Skip to main content

Peluang Penghasilan yang Bisa Didapat Ibu Rumah Tangga Lewat Hp


Zaman sekarang meski status jadi ibu rumah tangga, tapi tetap bisa juga kok punya penghasilan. Dan yang kayak begini sekarang ini banyak caranya.

Saya sendiri baru tahu berbagai peluang punya penghasilan yang bisa dilakukan sambil ngurus rumah dan anak ya sejak menikah serta memutuskan nggak lagi bekerja di luar rumah.

Modalnya yang dibutuhin ada beberapa. Yang pertama, kita mesti lumayan update teknologi dan ngerti tentang internet terutama dunia maya. Apalagi urusan media sosial. Terus, ada hp yang punya kemampuan standar.


Nah selama beberapa tahun menikah, yang saya tahu, ada beberapa teman yang kesehariannya jadi ibu rumah tangga, tapi ya itu tadi, tetap bisa punya penghasilan. Apa saja yang dilakukannya, ini dia beberapa contohnya.

1. Reseller dan dropshipper

Ini yang paling banyak menurut saya yang dilakukan para ibu rumah tangga. Kalau ada modal lumayan, bisa tuh jadi reseller produk apapun. Mulai dari pakaian sampai peralatan dapur.

Tapi kalau modalnya nggak seberapa, bisa juga jadi dropshipper. Kita tinggal upload foto di media sosial seperti Facebook, Instagram, atau status WhatsUp. Trus kalau ada yang beli, tinggal dihubungkan ke pemilik barang.

2. Kuter

Jujur, fenomena kuter ini baru-baru saja saya tahu. Kuter itu singkatan dari kuis hunter. Kerjaannya, ikutan kuis di mana saja, terutama terkait merek-merek tertentu.

Contoh rincinya bisa seperti ikutan kuis telepon yang kadang suka keluar di beberapa acara televisi, lomba foto atau video yang diadakan produk-produk tertentu, menjawab pertanyaan kuis, ikutan undian berhadiah, repost foto atau video, dan sebagainya.

Eit, jangan dianggap aktivitas ini kurang kerjaan atau nggak berfaedah ya. Karena ada lho teman saya yang sampai sering jalan-jalan ke luar negeri sama anak-anaknya dari hasil kuter. Atau, ada yang jadi bisa punya ini itu gegara jadi kuter.

3. Isi survey

Banyak perusahaan yang membutuhkan informasi untuk pengembangan produknya dan membutuhkan masukan dari konsumen. Biasanya, mereka melakukannya lewat survey.

Nah, celah ini yang lalu dimanfaatkan beberapa start up untuk membuat aplikasi survey. Siapa saja bisa mendaftar, ikut survey, dan dapat hadiah atau penghasilan dari sana.

Itu tadi tiga poin yang saya tahu tapi tidak saya lakukan. Kalau saya sendiri sih biasanya melakukan beberapa kegiatan berikut ini untuk bisa dapat penghasilan dari rumah. Nomor saya lanjut dari nomor empat ya.

4. Blogger

Bisa jadi sekarang ini banyak banget orang yang melakukan aktivitas ini. Untuk bisa dapat penghasilan dari aktivitas blogging ini banyak caranya juga.

Cara pertama yang lewat jalan menjadikan blognya sebagai tempat iklan dengan bekerja sama dari beberapa pihak tertentu. Misalnya lewat Google Adsense, Facebook Instant Article, atau yang lainnya.

Sering kan pas baca tulisan lalu kita lihat ada kotak iklan ini itu? Nah, ini cara yang saya maksud. Kalau sukses, incomenya bisa sampai puluhan juta lho sebulannya!

Kalau saya sendiri menjadikan blog sebagai penghasilan lewat tulisan. Bisa kitanya yang menulis sendiri, atau ada pihak lain yang sudah menyediakan tulisan lalu kita edit. Isi tulisannya kebanyakan mengandung promo produk tertentu. Sekali terbit, satu tulisannya bisa minimal harganya ratusan ribu rupiah.

Cara lain bisa juga lewat liputan sebagai blogger. Teman-teman saya di Jakarta konon katanya sampai bisa punya income jutaan lho sebulan karena hampir tiap hari selalu saja ada peluang liputan.

5. Buzzer

Pernah lihat ada teman yang promoin produk di Facebook, Twitter, atau Instagram? Atau, ngasih tahu ada kegiatan dan acara tertentu? Kalau dia pakai main taggar, dan kayaknya kok barengan ada beberapa orang dalam satu waktu tertentu, biasanya dia sedang berperan sebagai buzzer.

6. Content writer

Kegiatan yang satu ini juga bisa dilakukan di rumah saja dengan hp. Kita bisa menjadi penulis lepas untuk situs perusahaan atau akun blog orang lain.

7. Endorser

Nggak hanya artis saja yang bisa jadi endorser, siapapun sekarang ini juga bisa kok. Cara dan modalnya tinggal punya instagram apalagi yang disetting bisnis, punya perangkat fotografi minimal kamera hp, dan tehnik fotografi yang cakep. Kalau yang terakhir ini banyak yang sudah melewatinya dengan cara otodidak.


Untuk bisa dapat endorse, caranya beragam. Ada yang biasanya sepaket dengan buzzer atau posting di blog. Bisa juga lewat aplikasi seperti Partipost, Sociabuzz, atau Goviral.

8. Youtuber

Kalau yang satu ini konon katanya sih butuh ketekunan ekstra. Karena menurut beberapa Youtuber yang sudah sukses seperti Kevin Hendrawan Atta Halilintar, mereka pun dulunya sampai harus kerja keras untuk bisa punya channel Youtube yang banyak subscriber seperti sekarang.

Itu tadi semua aktivitas yang bisa berpotensi bikin ibu rumah tangga jadi punya penghasilan dengan menggunakan perangkat hp.

Hp yang dibutuhkan paling tidak yang bisa punya kemampuan standar. Misalnya bisa bikin lancar akses Youtube atau punya kemampuan kamera yang lumayan.

Buat yang lagi cari-cari hp seperti apa yang bisa diajak kerja seperti yang saya tulis tadi, nih dia, ada hp keluaran Advan terbaru yang punya kemampuan lumayan, lho.

Jadi di bulan Oktober kemarin, Advan meluncurkan hp seri terbarunya yaitu Advan S6. Dilansir dari laman Smartphoneku, berikut spesifikasi dan segala macamnya bisa dicek di sini ya:



SPESIFIKASI ADVAN S6
Tanggal Release     : Oktober 2018
Resolusi Layar         : 960 x 480 Piksel, Rasio 18:9
Sistem Operasi         : IDOS 7.3@Android 7.0
RAM                           : 1 GB
Kamera Belakang    : 5MP, GC5025, F2.2, AF
Tipe Baterai Baterai : 2200 MAh yang dapat dilepas

Spesifikasi secara umum
Teknologi      :GSM / HSPA / LTE
Gprs                : Iya
Edge               : Iya
Jaringan 2G : 900/1800,850/900/1800/1900
Jaringan 3G  : WCDMA, HSDPA/HSUPA, 21Mbps/5.76Mbps,2100MHZ, 850/900
Jaringan 4G : FDD LTE, LTE CA4 R9, Cat.4 :150Mbps/50Mbps,
Kecepatan     : 150Mbps
Release         : Oktober 2018

Rincian model Advan S6
Dimensi         : 151.5 X 73.9 X 8.9 Mm
Berat               : 166 G
Bahan            : Crystal
SIM                 : SIM Nano Ganda + TF

Spesifikasi layar
Tipe LCD       : IPS
Lebar              : 5,34 Inci FWVGA
Resolusi Layar         :960 X 480 Piksel, Rasio 18:9
Sentuhan      : Iya- TP Sentuh 2,5D



OS & CPU
Sistem Operasi         :IDOS 7.3@Android 7.0
Chipset                      : Spreadtrum - SPM6424 - 21
CPU                           : SC9850KL 1.3G Quad-Core@28nmCortex A7
GPU                           : Mali-T820

MEMORY
Kartu Memory           : MicroSD, Hingga 32 GB
Memory Internal       : 8 GB
RAM                           : 1 GB

KAMERA
Kamera Depan         : 2MP, GC2385, F2.2, FF
Kamera Belakang    : 5MP, GC5025, F2.2, AF
Video                          : 1080p@30fps (KameraBelakang)
Fitur Lampu              : Flash 170mA(Kamera Belakang)

SOUND
Tipe                : Getaran, MP3, Nada Dering WAV
Loudspeaker : Iya, SMART PA
Jenis              : Jack 3.5 Mm Jack


KONEKTIVITAS
WLAN            : 802.11 B/G/N 2.4G
Bluetooth       : BT4.2 Energi Rendah (BLE)
GPS                : Iya, Dengan A-GPS, GLONASS
Radio                         : FM Radio
Tipe                : Usb OTG USB2.0
NFC                : -

FITUR TAMBAHAN
Sensor           : G-Sensor, Membuka Kunci Sidik Jari,Buka Kunci Kecepatan
Jenis Pesan : SMS (Tampilan Ulir), MMS, Email, PushEmail, IM
Peramban     : HTML5
Fitur Lainya   :
- MP3 / AAC / AAC + / AMR
- Kabel USB
- Earphone
- Pengisian Baterai



BATERAI
Tipe Baterai Baterai : 2200 MAh Yang Dapat Dilepas
Siaga : 200 Jam
Aktif    : 500 Menit (2G) Dan 200 Menit (3G)

WARNA
Pilihan Warna : Black (Hitam), Blue (Biru) Dan White(Putih)



HARGA ADVAN S6
Harga Baru Advan S6 : Rp. 870.000.00



Tuh, kemampuannnya mumpuni banget kan dengan harga yang juga terjangkau.

Jadi meski jadi ibu rumah tangga, nggak usah khawatir deh dapat penghasilan dari mana. Kita bisa juga kok tetap kerja dengan melakukannya di rumah.


Comments

Popular posts from this blog

TB Membuat Kayyisah Menjadi Anak tak Biasa

Hingga sekitar umur delapan bulan, Kayyisah menjadi anak yang menggemaskan. Grafik berat badan yang biasanya selalu di warna hijau muda bahkan kuning, di usia tujuh hingga delapan bulan, grafik berat badan Kayyisah bisa ada di warna hijau tua.
Kalau melihat fotonya saja tampak menggemaskan. Makannya sedang lahap-lahapnya.
Tapi beberapa minggu kemudian, semuanya berubah. Makin hari nafsu makannya makin susah. Sampai-sampai pernah lho selama berminggu-minggu, Kayyisah hanya mengandalkan ASI dan air kacang hijau. Makannya hanya satu atau dua sendok makan alpukat.
Pola makan seperti itu di usianya yang sekitar sembilan bulan hingga setahun, lho! Bayangkan saja, anak umur segitu makannya kayak begitu.
Beberapa keanehan lain yang saya temukan saat itu, dalam sehari Kayyisah kurang kuantitas buang air kecilnya. Kalau dipakaikan diaper setelah mandi pagi, saat dicopot sebelum mandi sore lho diapernya masih kering! Parah kan?
Waktu saya cerita ke abinya dan juga ibu, mereka pada bilang kalau bisa…

Melawan Neuropati untuk Segudang Aktivitas yang Terus Menanti

Dulu sewaktu sekolah, terkadang saya punya kebiasaan unik, meminta teman sebangku untuk memukuli telapak tangan saya.
Asli, kira-kira sejak SD kelas enam saya sudah punya kebiasaan seperti itu.
Jadi zaman tahun 80 sampai 90-an, yang namanya sekolah kan muridnya kebanyakan disuruh membaca atau menulis. Bahkan kalau sudah punya buku pun tetap disuruh mencatat ulang.
Sewaktu harus sering menulis itulah, kadang tangan saya terasa lemas. Rasanya seperti tidak ada energi untuk bisa menggerakkan tangan.
Selain telapak tangan yang terasa lemas, bagian lengan di dekat siku saya juga sering terasa seperti tertusuk-tusuk jarum. Kalau bahasa saya, rasanya cengkring-cengkring!
Itu masih urusan tangan. Lha kaki saya waktu itu juga sering terasa kram. Biasanya di daerah telapak tangan bagian samping atau di jari tengah dan jari manis kaki.
Waktu itu saya tidak pernah sampai mengira-ngira, saya itu sebetulnya kena apa, apa penyebabnya, dan harus melakukan apa agar keluhan-keluhan di tangan dan kaki saya s…

Ingin Si Kecil tidak Telat Bicara? Coba Lakukan 9 Hal Berikut Ini!

Kayaknya buat kebanyakan orangtua, ada dua hal nih yang sering dikhawatirkan dalam tumbuh kembang si kecil. Kalau nggak telat bicara, ya telat jalan. Bener nggak?
Sebetulnya, tiap anak punya kemampuan bicara yang berbeda. Meski demikian, ada standar kemampuan juga yang harus dikuasai anak pada usia-usia tertentu.
Kemampuan ini dibagi dalam tahap usia 0-1 tahun, 1-2 tahun, dan 2-3 tahun.

Tahap usia 0-1 tahun
Anak atau bayi di usia ini, seharusnya sudah bisa mengoceh dengan nada panjang. Kalau nggak salah istilahnya bubbling.
Termasuk, dia sudah tahu namanya sendiri. Jadi kalau namanya dipanggil dan dia merespon, menoleh atau tersenyum, itu sudah menjadi tanda kalau ia kelak mampu berbicara.

Tahap usia 1-2 tahun
Sedangkan di usia ini, anak sudah bisa meniru ucapan pada suku kata akhir.
Misalnya seperti anak saya nih. Kalau ada lagu yang dia ngerti bahkan hapal, di usianya yang waktu itu sekitar 18 bulan, dia sudah bisa mengikuti lagu tersebut dengan menyebut akhir beberapa kata di beberapa ba…

Mengganti Token Bank Mandiri yang Habis Baterai

Setelah sekitar delapan tahun, akhirnya token Bank Mandiri saya mati. Baterainya habis. Dan uniknya, saya nggak pernah terpikir kalau urusannya sampai harus ke bank segala.
Jadi waktu kenal yang namaya token, saya pikir kalau alat tersebut baterainya habis, ya tinggal ganti saja baterainya di tukang servis jam tangan. Eh ternyata setelah browsing, saya baru tahu jika kita nggak bisa asal ganti baterai token tersebut.
Awal tanda-tanda baterai token habis itu mulai terlihat saat ada seperti noda di bagian tepi bawah layar. Semula saya pikir, apa mungkin ada kotoran masuk kali ya? Tak berapa lama kemudian, ada lagi seperti titik noda yang muncul di bagian tepi atas layar.
Hingga suatu ketika saat saya ingin transfer dana ke rekening tabungan ibu, token itu mati. Meski saya tekan tombol secara asal, tetap saja token tersebut tidak bisa aktif. Dah lah fixed, saya yakin token ini sudah habis baterainya.
Kemudian saya browsing di internet berniat ingin mencari tahu, kalau baterai token ini habi…

Mengamankan Finansial dari Penyakit Kritis dengan PRUCritical Benefit 88

Pernah nggak terpikir kalau tulang punggung perekonomian keluarga mengalami penyakit kritis, misalnya itu suami, bagaimana nasib keluarga? Tentunya siapapun tak ingin sedih karena harus mengalami hal tersebut. Kemungkinan efeknya pun bisa mengarah ke urusan finansial yang tak lagi aman.
Bicara tentang penyakit kritis yang berupa penyakit tidak menular atau PTM, menurut data dari World Health Organization atau WHO, diperkirakan menyumbang angka 73 persen dari kematian di Indonesia.
PTM yang menjadi penyakit kritis dan akhir-akhir ini banyak dialami masyarakat Indonesia, menurut Riset Kesehatan Dasar atau Riskesdas 2018 Kementerian Kesehatan, adalah kanker, stroke, penyakit ginjal kronis, dan hipertensi.
Sementara itu menurut penelitian tahun 2014 hingga 2015 dari ASEAN Cost in Oncology atau ACTION, PTM yang menjadi penyakit kritis ini berpotensi menyebabkan kesulitan finansial. Data dari ACTION menyebutkan, 9.513 pasien pengidap kanker yang diteliti lebih lanjut, 50 persennya mengalami …

Banyak Destinasi Baru Yang Seru, Ini Pilihan Liburan Ramah Anak di Batu dan Malang

Mencari ide liburan bersama keluarga yang ramah anak, daerah Batu dan Malang adalah dua tempat terbaik yang punya banyak pilihan destinasi wisata. Mau liburan dengan tema seru-seruan, atau ingin sekaligus belajar dan mendapatkan pengalaman baru, semuanya ada di kota dingin ini.
Beberapa tempat wisata seperti Jatim Park 1 dan 2, atau Wisata Petik Agrokusuma mungkin sudah nggak asing lagi di telinga. Namun, Batu dan Malang nggak hanya punya dua lokasi ternama itu lho buat liburan kita bersama keluarga. Ada beberapa tempat baru yang nggak kalah seru. Dan pastinya, ramah buat anak.

Eco Green Park
Sumber foto: winnetnews.com
Belajar sambil bermain dengan hewan-hewan cantik pastinya jadi kegiatan yang nyenengin buat anak-anak. Pengalaman ini bisa kita dapatkan dalam satu paket lengkap di Eco Green Park. Atau, biasa juga disebut sebagai Jawa Timur Park 2.
Selain punya koleksi hewan yang sudah diawetkan di museum raksasanya, kita juga bisa lho lihat hewan-hewan hidup di kandang mereka. Pemandangan…

Ubah Liburan Impian Jadi Kenyataan dengan JD Flight

“Ais iku uga aik peawak ya, ama abi, ama umi,” demikian tutur Kayyisah tiap ia mendengar deru pesawat melintas di langit atas rumah kami.
Kata-kata Kayyisah itu membuat saya sering tercenung. Ya Allah, kapan ya bisa ngajak ni anak beneran naik pesawat?
Apalagi bulan Maret lalu, saya dapat kesempatan mengikuti sebuah kegiatan yang membuat saya bisa beberapa hari melepas rutinitas harian menjadi ibu rumah tangga.
Momen di waktu itu punya beberapa arti buat saya. Setelah empat tahun lamanya, akhirnya saya bisa bepergian lagi, naik pesawat, dan ke Jogja.
Jogja sendiri adalah tempat asal ayah saya. Sementara seumur-umur sejak menikah, saya belum pernah sekalipun mengajak suami dan anak untuk berkunjung ke rumah kerabat ayah di sana.
Terkadang ingin rasanya mengajak mereka berlibur ke sana. Tak hanya itu, saya pun ingin mengunjungi beberapa tempat wisata yang ada di Jogja.
Misalnya ke Candi Prambanan. Bahkan hingga di kesempatan bulan lalu ke Jogja, lagi dan lagi, saya hanya bisa melihat candi …

Menjaga Pola Makan, Rahasianya Berat Badan Ideal

“Bajuku dulu tak begini. Tapi kini tak cukup lagi.”
Ada yang pernah tahu bait lagu itu nggak? Hehehe… buat yang generasi 90-an kayaknya ngerti ya itu iklan apa. Apalagi selain era kelahirannya sama, kita juga punya nasib yang sama: masalah berat badan!
Eh, beneran kita ya? Jangan-jangan saya saja!
Padahal dulu, saya tipe cewek kutilang sampai sebelum punya anak, lho. Kutilang, kurus tinggi langsing. Berat badan selalu juara bertahan di kisaran angka 43 sampai 47. Seringnya di 45.

Yang namanya orang nyinyir, sering tuh komentar, “Jadi cewek yang gemukan dikit dong.”
Karena bosan, kadang saya timpali saja, “Entar kalau sudah nikah terus punya anak juga gemuk-gemuk sendiri.”
Di kemudian hari, baru saya sadari kalau kata-kata itu menyebar ke semesta, lalu sungguhan menjadi nyata. Satu hal yang kadang saya sesali, ngapain waktu itu ngomong begitu, ya?
Karena sebetulnya, yang suka nyinyir waktu itu adalah mereka yang mati-matian setiap hari minum obat pengurus badan. Yang mau menahan lapar tapi …

Memilih Jajanan Sehat untuk Anak

Bagi kebanyakan orangtua, memilih jajanan untuk anak itu adalah hal yang penting. Sebisa mungkin tentunya harus sehat kan ya.
Itulah yang kini jadi pegangan saya kalau urusan jajan buat Kayyisah. Padahal dulu sewaktu belum punya anak, saya suka komentar lho ke siapapun yang suka ngelarang-ngelarang anaknya buat jajan ini itu.
“Ngapain sih banyak ngelarang ke anak makan ini itu. Entar anaknya jadi nggrangsang!” Nggrangsang itu istilah bahasa Jawa di tempat saya yang artinya rakus.
Pas sudah punya anak, lha kok ternyata Kayyisah tipe anak yang mudah sensitif tenggorokannya. Plek ketiplek sama kayak abinya.
Ke mana-mana, saya jadinya harus seperti satpam untuk urusan apapun yang akan masuk ke mulutnya. Sampai-sampai saya sering kasihan. Kadang, saya lihat dia begitu ingin makan ini itu, apalagi sewaktu kumpul dengan banyak orang. Tapi kondisinya mau tak mau membuat saya harus ketat untuk urusan yang satu ini.
Sebetulnya pernah suami saya protes. Kenapa sih nggak dibiarkan saja. Toh nanti a…

Mengenal dan Mengatasi Baby Blues

Waktu di seminar parenting yang diadakan di RS Mitra Keluarga Surabaya saat itu, tema yang dibicarakan dalam sesi pertama adalah tentang Postpartum Blues atau Postpartum Distress Syndrome, atau yang biasanya orang kenal juga dengan istilah Baby Blues.
Yang menjadi pembicaranya adalah Ibu Naftalia Kusmawardhani, S.Psi, M.Si. Beliau seorang psikolog yang prakteknya di RS Mitra Keluarga Sidoarjo.
Bu Naftalia ini awalnya terkesan kalem saat memberikan materi. Tapi ternyata makin lama, makan menarik juga caranya saat berkomunikasi dengan para peserta seminar. Tak jarang saya dan peserta lain sampai harus menahan tawa karena ceritanya yang lucu.
Menurut Bu Naftalia, baby blues adalah kondisi terganggunya suasana hati yang terjadi setelah melahirkan. Biasanya 50% sampai 80% dialami wanita melahirkan khususnya kelahiran anak pertama. Meski tidak menutup kemungkinan bisa terjadi juga pada kelahiran anak berapapun.
Nah, yang membedakan baby blues dengan postpartum depression atau PPD adalah masany…