah perceraian.
Tentu, siapapun tak akan berkeinginan jika kelak rumah tangga yang mereka bina dapat berujung pada sebuah perpisahan. Maka untuk mengatasinya, sejak jauh-jauh hari setiap individu dalam sebuah pasangan suami istri harus mengantisipasinya dengan membina kominikasi sebelum masalah itu datang. Termasuk ketika rasa jenuh datang menghampiri.
Rasa jenuh dalam pernikahan itu sendiri bisa datang karena bermacam-macam penyebab. Mulai dari karena usia pernikahan yang seiring makin bertambah, hingga komunikasi yang tidak terpelihara dengan baik.
Jadi sebelum rasa jenuh mampu menghancurkan hubungan dalam pernikahan, kita pun perlu tahu mengapa rasa jenuh itu bisa datang dan bagaimana cara mengatasinya. Jangan sampai ketika rasa jenuh itu akhirnya tiba, kita kebingungan untuk kelu…

Tips Berbelanja dengan Cara Pintar

Tulisan tentang bagaimana belanja dengan cara pintar ini dulu saya buat dari hasil wawancara saat menjadi reporter di Batam. Narasumbernya adalah Ibu Lusiana Yuniastanti yang merupakan dosen di beberapa universitas di Batam.
Tips pertama yang saya dapat dari beliau adalah jangan membuang struk belanja setiap bulannya. Alasannya, karena kertas kecil ini sebetulnya bisa membantu untuk membudget pengeluaran pada bulan-bulan berikut.
“Saya sering menyimpan struk belanja setiap bulan untuk membandingkan harga beberapa barang di beberapa supermarket. Memang ada barang yang harganya bisa sama di beberapa tempat. Namun ada juga barang yang bisa selisih harganya antara tempat satu dengan tempat lain,” ujarnya.
Jika harga di suatu tempat lebih murah dari tempat lain, ia akan membelinya di tempat tersebut untuk bulan-bulan berikutnya. “Jangan terpaku pada satu tempat saja. Kita juga harus sering-sering mengecek harga tersebut di tempat lain,” pesannya.
Jika berbelanja pun, Lusi akan membawa uang ya…

Membentuk Anak Cerdas di Sejak Kandungan

Kecerdasan anak dapat dibentuk sejak ia ada dalam kandungan sang ibu. Tentunya, ibu pun pada saat hamil perlu memperhatikan makanan yang dikonsumsinya karena secara langsung akan mempengaruhi pula kondisi janin yang sedang dikandungnya.
Karena adanya bayi yang sedang dikandung, konsumsi makan ibu akan lebih meningkat daripada sebelumnya. Menurut Roziana, ahli gizi dari Rumah Sakit Awal Bross, itu adalah hal lumrah saat ibu membutuhkan kuantitas makanan hingga dua kali dari kondisi biasa.
Kebutuhan konsumsi makanan yang dibutuhkan ibu hamil biasanya juga dipengaruhi oleh tiga waktu semester dalam usia kehamilan. Pada semester pertama dan kedua atau tiga bulan pertama dan kedua dari kehamilan, faktor kuantitas begitu dibutuhkan ibu hamil.
 “Terutama pada semester pertama, bisa dua kali kebutuhan kuantitas makanan yang dibutuhkan ibuhamil. Untuk memenuhi kuantitas tersebut, bisa dengan sering makan dalam porsi kecil tapi sering. Usahakan hindari makan berbentuk basah karena dapat memicu mua…

Yuk Kenali Gejala dan Penyebab Penyakit Kanker Payudara pada Wanita

Tak bisa dipungkiri, penyakit kanker payudara merupakan salah satu momok yang menakutkan bagi kaum wanita. Tentu saja, sebab presentase kematian wanita oleh penyakit kanker payudara ini terbilang cukup tinggi. 
Di negara Indonesia saja, sebanyak 3 wanita telah meninggal dunia pada setiap harinya akibat serangan penyakit kanker payudara. 
Lantas, apakah penyakit kanker payudara bisa disembuhkan? Tentu saja bisa, yakni dengan mendapatkan penanganan dari dokter spesialis kanker payudara. 
Adapun beberapa cara pencegahannya adalah sebagai berikut: 
- batasi makanan-makanan cepat saji,
- berolahraga secara rutin dan teratur, 
- hindari konsumsi minuman beralkohol, 
- hindari kebiasaan merokok, 
- hindari ngemil di malam hari. 
Nah, untuk mengetahui lebih jelasnya lagi tentang  gejala kanker payudara dan penyebabnya, yuk simak saja ulasannya di bawah ini.
Ciri-ciri Penyakit Kanker Payudara yang Harus Kita Ketahui: 
1. Ada Benjolan di Bagian Payudara
Ciri-ciri pertama dari penyakit kanker p…