Skip to main content

Saat Para Orangtua Berkumpul untuk Mengenal Postpartum Blues dan ASI


Hari Minggu, tanggal 29 April 2018 lalu, saya sebagai blogger dapat kesempatan nih untuk ikutan seminar parenting yang diadakan Orami di Rumah Sakit Mitra Keluarga yang ada di Satelit Indah Surabaya. Temanya tentang Postpartum Blues dan A-Z ASI.

Pembicara untuk tema postpartum blues adalah Ibu Naftalia Kusmawardhani, S.Psi, M.Si. Bu Naftalia ini adalah seorang psikolog yang prakteknya di RS Mitra Keluarga Sidoarjo. Dari beberapa pembicaraan beliau selama mengisi acara, Bu Naftalia juga sesekali menyebut dirinya seorang dosen.

Sedangkan untuk materi A-Z ASI yang mengisi adalah dr Stephanie Dwi Astuti Sp.A. dr Stephanie ini adalah dokter anak yang prakteknya di RS Mitra Keluarga Surabaya.

Bisa dibilang, ini momen pertama saya sebagai blogger asal Lamongan, bisa ikutan kegiatan di Surabaya. Pasalnya selama jadi blogger apalagi empat tahun terakhir tinggal (lagi) di Lamongan, hidup saya melulu cuma di Lamongan.

Ndilalah suatu ketika, baca postingannya Mbak Yuniari Nukti di Facebooknya tentang keberadaan seminar parenting ini. Nggak pakai pikir panjang, langsung deh ikutan daftar. Apalagi temanya ada tentang postpartum blues. Sebagai mantan penderita yang nggak pengen kumat lagi, ngerasa saja kalau ini perlu banget saya ikuti.

Nah, tadi saya sudah bilang kan kalau ini momen pertama sebagai blogger asal Lamongan ikutan acara kumpul dengan blogger Surabaya? Jadinya pas daftar, Mbak Yuni sempat bingung. Dia tanya, memangnya saya tinggal di mana? Kok nggak pernah ikutan acara blogger di Surabaya? Hahaha…

Setelah tanya ini itu ke Mbak Ade Uny, yang saya kenal pas ikutan acara Mombassador SGM Eksplor beberapa waktu lalu, dan ternyata mbake ini tinggal di daerah dekat RS Mitra, akhirnya berangkatlah saya dari rumah pas habis Subuh.

Soalnya berdasarkan petunjuknya Mbak Uny, saya harus berangkat naik komuter yang jadwalnya kalau dari Lamongan itu jam enam pagi. Terus nanti turun di Stasiun Tandes, lalu sambung ke rumah sakit naik Grab aja.

Awalnya agak males disuruh naik komuter. Selama ini kalau ke mana-mana, saya lebih hobi naik bus dari pada kereta.

Tapi karena memang petunjuk mudahnya harus naik komuter, ya sudahlah diikuti saja. Itung-itung nambah pengalaman naik komuter yang ternyata agak beda cara beli tiketnya dibanding terakhir waktu ke Surabaya tahun 2010.

Gara-gara keawaman saya naik komuter, sampai sempat juga nyantol di blognya Mbak Muns Fahd. Jadi buat teman-teman yang pengen tahu gimana-gimananya naik komuter dari Lamongan ke Surabaya, bisa baca tulisan Mbak Muns Fahd di sini ya…


Seminar dengan Berbagai Produk Sponsor yang Keren

Waktu masuk ke acara, saya sempat dikasih goodie bag dulu sama panitianya. Pas saya cek isinya, eh ternyata kok lumayan banyak lho dikasih beberapa produk dari sponsor.

Sebetulnya keberadaan goodie bag ini sudah tertulis juga di pengumman seminar sih, tapi nyatanya ini di luar ekspektasi saya. Karena itu pas disuruh ngisi kuesioner tentang acara tersebut, saya memang ngisi poin tema sebagai motivasi saya buat ikutan acara ini. Bukan goodie bagnya yang isinya beberapa produk keren dari sponsor.

Di sebelum dan sesudah acara, kami para peserta sempat dikenalkan dengan beberapa produk yang jadi sponsor acara ini. Produk-produknya dekat banget dengan kebutuhan keseharian ibu dan anak. Saya cuplik sedikit-sedikit ya. Karena memang poin ini perlu juga saya bagi karena merasa ada manfaatnya juga sih.

1. Orami

Sebetulnya tahu tentang Orami ini antara lupa-ingat. Dulu banget, sempat sih saya daftar dan terkadang dapat pemberitahuan dari Orami via email. Tapi nggak nyadar aja.

Jadi Orami ini adalah tempat toko online yang menawarkan kebutuhan perlengkapan bayi, balita, anak, hingga kebutuhan ibu hamil dan menyusui yang isinya lengkap dan berkualitas.

Toko online yang dulunya bernama Bilna.com ini isinya nggak hanya sekedar jualan lho. Kalau buka di orami.co.id, kita bisa menemukan juga majalah, forum, juga vaksinasi ke rumah.

Kalau di forum diskusi, temanya macam-macam. Mulai dari kehamilan, bayi, balita, gaya hidup, serba-serbi helpers atau pengasuh, sampai sharing is caring. Yang Sharing is Caring ini bentuknya penggalangan dana bagi mereka yang membutuhkan.

Di Orami, kita juga bisa konsultasi dokter lho. Kalau konsultasi dokter spesialis kebidanan dan kandungan ada di hari Senn, psikolog anak di hari Selasa, konselor laktasi di hari Rabu, spesialis anak di hari Kamis, dan nutrisi di hari Jumat. Lengkap ya, kayak prakter dokter di rumah sakit saja.

Waktu dijelasin tentang Orami ini oleh Bu Ferina Yunisa, Community and Event Manager Orami, saya heran lho. Lha ya itu tadi, ini toko online, tapi kok ya kayak nggak jualan saja isinya. Ada konsultasi dokter segala euy!

2. Ultra Mimi

Pas sebelum masuk lalu lihat ada booth Susu Ultra Mimi, saya langsung seneng banget. Soalnya ini susu kemasan yang sering dikonsumsi Kayyisah sejak dia umur sekitar 16 bulan.

Sekilas info ya kenapa kok saya pernah kasih susu ini ke Kayyisah sejak umur segitu. Jadi waktu itu kan berat badan Kayyisah sering rendah. Orang-orang pada nyuruh ngasih susu tambahan. Sementara posisinya, Kayyisah juga masih full ASI sampai umur dua tahun.

Pas browsing, ternyata dari para ibu yang juga ngasih susu tambahan meski tetap full ASI, rata-rata pada ngasihnya Susu Ultra Mimi putih. Yang rasanya tawar itu.

Waktu saya cek, emang bener sih. Soalnya susu ini diproses UHT, dan hanya terdiri dari susu tanpa tambahan gula atau perasa lain. Pas saya minumin ke Kayyisah, kerasa banget pertambahan bobotnya.

Dulunya sebelum ada dari Menkes kalau susu selain ASI sebaiknya harus dikasih setelah usia dua tahun, susu Mimi ini nggak ada labelnya untuk usia 2-6 tahun. Tapi karena ikut mendukung program ibu menyusui selama dua tahun penuh, akhirnya Susu Mimi ikut melabeli dengan tanda usia itu.

Yang saya tahu sih, beberapa dokter anak memang menyarankan untuk memberikan tambahan susu setelah umur satu tahun ke bayi sebagai pemenuhan protein, terutama jika kondisi anaknya memang membutuhkan susu tambahan. Misalnya dokter Stephanie yang jadi pembicara di seminar ini.

Sedangkan dari Susu Mimi, sempat juga memaparkan data dari Nielsen kalau anak umur 1 tahun bisa diberikan susu UHT 34% dan anak usia dua tahun sebesar 42%.

Waktu pas acara, kami para peserta dikasih tahu beberapa pengetahuan nih seputar susu. Misalnya tentang susu UHT yang bisa disimpan di lemari pendingin selama 4-6 hari kalau kemasannya sudah dibuka, atau larangan mengonsumsi susu kemasan yang kemasannya menggembung.

3. Go-Life

Kalau sponsor yang satu ini bikin saya mupeng dan sedih selama mendengarkan pemaparan dari Bu Dinda, pihak dari Go-Life Jakarta. Soalnya, kenapa kok cuma ada di kota besar saja… *nangis sambil ketawa ngakak

Jadi selama ini kebanyakan orang kan tahunya aplikasi Go-Jek. Sekarang ada juga lho Go-Life yang berupa layanan dari tenaga profesional di bidang kebershan, kecantikan, otomotif, sampai terapis pijat.

Iya, jadi di Go-Life ini terdiri dari Go-Massage yang bikin kita bisa panggil tukang pijat ke rumah, Go-Clean untuk urusan beres-beres rumah, Go-Auto untuk layanan urusan otomotif ke rumah, dan Go-Glam untuk urusan perawatan kecantikan ke rumah.

Tuh kan, enak banget ya hidup di kota. Ada fasilitas seperti itu segala. Nggak perlu ke luar rumah kalau urusannya cuma mau pijet, nggak usah ke salon kalau urusannya kecantikan, nggak usah ke bengkel kalau urusannya otomotif, dan urusan bersih-bersih pun bisa panggil jasa Go-Clean ke rumah.

Terus pas acara kan ada yang tanya tuh, terjamin aman nggaknya. Pasalnya kita memanggil orang asing untuk ke rumah.

Nah, kata Bu Dindanya, dijamin aman. Karena tenaga yang bergabung di Go-Life ini selain profesional, juga dilihat track recordnya. Jadi aslinya, Go-Life ini sebetulnya untuk memberdayakan juga mereka yang bekerja di sektor informal.

4. Bambi

Untuk urusan anak bayi, ada juga produk Bambi yang jadi sponsornya. Bambi ini diproduksi oleh PT Fabindo Sejahtera dan sudah sejak puluhan tahun. Terus, produk-produknya menurut Bu Neni dari pihak Bambi. juga sudah bersertifikat halal.

Yang jadi unggulan dari produk Bambi ini ada bedak compact powder serta lotion antinyamuk. Compact powder ini bikin bayi aman karena bedak nggak masuk ke hidung, seperti biasanya bayi kalau dibedakin pakai bedak tabur. Tentunya, bisa buat anak cewek, cowok, juga orang dewasa. Malah kata Bu Neni, buat wanita yang sedang perawatan kulit dan kulitnya jadi sensitif, bisa banget pakai bedak ini.

Sedangkan kalau antinyamuknya, nanti saya review di tulisan tersendiri ya…

5. Heavenly Blush

Kalau produk Heavenly Blush ini waktu di acara kemarin banyak mempromosikan tentang yang yogurt Greek dan Yo!. Kalau Greek adalah produk terbaru yang bagus dikonsumsi saat sarapan, serta bisa memberi efek kenyang yang lama.

Sedangkan Heavenly Blush Yo! untuk anak usia 4-9 tahun. Yogurt buat anak ini dibuat dengan kandungan campuran sayur dan buah. Terus, yogurt ini tidak mengandung bahan pengawet, pewarna, maupun pemanis buatan sehingga aman buat anak.

Boothnya Heavenly Blush ini lho yang paling banyak diserbu para ibu untuk belanja. Ternyata banyak juga para ibu yang suka yogurt!


Bayi dan Bapak-bapak pun Ikut Seminar

Yang menarik dari seminar ini menurut saya adalah keberadaan anak balita yang hilir mudik ke sana-sini di ruang acara. Buat saya, asyik banget! Jadi meski anak-anak ini ada yang kelihatan sampai jalan-jalan di depan dekat pemateri, acaranya tetap kondusif.

Malah, ada lho ibu-ibu yang sampai ngajak dua anaknya. Yang satu masih digendong, yang satu lagi usia sekitar tiga tahunan. Gitu itu si ibunya ini masih bisa tetap asyik ikutan acara. Keren banget kan? Meski bawa anak, ibunya ini tetap hadir buat nambah wawasan.

Gara-gara itu, saya jadi nyesel nggak ngajak Kayyisah juga ke sana kemarin. Kalau saja dia ikut, pasti senang lah tu anak bisa main sama anak-anak lain.

Selain itu, ada juga beberapa bapak yang terutama menemani istrinya yang sedang hamil atau membantu menggendong bayinya sementara istrinya fokus menyimak seminar. Bapak-bapak ini tentunya dapat pujian dari pematerinya. Soalnya, seminar parenting ini memang perlu dan penting juga diketahui oleh para bapak.


Seminar Bertabur Doorprize

Yang asyik dari seminar yang dipandu Ibu Finta Putery ini adalah banyaknya doorprize yang diberikan ke para peserta. Mulai dari game, tanya jawab pihak sponsor, lomba instagram, sampai undian berhadiah.

Jadi kalau untuk undian berhadiah ini, kita diminta belanja dulu minimal 25 ribu ke booth sponsor, yang tiap kelipatan itu dapat satu nomor undian. Alhamdulillah, saya dapat hadiah juga lho pas undian berhadiah. Saya dapat satu set tempat makan dan botol minum anak merek NUK. Rezekinya Kayyisah banget nih yang sebentar lagi mau masuk sekolah PAUD.

Ndilalah dapat doorprize ini, pas warnanya pink, rezekinya anak wedhok yang mau sekolah PAUD

Eh, pas undian berhadiah ini ada lho seorang ibu yang hoki banget sampai dapat tiga kali undian! Bahkan yang undian utama dapat e-emas logam mulia, yang dapat juga ibu ini.


Oh iya, kalau yang dari tadi baca tulisan ini terus penasaran dan bertanya-tanya, lha mana info seputar ASI sama Postpartum Blues-nya? Next di tulisan berikutnya, ya. Soalnya panjang banget sih kalau dijadikan satu semuanya…

Tentang postpartum blues atau baby blues bisa dibaca di sini. sedangkan A-Z seputar ASI bisa dibaca di sini.




Comments

Popular posts from this blog

TB Membuat Kayyisah Menjadi Anak tak Biasa

Hingga sekitar umur delapan bulan, Kayyisah menjadi anak yang menggemaskan. Grafik berat badan yang biasanya selalu di warna hijau muda bahkan kuning, di usia tujuh hingga delapan bulan, grafik berat badan Kayyisah bisa ada di warna hijau tua.
Kalau melihat fotonya saja tampak menggemaskan. Makannya sedang lahap-lahapnya.
Tapi beberapa minggu kemudian, semuanya berubah. Makin hari nafsu makannya makin susah. Sampai-sampai pernah lho selama berminggu-minggu, Kayyisah hanya mengandalkan ASI dan air kacang hijau. Makannya hanya satu atau dua sendok makan alpukat.
Pola makan seperti itu di usianya yang sekitar sembilan bulan hingga setahun, lho! Bayangkan saja, anak umur segitu makannya kayak begitu.
Beberapa keanehan lain yang saya temukan saat itu, dalam sehari Kayyisah kurang kuantitas buang air kecilnya. Kalau dipakaikan diaper setelah mandi pagi, saat dicopot sebelum mandi sore lho diapernya masih kering! Parah kan?
Waktu saya cerita ke abinya dan juga ibu, mereka pada bilang kalau bisa…

Mengganti Token Bank Mandiri yang Habis Baterai

Setelah sekitar delapan tahun, akhirnya token Bank Mandiri saya mati. Baterainya habis. Dan uniknya, saya nggak pernah terpikir kalau urusannya sampai harus ke bank segala.
Jadi waktu kenal yang namaya token, saya pikir kalau alat tersebut baterainya habis, ya tinggal ganti saja baterainya di tukang servis jam tangan. Eh ternyata setelah browsing, saya baru tahu jika kita nggak bisa asal ganti baterai token tersebut.
Awal tanda-tanda baterai token habis itu mulai terlihat saat ada seperti noda di bagian tepi bawah layar. Semula saya pikir, apa mungkin ada kotoran masuk kali ya? Tak berapa lama kemudian, ada lagi seperti titik noda yang muncul di bagian tepi atas layar.
Hingga suatu ketika saat saya ingin transfer dana ke rekening tabungan ibu, token itu mati. Meski saya tekan tombol secara asal, tetap saja token tersebut tidak bisa aktif. Dah lah fixed, saya yakin token ini sudah habis baterainya.
Kemudian saya browsing di internet berniat ingin mencari tahu, kalau baterai token ini habi…

Melawan Neuropati untuk Segudang Aktivitas yang Terus Menanti

Dulu sewaktu sekolah, terkadang saya punya kebiasaan unik, meminta teman sebangku untuk memukuli telapak tangan saya.
Asli, kira-kira sejak SD kelas enam saya sudah punya kebiasaan seperti itu.
Jadi zaman tahun 80 sampai 90-an, yang namanya sekolah kan muridnya kebanyakan disuruh membaca atau menulis. Bahkan kalau sudah punya buku pun tetap disuruh mencatat ulang.
Sewaktu harus sering menulis itulah, kadang tangan saya terasa lemas. Rasanya seperti tidak ada energi untuk bisa menggerakkan tangan.
Selain telapak tangan yang terasa lemas, bagian lengan di dekat siku saya juga sering terasa seperti tertusuk-tusuk jarum. Kalau bahasa saya, rasanya cengkring-cengkring!
Itu masih urusan tangan. Lha kaki saya waktu itu juga sering terasa kram. Biasanya di daerah telapak tangan bagian samping atau di jari tengah dan jari manis kaki.
Waktu itu saya tidak pernah sampai mengira-ngira, saya itu sebetulnya kena apa, apa penyebabnya, dan harus melakukan apa agar keluhan-keluhan di tangan dan kaki saya s…

Ingin Si Kecil tidak Telat Bicara? Coba Lakukan 9 Hal Berikut Ini!

Kayaknya buat kebanyakan orangtua, ada dua hal nih yang sering dikhawatirkan dalam tumbuh kembang si kecil. Kalau nggak telat bicara, ya telat jalan. Bener nggak?
Sebetulnya, tiap anak punya kemampuan bicara yang berbeda. Meski demikian, ada standar kemampuan juga yang harus dikuasai anak pada usia-usia tertentu.
Kemampuan ini dibagi dalam tahap usia 0-1 tahun, 1-2 tahun, dan 2-3 tahun.

Tahap usia 0-1 tahun
Anak atau bayi di usia ini, seharusnya sudah bisa mengoceh dengan nada panjang. Kalau nggak salah istilahnya bubbling.
Termasuk, dia sudah tahu namanya sendiri. Jadi kalau namanya dipanggil dan dia merespon, menoleh atau tersenyum, itu sudah menjadi tanda kalau ia kelak mampu berbicara.

Tahap usia 1-2 tahun
Sedangkan di usia ini, anak sudah bisa meniru ucapan pada suku kata akhir.
Misalnya seperti anak saya nih. Kalau ada lagu yang dia ngerti bahkan hapal, di usianya yang waktu itu sekitar 18 bulan, dia sudah bisa mengikuti lagu tersebut dengan menyebut akhir beberapa kata di beberapa ba…

Banyak Destinasi Baru Yang Seru, Ini Pilihan Liburan Ramah Anak di Batu dan Malang

Mencari ide liburan bersama keluarga yang ramah anak, daerah Batu dan Malang adalah dua tempat terbaik yang punya banyak pilihan destinasi wisata. Mau liburan dengan tema seru-seruan, atau ingin sekaligus belajar dan mendapatkan pengalaman baru, semuanya ada di kota dingin ini.
Beberapa tempat wisata seperti Jatim Park 1 dan 2, atau Wisata Petik Agrokusuma mungkin sudah nggak asing lagi di telinga. Namun, Batu dan Malang nggak hanya punya dua lokasi ternama itu lho buat liburan kita bersama keluarga. Ada beberapa tempat baru yang nggak kalah seru. Dan pastinya, ramah buat anak.

Eco Green Park
Sumber foto: winnetnews.com
Belajar sambil bermain dengan hewan-hewan cantik pastinya jadi kegiatan yang nyenengin buat anak-anak. Pengalaman ini bisa kita dapatkan dalam satu paket lengkap di Eco Green Park. Atau, biasa juga disebut sebagai Jawa Timur Park 2.
Selain punya koleksi hewan yang sudah diawetkan di museum raksasanya, kita juga bisa lho lihat hewan-hewan hidup di kandang mereka. Pemandangan…

Mengamankan Finansial dari Penyakit Kritis dengan PRUCritical Benefit 88

Pernah nggak terpikir kalau tulang punggung perekonomian keluarga mengalami penyakit kritis, misalnya itu suami, bagaimana nasib keluarga? Tentunya siapapun tak ingin sedih karena harus mengalami hal tersebut. Kemungkinan efeknya pun bisa mengarah ke urusan finansial yang tak lagi aman.
Bicara tentang penyakit kritis yang berupa penyakit tidak menular atau PTM, menurut data dari World Health Organization atau WHO, diperkirakan menyumbang angka 73 persen dari kematian di Indonesia.
PTM yang menjadi penyakit kritis dan akhir-akhir ini banyak dialami masyarakat Indonesia, menurut Riset Kesehatan Dasar atau Riskesdas 2018 Kementerian Kesehatan, adalah kanker, stroke, penyakit ginjal kronis, dan hipertensi.
Sementara itu menurut penelitian tahun 2014 hingga 2015 dari ASEAN Cost in Oncology atau ACTION, PTM yang menjadi penyakit kritis ini berpotensi menyebabkan kesulitan finansial. Data dari ACTION menyebutkan, 9.513 pasien pengidap kanker yang diteliti lebih lanjut, 50 persennya mengalami …

Menjaga Pola Makan, Rahasianya Berat Badan Ideal

“Bajuku dulu tak begini. Tapi kini tak cukup lagi.”
Ada yang pernah tahu bait lagu itu nggak? Hehehe… buat yang generasi 90-an kayaknya ngerti ya itu iklan apa. Apalagi selain era kelahirannya sama, kita juga punya nasib yang sama: masalah berat badan!
Eh, beneran kita ya? Jangan-jangan saya saja!
Padahal dulu, saya tipe cewek kutilang sampai sebelum punya anak, lho. Kutilang, kurus tinggi langsing. Berat badan selalu juara bertahan di kisaran angka 43 sampai 47. Seringnya di 45.

Yang namanya orang nyinyir, sering tuh komentar, “Jadi cewek yang gemukan dikit dong.”
Karena bosan, kadang saya timpali saja, “Entar kalau sudah nikah terus punya anak juga gemuk-gemuk sendiri.”
Di kemudian hari, baru saya sadari kalau kata-kata itu menyebar ke semesta, lalu sungguhan menjadi nyata. Satu hal yang kadang saya sesali, ngapain waktu itu ngomong begitu, ya?
Karena sebetulnya, yang suka nyinyir waktu itu adalah mereka yang mati-matian setiap hari minum obat pengurus badan. Yang mau menahan lapar tapi …

Ubah Liburan Impian Jadi Kenyataan dengan JD Flight

“Ais iku uga aik peawak ya, ama abi, ama umi,” demikian tutur Kayyisah tiap ia mendengar deru pesawat melintas di langit atas rumah kami.
Kata-kata Kayyisah itu membuat saya sering tercenung. Ya Allah, kapan ya bisa ngajak ni anak beneran naik pesawat?
Apalagi bulan Maret lalu, saya dapat kesempatan mengikuti sebuah kegiatan yang membuat saya bisa beberapa hari melepas rutinitas harian menjadi ibu rumah tangga.
Momen di waktu itu punya beberapa arti buat saya. Setelah empat tahun lamanya, akhirnya saya bisa bepergian lagi, naik pesawat, dan ke Jogja.
Jogja sendiri adalah tempat asal ayah saya. Sementara seumur-umur sejak menikah, saya belum pernah sekalipun mengajak suami dan anak untuk berkunjung ke rumah kerabat ayah di sana.
Terkadang ingin rasanya mengajak mereka berlibur ke sana. Tak hanya itu, saya pun ingin mengunjungi beberapa tempat wisata yang ada di Jogja.
Misalnya ke Candi Prambanan. Bahkan hingga di kesempatan bulan lalu ke Jogja, lagi dan lagi, saya hanya bisa melihat candi …

Memilih Jajanan Sehat untuk Anak

Bagi kebanyakan orangtua, memilih jajanan untuk anak itu adalah hal yang penting. Sebisa mungkin tentunya harus sehat kan ya.
Itulah yang kini jadi pegangan saya kalau urusan jajan buat Kayyisah. Padahal dulu sewaktu belum punya anak, saya suka komentar lho ke siapapun yang suka ngelarang-ngelarang anaknya buat jajan ini itu.
“Ngapain sih banyak ngelarang ke anak makan ini itu. Entar anaknya jadi nggrangsang!” Nggrangsang itu istilah bahasa Jawa di tempat saya yang artinya rakus.
Pas sudah punya anak, lha kok ternyata Kayyisah tipe anak yang mudah sensitif tenggorokannya. Plek ketiplek sama kayak abinya.
Ke mana-mana, saya jadinya harus seperti satpam untuk urusan apapun yang akan masuk ke mulutnya. Sampai-sampai saya sering kasihan. Kadang, saya lihat dia begitu ingin makan ini itu, apalagi sewaktu kumpul dengan banyak orang. Tapi kondisinya mau tak mau membuat saya harus ketat untuk urusan yang satu ini.
Sebetulnya pernah suami saya protes. Kenapa sih nggak dibiarkan saja. Toh nanti a…

Pakai Serum Pemutih Badan yang Bikin Cepat Putih, Aman Nggak Ya?

Putih itu cantik. Ingat slogan yang ngehits itu kan? Makanya, banyak wanita mencari produk kecantikan yang bisa memutihkan kulit. Termasuk serum pemutih badan. Eh tapi kalau efeknya bikin cepat putih, sebetulnya aman nggak ya?
Yups, pertanyaan itu sepertinya jadi bahan pertimbangan lain deh selain apakah produk pemutih kulit itu ampuh atau tidak hasilnya.
Malah kadang jadinya kayak buah simalakama. Badan bisa cepat putih tapi efek sampingnya ada rasa panas terbakar dulu, kulit kemerahan, atau endingnya malah kulit jadi gosong.
Habis itu nangis deh karena nggak jadi putih…
Atau, iya sih, serum pemutih badan yang kita pakai itu aman. Tapi setelah sekian purnama dipakai, kok kulit nggak kunjung putih seperti model iklan yang kita lihat.
Dan akhirnya jadi terpikir, katanya labelnya pemutih badan ampuh. Tapi kok kulitku nggak kunjung putih kayak mbak yang itu?
Jadilah kitanya bingung. Sebetulnya perlu nggak sih pakai serum pemutih kulit? Lantas apa bedanya dengan jenis produk kecantikan lainny…