Skip to main content

Karena Siapapun Anak Indonesia Berhak Setara Semartabat



Lima belas menit telah berlalu. Dan gadis kecil yang saya kenali sebagai anak down syndrome atau DS itu pun masih menarikan tari yang berjudul Angguk Kulonprogo, di atas panggung acara Temu Anak Peduli Pusparagam Anak Indonesia di Surabaya pada tanggal 22 Juli 2018 lalu. Lagi, kali ini saya kembali kagum dengan kehebatan anak DS.

Dulu sewaktu memegang sebuah penitipan anak, saya memiliki seorang murid cilik yang mengalami DS. Meski memililki kelemahan dibanding anak-anak seusianya, namun ada catatan dalam benak saya, ia mempunyai kelebihan pada kekuatan untuk mau kuat berusaha.

Tak hanya kembali menyaksikan keistimewaan kemampuan anak DS, di acara yang diadakan oleh Program Peduli itu pun saya menyaksikan anak-anak hebat lain dari berbagai provinsi di Indonesia dengan mental dan mimpi yang tak kalah hebatnya. Mereka berkumpul untuk memeringati Hari Anak Nasional di Kota Pahlawan pada tanggal 20 hingga 22 Juli 2018.

Misalnya Reyhan asal Bulukumba Sulawesi Selatan. Dengan runut, lancar, dan penuh semangat, ia yang tergabung dalam kelas kewirausahaan memaparkan mimpinya yang suatu saat ingin memiliki sebuah perusahaan mobil sendiri.

Istimewanya dari cita-cita Reyhan ini, ia dengan detail sampai mengatakan jika nanti produk mobilnya akan seperti apa, tenaga kerjanya dari mana dan kriterianya apa, serta sebesar apa jangkauan perusahaannya kelak.

Dalam acara yang diadakan selama tiga hari untuk memeringati Hari Anak Nasional tersebut, Reyhan dan kawan-kawannya usia 9 hingga 18 tahun melakukan berbagai kegiatan seperti belajar, bermain, berkarya, serta bertukar pikiran mengenai berbagai tema kebangsaan.

Nah, tema kebangsaan inilah yang kemudian membagi ratusan anak tersebut ke dalam beberapa kelompok atau yang disebut kelas. Ada kelas gotong royong, literasi, kekerasan dan perundungan, toleransi, kepemimpinan, dan kewirausahaan.

Untuk pembagian kelas juga memertimbangkan faktor usia anak. Misalnya, anak yang ada di kelas literasi rata-rata berusia sekolah dasar. Mereka tentunya tidak dimasukkan ke kelas kekerasan dan perundungan karena bahasannya yang lebih pas untuk anak usia di atasnya.

Dalam acara Temu Anak, tiap kelas akhirnya diminta untuk mewujudan hasil diskusi mereka dalam berbagai karya. Ada yang bentuk poster, miniatur taman bermain yang memiliki wall climbing, hingga drama.

Hasil pemikiran anak-anak dari beberapa kelas yang ada di kegiatan Temu Anak

Satu-satunya pertunjukan drama kemarin ditunjukkan oleh Kelas Kekerasan dan Perundungan yang mendapatkan perhatian dari peserta dan tamu undangan kegiatan Temu Anak.

Drama tersebut menceritakan tentang seorang anak bernama Yance yang mendapat perundungan dari teman-temannya di sekolah, mulai dari bentuk ucapan hingga kekerasan fisik. Masalah ini akhirnya bisa diselesaikan ketika ibunya Yance mendatangi pihak sekolah dan meminta peran guru untuk turut membantu menyelesaikan masalah yang dialami anaknya.

Sedangkan untuk karya lain yang terlihat unik dan juga menyita perhatian kegiatan Temu Anak kemarin adalah produk dari kelas gotong royong. Mereka memamerkan miniatur wall climbing yang ternyata di balik itu memiliki sebuah kisah unik.

Jadi, ada 28 anak di kelas gotong royong yang mendapat stik es krim dan lalu diminta untuk membuat taman impian. Mereka pun merasa kesulitan.

Lantas pihak pendamping mengajak mereka bermain simulasi mengangkat botol dengan kain selebar satu meter. Makin banyak anak yang mengangkat kain, ternyata membuat botol tersebut mudah diangkat dengan kain.

Simulasi itulah yang membuat mereka sadar bahwa untuk membuat taman impian, mereka harus mewujudkannya secara bersama-sama dan tidak bisa sendiria.

Seorang anak sedang dibantu oleh pendampingnya untuk memersiapkan miniatur taman impian

Peserta Pusparagam Anak Indonesia ini pun juga berpartisipasi dalam puncak perayaan Hari Anak Nasional tanggal 23 Juli 2018 di Kebun Raya Purwodadi Jawa Timur. Acara ini dihadiri Presiden Jokowi yang menyaksikan Taman Impian berupa karya seni hasil dari Temu Anak Peduli.

Di acara tersebut, peserta Pusparagam Anak Indonesia memimpin sekitar tiga ribu anak dari seluruh Indonesia untuk flashmob pada puncak perayaan. Kegiatan ini sebagai wadah bagi anak-anak untuk bereskpresi.

Menurut Elmi Septiana asal Desa Pamongkong Kecamatan Kerowaru Lombok Timur, ia merasa senang sekali bisa bertemu dengan teman-temannya dari luar daerah dan juga bisa saling berbagi.

“Ini pertama kalinya saya ikut kegiatan Hari Anak Nasional,” tutur gadis berusia 16 tahun yang menjadi salah satu perwakilan anak yang berdialog dengan Presiden Jokowi.

Dalam teorinya, anak memang usia dari seorang warga negara yang sedang berproses. Kualitas hidup di masa anak-anak lah yang akan menjadi dasar seperti apa kualitas hidup di masa mendatang. Karena itu, masa depan dari sebuah negara bisa dilihat dari bagaiana kondisi anak-anaknya. Untuk itu anak-anak sebetulnya adalah aset negara yang perlu dijaga, dibina, dan ditingkatkan kualitas hidupnya agar dapat bertumbuh kembang dengan maksimal.

Anak Indonesia siapapun itu memiliki hak kesamaan. Anak-anak di kegiatan Temu Anak pun memaparkan apa yang dimaksud dengan hak kesamaan.

Tapi kenyataannya, ada berbagai tantangan dalam proses tumbuh kembang anak untuk bisa ke arah yang positif. Masalah-masalah seperti pengasuhan yang tidak memadai atau kondisi miskin dan jauh dari akses fasilitas umum yang layak menjadi penyebab keberadaan masalah anak yang tidak memiliki identitas resmi.

Kondisi ekonomi yang serba kekurangan misalnya, bisa membuat anak menjadi rentan terjebak dalam kegiatan ekonomi yang malah mengeskploitasinya. Di beberapa tempat di Indonesia, seperti yang terkadang kita ketahui dari pemberitaan media, masih ada fenomena pernikahan usia dini yang dijadikan sebagai solusi keluarga untuk mengurangi beban ekonomi.

Untuk itulah hadir Program Peduli yang dbentuk oleh pemerintah Indonesia dengan fokus bekerja untuk melindungi dan mendorong pemenuhan hak-hak anak dan remaja yang dalam kondisi rentan. Ibu Erna Irnawati, Program Officer Program Peduli untuk Pilar Remaja dan Anak-anak Rentan pun menjelaskan lebih tentang apa dan bagaimana ruang gerak Program Peduli.

“Program Peduli fokus bekerja untuk anak-anak yang menjadi korban eksploitasi seksual komersial, anak-anak yang berhadapan dengan hukum, dan anak-anak pekerja migran,” terang Ibu Erna.

Lebih lanjut menurutnya, Program Peduli lantas melihat di tengah keterbatasan dan kondisinya, anak-anak ini ternyata mampu bangkit serta menggapai mimpinya ketika mereka bisa mendapatkan akses, dukungan yang tepat, hingga terciptanya ruang aman bagi anak-anak tersebut.

“Mereka juga punya mimpi dan dapat mewujudkan cita-citanya serta berkontribusi untuk pembangunan Indonesia,” cetus Ibu Erna.

Program ini sendiri bertujuan meningkatkan inklusi sosial bagi enam kelompok yang paling terpinggirkan di Indonesia, yang kurang mendapatkan akses layanan pemerintah dan program perlindungan sosial.

Enam kelompok tersebut antara lain remaja dan anak-anak rentan, masyarakat adat dan lokal terpencil yang tergantung pada sumber daya alam, korban diskriminasi, intoleransi, dan kekerasan berbasis agama, orang dengan disabilitas, korban pelanggaran hak asasi manusia dan restorasi sosial, serta transpuan.

Hingga kini Program Peduli bekerja sama dengan sembilan organiasi mitra payung di tingkat nasional dan 69 organisasi masyarakat sipil di 75 kota atau kabupaten yang tersebar di 21 provinsi di Indonesia. Informasi lebih lanjut mengenai Program Peduli dapat diakses di www.programpeduli.org.

Bapak Odi Shalahuddin yang merupakan Direktur Yayasan Sekretariat Anak Merdeka Indonesia (SAMIN) pun mengungkapkan, kegiatan Temu Anak ini menarik karena memertemukan anak-anak marginal yang selama ini terabaikan. Dan, mereka pun berkumpul untuk membicarakan kebangsaan.

“Suara sebagai aspirasi mereka patut diperhatikan dan didengar oleh berbagai pihak,” imbuh Bapak Odi.

Anak pun punya hak rekreasi lho.

**
Meski sudah beberapa hari berlalu, namun saat saya menuliskan laporan ini, sayup-sayup seperti masih terdengar bagaimana gegap gempita semangatnya anak-anak dalam kegiatan Temu Anak.

Mulai dari yel-yel Semangat, atau yel-yel lain seperti ini, “Siapa kita? Aku anak Indonesia. Apa mau kita? Setara semartabat. Apa yag kita lakukan? Semangat, semangat, semangat.”

Dan satu lagi yang saya suka dari kegiatan Temu Anak tersebut adalah flash mob lagu Raihlah Mimpi yang berasal dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI (KPPPA RI).

Cuplikan liriknya seperti ini, “Berlari-larilah kawan mengejar mimpi. Melompat-lompatlah kawan gapai prestasi. Tunjukkan ke dunia, kita anak-anak Indonesia.”

Secara total lirik lagu Raihlah Mimpi ini memang sangat memotivasi dan memberi semangat untuk anak-anak Indonesia, siapapun itu, punya hak setara dan semartabat dalam mewujudkan mimpi dan cita-cita masa depannya.


Comments

  1. Seluruh anak Indonesia itu martabatnya sama baik ds ataupun anak normal, semua membutuhkan perhatian yang sama baik dari keluarga maupun pemerintah. Selamat hari anak Indonesia 😊😊

    ReplyDelete
  2. anak-anak hebat ya,,,, yang mampu bangkit dan berdamai dengan keadaannya. Semoga anak2 Indonesia terlindungi dalam setiap langkahnya meraih mimpi. Aamiin,,, makasih sharingnya mbak

    ReplyDelete
  3. Setuju banget mbak...semua anak-anak Indonesia memiliki hak kesetaraan untuk mewujudkan mimpi dan cita-citanya...dan kita sebagai orangtua dan orang terdekat mereka harus mensupport mereka mewujudkan cita-citanya

    ReplyDelete
  4. Bener banget ini soal pemerataan dan meperhatikan hak hak anak. Tidak terkecuali anak berkebutuhan khusus. Setuju sama program pedulinya.

    ReplyDelete
  5. ya Allah mbak... aku sepanjang acara dalam hati nangis lho... ngelihat mereka ketawa senyum pas lihat drama bully itu.. mereka pernah merasa seperti itu tapi mereka bisa tetep tersenyum

    ReplyDelete
  6. Subhanalloh luar biasa sekali anak-anaknya. Reyhan luar biasa bisa menjelaskan cita-citanya sampai sedetail itu.
    Keren sekali acaranya, Mbak.

    ReplyDelete
  7. Setuju! Semoga setiap anak Indonesia mendapatkan hak yang setara dan bisa berbahagia

    ReplyDelete
  8. Aku kok sukaaaa banget dengan lirik lagunya ya? Sangat menginspirasi anak-anak untuk percaya dengan mimpinya walau bagaimanapun kondisi mereka saat ini

    ReplyDelete
  9. Semua anak Indonesia memiliki hak yang sama, baik pendidikan, kehidupan. Karena di tangan merekalah nantinya masa depan bangsa ini.

    ReplyDelete
  10. Suka kagum deh kalau bisa melihat anak DS punya kebisaan dengan anak normal. Masya Allah yg mengurusnya ya. Setuju banget dengan kalimat, seluruh anak indonesia mempunyai martabat dan hak yang sama, mau itu anak kondisi normal atau tidak.

    ReplyDelete
  11. Wow, keren Reyhan. Karena memang setiap anak itu unik dan mereka bisa tumbuh hebat selama sudah bisa menemukan passionnya. Sukses untuk semua anak Indonesia.

    ReplyDelete
  12. Dukungan pemerintah memang sangat diperlukan agar anak2 hebat bisa berprestasi meskipun punya kekurangan.

    ReplyDelete
  13. Sangat menginspirasi, semoga anak2 selalu mendapat haknya untuk selalu bahagia dan ceria

    ReplyDelete
  14. Wah mantab... saya juga makin bangga sma anak DS.. semoga berguna bagi nusa dan bangsa...

    ReplyDelete
  15. selamat hari anak ya moms. haduuh telat banget ini tp doa ttp mendukung utk kemaajuan anak indonesia

    ReplyDelete
  16. Anak Indonesia memang pantas mendapatkan haknya apapun kondisinya.

    ReplyDelete
  17. Semoga anak DS tetap semangat belajar dan berkarya ya mbak. Dan makin banyak bantuan moril maupun materil utk anak DS. Salut sama kesabaran para pembimbing anak DS ini

    ReplyDelete

Post a Comment

Terima kasih sudah berkenan membaca. Mohon maaf, komentar yang mengandung link hidup akan saya hapus ya...

Popular posts from this blog

TB Membuat Kayyisah Menjadi Anak tak Biasa

Hingga sekitar umur delapan bulan, Kayyisah menjadi anak yang menggemaskan. Grafik berat badan yang biasanya selalu di warna hijau muda bahkan kuning, di usia tujuh hingga delapan bulan, grafik berat badan Kayyisah bisa ada di warna hijau tua.
Kalau melihat fotonya saja tampak menggemaskan. Makannya sedang lahap-lahapnya.
Tapi beberapa minggu kemudian, semuanya berubah. Makin hari nafsu makannya makin susah. Sampai-sampai pernah lho selama berminggu-minggu, Kayyisah hanya mengandalkan ASI dan air kacang hijau. Makannya hanya satu atau dua sendok makan alpukat.
Pola makan seperti itu di usianya yang sekitar sembilan bulan hingga setahun, lho! Bayangkan saja, anak umur segitu makannya kayak begitu.
Beberapa keanehan lain yang saya temukan saat itu, dalam sehari Kayyisah kurang kuantitas buang air kecilnya. Kalau dipakaikan diaper setelah mandi pagi, saat dicopot sebelum mandi sore lho diapernya masih kering! Parah kan?
Waktu saya cerita ke abinya dan juga ibu, mereka pada bilang kalau bisa…

ASUS VivoBook Pro F570, Teman Kerja dan Bersenang-senangnya Mom Blogger

Work hard. Play hard. (Kata Wiz Khalifa, yang sudah diyakini banyak orang sebelum Om Wiz bikin lagu tahun 2012)  

Sejak menikah, saya memutuskan tidak lagi bekerja di luar rumah. Pikir saya, enakan melakukan sesuatu yang bisa dikerjakan di rumah saja deh sambil mengurus keluarga.
Awalnya menekuni menjadi penulis cerita anak. Namun seiring waktu, saat melihat banyak teman penulis menekuni dunia blogging, saat banyak majalah anak berguguran tak lagi terbit, akhirnya saya pun mengikuti hembusan angin. Jadi ikut arus deh menjadi blogger.
Baca cerita saya yang lain juga yuk, tentang ASUS Laptopku, Sahabat Bekerja dan Berkaryaku Sejak Dulu

Katanya, blogger seperti saya ini disebutnya mom blogger. Istilah ini dipakai untuk mereka yang berstatus ibu-ibu dan ngeblog. Bahasan blognya kebanyakan seputar pengasuhan anak atau parenting, wanita, atau keluarga.
Seiring waktu saya baru sadar, kalau kerjaan mom blogger ini buntutnya juga bisa menjadi buzzer atau influencer. Jika dulu saat jadi blogger se…

Pakai Serum Pemutih Badan yang Bikin Cepat Putih, Aman Nggak Ya?

Putih itu cantik. Ingat slogan yang ngehits itu kan? Makanya, banyak wanita mencari produk kecantikan yang bisa memutihkan kulit. Termasuk serum pemutih badan. Eh tapi kalau efeknya bikin cepat putih, sebetulnya aman nggak ya?
Yups, pertanyaan itu sepertinya jadi bahan pertimbangan lain deh selain apakah produk pemutih kulit itu ampuh atau tidak hasilnya.
Malah kadang jadinya kayak buah simalakama. Badan bisa cepat putih tapi efek sampingnya ada rasa panas terbakar dulu, kulit kemerahan, atau endingnya malah kulit jadi gosong.
Habis itu nangis deh karena nggak jadi putih…
Atau, iya sih, serum pemutih badan yang kita pakai itu aman. Tapi setelah sekian purnama dipakai, kok kulit nggak kunjung putih seperti model iklan yang kita lihat.
Dan akhirnya jadi terpikir, katanya labelnya pemutih badan ampuh. Tapi kok kulitku nggak kunjung putih kayak mbak yang itu?
Jadilah kitanya bingung. Sebetulnya perlu nggak sih pakai serum pemutih kulit? Lantas apa bedanya dengan jenis produk kecantikan lainny…

Delapan Kelebihan Honor 8A yang Pantas Dilirik Para Pecinta Musik

Beberapa waktu lalu, Honor mengeluarkan seri terbarunya yaitu Honor 10 Lite dan Honor 8A. Setelah saya pernah membahas Honor 10 Lite di sini, kali ini saya ingin menulis tentang delapan kelebihan Honor 8A yang pantas dilirik para pecinta musik.
Honor yang merupakan brand di bawah Huawei Group ini sengaja mengeluarkan Honor 8A untuk mereka yang mencari pengalaman luar biasa melalui musik dengan satu smartphone.
Menurut Justin Li, Presiden Honor Indonesia, Honor 8A menawarkan pengalaman suara yang luar biasa, yang dapat dinikmati sepanjang hari.
“Bagi mereka yang suka hang out dengan teman-teman yang diiringi musik favorit, HONOR 8A akan menjadi pilihan terbaik bagi mereka. Dan yang lebih penting, Anda bisa mendapatkan semua fitur hebat ini dengan harga terjangkau,” jelas Justin Li.
Sebagai smartphone yang melirik konsumen menengah ke bawah, Honor 8A memiliki beberapa kelebihan sebagai berikut:
1. Teknologi pengeras suara yang lebih baik
Memiliki kualitas suara yang luar biasa. Honor 8A memp…

Ingin Punya Usaha Kuliner dengan Sasaran Generasi Milenial? Yuk Ikuti Tips Berikut

Pernah nggak terpikir, ingin punya usaha kuliner untuk generasi milenial. Yap, usaha di bidang kuliner sepertinya saat ini sedang menjadi tren. Hal ini pun tak rupanya juga dilirik oleh para artis.
Namun uniknya, beberapa waktu lalu saya sempat membaca berita di sebuah situs online tentang tutupnya beberapa usaha kuliner yang dimiliki para artis. Beberapa usaha kuliner artis pun yang kini masih hidup, tak sedikit juga yang sepi pengunjung.
Diam-diam saya lalu mengamati, sepertinya ada lho poin-poin yang jadi syarat kenapa sebuah usaha kuliner dengan sasaran generasi milenial bisa tetap bertahan lama. Penasaran? Yuk simak tipsnya berikut ini.
1. Menu yang Enak dan Unik
Yang namanya orang jual makanan, tentunya soal rasa adalah urusan nomor satu. Meski makanannya sedang tren, tampilannya bagus sekalipun, tapi kalau rasanya nggak enak, orang pun bisa kapok untuk membelinya lagi.
Nah, jika urusan rasa sudah oke, barulah kita pikirkan apa yang bisa membuat usaha kuliner itu tetap menang dari p…

Cerita tentang Gilang, Anak yang Ber-IQ Paling Tinggi Namun Hampir Tidak Naik Kelas

“Tolonglah Bu, kalau bisa anak ini juga harus naik kelas,” pinta kepala sekolah waktu itu lewat telepon.
Saya sampai harus menarik dan menghembuskan napas dengan berat, seberat keharusan saya mengiyakan permintaan kepala sekolah.
Buat saya justru tidak adil kalau saya menyatakan Gilang, anak yang sedang saya dan kepala sekolah bicarakan itu, untuk bisa naik kelas. Mana bisa saya tidak peduli pada rentetan nilai murid yang saya ampu tersebut, yang sangat banyak tidak memenuhi standar KKM di berbagai mata pelajaran.
Akhirnya pembicaraan telepon itu berakhir dengan pemintaan saya agar masalah ini diangkat saja ke rapat dewan guru. Pikir saya, memang sayalah wali kelas yang mengolah semua nilai dari guru mata pelajaran lain. Tapi naik tidaknya Gilang seharusnya juga tergantung dari para rekan guru.
Di senja itu, saya menggulung memori tentang Gilang, yang saya sembunyikan nama aslinya di tulisan ini. Gilang adalah anak dengan IQ paling tinggi di kelas yang saya pegang waktu itu.
Ada sebuah ke…

Mengganti Token Bank Mandiri yang Habis Baterai

Setelah sekitar delapan tahun, akhirnya token Bank Mandiri saya mati. Baterainya habis. Dan uniknya, saya nggak pernah terpikir kalau urusannya sampai harus ke bank segala.
Jadi waktu kenal yang namaya token, saya pikir kalau alat tersebut baterainya habis, ya tinggal ganti saja baterainya di tukang servis jam tangan. Eh ternyata setelah browsing, saya baru tahu jika kita nggak bisa asal ganti baterai token tersebut.
Awal tanda-tanda baterai token habis itu mulai terlihat saat ada seperti noda di bagian tepi bawah layar. Semula saya pikir, apa mungkin ada kotoran masuk kali ya? Tak berapa lama kemudian, ada lagi seperti titik noda yang muncul di bagian tepi atas layar.
Hingga suatu ketika saat saya ingin transfer dana ke rekening tabungan ibu, token itu mati. Meski saya tekan tombol secara asal, tetap saja token tersebut tidak bisa aktif. Dah lah fixed, saya yakin token ini sudah habis baterainya.
Kemudian saya browsing di internet berniat ingin mencari tahu, kalau baterai token ini habi…

Tujuh Hal yang Perlu Dipertimbangkan dalam Membuka Usaha Toko Sembako

Pada tahu kan toko sembako? Itu lho, toko yang isinya menjual sembilan bahan pokok.
Yang masuk kategori sembako itu antara lain: 1.Beras, sagu, dan jagung 2.Gula pasir 3.Sayur-sayuran dan buah-buahan 4.Daging sapi, ayam, dan ikan 5.Minyak goreng dan margarine 6.Susu 7.Telur 8.Gas ELPIJI (kalau dulu sih minyak tanah) 9.Garam berIodium dan berNatrium
Semua bahan itu jadi kebutuhan pokok sehari-hari manusia.
Nah, peluang usaha membuka toko sembako ini bisa menjadi bisnis rumahan ibu rumah tangga yang menguntungkan. Bagaimana tidak. Tiap hari bisa selalu saja ada orang yang datang membeli.
Tapi yang namanya bisnis menguntungkan, biasanya ya memang banyak pesaingnya.
Menurut beberapa info yang saya baca, kita perlu survey dulu. Barangkali, eh, ternyata ada toko sembako juga di dekat tempat yang mau kita dirikan usaha.
Kalau sampai ada, perlu dipantau juga. Jangan sampai harga toko tersebut lebih murah dari barang-barang yang dijual di toko kita nantinya.
Tapi kalau sampai belum ada pesaingnya, namanya …

Reksa Dana Saham atau Campuran, Mana yang Lebih Untung?

Bagi teman-teman yang sudah kenal dengan investasi reksa dana, dan sudah tahu beberapa macam reksa dana, mungkin bertanya-tanya, reksa dana yang mana ya yang lebih menguntungkan? Atau mungkin jika sudah tahu tapi masih bingung, lalu bertanya, reksa dana saham dan cammpuran, mana yang lebih untung ya?
Sebelum saya bahas, yuk barangkali ada yang ingin baca dulu tentang kenapa sih kita perlu investasi di tulisan saya sebelumnya berjudul Reksa Dana di MAMI,Investasi Mudah untuk Melawan Inflasi.
Jadi pada hari Minggu tanggal 17 Maret lalu, Manulife Asset Management Indonesia kembali mengadakan Kopdar Investarian untuk kali yang ke empat dan terakhir di Surabaya. Tempatnya di OOB Kitchen, Hotel MaxOne Surabaya.
Dalam acara tersebut, saya dan teman-teman dari blogger Surabaya dan sekitarnya, kembali mendapatkan materi edukasi seputar investasi, terutama investasi reksa dana. Seperti biasa, Pak Legowo Kusumonegoro yang merupakan Presdir Manulife Bagian Asset Management sebagai pembicaranya.
Sebe…

Shutterstock, Solusi untuk Penulis yang tidak Bisa Membuat llustrasi Buku

Sebelumnya, saya sendiri kurang begitu mengerti tentang pentingnya Shutterstock sebagai solusi untuk penulis seperti saya yang tidak bisa membuat ilustrasi buku.
Kalau saja saya tahu sejak dulu, tentunya beberapa kejadian seperti yang akan saya ceritakan berikut ini tidak perlu terjadi.
Jadi beberapa tahun lalu, ada sebuah penerbit online yang memberikan tawaran bagi para penulis untuk menerbitkan naskah bukunya secara online. Tak hanya naskah, penulis pun diminta untuk membuat ilustrasi sendiri termasuk urusan cover buku.
Kesempatan itu lalu tak saya sia-siakan. Saya pun kemudian memposting naskah saya tentang kumpulan cerita sewaktu menjadi reporter ke penerbit online tersebut. 

Sayang, buat saya yang tidak bisa membuat ilustrasi, bisa ditebak, hasilnya sungguh tidak memuaskan.

Dan kejadian tuntutan penulis yang perlu membuat ilustrasi bukunya sendiri atau paling tidak bekerja sama dengan pihak ilustrator juga kerap saya temukan infonya.
Seperti beberapa waktu yang lalu, ada peluang terb…