Skip to main content

Ingin Punya Usaha Kuliner dengan Sasaran Generasi Milenial? Yuk Ikuti Tips Berikut



Pernah nggak terpikir, ingin punya usaha kuliner untuk generasi milenial. Yap, usaha di bidang kuliner sepertinya saat ini sedang menjadi tren. Hal ini pun tak rupanya juga dilirik oleh para artis.

Namun uniknya, beberapa waktu lalu saya sempat membaca berita di sebuah situs online tentang tutupnya beberapa usaha kuliner yang dimiliki para artis. Beberapa usaha kuliner artis pun yang kini masih hidup, tak sedikit juga yang sepi pengunjung.

Diam-diam saya lalu mengamati, sepertinya ada lho poin-poin yang jadi syarat kenapa sebuah usaha kuliner dengan sasaran generasi milenial bisa tetap bertahan lama. Penasaran? Yuk simak tipsnya berikut ini.

1. Menu yang Enak dan Unik

Yang namanya orang jual makanan, tentunya soal rasa adalah urusan nomor satu. Meski makanannya sedang tren, tampilannya bagus sekalipun, tapi kalau rasanya nggak enak, orang pun bisa kapok untuk membelinya lagi.

Nah, jika urusan rasa sudah oke, barulah kita pikirkan apa yang bisa membuat usaha kuliner itu tetap menang dari pesaing, juga tentunya menyasar ke generasi milenial.

Kebanyakan generasi milenial memang menyasar pada tampilan yang unik dan keren. Apalagi, kalau bukan karena urusannya biar asyik untuk difoto. Istilahnya, instagramable.

Untuk urusan menu, memang ada beberapa yang bisa kita lakukan. Misalnya menggunakan metode ATM, Amati, Tiru, Modifikasi. Kita bisa menjual menu yang memang sedang jadi tren tapi kuncinya ada di modifikasi.

Generasi milenial juga melirik menu yang tradisional tapi dimodifikasi sehingga berkesan moderen, lho.

Makanan yang mengusung gaya hidup sehat juga bisa jadi pertimbangan. Karena saat ini, gaya hidup sehat pun sudah menjadi bagian dari tren.

2. Fasilitas Wi-Fi

Generasi milenial juga identik dengan gadget. Saat nongkrong sambil makan, urusannya bisa sambil mencari hiburan dengan ponselnya masing-masing, atau bekerja dengan laptopnya.

Tak heran, keberadaan wi-fi sudah jadi bagian dari kebutuhan. Jadi, buat yang ingin punya usaha kuliner dengan sasaran generasi milenial, jangan ragu untuk melengkapi wi-fi di tempat usahanya. Apalagi kalau bikin konsumen kita bisa berselancar di internet dengan cepat. Ini bagian dari investasi yang nggak merugikan kok.

3. Tempat yang Instagramable

Sekali lagi, yang namanya generasi milenial, urusan swafoto tak jarang sama pentingnya dengan urusan makan itu sendiri. Saat mereka datang ke tempat makan, keberadaa spot foto juga bisa jadi penentu.

Jadi jika ingin punya usaha kuliner dengan sasaran generasi milenial, pertimbangkan juga untuk mengemas tampilan tempat usaha kuliner kita dengan tampilan yang menarik.

Salah satu kafe di Surabaya yang instagramable

Nah masalahnya, kalau orang sudah sering ke situ, tempatnya begitu-begitu terus, tentunya kita terpikir bahwa akan ada masanya orang akan bosan. Apalagi kalau alasannya hanya karena tempatnya yang instagramable, orang pun bisa jenuh dan nggak akan datang lagi ke tempat kita.

Untuk itu, perlu lho dipikirkan juga bagaimana membuat tempat usaha kuliner yang selalu dilirik oleh para generasi milenial yang memperhatikan urusan instagramabel ini. Bisa dengan secara berkala mengadakan lomba posting foto di instagram, mengganti beberapa sudut swafoto secara berkala, atau trik yang lain.

4. Promosi yang Kreatif

Yang namanya generasi milenial identik dengan dunia internet. Maka tak heran, promosi kreatif apalagi yang melalui dunia maya pun biasanya kerap jadi jalan keluarnya.

Caranya cukup beragam lho. Misalnya melalui instagram, bekerja sama dengan influencer, kerja sama dengan layanan ojek online, via Line, memanfaatkan keberadaan Local Guide, dan sebagainya.

Tentunya semua itu perlu dilakukan tetap dengan cara yang kreatif. Sekali lagi, karena generasi milenial identik dengan dunia kreatif, maka jika kita ingin punya usaha kuliner dengan sasaran generasi milenial, caranya pun harus kreatif.

5. Pemesanan Bisa Secara tidak Langsung

Meski urusan swafoto jadi pertimbangan yang sering dilirik generasi milenial, ada satu lagi yang juga bisa jadi pertimbangan. Yaitu, keberadaan fasilitas pemesana yang bisa dilakukan secara tidak langsung.

Urusan delivery service ini bisa kita lakukan sendiri, atau bila ingin lebih praktis, kita bisa mengajak kerja sama ojek online.

6. Pembayaran Bisa Dilakukan Nontunai

Salah satu fakta unik dari generasi milenial yang juga menjadi tren di dunia keuangan saat ini adalah minimnya orang yang membawa uang tunai dan mengandalkan keberadaan alat pembayaran nontunai.


Penggunaan alat pembayaran elektronik seperti kartu debet dan kartu kredit, atau uang elektronik perlu juga untuk diterapkan bagi mereka yang ingin punya usaha kuliner dengan sasaran generasi milenial.

Perlunya Aplikasi Kasir Bagi Pengusaha Kuliner Zaman Sekarang


Urusan penguasaan teknologi memang perlu jadi bahan pertimbangan bagi mereka yang ingin memiliki usaha kuliner dan menyasar generasi milenial. Salah satu yang perlu dikenal adalah keberadaan teknologi aplikasi kasir.

Jadi, kebayang nggak sih kalau order banyak dan numpuk lalu kita susah merekapnya? Bikin pembukuan keuangan usaha tapi bingung seharian itu transaksinya apa saja. Atau, maunya kita menitipkan usaha ke pegawai tapi takut kena tipu pegawai sendiri.

Nah, buat yang sudah tahu nama GO-JEK, pasti sudah tahu lah ya kalau layanan transportasi yang satu ini kini tak hanya ada di urusan ojek atau taksi online saja. Akan tetapi sampai di layanan lainnya seperti antar pesanan makanan dan minuman ke rumah, atau spa, servis kendaraan, atau jasa pijat yang bisa kita lakukan dengan memanggil dari rumah.

Untuk pengusaha kuliner, kini GO-JEK memiliki SPOTS, yaitu perangkat multifungsi untuk semua kebutuhan pelaku UMKM di Indonesia. Para pengusaha kuliner bisa menerima pemesanan GO-FOOD, pembayaran GO-PAY, hingga laporan harian dari beragam tipe pembayaran dan cetak resi secara instan.

Yuk Kenalan dengan SPOTS


SPOTS adalah sistem Point Of Sale yang dilengkapi dengan beragam fitur untuk membantu operasional usaha jenis apa pun. Tak jarang, seorang entrepreneur mengalami kesulitan dalam mengelola pesanan online dan offline, terbatasnya akses menerima pembayaran non tunai, sampai urusan repot merekap transaksi. Ini masih ditambah keterbatasan keberadaan sumber daya yang ada, misalnya, pegawai atau skill entrepreneur sendiri dalam mengelola keuangan.


Aplikasi mesin kasir SPOTS bisa membuat seorang pengusaha kuliner yang punya sasaran generasi milenial bisa menghemat waktu dan uang dengan mengotomatisasi banyak tugas penjualan sehari-hari. 

SPOTS POS ini bisa menjangkau foodpreneurs atau pengusaha makanan di Indonesia dari semua ukuran. Mulai dari yang ukuran usahanya pemilik gerobak sate kambing, booth masakan rumah di kantin perkantoran, café hits, sampai restoran bercabang, semua bisa kok pakai perangkat SPOTS.

Ada beberapa keunggulan SPOTS yang sangat berguna bagi para pengusaha kuliner dengan sasaran generasi milenial:

- Kenyamanan memonitor usaha
Pengusaha kuliner bisa melihat dalam satu perangkat pesanan GO-FOOD dan makan di tempat

- Mudah dan aman menerima pembayaran
Pengusaha kuliner jadi nggak perlu ribet lagi saat menerima pembayaran karena bisa menggunakan pembayaran GO-PAY dan atau metode lainnya.

- Tidak perlu lagi melakukan penghitungan manual
Ini terutama sangat berguna banget nih bagi pengusaha kuliner yang kurang memiliki kemampuan pengelolaan keuangan usaha. Pengusaha kuliner bisa memantau omzet dengan cara lebih praktis karena akan mendapat kiriman rekap transaksi usahanya setiap harinya.


Keren kan beberapa kelebihanya? Nih saya kasih bocoran beberapa fitur SPOTS yang bisa diperoleh para pengusaha kuliner bila menggunakan aplikasi ini.

1. Mengatur Menu

Pengusaha kuliner bisa mengisi manual atau mengimpos menu GO-FOOD. Dengan SPOTS, kita juga bisa mengatur jumlah, foto, harga, serta kategori menu sesuai kebutuhan.

2. Terima Pesanan GO-FOOD

Dengan aplikasi SPOTS, pengusaha kuliner bisa mendapatkan pemberitahuan yang sifatnya reall time tiap menerima pesanan dari GO-FOOD. Ini dengan catatan, bisa berlaku buat para partner GO-FOOD yang sudah terdaftar.

3. Terima Pembayaran GO-PAY

Orang yang membeli makanan ke kita bisa membayar hanya dengan scan kode QR. Otomatis dengan cara ini, dana bisa langsung tertransfer ke akun GO-PAY kita.

4. Mencatat Berbagai Macam Tipe Pembayaran

Aplikasi SPOTS memungkinkan pengusaha kuliner mencatat dan mengetahui tipe pembayaran yang sering dilakukan pelanggan.

5. Mencetak Resi Secara Instan

Perangkat SPOTS yang ada dilengkapi dengan mesin printer. Seperti kebanyakan mesin EDC yang kalau kita membayar dengan kartu kredit atau debet itu lho. Jadi pengusaha kuliner tidak perlu lagi mesin tambahan untuk mencetak resi transaksi.

Kalau mau tahu lebih jauh, cari tahu yuk di www.spots.co.id.  Sekilas gambarannya bisa dilihat di video berikut ini.  



Untuk harganya terjangkau lho. Kita hanya perlu mengeluarkan biaya aktivasi sebesar Rp290 ribu dan biaya pemeliharaan sebesar Rp2.900 per hari. 

Dengan SPOTS, siapa pun dapat menjalankan usaha kuliner dengan sasaran generasi milenial yang hobi main teknologi terbaru dan suka melakukan pembayaran dengan cara cashless.

Comments

  1. Wah ini sih bukan millenial lagi kak, aku punya rumah makan ayam penyet cuma customer yang datang kebanyakan keluarga atau orang-orang pulang kerja aja nih. Kasir ku juga masih pakai mesin ketik yang lama hehehe aku mau coba langganan SPOTS ini ah murah lagi ya biaya pemeliharaannya

    ReplyDelete
  2. Woooww Gojek makin inovatif yaaa, makin memudahkan pengusaha kuliner :)

    ReplyDelete
  3. Wifi yang kenceng emang salah satu fasilitas yang nggak boleh ketinggalan. Dengan menu yang enak, tempat yang cozy dan fasilitas-fasilitas pendukung lainnya yang khas millenial haruslah dipenuhi agar mereka asyik berada di sana

    ReplyDelete
  4. Aih, saya juga mau banget bisa punya usaha kuliner yg disukai milenials, tapi belum tau mau gimana, hihihi... Makasih ya tipsnya... Jadi tau ada mesin kasir spots yang praktis banget...

    ReplyDelete
  5. Cara pembayaran cashless gini emang kayaknya sudah menjadi gaya hidup ya. Jadi orang bepergian sekarang ga perlu repot2 bawa dompet kemana-mana. Justru smartphone yang jangan sampai ketinggalan. Untuk pihak penjual, SPOTS ini bantuin banget ya karena bisa melakukan otomatisasi transaksi penjualan sehari2.

    ReplyDelete
  6. Tempat yang instagramable sekarang beneran lagi hits banget ya mbak, dan iyesss... sebaiknya bisa menerima pembayaran non tunai.

    Karena sekarang udah pada cashless semua.

    Aplikasi kasir SPOTS ini keren banget deh :)

    ReplyDelete
  7. Wi-Fi dan Instagramable memang paling disukai millenial. Pembayaran yang cashless juga, ding. Generasi millenial banyak yang gak suka bawa uang tunai

    ReplyDelete
  8. Dan fasilitas wifi itu amat sangat penting ya.
    Zaman sekarang, bahkan warung kecilpun mengadakan fasilitas wifi buat pengunjung.
    Makanya agak heran kadang di beberapa kafe yang lebih mentereng malah koneksi wifinya buruk, jadinya pengunjung males ke sana hehehe

    ReplyDelete
  9. Benar banget, rasa enak paling menentukan segalanya. Orang akan terus berbondong makan atau minum di sana, dan nilai tambah jika dilengkapi aneka kemudahan lain seperti adanya WIFI, tempat yang instagramable, pelayanan tamah dan bersih, makanan sehat dan halal, modifikasi unik, dan tentunya cara pesan dan pembayaran yang mudah.
    Era digital syukurnya digunakan untuk mempermudah usaha kuliner skala kecil sampai besar. Adanya Spots akan sangat membantu pengusaha untuk memudahkan kinerja.

    ReplyDelete
  10. Memang usaha kuliner untuk anak milenial sekarang semakin diminati ya mba. terutama yang tampilannya kece dan menu aneh aneh haha. aplikasi spot mempermudah pelaku usaha sekali ya ini.urah tp banyal manfaatnya

    ReplyDelete
  11. Sepakat!
    Menyelami bisnis kuliner dengan target pembeli generasi millenial memang mebutuhkan survei.

    Menjadi unik sepertinya menjadi harga mati dan harus dimiliki kalau ingin sukses di zaman digital ini.

    Di Balikpapan banyak juga bisnis kuliner yang timbul tenggelam. Ada beberapa tempat yang ramainya ga ketulungan sementar di tempat lain yang terjadi malah kebalikan, sepi, tak ada pengunjung sama sekali

    Itulah kenapa penting melakukan riset sebelum menjalankan bisnis kuliner ini ya. Mencari informasi sebanyak-banyaknya

    ReplyDelete
  12. Usaha kuliner sekarang gak cukup kalau cuma mengandalkan makanan yang enak aja ya tapi harus didukung oleh hal-hal lainnya supaya bisa bersaing karena bisnis kuliner banyak yang menekuni.
    Nah punya aplikasi mesin kasir juga salah satu langkah inovatif untuk membantu para pebisnis ya.

    ReplyDelete
  13. Bener tuh mbak pake mesin Kasir SPOT pasti mempermudah wirausaha dibidang kuliner dan menghemat waktu juga ya.

    ReplyDelete
  14. Free wifi dan sistem pembayaran yang mudah alias cast less memang sangat diminati pada jaman now, ngga hanya bagi generasi millennial.. generasi emak emak muda seperti akupun suka lho ketempat makan yang fee wifi dan juga sistem pembayaran yang cashless

    ReplyDelete
  15. Memang kuliner sekarang tak lepas dari spot yang instagramable jadi bisa foto-foto cantik. Nah, kalau susah untuk mengelola keuangannya tinggal gunakan aplikasi SPOTS, keren.

    ReplyDelete
  16. Bookmark ahhh.. rencana mmg akan membuka sebuah Cafe.. meskipun skrg masih jadi impian. Kalau buka juga pgn coba SPOT ini. Harganya cukup murah ya.. Kasir manual sering ga balance.. :(

    ReplyDelete
  17. Pembayaran non tunai yaitu sekarang wajib banget deh. Enaknya kan banyak cashback juga. Trus iya kalau tempat instagramable ada wifi dan makanan minuman enak udah pasti banyak yang suka ke sana

    ReplyDelete
  18. Sudah beberapa kali nih, aku melihat penjual makanan kaki lima pun menggunakan spots. Saya sampai kepo dan bertanya kepada mbak penjual sate ayam kenapa menggunakan spots. Katanya sih supaya memudahkan saat pembeli transaksi.

    ReplyDelete
  19. SPOTS keren abis... jadinya usaha kita makin terperaya ya. gojek sebagai pembuatnya juga keren

    ReplyDelete
  20. Tempat yang instagenic memang bikin pengunjungnya pengen dateng terus sih. Selain itu modal dasar harus enak nih yang penting harus dipenuhi.
    Yang nggak kalah penting juga harga yang ramah kantong. Hihi
    Aplikasi mesin kasir Spots ini memudahkan para pebisnis mengatur arus kas bisnisnya.

    ReplyDelete
  21. Menu itu terkadang jadi nomor dia jika disitu wifi kenceng dan instagrammable, hehe. Pengalaman ini. Btw, Wah Gojek makin melebarkan sayap. Pintar menangkap peluang bisnis

    ReplyDelete
  22. Betah banget ini aku kalo ada orang yang buka usaha kuliner
    ada wifinya ahahha, bakalan jadi tempat nongkrong yang asik banget yakin.

    ReplyDelete
  23. Wah bisa menjadi inspirasi nih. Saya ama suami ada rencana buka warung nongkrong lagi. Tadinya gak kepikiran soal instagramable.

    ReplyDelete
  24. Wah membantu banget nih ya mak fiturnya. Aku sebenarnya suka cashless tapi kadang pas dipake error akunnya duuuh

    ReplyDelete
  25. Kepingin bnget punya cafe yg lnkap menunya terus Ada mushola Ada tmpat kerjanya wahh cita2 bngt itu ktkny co-working gitu mba,,,

    ReplyDelete
  26. Fasilitsa Wifi dan tempat yang instagramable memang menjadi daya tarik untuk pengunjung ya mba. apalagi kalau fasilitas pembayarannya lebih mudah. aku juga pernah nih menggunakan transaksi cashless pakao SPOTS ini

    ReplyDelete
  27. Mantap banget tips2 usaha kulinernya buat gen millenial dan Z ya mbak. Kehadiran spots makin mempermudah pengusaha juga nih

    ReplyDelete
  28. Ini cita-cita ku banget kak punya cafe yang nyaman dan instagramaable soale anak2 sekarang suka nongkrong dan ada fasilitas wifinya.

    ReplyDelete
  29. Ini bener banget! Tapi kayaknya yang utama ya WiFi + colokan. Kalau Instagram-abel, harus, tapi nggak harus wah. Soalnya kalau di sini tempat makan yang cuma menonjolkan spot, rame untuk sementara waktu aja. Cafe hits deket SMA komplekku udah tutup masa :""") Didn't see that coming

    ReplyDelete
  30. Wah, keren nih tipsnya. Aku nih kepengeeeeen banget punya usaha kayak gini. Tapi modalnya belom ngumpul. Dan waw, boleh-boleh ya Spots ini. Pastinya bakal membantu paa pengusaha. Biasanya kan alat untuk kasir ini gede2 kayak PC gitu dan harganya mahal. Tapi ini mungil.

    ReplyDelete
  31. Aku jg suka pembayatan nontunai mbak, enak lbh praktis. Kalau soal resto iya aku pertama tentu milih rasanya enak apa gak, lalu yg tempatnya nyaman dan kids friendly gtu

    ReplyDelete
  32. Asik yaaa ada SPOTS, semoga makin banyak kuliner kaki lima yg pakai spots supaya kita2 bisa tetap jajan walau nggak bawa uang cash :)

    ReplyDelete
  33. Sepertinya tiap resto ataupun usaha jasa lainnya jaman sekarang ini harus tampil instagramble ..., apalagi sih kalo bukan buat kumpul-kumpul sambil fefotoan 😁

    Udah gitu ditambah fasilitas wi-fi dan menu dengan tampilan yang ngga kalah instagramble ..., langsung pasti diburu orang lokasinya.

    ReplyDelete
  34. Wah mantaps nih jd inget dulu pernah punya usaha kuliner...sayang ga berlanjut..kurang kuat mental.mungkin hehe..jd pengen lg bikin usaha nih..

    ReplyDelete
  35. Banyak sekali yaa..benefit menggunakan SPOTS.
    Ada aplikasi semudah ini pengusaha kuliner.

    ReplyDelete
  36. Enak, tempat yang nyaman, dan tentu terjangkau adalah pilihan untuk menikmati kuliner yang baru... senang banget kalau mencicipi reso atau cafe yang baru, yang penting sih 3 itu menjadi syarat untuk bisa datang kembali hehhe

    ReplyDelete
  37. ANak muda zaman now biasanya suka menu yg sehat tapi juga enak :D
    Eh kopi2an jg suka sih.
    Iya mereka carinya resto yg instagrammable. Trus bayarnya juga cashless. KAlau pakai aplikasi Spots lbh enak buat kitanya ngitung keuntungan yaaa :D

    ReplyDelete
  38. Sejak jadi pengguna Gojek dan memantau perkembangan fitur-fiturnya, makin jatuh cinta nih dengan berbagai kemudahan yang ditawarkan Gojek, apalagi sejak adanya Go-Pay. Sayangnya, tak semua penjual makanan, terutama yang dipinggir jalan maupun depot-depot kecil bisa menerima pembayaran non tunai. Semoga dengan adanya SPOTS aplikasi kasir ini dimanfaatkan pemilik usaha kuliner ya, jadi mau jajan pakai sistem cashless di mana pun bisa.

    ReplyDelete
  39. Hehe setuju mba klo mau bikin usaha restoran yang digemari millenial enaknya instagramable dan ada free wifi yah! Btw kece banget ini ada fitur Spots di Gojek jadi makin canggih

    ReplyDelete
  40. Pembayaran non tunai ini penting banget. Kadang kalau makan pun mikir2 ke tempat yang bisa pakai emoney atau debit wkwk

    ReplyDelete
  41. Usaha Kuliner saat ini sudah banyak yg dilirik ya mbak, bahkan sekelas artis pun banyak yg sudah mulai membuka usaha ini. Jadi pengen buka usaha kuliner juga

    ReplyDelete
  42. Setuju banget mba, apalagi ditambah dengan adanya apps SPOTS kayak gini bikin milenial makin greget buat memulai bisnis

    ReplyDelete
  43. semoga dengan kehadiran SPOTS, semakin banyak pebisnis yg care dengan sistem pembayaran nontunai yg notabene lebih praktis dan hemat waktu ya kak :)

    ReplyDelete

Post a Comment

Terima kasih sudah berkenan membaca. Mohon maaf, komentar yang mengandung link hidup akan saya hapus ya...

Popular posts from this blog

TB Membuat Kayyisah Menjadi Anak tak Biasa

Hingga sekitar umur delapan bulan, Kayyisah menjadi anak yang menggemaskan. Grafik berat badan yang biasanya selalu di warna hijau muda bahkan kuning, di usia tujuh hingga delapan bulan, grafik berat badan Kayyisah bisa ada di warna hijau tua.
Kalau melihat fotonya saja tampak menggemaskan. Makannya sedang lahap-lahapnya.
Tapi beberapa minggu kemudian, semuanya berubah. Makin hari nafsu makannya makin susah. Sampai-sampai pernah lho selama berminggu-minggu, Kayyisah hanya mengandalkan ASI dan air kacang hijau. Makannya hanya satu atau dua sendok makan alpukat.
Pola makan seperti itu di usianya yang sekitar sembilan bulan hingga setahun, lho! Bayangkan saja, anak umur segitu makannya kayak begitu.
Beberapa keanehan lain yang saya temukan saat itu, dalam sehari Kayyisah kurang kuantitas buang air kecilnya. Kalau dipakaikan diaper setelah mandi pagi, saat dicopot sebelum mandi sore lho diapernya masih kering! Parah kan?
Waktu saya cerita ke abinya dan juga ibu, mereka pada bilang kalau bisa…

Mengganti Token Bank Mandiri yang Habis Baterai

Setelah sekitar delapan tahun, akhirnya token Bank Mandiri saya mati. Baterainya habis. Dan uniknya, saya nggak pernah terpikir kalau urusannya sampai harus ke bank segala.
Jadi waktu kenal yang namaya token, saya pikir kalau alat tersebut baterainya habis, ya tinggal ganti saja baterainya di tukang servis jam tangan. Eh ternyata setelah browsing, saya baru tahu jika kita nggak bisa asal ganti baterai token tersebut.
Awal tanda-tanda baterai token habis itu mulai terlihat saat ada seperti noda di bagian tepi bawah layar. Semula saya pikir, apa mungkin ada kotoran masuk kali ya? Tak berapa lama kemudian, ada lagi seperti titik noda yang muncul di bagian tepi atas layar.
Hingga suatu ketika saat saya ingin transfer dana ke rekening tabungan ibu, token itu mati. Meski saya tekan tombol secara asal, tetap saja token tersebut tidak bisa aktif. Dah lah fixed, saya yakin token ini sudah habis baterainya.
Kemudian saya browsing di internet berniat ingin mencari tahu, kalau baterai token ini habi…

Mengamankan Finansial dari Penyakit Kritis dengan PRUCritical Benefit 88

Pernah nggak terpikir kalau tulang punggung perekonomian keluarga mengalami penyakit kritis, misalnya itu suami, bagaimana nasib keluarga? Tentunya siapapun tak ingin sedih karena harus mengalami hal tersebut. Kemungkinan efeknya pun bisa mengarah ke urusan finansial yang tak lagi aman.
Bicara tentang penyakit kritis yang berupa penyakit tidak menular atau PTM, menurut data dari World Health Organization atau WHO, diperkirakan menyumbang angka 73 persen dari kematian di Indonesia.
PTM yang menjadi penyakit kritis dan akhir-akhir ini banyak dialami masyarakat Indonesia, menurut Riset Kesehatan Dasar atau Riskesdas 2018 Kementerian Kesehatan, adalah kanker, stroke, penyakit ginjal kronis, dan hipertensi.
Sementara itu menurut penelitian tahun 2014 hingga 2015 dari ASEAN Cost in Oncology atau ACTION, PTM yang menjadi penyakit kritis ini berpotensi menyebabkan kesulitan finansial. Data dari ACTION menyebutkan, 9.513 pasien pengidap kanker yang diteliti lebih lanjut, 50 persennya mengalami …

Melawan Neuropati untuk Segudang Aktivitas yang Terus Menanti

Dulu sewaktu sekolah, terkadang saya punya kebiasaan unik, meminta teman sebangku untuk memukuli telapak tangan saya.
Asli, kira-kira sejak SD kelas enam saya sudah punya kebiasaan seperti itu.
Jadi zaman tahun 80 sampai 90-an, yang namanya sekolah kan muridnya kebanyakan disuruh membaca atau menulis. Bahkan kalau sudah punya buku pun tetap disuruh mencatat ulang.
Sewaktu harus sering menulis itulah, kadang tangan saya terasa lemas. Rasanya seperti tidak ada energi untuk bisa menggerakkan tangan.
Selain telapak tangan yang terasa lemas, bagian lengan di dekat siku saya juga sering terasa seperti tertusuk-tusuk jarum. Kalau bahasa saya, rasanya cengkring-cengkring!
Itu masih urusan tangan. Lha kaki saya waktu itu juga sering terasa kram. Biasanya di daerah telapak tangan bagian samping atau di jari tengah dan jari manis kaki.
Waktu itu saya tidak pernah sampai mengira-ngira, saya itu sebetulnya kena apa, apa penyebabnya, dan harus melakukan apa agar keluhan-keluhan di tangan dan kaki saya s…

Ingin Si Kecil tidak Telat Bicara? Coba Lakukan 9 Hal Berikut Ini!

Kayaknya buat kebanyakan orangtua, ada dua hal nih yang sering dikhawatirkan dalam tumbuh kembang si kecil. Kalau nggak telat bicara, ya telat jalan. Bener nggak?
Sebetulnya, tiap anak punya kemampuan bicara yang berbeda. Meski demikian, ada standar kemampuan juga yang harus dikuasai anak pada usia-usia tertentu.
Kemampuan ini dibagi dalam tahap usia 0-1 tahun, 1-2 tahun, dan 2-3 tahun.

Tahap usia 0-1 tahun
Anak atau bayi di usia ini, seharusnya sudah bisa mengoceh dengan nada panjang. Kalau nggak salah istilahnya bubbling.
Termasuk, dia sudah tahu namanya sendiri. Jadi kalau namanya dipanggil dan dia merespon, menoleh atau tersenyum, itu sudah menjadi tanda kalau ia kelak mampu berbicara.

Tahap usia 1-2 tahun
Sedangkan di usia ini, anak sudah bisa meniru ucapan pada suku kata akhir.
Misalnya seperti anak saya nih. Kalau ada lagu yang dia ngerti bahkan hapal, di usianya yang waktu itu sekitar 18 bulan, dia sudah bisa mengikuti lagu tersebut dengan menyebut akhir beberapa kata di beberapa ba…

Pakai Serum Pemutih Badan yang Bikin Cepat Putih, Aman Nggak Ya?

Putih itu cantik. Ingat slogan yang ngehits itu kan? Makanya, banyak wanita mencari produk kecantikan yang bisa memutihkan kulit. Termasuk serum pemutih badan. Eh tapi kalau efeknya bikin cepat putih, sebetulnya aman nggak ya?
Yups, pertanyaan itu sepertinya jadi bahan pertimbangan lain deh selain apakah produk pemutih kulit itu ampuh atau tidak hasilnya.
Malah kadang jadinya kayak buah simalakama. Badan bisa cepat putih tapi efek sampingnya ada rasa panas terbakar dulu, kulit kemerahan, atau endingnya malah kulit jadi gosong.
Habis itu nangis deh karena nggak jadi putih…
Atau, iya sih, serum pemutih badan yang kita pakai itu aman. Tapi setelah sekian purnama dipakai, kok kulit nggak kunjung putih seperti model iklan yang kita lihat.
Dan akhirnya jadi terpikir, katanya labelnya pemutih badan ampuh. Tapi kok kulitku nggak kunjung putih kayak mbak yang itu?
Jadilah kitanya bingung. Sebetulnya perlu nggak sih pakai serum pemutih kulit? Lantas apa bedanya dengan jenis produk kecantikan lainny…

Banyak Destinasi Baru Yang Seru, Ini Pilihan Liburan Ramah Anak di Batu dan Malang

Mencari ide liburan bersama keluarga yang ramah anak, daerah Batu dan Malang adalah dua tempat terbaik yang punya banyak pilihan destinasi wisata. Mau liburan dengan tema seru-seruan, atau ingin sekaligus belajar dan mendapatkan pengalaman baru, semuanya ada di kota dingin ini.
Beberapa tempat wisata seperti Jatim Park 1 dan 2, atau Wisata Petik Agrokusuma mungkin sudah nggak asing lagi di telinga. Namun, Batu dan Malang nggak hanya punya dua lokasi ternama itu lho buat liburan kita bersama keluarga. Ada beberapa tempat baru yang nggak kalah seru. Dan pastinya, ramah buat anak.

Eco Green Park
Sumber foto: winnetnews.com
Belajar sambil bermain dengan hewan-hewan cantik pastinya jadi kegiatan yang nyenengin buat anak-anak. Pengalaman ini bisa kita dapatkan dalam satu paket lengkap di Eco Green Park. Atau, biasa juga disebut sebagai Jawa Timur Park 2.
Selain punya koleksi hewan yang sudah diawetkan di museum raksasanya, kita juga bisa lho lihat hewan-hewan hidup di kandang mereka. Pemandangan…

Memilih Jajanan Sehat untuk Anak

Bagi kebanyakan orangtua, memilih jajanan untuk anak itu adalah hal yang penting. Sebisa mungkin tentunya harus sehat kan ya.
Itulah yang kini jadi pegangan saya kalau urusan jajan buat Kayyisah. Padahal dulu sewaktu belum punya anak, saya suka komentar lho ke siapapun yang suka ngelarang-ngelarang anaknya buat jajan ini itu.
“Ngapain sih banyak ngelarang ke anak makan ini itu. Entar anaknya jadi nggrangsang!” Nggrangsang itu istilah bahasa Jawa di tempat saya yang artinya rakus.
Pas sudah punya anak, lha kok ternyata Kayyisah tipe anak yang mudah sensitif tenggorokannya. Plek ketiplek sama kayak abinya.
Ke mana-mana, saya jadinya harus seperti satpam untuk urusan apapun yang akan masuk ke mulutnya. Sampai-sampai saya sering kasihan. Kadang, saya lihat dia begitu ingin makan ini itu, apalagi sewaktu kumpul dengan banyak orang. Tapi kondisinya mau tak mau membuat saya harus ketat untuk urusan yang satu ini.
Sebetulnya pernah suami saya protes. Kenapa sih nggak dibiarkan saja. Toh nanti a…

Menjaga Pola Makan, Rahasianya Berat Badan Ideal

“Bajuku dulu tak begini. Tapi kini tak cukup lagi.”
Ada yang pernah tahu bait lagu itu nggak? Hehehe… buat yang generasi 90-an kayaknya ngerti ya itu iklan apa. Apalagi selain era kelahirannya sama, kita juga punya nasib yang sama: masalah berat badan!
Eh, beneran kita ya? Jangan-jangan saya saja!
Padahal dulu, saya tipe cewek kutilang sampai sebelum punya anak, lho. Kutilang, kurus tinggi langsing. Berat badan selalu juara bertahan di kisaran angka 43 sampai 47. Seringnya di 45.

Yang namanya orang nyinyir, sering tuh komentar, “Jadi cewek yang gemukan dikit dong.”
Karena bosan, kadang saya timpali saja, “Entar kalau sudah nikah terus punya anak juga gemuk-gemuk sendiri.”
Di kemudian hari, baru saya sadari kalau kata-kata itu menyebar ke semesta, lalu sungguhan menjadi nyata. Satu hal yang kadang saya sesali, ngapain waktu itu ngomong begitu, ya?
Karena sebetulnya, yang suka nyinyir waktu itu adalah mereka yang mati-matian setiap hari minum obat pengurus badan. Yang mau menahan lapar tapi …

Atur Keuangan dengan Cara Islami Lewat Investasi Syariah

Dulu saya sering berpikir seperti ini. Kan dalam Islam itu nggak boleh ya menimbun-nimbun harta. Lalu kenapa harus ada alasan menabung? Apalagi uangnya buat investasi meski itu embel-embelnya syariah.
Walhasil bisa ditebak. Meski saya kerja sejak tahun 2004, penghasilan mau segede apapun, sampai sekarang saya tidak pernah punya tabungan! Parah kan?
Lalu kemana uangnya selama ini? Nah, saya selalu berpikir kalau uang saya itu bukan sepenuhnya milik saya. Jadi yang namanya rezeki datang, kerap saya ‘lempar’ ke mana-mana. Pikir saya, toh masa depan nanti ada Allah yang akan menjamin rezeki saya.
Nah, apa yang saya pahami selama ini ternyata nggak sepenuhnya benar. Pemahaman saya terbuka saat mengikuti Kopdar Investarian MAMI, singkatan dari Manulife Aset Manajemen Investasi yang ke tiga di Kaya Resto and Café Surabaya pada hari Minggu, 13 Januari 2019.
Seperti biasa, ada Pak Legowo Kusumonegoro, Presiden Direktur MAMI, yang sore itu berbagi edukasi seputar investasi syariah. Dalam slide pri…