Skip to main content

Saat Para Orangtua Berkumpul untuk Mengenal Postpartum Blues dan ASI


Hari Minggu, tanggal 29 April 2018 lalu, saya sebagai blogger dapat kesempatan nih untuk ikutan seminar parenting yang diadakan Orami di Rumah Sakit Mitra Keluarga yang ada di Satelit Indah Surabaya. Temanya tentang Postpartum Blues dan A-Z ASI.

Pembicara untuk tema postpartum blues adalah Ibu Naftalia Kusmawardhani, S.Psi, M.Si. Bu Naftalia ini adalah seorang psikolog yang prakteknya di RS Mitra Keluarga Sidoarjo. Dari beberapa pembicaraan beliau selama mengisi acara, Bu Naftalia juga sesekali menyebut dirinya seorang dosen.

Sedangkan untuk materi A-Z ASI yang mengisi adalah dr Stephanie Dwi Astuti Sp.A. dr Stephanie ini adalah dokter anak yang prakteknya di RS Mitra Keluarga Surabaya.

Bisa dibilang, ini momen pertama saya sebagai blogger asal Lamongan, bisa ikutan kegiatan di Surabaya. Pasalnya selama jadi blogger apalagi empat tahun terakhir tinggal (lagi) di Lamongan, hidup saya melulu cuma di Lamongan.

Ndilalah suatu ketika, baca postingannya Mbak Yuniari Nukti di Facebooknya tentang keberadaan seminar parenting ini. Nggak pakai pikir panjang, langsung deh ikutan daftar. Apalagi temanya ada tentang postpartum blues. Sebagai mantan penderita yang nggak pengen kumat lagi, ngerasa saja kalau ini perlu banget saya ikuti.

Nah, tadi saya sudah bilang kan kalau ini momen pertama sebagai blogger asal Lamongan ikutan acara kumpul dengan blogger Surabaya? Jadinya pas daftar, Mbak Yuni sempat bingung. Dia tanya, memangnya saya tinggal di mana? Kok nggak pernah ikutan acara blogger di Surabaya? Hahaha…

Setelah tanya ini itu ke Mbak Ade Uny, yang saya kenal pas ikutan acara Mombassador SGM Eksplor beberapa waktu lalu, dan ternyata mbake ini tinggal di daerah dekat RS Mitra, akhirnya berangkatlah saya dari rumah pas habis Subuh.

Soalnya berdasarkan petunjuknya Mbak Uny, saya harus berangkat naik komuter yang jadwalnya kalau dari Lamongan itu jam enam pagi. Terus nanti turun di Stasiun Tandes, lalu sambung ke rumah sakit naik Grab aja.

Awalnya agak males disuruh naik komuter. Selama ini kalau ke mana-mana, saya lebih hobi naik bus dari pada kereta.

Tapi karena memang petunjuk mudahnya harus naik komuter, ya sudahlah diikuti saja. Itung-itung nambah pengalaman naik komuter yang ternyata agak beda cara beli tiketnya dibanding terakhir waktu ke Surabaya tahun 2010.

Gara-gara keawaman saya naik komuter, sampai sempat juga nyantol di blognya Mbak Muns Fahd. Jadi buat teman-teman yang pengen tahu gimana-gimananya naik komuter dari Lamongan ke Surabaya, bisa baca tulisan Mbak Muns Fahd di sini ya…


Seminar dengan Berbagai Produk Sponsor yang Keren

Waktu masuk ke acara, saya sempat dikasih goodie bag dulu sama panitianya. Pas saya cek isinya, eh ternyata kok lumayan banyak lho dikasih beberapa produk dari sponsor.

Sebetulnya keberadaan goodie bag ini sudah tertulis juga di pengumman seminar sih, tapi nyatanya ini di luar ekspektasi saya. Karena itu pas disuruh ngisi kuesioner tentang acara tersebut, saya memang ngisi poin tema sebagai motivasi saya buat ikutan acara ini. Bukan goodie bagnya yang isinya beberapa produk keren dari sponsor.

Di sebelum dan sesudah acara, kami para peserta sempat dikenalkan dengan beberapa produk yang jadi sponsor acara ini. Produk-produknya dekat banget dengan kebutuhan keseharian ibu dan anak. Saya cuplik sedikit-sedikit ya. Karena memang poin ini perlu juga saya bagi karena merasa ada manfaatnya juga sih.

1. Orami

Sebetulnya tahu tentang Orami ini antara lupa-ingat. Dulu banget, sempat sih saya daftar dan terkadang dapat pemberitahuan dari Orami via email. Tapi nggak nyadar aja.

Jadi Orami ini adalah tempat toko online yang menawarkan kebutuhan perlengkapan bayi, balita, anak, hingga kebutuhan ibu hamil dan menyusui yang isinya lengkap dan berkualitas.

Toko online yang dulunya bernama Bilna.com ini isinya nggak hanya sekedar jualan lho. Kalau buka di orami.co.id, kita bisa menemukan juga majalah, forum, juga vaksinasi ke rumah.

Kalau di forum diskusi, temanya macam-macam. Mulai dari kehamilan, bayi, balita, gaya hidup, serba-serbi helpers atau pengasuh, sampai sharing is caring. Yang Sharing is Caring ini bentuknya penggalangan dana bagi mereka yang membutuhkan.

Di Orami, kita juga bisa konsultasi dokter lho. Kalau konsultasi dokter spesialis kebidanan dan kandungan ada di hari Senn, psikolog anak di hari Selasa, konselor laktasi di hari Rabu, spesialis anak di hari Kamis, dan nutrisi di hari Jumat. Lengkap ya, kayak prakter dokter di rumah sakit saja.

Waktu dijelasin tentang Orami ini oleh Bu Ferina Yunisa, Community and Event Manager Orami, saya heran lho. Lha ya itu tadi, ini toko online, tapi kok ya kayak nggak jualan saja isinya. Ada konsultasi dokter segala euy!

2. Ultra Mimi

Pas sebelum masuk lalu lihat ada booth Susu Ultra Mimi, saya langsung seneng banget. Soalnya ini susu kemasan yang sering dikonsumsi Kayyisah sejak dia umur sekitar 16 bulan.

Sekilas info ya kenapa kok saya pernah kasih susu ini ke Kayyisah sejak umur segitu. Jadi waktu itu kan berat badan Kayyisah sering rendah. Orang-orang pada nyuruh ngasih susu tambahan. Sementara posisinya, Kayyisah juga masih full ASI sampai umur dua tahun.

Pas browsing, ternyata dari para ibu yang juga ngasih susu tambahan meski tetap full ASI, rata-rata pada ngasihnya Susu Ultra Mimi putih. Yang rasanya tawar itu.

Waktu saya cek, emang bener sih. Soalnya susu ini diproses UHT, dan hanya terdiri dari susu tanpa tambahan gula atau perasa lain. Pas saya minumin ke Kayyisah, kerasa banget pertambahan bobotnya.

Dulunya sebelum ada dari Menkes kalau susu selain ASI sebaiknya harus dikasih setelah usia dua tahun, susu Mimi ini nggak ada labelnya untuk usia 2-6 tahun. Tapi karena ikut mendukung program ibu menyusui selama dua tahun penuh, akhirnya Susu Mimi ikut melabeli dengan tanda usia itu.

Yang saya tahu sih, beberapa dokter anak memang menyarankan untuk memberikan tambahan susu setelah umur satu tahun ke bayi sebagai pemenuhan protein, terutama jika kondisi anaknya memang membutuhkan susu tambahan. Misalnya dokter Stephanie yang jadi pembicara di seminar ini.

Sedangkan dari Susu Mimi, sempat juga memaparkan data dari Nielsen kalau anak umur 1 tahun bisa diberikan susu UHT 34% dan anak usia dua tahun sebesar 42%.

Waktu pas acara, kami para peserta dikasih tahu beberapa pengetahuan nih seputar susu. Misalnya tentang susu UHT yang bisa disimpan di lemari pendingin selama 4-6 hari kalau kemasannya sudah dibuka, atau larangan mengonsumsi susu kemasan yang kemasannya menggembung.

3. Go-Life

Kalau sponsor yang satu ini bikin saya mupeng dan sedih selama mendengarkan pemaparan dari Bu Dinda, pihak dari Go-Life Jakarta. Soalnya, kenapa kok cuma ada di kota besar saja… *nangis sambil ketawa ngakak

Jadi selama ini kebanyakan orang kan tahunya aplikasi Go-Jek. Sekarang ada juga lho Go-Life yang berupa layanan dari tenaga profesional di bidang kebershan, kecantikan, otomotif, sampai terapis pijat.

Iya, jadi di Go-Life ini terdiri dari Go-Massage yang bikin kita bisa panggil tukang pijat ke rumah, Go-Clean untuk urusan beres-beres rumah, Go-Auto untuk layanan urusan otomotif ke rumah, dan Go-Glam untuk urusan perawatan kecantikan ke rumah.

Tuh kan, enak banget ya hidup di kota. Ada fasilitas seperti itu segala. Nggak perlu ke luar rumah kalau urusannya cuma mau pijet, nggak usah ke salon kalau urusannya kecantikan, nggak usah ke bengkel kalau urusannya otomotif, dan urusan bersih-bersih pun bisa panggil jasa Go-Clean ke rumah.

Terus pas acara kan ada yang tanya tuh, terjamin aman nggaknya. Pasalnya kita memanggil orang asing untuk ke rumah.

Nah, kata Bu Dindanya, dijamin aman. Karena tenaga yang bergabung di Go-Life ini selain profesional, juga dilihat track recordnya. Jadi aslinya, Go-Life ini sebetulnya untuk memberdayakan juga mereka yang bekerja di sektor informal.

4. Bambi

Untuk urusan anak bayi, ada juga produk Bambi yang jadi sponsornya. Bambi ini diproduksi oleh PT Fabindo Sejahtera dan sudah sejak puluhan tahun. Terus, produk-produknya menurut Bu Neni dari pihak Bambi. juga sudah bersertifikat halal.

Yang jadi unggulan dari produk Bambi ini ada bedak compact powder serta lotion antinyamuk. Compact powder ini bikin bayi aman karena bedak nggak masuk ke hidung, seperti biasanya bayi kalau dibedakin pakai bedak tabur. Tentunya, bisa buat anak cewek, cowok, juga orang dewasa. Malah kata Bu Neni, buat wanita yang sedang perawatan kulit dan kulitnya jadi sensitif, bisa banget pakai bedak ini.

Sedangkan kalau antinyamuknya, nanti saya review di tulisan tersendiri ya…

5. Heavenly Blush

Kalau produk Heavenly Blush ini waktu di acara kemarin banyak mempromosikan tentang yang yogurt Greek dan Yo!. Kalau Greek adalah produk terbaru yang bagus dikonsumsi saat sarapan, serta bisa memberi efek kenyang yang lama.

Sedangkan Heavenly Blush Yo! untuk anak usia 4-9 tahun. Yogurt buat anak ini dibuat dengan kandungan campuran sayur dan buah. Terus, yogurt ini tidak mengandung bahan pengawet, pewarna, maupun pemanis buatan sehingga aman buat anak.

Boothnya Heavenly Blush ini lho yang paling banyak diserbu para ibu untuk belanja. Ternyata banyak juga para ibu yang suka yogurt!


Bayi dan Bapak-bapak pun Ikut Seminar

Yang menarik dari seminar ini menurut saya adalah keberadaan anak balita yang hilir mudik ke sana-sini di ruang acara. Buat saya, asyik banget! Jadi meski anak-anak ini ada yang kelihatan sampai jalan-jalan di depan dekat pemateri, acaranya tetap kondusif.

Malah, ada lho ibu-ibu yang sampai ngajak dua anaknya. Yang satu masih digendong, yang satu lagi usia sekitar tiga tahunan. Gitu itu si ibunya ini masih bisa tetap asyik ikutan acara. Keren banget kan? Meski bawa anak, ibunya ini tetap hadir buat nambah wawasan.

Gara-gara itu, saya jadi nyesel nggak ngajak Kayyisah juga ke sana kemarin. Kalau saja dia ikut, pasti senang lah tu anak bisa main sama anak-anak lain.

Selain itu, ada juga beberapa bapak yang terutama menemani istrinya yang sedang hamil atau membantu menggendong bayinya sementara istrinya fokus menyimak seminar. Bapak-bapak ini tentunya dapat pujian dari pematerinya. Soalnya, seminar parenting ini memang perlu dan penting juga diketahui oleh para bapak.


Seminar Bertabur Doorprize

Yang asyik dari seminar yang dipandu Ibu Finta Putery ini adalah banyaknya doorprize yang diberikan ke para peserta. Mulai dari game, tanya jawab pihak sponsor, lomba instagram, sampai undian berhadiah.

Jadi kalau untuk undian berhadiah ini, kita diminta belanja dulu minimal 25 ribu ke booth sponsor, yang tiap kelipatan itu dapat satu nomor undian. Alhamdulillah, saya dapat hadiah juga lho pas undian berhadiah. Saya dapat satu set tempat makan dan botol minum anak merek NUK. Rezekinya Kayyisah banget nih yang sebentar lagi mau masuk sekolah PAUD.

Ndilalah dapat doorprize ini, pas warnanya pink, rezekinya anak wedhok yang mau sekolah PAUD

Eh, pas undian berhadiah ini ada lho seorang ibu yang hoki banget sampai dapat tiga kali undian! Bahkan yang undian utama dapat e-emas logam mulia, yang dapat juga ibu ini.


Oh iya, kalau yang dari tadi baca tulisan ini terus penasaran dan bertanya-tanya, lha mana info seputar ASI sama Postpartum Blues-nya? Next di tulisan berikutnya, ya. Soalnya panjang banget sih kalau dijadikan satu semuanya…

Tentang postpartum blues atau baby blues bisa dibaca di sini. sedangkan A-Z seputar ASI bisa dibaca di sini.




Comments

Popular posts from this blog

TB Membuat Kayyisah Menjadi Anak tak Biasa

Hingga sekitar umur delapan bulan, Kayyisah menjadi anak yang menggemaskan. Grafik berat badan yang biasanya selalu di warna hijau muda bahkan kuning, di usia tujuh hingga delapan bulan, grafik berat badan Kayyisah bisa ada di warna hijau tua.
Kalau melihat fotonya saja tampak menggemaskan. Makannya sedang lahap-lahapnya.
Tapi beberapa minggu kemudian, semuanya berubah. Makin hari nafsu makannya makin susah. Sampai-sampai pernah lho selama berminggu-minggu, Kayyisah hanya mengandalkan ASI dan air kacang hijau. Makannya hanya satu atau dua sendok makan alpukat.
Pola makan seperti itu di usianya yang sekitar sembilan bulan hingga setahun, lho! Bayangkan saja, anak umur segitu makannya kayak begitu.
Beberapa keanehan lain yang saya temukan saat itu, dalam sehari Kayyisah kurang kuantitas buang air kecilnya. Kalau dipakaikan diaper setelah mandi pagi, saat dicopot sebelum mandi sore lho diapernya masih kering! Parah kan?
Waktu saya cerita ke abinya dan juga ibu, mereka pada bilang kalau bisa…

Pakai Serum Pemutih Badan yang Bikin Cepat Putih, Aman Nggak Ya?

Putih itu cantik. Ingat slogan yang ngehits itu kan? Makanya, banyak wanita mencari produk kecantikan yang bisa memutihkan kulit. Termasuk serum pemutih badan. Eh tapi kalau efeknya bikin cepat putih, sebetulnya aman nggak ya?
Yups, pertanyaan itu sepertinya jadi bahan pertimbangan lain deh selain apakah produk pemutih kulit itu ampuh atau tidak hasilnya.
Malah kadang jadinya kayak buah simalakama. Badan bisa cepat putih tapi efek sampingnya ada rasa panas terbakar dulu, kulit kemerahan, atau endingnya malah kulit jadi gosong.
Habis itu nangis deh karena nggak jadi putih…
Atau, iya sih, serum pemutih badan yang kita pakai itu aman. Tapi setelah sekian purnama dipakai, kok kulit nggak kunjung putih seperti model iklan yang kita lihat.
Dan akhirnya jadi terpikir, katanya labelnya pemutih badan ampuh. Tapi kok kulitku nggak kunjung putih kayak mbak yang itu?
Jadilah kitanya bingung. Sebetulnya perlu nggak sih pakai serum pemutih kulit? Lantas apa bedanya dengan jenis produk kecantikan lainny…

Mengganti Token Bank Mandiri yang Habis Baterai

Setelah sekitar delapan tahun, akhirnya token Bank Mandiri saya mati. Baterainya habis. Dan uniknya, saya nggak pernah terpikir kalau urusannya sampai harus ke bank segala.
Jadi waktu kenal yang namaya token, saya pikir kalau alat tersebut baterainya habis, ya tinggal ganti saja baterainya di tukang servis jam tangan. Eh ternyata setelah browsing, saya baru tahu jika kita nggak bisa asal ganti baterai token tersebut.
Awal tanda-tanda baterai token habis itu mulai terlihat saat ada seperti noda di bagian tepi bawah layar. Semula saya pikir, apa mungkin ada kotoran masuk kali ya? Tak berapa lama kemudian, ada lagi seperti titik noda yang muncul di bagian tepi atas layar.
Hingga suatu ketika saat saya ingin transfer dana ke rekening tabungan ibu, token itu mati. Meski saya tekan tombol secara asal, tetap saja token tersebut tidak bisa aktif. Dah lah fixed, saya yakin token ini sudah habis baterainya.
Kemudian saya browsing di internet berniat ingin mencari tahu, kalau baterai token ini habi…

Tujuh Hal yang Perlu Dipertimbangkan dalam Membuka Usaha Toko Sembako

Pada tahu kan toko sembako? Itu lho, toko yang isinya menjual sembilan bahan pokok.
Yang masuk kategori sembako itu antara lain: 1.Beras, sagu, dan jagung 2.Gula pasir 3.Sayur-sayuran dan buah-buahan 4.Daging sapi, ayam, dan ikan 5.Minyak goreng dan margarine 6.Susu 7.Telur 8.Gas ELPIJI (kalau dulu sih minyak tanah) 9.Garam berIodium dan berNatrium
Semua bahan itu jadi kebutuhan pokok sehari-hari manusia.
Nah, peluang usaha membuka toko sembako ini bisa menjadi bisnis rumahan ibu rumah tangga yang menguntungkan. Bagaimana tidak. Tiap hari bisa selalu saja ada orang yang datang membeli.
Tapi yang namanya bisnis menguntungkan, biasanya ya memang banyak pesaingnya.
Menurut beberapa info yang saya baca, kita perlu survey dulu. Barangkali, eh, ternyata ada toko sembako juga di dekat tempat yang mau kita dirikan usaha.
Kalau sampai ada, perlu dipantau juga. Jangan sampai harga toko tersebut lebih murah dari barang-barang yang dijual di toko kita nantinya.
Tapi kalau sampai belum ada pesaingnya, namanya …

Lopang, Surganya Buah Jamblang

Tahu buah jamblang, atau juwet, atau dhuwet, atau dhuwek?
Di beberapa daerah, buah ini memang punya julukan yang berbeda-beda. Saya sendiri malah menyebutnya dengan plum Jawa! Hahaha…
Nah, di daerah Lopang, Kecamatan Kembangbahu, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, kita bisa menjumpai buah jamblang dengan aneka jenis.
Mulai dari jamblang yang ukurannya kecil tanpa biji, sampai yang berukuran sebesar bakso telur puyuh dengan daging buah yang tebal.
Atau, dari yang rasanya masam, hingga jamblang yang manis tanpa menyisakan rasa sepet di lidah.
Jamblang yang warnanya hitam pekat hingga berwarna ungu kemerahan pun ada di Lopang.



Di masa-masa akhir musim kemarau menjelang musim hujan, biasanya buah ini bermunculan.
Untuk tahun 2017 ini, sepertinya musim jamblang di Lopang jatuh di sekitar bulan Oktober hingga November. Karena di bulan September ini, pohon-pohon jamblang di Lopang mulai bermunculan bunganya.
Karena begitu kayanya jenis jamblang di Lopang, saya menyebut tempat satu ini sebagai surg…

Melawan Neuropati untuk Segudang Aktivitas yang Terus Menanti

Dulu sewaktu sekolah, terkadang saya punya kebiasaan unik, meminta teman sebangku untuk memukuli telapak tangan saya.
Asli, kira-kira sejak SD kelas enam saya sudah punya kebiasaan seperti itu.
Jadi zaman tahun 80 sampai 90-an, yang namanya sekolah kan muridnya kebanyakan disuruh membaca atau menulis. Bahkan kalau sudah punya buku pun tetap disuruh mencatat ulang.
Sewaktu harus sering menulis itulah, kadang tangan saya terasa lemas. Rasanya seperti tidak ada energi untuk bisa menggerakkan tangan.
Selain telapak tangan yang terasa lemas, bagian lengan di dekat siku saya juga sering terasa seperti tertusuk-tusuk jarum. Kalau bahasa saya, rasanya cengkring-cengkring!
Itu masih urusan tangan. Lha kaki saya waktu itu juga sering terasa kram. Biasanya di daerah telapak tangan bagian samping atau di jari tengah dan jari manis kaki.
Waktu itu saya tidak pernah sampai mengira-ngira, saya itu sebetulnya kena apa, apa penyebabnya, dan harus melakukan apa agar keluhan-keluhan di tangan dan kaki saya s…

Resep Buka Puasa dengan Sambal Boran Khas Lamongan

Ada satu makanan khas dari daerah Lamongan yang jarang diketahui oleh kebanyakan orang luar Lamongan. Ya, jika kebanyakan orang tahunya kuliner Lamongan itu identik dengan Soto Ayam Lamongan, tapi sebenarnya, di Lamongan sendiri ada sebuah kuliner yang menjadi makanan keseharian masyarakat Lamongan.
Namanya Nasi Boran. Disebut boran karena biasanya penjualnya menggunakan bakul besar yang bernama boran saat berjualan.
Panganan yang satu ini kerap ditawarkan para penjualnya saat pagi hari sebagai sarapan, atau sore hingga malam hari. Biasanya penjual akan membungkus nasi boran dengan menggunakan daun pisang yang dilapisi kertas koran pada bagian luarnya.
Sedangkan di bulan Ramadan, Nasi Boran tetap diminati banyak masyarakat Lamongan untuk sajian berbuka puasa, atau sahur. Jadi meski dini hari, ada juga kok penjual Nasi Boran yang berjualan. Malah biasanya laris diburu mereka yang ingin menikmatinya untuk menu sahur.
Untuk satu kali sajian, Nasi Boran ini bisa terdiri satu porsi nasi, berik…

Membersihkan Luka Si Kecil Nggak Pakai Perih dengan Hansaplast Spray Antiseptik

Gimana caranya membersihkan luka si kecil nggak pakai perih? Ni kayaknya jadi pertanyaan banyak para ibu lah ya. Terutama yang punya anak dengan karakter aktif, suka banyak gerak.
Saya sendiri merasakannya. Kayyisah anak saya itu, masuk kategori anak yang jarang mau diam. Jadi biar katanya anak aktif itu tanda pintar, ya sudah lah ya, memang harus dibiarin sambil dipantau keaktifannya.
Cuma uniknya, Kayyisah ini kalau terluka, jarang banget mau langsung ngomong. Kecuali kalau sayanya sebagai ibunya langsung tahu. Akibatnya, lukanya yang telat ketahuan itu malah bikin proses penyembuhan nggak bisa cepat.
Belum lagi kalau sudah luka, masalah lainnya ya rasa sakit yang muncul. Iya sih, Kayyisah memang tipe anak yang kuat menahan sakit. Tapi tetap saja, kalau pas mandi, dianya baru mulai keluar reaksi kesakitannya. Akhirnya saat dirawat lukanya, jadi ada tantangan tersendiri deh!
Apalagi kalau kena obat yang malah bikin dia kesakitan. Mau nggak diobatin kok ya entar gimana sembuhnya. Diobat…

Dialah Anakku, Anak Indonesia Sehat yang Pernah Terancam Mengalami Stunting

“Berapa tingginya tadi?” tanya Bu Bidan Posyandu ke Bu RW yang sudah mengukur dan mencatat tinggi Kayyisah sebelumnya.
Angka 103 lalu keluar dari jawaban Bu RW. “Tinggi ya anaknya,” komentar Bu Bidan Posyandu.
Aku tersenyum kecil mendengarnya. Ada perasaan lega mendengar kata-kata itu. Karena di balik tinggi badan Kayyisah yang sekarang berusia dua tahun sembilan bulan, ada sebuah masa saat anakku itu pernah dikomentari hampir gagal tumbuh kembang oleh seorang dokter anak.
Dulu sewaktu Kayyisah usia dua tahun dua bulan, saat ia baru ketahuan menderita TB dua bulan sebelumnya, aku dan suami pergi mengantar Kayyisah untuk mengambil obat TB di dokter anak langganan.
Ternyata dokter yang sedang bertugas saat itu bukan dokter yang biasanya. Saat melihat Kayyisah dan setelah tahu berapa usia anakku, ia mengerutkan alis dari balik kaca matanya dan menatap Kayyisah seakan tidak percaya.
“Kecil banget anaknya! Ayo coba, tidurin lagi di atas kasur. Saya mau ukur lagi semuanya,” seru dokter tersebut …

Penyebab Malnutrisi Hingga Telat Tumbuh Kembang Itu Bernama TB

Di tulisan ini saya ingin cerita tentang masa-masa di saat Kayyisah belum ketahuan penyakit TBnya, juga saat beberapa bulan ia sudah diketahui terkena TB.
Sebetulnya sudah sejak sekitar umur 14 bulan, Kayyisah disarankan untuk menjalani terapi di rehab medis. Saat itu karena perkembangan motorik kasar Kayyisah terlihat lambat.
Di umur setahun, Kayyisah sulit tengkurap, tidak bisa duduk sendiri, apalagi untuk bisa berjalan. Tempurung lutut kakinya saja di usia itu masih belum keras.

Setelah mendapat surat rekomendasi ke rehab medis dari dokter anak, dokter fisioterapi yang saya temui sempat bingung. Pasalnya, suhu tubuh Kayyisah sumeng. Di masa-masa itu, suhu tubuh Kayyisah seringkali berada di angka 38 derajat celcius.
Hingga pada akhirnya, di usia 16 bulan, saya dan suami membulatkan tekad untuk benar-benar serius membawa Kayyisah rutin terapi di rehab medis. Kami memilih RS Muhammadiyah Lamongan sebagai tempat terapi.
Awalnya, Kayyisah dicek sejauh mana kemampuan motorik kasarnya. Saat …