Skip to main content

Asyiknya Cara Membuat Bunga Kertas Tulip dengan Anak


Suka bingung nggak kalau ditanya cara membuat bunga kertas? Yah, sama dong. Jangankan bunga kertas. Bentuk origami apapun buat saya rasanya tetap bukan hal yang mudah.

Hingga suatu ketika, saya dan Kayyisah sedang asyik melihat-lihat kreasi origami bentuk bunga. Ih, kok bagus ya. Jadi kepengen nyoba deh.

Kebetulan sejak pandemi, saya sempat membelikan kertas lipat warna-warni untuk Kayyisah. Sampai dua versi lagi! Yang satu ada warnanya bolak-balik dengan ukuran agak besar dari ukuran kebanyakan. Sedang yang satunya lagi ukurannya lebih kecil dan hanya ada warna di satu sisinya.

Dari sekian bentuk origami, pilihan saya jatuh pada cara membuat bunga kertas. Bunga kertasnya ini dibuat dengan cara origami. Sedangkan jenis bunganya adalah bunga tulip.

Nah, kenapa origami ini saya pilih? Karena bentuk bunganya itu 4 dimensi. Nggak yang bentuk pipih lalu bisa ditempel.

Sedangkan kertas origami yang saya pakai adalah yang memiliki warna di ke dua sisinya. Karena bentuk origaminya empat dimensi. Jadi tidak akan ada sisi putih yang lalu terlihat saat dilipat.

Saya sengaja memilih warna pink atau merah muda biar tampilannya cantik. Mirip seperti bunga tulip warna merah muda sungguhan. 

Oke, ini dia cara membuatnya ya...

Pertama-tama, lipat kertas origami menjadi dua. Buka kertas, lalu lipat lagi kertas menjadi dua di sisi yang lainnya.

Setelah itu, buka lipatan kertas. Kali ini lipat lagi kertas menjadi dua dengan bentuk segitiga. Buka lagi, lalu lipat kembali menjadi dua dengan bentuk segitiga untuk sisi yang belum dilipat.

Selanjutnya, nah... ini dia yang menurut saya agak sulit. Buka kertas origami. Lalu, kita harus melipat ke dalam kedua sisi sehingga bentuk kertas menjadi segitiga. Kertas kita pun jadi berubah menjadi dua segitiga yang menjadi satu.

Lipat kedua ujung segitiga ke arah atas. Lakukan juga hal yang sama untuk dua ujung segitiga yang satunya. Bentuk kertas kita kini menjadi bentuk belah ketupat.

Yang perlu diperhatikan, saat melipat ke atas, buatlah salah satu yang ditekuk itu lebih miring ke bagian yang lain, dan masukkan bagian yang lain ke dalamnya. Nantinya ini akan berguna untuk membentuk bunga jadi menggembung.

Tiup salah satu ujung yang terlihat berlubang kecil. Jika sebelumnya lipatan kita benar, ada bagian yang masuk ke lipatan yang lain, maka saat kertas ditiup, kertas origami kita akan rapi menggembung. 

Buka empat lipatan kertas ke arah bawah seperti kalau kita mengupas pisang. Dan, tarra... jadilah kuntum tulip kita!

Sekarang ganti giliran membuat tangkai tulipnya ya. Saya memilih kertas origami warna hijau muda.

Caranya, lipat kertas menjadi dua bagian dengan bentuk segitiga. Buka lipatan, lalu ambil satu ujung dan lipat ke dalam sampai ke batas bekas garis lipatan segitiga yang tadi.


Lipat juga dua bagian yang atas ke dalam. Setelah itu masih di bagian yang sama, lipat lagi kedua bagian mengarah dalam.


Tarik bagian atas  dan tekuk keluar. Kemudian, tekuk kertas menjadi dua bagian.

Setelah itu, tarik ke bawah salah satu bagian untuk membentuk menjadi daun. Sementara bagian yang lincip kita tancapkan ke kuntum tulip yang berlubang tempat kita sebelumnya meniup kertas.


Oke, sekarang origami bentuk tulip 4 dimensi pun akhirnya jadi. Gimana, gampang-gampang susah atau susah-susah gampang?

Yang jelas, origami ini masih belum bisa jika dilakukan oleh anak seusia Kayyisah yang masih berusia hampir enam tahun. Jadi lah selama proses membuat bunga ini, Kayyisah dapat bagian melipat yang mudah-mudah saja. 

Dan, bagian meniup. Ini bagian proses yang paling dia suka.  

Comments

Postingan Populer

TB Membuat Kayyisah Menjadi Anak tak Biasa

Hingga sekitar umur delapan bulan, Kayyisah menjadi anak yang menggemaskan. Grafik berat badan yang biasanya selalu di warna hijau muda bahkan kuning, di usia tujuh hingga delapan bulan, grafik berat badan Kayyisah bisa ada di warna hijau tua. Kalau melihat fotonya saja tampak menggemaskan. Makannya sedang lahap-lahapnya. Tapi beberapa minggu kemudian, semuanya berubah. Makin hari nafsu makannya makin susah. Sampai-sampai pernah lho selama berminggu-minggu, Kayyisah hanya mengandalkan ASI dan air kacang hijau. Makannya hanya satu atau dua sendok makan alpukat. Pola makan seperti itu di usianya yang sekitar sembilan bulan hingga setahun, lho! Bayangkan saja, anak umur segitu makannya kayak begitu. Beberapa keanehan lain yang saya temukan saat itu, dalam sehari Kayyisah kurang kuantitas buang air kecilnya. Kalau dipakaikan diaper setelah mandi pagi, saat dicopot sebelum mandi sore lho diapernya masih kering! Parah kan? Waktu saya cerita ke abinya dan juga ibu, me

Pakai Serum Pemutih Badan yang Bikin Cepat Putih, Aman Nggak Ya?

Putih itu cantik. Ingat slogan yang ngehits itu kan? Makanya, banyak wanita mencari produk kecantikan yang bisa memutihkan kulit. Termasuk serum pemutih badan. Eh tapi kalau efeknya bikin cepat putih, sebetulnya aman nggak ya? Yups, pertanyaan itu sepertinya jadi bahan pertimbangan lain deh selain apakah produk pemutih kulit itu ampuh atau tidak hasilnya. Malah kadang jadinya kayak buah simalakama. Badan bisa cepat putih tapi efek sampingnya ada rasa panas terbakar dulu, kulit kemerahan, atau endingnya malah kulit jadi gosong. Habis itu nangis deh karena nggak jadi putih… Atau, iya sih, serum pemutih badan yang kita pakai itu aman. Tapi setelah sekian purnama dipakai, kok kulit nggak kunjung putih seperti model iklan yang kita lihat. Dan akhirnya jadi terpikir, katanya labelnya pemutih badan ampuh. Tapi kok kulitku nggak kunjung putih kayak mbak yang itu? Jadilah kitanya bingung. Sebetulnya perlu nggak sih pakai serum pemutih kulit? Lantas apa bedanya den

Menambah Wawasan Parenting dari Buku Dilan

Ceritanya karena lagi heboh-hebohnya Film Dilan nih. Saya yang sudah dari lama ngincer buku itu, lalu pengen beli tapi kok ya kapasitas dana nggak kayak dulu lagi, akhirnya cuma bisa ngowoh. Eh ndilalah, entah dari mana ceritanya, kok jadi tahu aplikasi perpustakaan nasional bernama iPusnas. Dan di sana koleksi Dilannya lengkap! Tiga buku ada semua. Cuma… antriannya sampai ratusan, Jeng! Demi rasa penasaran, ikutan ngantri deh. Lucunya, awal ngecek koleksi buku Dilan di iPusnas, saya langsung bisa pinjam buku yang ke tiga, Milea Suara dari Dilan. Pas kosong, padahal yang sudah antri banyak. Tapi kemudian saya anggurin. Dan akhirnya nggak kebaca deh. Aplikasi jagoan yang sudah bikin saya rajin baca buku lagi Beberapa hari kemudian, saat launching film Dilan beneran keluar, cek antrian lagi deh. Makin sering lagi ngeceknya di notifikasi. Endingnya, dalam seminggu, saya bisa lho mengalahkan para pesaing antrian buku ini, baca tiga-tiganya dalam waktu nonstop seki

Mengganti Token Bank Mandiri yang Habis Baterai

Setelah sekitar delapan tahun, akhirnya token Bank Mandiri saya mati. Baterainya habis. Dan uniknya, saya nggak pernah terpikir kalau urusannya sampai harus ke bank segala. Jadi waktu kenal yang namaya token, saya pikir kalau alat tersebut baterainya habis, ya tinggal ganti saja baterainya di tukang servis jam tangan. Eh ternyata setelah browsing, saya baru tahu jika kita nggak bisa asal ganti baterai token tersebut. Awal tanda-tanda baterai token habis itu mulai terlihat saat ada seperti noda di bagian tepi bawah layar. Semula saya pikir, apa mungkin ada kotoran masuk kali ya? Tak berapa lama kemudian, ada lagi seperti titik noda yang muncul di bagian tepi atas layar. Hingga suatu ketika saat saya ingin transfer dana ke rekening tabungan ibu, token itu mati. Meski saya tekan tombol secara asal, tetap saja token tersebut tidak bisa aktif. Dah lah fixed, saya yakin token ini sudah habis baterainya. Kemudian saya browsing di internet berniat ingin mencari tahu, kal

Lopang, Surganya Buah Jamblang

Tahu buah jamblang, atau juwet, atau dhuwet, atau dhuwek? Di beberapa daerah, buah ini memang punya julukan yang berbeda-beda. Saya sendiri malah menyebutnya dengan plum Jawa! Hahaha… Nah, di daerah Lopang, Kecamatan Kembangbahu, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, kita bisa menjumpai buah jamblang dengan aneka jenis. Mulai dari jamblang yang ukurannya kecil tanpa biji, sampai yang berukuran sebesar bakso telur puyuh dengan daging buah yang tebal. Atau, dari yang rasanya masam, hingga jamblang yang manis tanpa menyisakan rasa sepet di lidah. Jamblang yang warnanya hitam pekat hingga berwarna ungu kemerahan pun ada di Lopang. Di Lopang, kita bahkan bisa menjumpai jamblang mini berukuran seruas kepala jari kelingking, lho. Di masa-masa akhir musim kemarau menjelang musim hujan, biasanya buah ini bermunculan. Untuk tahun 2017 ini, sepertinya musim jamblang di Lopang jatuh di sekitar bulan Oktober hingga November. Karena di bulan September ini, pohon-poh

Tujuh Hal yang Perlu Dipertimbangkan dalam Membuka Usaha Toko Sembako

Pada tahu kan toko sembako? Itu lho, toko yang isinya menjual sembilan bahan pokok. Yang masuk kategori sembako itu antara lain: 1.       Beras, sagu, dan jagung 2.       Gula pasir 3.       Sayur-sayuran dan buah-buahan 4.       Daging sapi, ayam, dan ikan 5.       Minyak goreng dan margarine 6.       Susu 7.       Telur 8.       Gas ELPIJI (kalau dulu sih minyak tanah) 9.       Garam berIodium dan berNatrium Semua bahan itu jadi kebutuhan pokok sehari-hari manusia. Nah, peluang usaha membuka toko sembako ini bisa menjadi bisnis rumahan ibu rumah tangga yang menguntungkan. Bagaimana tidak. Tiap hari bisa selalu saja ada orang yang datang membeli. Tapi yang namanya bisnis menguntungkan, biasanya ya memang banyak pesaingnya. Menurut beberapa info yang saya baca, kita perlu survey dulu. Barangkali, eh, ternyata ada toko sembako juga di dekat tempat yang mau kita dirikan usaha. Kalau sampai ada, perlu dipantau juga. Jangan sampai harga tok

Melawan Neuropati untuk Segudang Aktivitas yang Terus Menanti

Dulu sewaktu sekolah, terkadang saya punya kebiasaan unik, meminta teman sebangku untuk memukuli telapak tangan saya. Asli, kira-kira sejak SD kelas enam saya sudah punya kebiasaan seperti itu. Jadi zaman tahun 80 sampai 90-an, yang namanya sekolah kan muridnya kebanyakan disuruh membaca atau menulis. Bahkan kalau sudah punya buku pun tetap disuruh mencatat ulang. Sewaktu harus sering menulis itulah, kadang tangan saya terasa lemas. Rasanya seperti tidak ada energi untuk bisa menggerakkan tangan. Selain telapak tangan yang terasa lemas, bagian lengan di dekat siku saya juga sering terasa seperti tertusuk-tusuk jarum. Kalau bahasa saya, rasanya cengkring-cengkring! Itu masih urusan tangan. Lha kaki saya waktu itu juga sering terasa kram. Biasanya di daerah telapak tangan bagian samping atau di jari tengah dan jari manis kaki. Waktu itu saya tidak pernah sampai mengira-ngira, saya itu sebetulnya kena apa, apa penyebabnya, dan harus melakukan apa agar keluha

Membimbing Anak Belajar

Kali ini saya ingin membahas tentang apa dan bagaimana tentang membimbing anak belajar yang perlu dilakukan oleh orangtua. Tulisan ini berdasarkan hasil wawancara dengan Imelda Yetti yang beberapa tahun lalu sempat saya wawancarai sewaktu saya menjadi reporter di Batam. Saat itu, ia adalah pengajar di Sekolah Charitas Batam. Sering orangtua mewajibkan anaknya untuk belajar tanpa ingin tahu mengapa ada anak yang sulit dalam proses belajarnya. Akibatnya meski anak dipaksa terus belajar, anak tak kunjung menjadi pintar dalam artian menyerap apa yang dipelajarinya sendiri. Padahal menurut Imelda, ada beberapa faktor yang dapat memengaruhi kemampuan anak dalam belajar. Faktor-faktor tersebut antara lain, waktu, dukungan, budaya, konteks, dan kebebasan memilih. Dikatakannya lebih lanjut, tiap anak memiliki waktu yang berbeda-beda untuk dirinya sehingga ia bisa mudah menyerap apa yang dipelajarinya. Anak pun membutuhkan dukungan dari lingkungan sekelilingnya dalam hal b

Resep Buka Puasa dengan Sambal Boran Khas Lamongan

Ada satu makanan khas dari daerah Lamongan yang jarang diketahui oleh kebanyakan orang luar Lamongan. Ya, jika kebanyakan orang tahunya kuliner Lamongan itu identik dengan Soto Ayam Lamongan, tapi sebenarnya, di Lamongan sendiri ada sebuah kuliner yang menjadi makanan keseharian masyarakat Lamongan. Namanya Nasi Boran. Disebut boran karena biasanya penjualnya menggunakan bakul besar yang bernama boran saat berjualan. Panganan yang satu ini kerap ditawarkan para penjualnya saat pagi hari sebagai sarapan, atau sore hingga malam hari. Biasanya penjual akan membungkus nasi boran dengan menggunakan daun pisang yang dilapisi kertas koran pada bagian luarnya. Sedangkan di bulan Ramadan, Nasi Boran tetap diminati banyak masyarakat Lamongan untuk sajian berbuka puasa, atau sahur. Jadi meski dini hari, ada juga kok penjual Nasi Boran yang berjualan. Malah biasanya laris diburu mereka yang ingin menikmatinya untuk menu sahur. Untuk satu kali sajian, Nasi Boran ini bisa terdir

Memilih Jajanan Sehat untuk Anak

Bagi kebanyakan orangtua, memilih jajanan untuk anak itu adalah hal yang penting. Sebisa mungkin tentunya harus sehat kan ya. Itulah yang kini jadi pegangan saya kalau urusan jajan buat Kayyisah. Padahal dulu sewaktu belum punya anak, saya suka komentar lho ke siapapun yang suka ngelarang-ngelarang anaknya buat jajan ini itu. “Ngapain sih banyak ngelarang ke anak makan ini itu. Entar anaknya jadi nggrangsang !” Nggrangsang itu istilah bahasa Jawa di tempat saya yang artinya rakus. Pas sudah punya anak, lha kok ternyata Kayyisah tipe anak yang mudah sensitif tenggorokannya. Plek ketiplek sama kayak abinya. Ke mana-mana, saya jadinya harus seperti satpam untuk urusan apapun yang akan masuk ke mulutnya. Sampai-sampai saya sering kasihan. Kadang, saya lihat dia begitu ingin makan ini itu, apalagi sewaktu kumpul dengan banyak orang. Tapi kondisinya mau tak mau membuat saya harus ketat untuk urusan yang satu ini. Sebetulnya pernah suami saya protes. Kenapa sih ngg