Skip to main content

Oppo Find X, Ponsel Penunjang Gaya Wanita Masa Kini yang Punya Banyak Kelebihan


Sekarang ini, keberadaan ponsel nggak hanya buat alat komunikasi. Tapi juga buat gaya. Apalagi buat kaum wanita. Kadang spesifikasi atau kemampuan ponsel masih kalah pertimbangannya dibanding tampilannya. Bisa buat tambah gaya, atau enggak.

Padahal, baik spesifikasi maupun tampilan, aslinya sama-sama perlu dan penting ya. Punya ponsel cakep tapi nggak punya memori banyak sehingga jadi lemot. Ponselnya udah keren tapi urusan baterai payah.

Nah, sepertinya masalah kayak begitu tuh yang jadi perhatiannya Oppo. Ponsel asal negeri bambu ini baru saja mengeluarkan seri terbarunya. Oppo Find X. Kalau seri sebelumnya Find 7, lompatan selanjutnya langsung ke angka 10 atau X.

Simbol X nggak hanya mewakili angka 10 yang jadi lompatan besar setelah angka 7. Tapi ternyata, X ini juga bisa bermakna ‘expression’ lho. Iya, Oppo Find X emang diciptakan juga dengan pertimbangan menjadi ajang ekspresi untuk mereka yang suka dan menunjukkan ekspresi dirinya.

Pada hari Sabtu tanggal 28 Juli 2018 lalu, saya dapat kesempatan nih untuk datang ke First Experience Gadget Story with Oppo Find X untuk area Surabaya. Fyi, Oppo Find X sendiri sudah resmi diluncurkan sejak 19 Juni 2018 di Paris, Perancis.

Suatu kehormatan bagi Kota Surabaya nih yang jadi satu dari tiga kota pilihan Oppo untuk mengajak masyarakatnya merasakan lebih dulu, seperti apa ya rasanya bisa megang ponsel seharga motor matic! Hahaha…

Iya, harganya sih katanya nanti dibandrol dengan angka tipis mendekati nilai 13 juta rupiah. Dan Surabaya sendiri dipilih oleh pihak Oppo, selain kota Jakarta dan Bandung, karena pasar pemasaran ponsel Oppo yang besar di Surabaya selama ini. Kesempatan keren kan sebelum orang se Indonesia raya baru bisa beli Oppo Find X pada 4 Agustus 2018 mendatang.

Tempat acaranya kemarin ada di Kuppel yang ada di bilagan Surabaya Barat. Saya sendiri baru nyadar, kenapa kok tempatnya milih di Kuppel. Soalnya bar dengan bentuk bangunan setengah bulatan bola dengan dinding full kaca ini mirip banget sih sama tempat launching Oppo di Paris sono yang ada di Museum Louvre.


Acara yang dimulai sejak sore dan dipandu oleh Hana Qosim sebagai host itu menghadirkan beberapa narasumber. Di antaranya ada Aryo Meidianto, PR Manager Oppo Indonesia.

Terus ada Oik Yusuf dari Redaksi Kompascom yang selama acara banyak banget ngasih pertanyaan bagus ke narasumber lain dan bikin saya jadi lebih banyak tahu karena nggak kepikiran dengan pertanyaan tersebut.

Selain itu ada Mouldie Satria Eka Putra, seorang youtuber yang punya channel Sobat Hape dan sudah banyak mencoba bikin tantangan seru dengan Oppo Find X.


Menurut Aryo, memang ada banyak inovasi pada Oppo Find X yang sangat beda jauh dari pendahulunya yaitu Oppo Find 7. Karena itulah ada jeda lama antara waktu peluncuran dari kedua ponsel tersebut.

Untuk spesifikasinya, berikut ini data yang saya dapatkan dari kompas dot com.


Prosesor: Qualcomm Snapdragon 845
GPU: Adreno 630
Layar: 6,4 inci (edge) OLED Full HD+ 2.340 x 1080 piksel, aspect ratio 19,5:9
RAM: 8GB
Storage: 256 GB, opsi upgrade via microSD
Kamera: 25 MP (depan), 16 MP dan 20 MP (belakang)
Baterai: 3.730 mAH
Sistem operasi: ColorOS 5.1 (Android 8.1 Oreo)

Selama acara kemarin, saya punya catatan kesimpulan nih tentang apa saja sih sebetulnya kelebihan atau keunggulan Oppo Find X yang sangat dibutuhkan banget kalau buat wanita masa kini yang pengen gaya dengan ponselnya.

1. Warna covernya bikin kita nggak butuh casing pelapis lagi

Sebetulnya casing Oppo Find X itu punya tampilan warna gradient design, bordeaux red dan glacier blue.

Tapi pas Aryo nunjukin ke kami saat itu, casing belakangnya jadi kaya berubah-ubah lho warnanya. Karena ya itu tadi, warnanya main gradien. Udah keren kayak gitu, jadi nggak perlu lagi lah ya casing pelapis.

Sebetulnya di China sudah ada sih yang jual casing khusus Oppo Find X. Cuma kalau dari pabriknya sono desainnya sudah dibikin secakep itu, ya buat apa sih ya? Malah menurut saya sih, tampilannya Oppo Find X bikin yang megang dan kalau itu cewek, jadi terlihat anggun dan elegan.

2. Isi baterai GPL, peluang eksis dengan ponsel makin gede

Oppo Find X pakai teknologi VOOC yang bikin kita ngisi baterai ga pakai lama alias GPL. Mouldy sendiri pernah ngetes nih. Dia isi baterai Oppo Find X selama 30 menit dan bisa terisi cepat nambah sebanyak 45 persen dalam kondisi hidup.

Buat saya yang akhir-akhir ini lagi bermasalah banget sama kapasitas baterai ponsel, tentu jadi ngerasa ini hal yang berharga banget. Bayangin saja deh, ada momen bagus, waktunya ngejepret kamera pakai ponsel, lha yang mau dipakai ternyata lowbat. Tinggal dadah-dadah deh…

3. Kameranya bikin penggunanya jadi sosok baik-baik

Ada gitu kamera yang bikin kita jadi perempuan baik-baik? Ada…

Jadi gini, sebetulnya saya mau ngebahas tentang teknologi Oppo Find X yang kayaknya sampai saat ini, belum ada nih ponsel yang punya teknologi seperti ini.

Kalau kita megang Oppo Find X, mungkin awalnya kita bingung. Ini kameranya di mana ya? Tapi kalau kita sudah nemu tombol kameranya, klik, eh itu kamera bisa pop up lho dari bagian atas.

Teknologi ini memang bikin pengguna Oppo Find X jadi nggak bisa main sembunyi-sembunyian lagi kalau mau ngejepret objek di manapun. Tapi kalau katanya Aryo, sebetulnya di beberapa negara di dunia ini juga sudah lho menerapkan aturan buat kita nggak boleh asal main jepret di mana-mana.

Nah tu, makanya kan saya bilang, Oppo Find X ini malah bikin kita jadi wanita baik-baik, yang nggak rese’ ambil gambar sembarangan di mana saja tanpa izin orang lain.

4. Ponsel yang bikin anak jadi berbakti pada orang tua

Nih poin juga mungkin bikin kalian bertanya-tanya, apa hubungannya coba ponsel sama urusan berbakti pada orang tua? Ada…

Sudah jadi hal yang agak biasa ya kesannya, orang kalau pegang ponsel itu bikin penggunanya jadi asyik dengan dunianya sendiri. Termasuk mengabaikan keluarga sendiri.

Di Oppo Find X ini ada teknologi game space yang bikin penggunanya bisa main game sepuasnya dengan mematikan aplikasi background dan kapasitas RAMnya hanya untuk main game.

Tapi… teknologi ini bukannya bikin penggunanya lalu putus hubungan dengan dunia nyata sama sekali. Kata Aryo, kalau misal nih, orang tua nelepon atau nge-WA, tetap bisa menghubungi kita kok.

Jadi nggak ada alasan ya kitanya bilang hp lagi dimatiin aplikasi komunikasinya. Apalagi kalau alasan jujurnya karena lagi dipakai buat nge-game. Tuh, Oppo Find X bikin kita jadi anak berbakti pada orang tua beneran kan?


5. Hanya face detector Oppo Find X yang mau menerimamu apa adanya

Untuk kunci pengaman, Oppo Find X tidak menggunakan sistem fingerprint. Ada alasannya. Menurut Aryo, karena menurut penelitian yang sudah ada, banyak orang kesulitan membuka pengaman ponselnya jika menggunakan teknologi fingerprint.

Seringnya saat orang dalam posisi tangannya sedang kotor, misal berminyak karena sedang pegang makanan, saat mau pakai ponsel, eh malah kesusahan sewaktu mau memakai ponselnya sendiri.

Sementara di Oppo Find X yang pakai teknologi face detector, kita cukup nunjukin muka kita. Mouldy sendiri pernah eksperimen nih sejauh apa kemampuan face detector Oppo Find X.

Jadi mulai dari versi muka biasa tanpa penghalang, pakai helm, pakai kaca mata, pakai masker penutup mulut (tapi hidung kelihatan ya), pakai sebo, Oppo Find X tetap bisa mengenali pemiliknya.

Asal posisi ponselnya tegak lurus pas di depan wajah kita, face detectornya bisa aktif. Jadi nggak perlu lagi ada kekhawatiran face detector malah bikin kita kesulitan sendiri.

Karena itu saya pikir, cuma Oppo Find X nih yang mau menerima kita apa adanya. Mau cakep, enggak, pakai make up, polosan, dia tetap akan membuka dirinya saat kita perlukan. (*sok iya banget nggak sih bahasanya? Hahaha…)

6. Bikin film romantis a la India pun bisa

Untuk urusan pengambilan gambar dalam bentuk video atau foto, Oppo Find X punya beberapa fitur yang memungkinkan penggunanya mengabadikan dalam berbagai versi.

Salah satunya yang paling saya suka itu mode slow motion. Jadi kalau kita rekam adegan dengan terlebih dahulu disetting slow motion berkecepatan tertentu, hasilnya nanti bisa ada gerakan lambat kayak di film-film India itu…

Tahu kan adegan film India yang lari-lari tapi gerakannya lambat dan bikin kesan romantis jadi makin gimana gitu?

Nah kalau ngerekamnya pakai Oppo Find X, nggak perlu lagi lah orangnya yag disuruh lari lambat dan malah kelihatan nggak stabil kecepatan lambatnya. Cukup klik, gerakan biasa, hasilnya bisa dramatis lambat dengan sendirinya.

7. Telihat keren dengan tampilan berformat gif buatan sendiri

Dengan kamera depannya yang punya resolusi 25 mp, lensa f/2.0-nya dari Oppo Find X mampu mengenali wajah penggunanya secara tiga dimensi. Teknologi ini dibantu dengan kecanggihan proyektor pemancar 30 ribu titik inframerah. Hasilnya bisa dipakai untuk fitur 3D Smart Selfie Capture.

Jadi prosesnya begini… Oppo Find X mengenali wajah kita dulu pakai kamera depan. Terus antar ada device khusus di aplikasi kamera untuk menyesuaikan tampilan masing-masing elemen wajah secara lebih khusus. Mau rambutnya kayak gimana, pakai kaca mata atau enggak, bisa diatur.

Bahkan Mouldie sendiri menjelaskan sambil menunjukkan video yang sudah dibuatnya, mau pipinya dibuat ramping atau mata dibuat lebar pun bisa.

Kelompok saya sendiri sempat mencoba fitur yang satu ini nih. Jadi waktu itu saya lihat teman saya Mbak Yuni pakai fitur ini ditemani mas pendamping dari Oppo. Kalau bentuk wajahnya sudah jadi, kita bisa pakai nih buat chat dengan orang lain.

Uniknya, apapun gerak wajah yang dilakukan Mbak Yuni, si kembaran Mbak Yuni yang ada di hp ikut gerak. Katanya mas pendampingnya sih, ini asyik banget kalau buat dipakai chat atau dijadiin stiker bentuk gif.

8. Mengamankan diri saat terbanting

Ponsel kebanting itu kayak nightmare bagi siapapun. Tapi Oppo Find X sudah mengantisipasi hal tersebut. Mouldy sendiri pernah bereksperimen dengan membanting ponsel tersebut dari ketinggian sebuah meja.

Dalam video gerakan lambat, ternyata bagian tepi Oppo Find X itu kayak ada lapisan karetnya lho yang bikin ponsel jadi terlihat agak membal.

Terus saat ponsel akan menyentuh tanah, ternyata Oppo Find X mengeluarkan kotak dialog. Setelah jatuh, kalau kita kita klik kotak dialognya, ya udah, ponselnya bisa dipakai lagi. As simple as that yah urusan ponsel kalau jatuh buat Oppo Find X!

9. Merekam game buat video Youtube

Zaman sekarang jadi konten creator Youtube kayaknya uwah banget ya. Apalagi kalau nichenya game. Si Oppo Find X ini tahu banget kok kalau ada kebutuhan itu.

Jadi andai kita mau mereka kegiatan layar main game kita, langsung bisa. Nggak perlu lagi pakai aplikasi khusus lain.

Eh tapi, emang ada cewek yang gamer dan hobi bikin konten video kayak gitu? Ya ada kali’. Kan namanya saja wanita masa kini gitu lho…

10. Soulmate buat diajak naik gunung

Waktu sesi tanya jawab, ada seorang penanya yang saya pun tahunya nama di IGnya adalah @gadismerah. Cewek cakep asal Makassar ini ngaku kalau dia suka naik gunung. Pertanyaannya, bisa tahan nggak nih si Oppo Find X sama cuaca dingin?

Jawabannya Pak Aryo ternyata bisa saja. Malah sudah terbukti waktu dibawa ke Eropa sono. Iya ya, launchingnya aja di Paris. Terus, Oppo Find X juga aman saja kok kalau kena percikan air.


Gimana temuan saya tentang beberapa kelebihan Oppo Find X poin tadi? Keren kan? Saya berhasil ngerangkum dan nemuin 10 kelebihan nih. Bisa jadi bandingan lah ya kalau di ponsel lain jarang dan hampir nggak ada yang punya beberapa kelebihan kayak gitu.

Intinya sih kalau menurut saya, Oppo Find X ini ponsel yang ngerti banget, kalau wanita masa kini itu perlu gaya, perlu eksis, dan perlu ruang untuk kreativitasnya. Mau kreatif ngegame, bikin konten video, fotografi, hayuk…

So many thumbs deh buat inovasi yang jauh lompatannya dari Oppo Find X!



Comments

  1. ponsel impian nih oppo.. emang keren ya mbak.. paket lengkap banget! jadi pengen punya juga

    ReplyDelete
  2. kemaren sempet nyobain juga, dan bener-bener keren, selain speknya bagus, layar sama kameranya itu lho yang bikin pengen.

    ReplyDelete
  3. Hiks hiks cepet bgt keluar tipe baru yaaa bikin mupeng terus tiap liat oppo

    ReplyDelete
  4. Sekarang gadget sudah bagian dari fashion ya, apalagi Oppo memang cucok banget bikin yang pakai keren

    ReplyDelete
  5. Hape yang bikin mupeeeng saat ini. Fitur dan dan tampilannya keren. Walopun harganya juga keren, tapi worth it. Semoga kesampaian punya hape ini. :D

    ReplyDelete
  6. iya nih sudah mencoba oppo ini keren banget bikin mupeng hehe..apalagi kamera dan tampilannya menggoda banget, sayang harganya juga memang sebanding ya heu..

    ReplyDelete
  7. Ngeliat serian oppo x ini jadi kepingin punya... cuma harganya itu nabung dulu.kayaknya.. buat foto bagus bnget mnunjang hobi foot photohraphy aku

    ReplyDelete
  8. Wow 13 juta...
    Tapi kyknya sesuai sih ya dengan fitur2 yang ditawarkan. Ini kyknya cocok buat yg suka ngevlog atau gamer gtu ya mbak :D

    ReplyDelete
  9. Mantep bener emang nih oppo.
    Ngeluarin seri terbarunya teru,.
    Kepengen banget jadinya punya oppo find X.

    ReplyDelete
  10. Woooow spesifik OPPO Find X ini kok memggoda bangat ya Mba, apalagi kameranya ajiib bangaat itu. Mupeng saya pengen punya, tapi harganya woow juga ya ternyata hehehe

    ReplyDelete
  11. Mmm.. penasaran dengan kalimat “menjadikan penggunanya menjadi orang baik-baik” hehe spectnya udah lumayan bagus itu Mba.. bisa dipakai sendiri atau hadiah udah keceh bingit

    ReplyDelete
  12. oppo memang hape hitz yaaa
    bikin pengen punya series ini nih
    lumayan banget spesifiknya
    harga juga wort it

    ReplyDelete
  13. Saya belum pernah pake merek ini. Layaknya juga digunakan kayak wanita macem.sayaaah

    ReplyDelete
  14. Huaa pengen punya deh,, kayaknya nih HP cocok banget yes buat saya tapi harganya huhu 13 juta.

    ReplyDelete
  15. Aku suka spesifikasinya yang keren, khususnya RAM, Storage dan Kameranya. Tambah satu lagi, kemampuannya yang tahan banting.. Sayang Mbak, harganya nggak ramah bagi kelas menengah kayak saya hehehee

    ReplyDelete
  16. Harganya bikin deg deg serr ya mbak, hehehe. Tapi worth it sih untuk spesifikasi yang ditawarkan. Keren mbak ulasannya!
    Salam kenal ya mbak, kalau berkenan dan ada waktu mampir di blog saya.. terima kasih

    ReplyDelete

Post a Comment

Terima kasih sudah berkenan membaca. Mohon maaf, komentar yang mengandung link hidup akan saya hapus ya...

Popular posts from this blog

TB Membuat Kayyisah Menjadi Anak tak Biasa

Hingga sekitar umur delapan bulan, Kayyisah menjadi anak yang menggemaskan. Grafik berat badan yang biasanya selalu di warna hijau muda bahkan kuning, di usia tujuh hingga delapan bulan, grafik berat badan Kayyisah bisa ada di warna hijau tua.
Kalau melihat fotonya saja tampak menggemaskan. Makannya sedang lahap-lahapnya.
Tapi beberapa minggu kemudian, semuanya berubah. Makin hari nafsu makannya makin susah. Sampai-sampai pernah lho selama berminggu-minggu, Kayyisah hanya mengandalkan ASI dan air kacang hijau. Makannya hanya satu atau dua sendok makan alpukat.
Pola makan seperti itu di usianya yang sekitar sembilan bulan hingga setahun, lho! Bayangkan saja, anak umur segitu makannya kayak begitu.
Beberapa keanehan lain yang saya temukan saat itu, dalam sehari Kayyisah kurang kuantitas buang air kecilnya. Kalau dipakaikan diaper setelah mandi pagi, saat dicopot sebelum mandi sore lho diapernya masih kering! Parah kan?
Waktu saya cerita ke abinya dan juga ibu, mereka pada bilang kalau bisa…

Melawan Neuropati untuk Segudang Aktivitas yang Terus Menanti

Dulu sewaktu sekolah, terkadang saya punya kebiasaan unik, meminta teman sebangku untuk memukuli telapak tangan saya.
Asli, kira-kira sejak SD kelas enam saya sudah punya kebiasaan seperti itu.
Jadi zaman tahun 80 sampai 90-an, yang namanya sekolah kan muridnya kebanyakan disuruh membaca atau menulis. Bahkan kalau sudah punya buku pun tetap disuruh mencatat ulang.
Sewaktu harus sering menulis itulah, kadang tangan saya terasa lemas. Rasanya seperti tidak ada energi untuk bisa menggerakkan tangan.
Selain telapak tangan yang terasa lemas, bagian lengan di dekat siku saya juga sering terasa seperti tertusuk-tusuk jarum. Kalau bahasa saya, rasanya cengkring-cengkring!
Itu masih urusan tangan. Lha kaki saya waktu itu juga sering terasa kram. Biasanya di daerah telapak tangan bagian samping atau di jari tengah dan jari manis kaki.
Waktu itu saya tidak pernah sampai mengira-ngira, saya itu sebetulnya kena apa, apa penyebabnya, dan harus melakukan apa agar keluhan-keluhan di tangan dan kaki saya s…

Mengganti Token Bank Mandiri yang Habis Baterai

Setelah sekitar delapan tahun, akhirnya token Bank Mandiri saya mati. Baterainya habis. Dan uniknya, saya nggak pernah terpikir kalau urusannya sampai harus ke bank segala.
Jadi waktu kenal yang namaya token, saya pikir kalau alat tersebut baterainya habis, ya tinggal ganti saja baterainya di tukang servis jam tangan. Eh ternyata setelah browsing, saya baru tahu jika kita nggak bisa asal ganti baterai token tersebut.
Awal tanda-tanda baterai token habis itu mulai terlihat saat ada seperti noda di bagian tepi bawah layar. Semula saya pikir, apa mungkin ada kotoran masuk kali ya? Tak berapa lama kemudian, ada lagi seperti titik noda yang muncul di bagian tepi atas layar.
Hingga suatu ketika saat saya ingin transfer dana ke rekening tabungan ibu, token itu mati. Meski saya tekan tombol secara asal, tetap saja token tersebut tidak bisa aktif. Dah lah fixed, saya yakin token ini sudah habis baterainya.
Kemudian saya browsing di internet berniat ingin mencari tahu, kalau baterai token ini habi…

Ingin Si Kecil tidak Telat Bicara? Coba Lakukan 9 Hal Berikut Ini!

Kayaknya buat kebanyakan orangtua, ada dua hal nih yang sering dikhawatirkan dalam tumbuh kembang si kecil. Kalau nggak telat bicara, ya telat jalan. Bener nggak?
Sebetulnya, tiap anak punya kemampuan bicara yang berbeda. Meski demikian, ada standar kemampuan juga yang harus dikuasai anak pada usia-usia tertentu.
Kemampuan ini dibagi dalam tahap usia 0-1 tahun, 1-2 tahun, dan 2-3 tahun.

Tahap usia 0-1 tahun
Anak atau bayi di usia ini, seharusnya sudah bisa mengoceh dengan nada panjang. Kalau nggak salah istilahnya bubbling.
Termasuk, dia sudah tahu namanya sendiri. Jadi kalau namanya dipanggil dan dia merespon, menoleh atau tersenyum, itu sudah menjadi tanda kalau ia kelak mampu berbicara.

Tahap usia 1-2 tahun
Sedangkan di usia ini, anak sudah bisa meniru ucapan pada suku kata akhir.
Misalnya seperti anak saya nih. Kalau ada lagu yang dia ngerti bahkan hapal, di usianya yang waktu itu sekitar 18 bulan, dia sudah bisa mengikuti lagu tersebut dengan menyebut akhir beberapa kata di beberapa ba…

Mengamankan Finansial dari Penyakit Kritis dengan PRUCritical Benefit 88

Pernah nggak terpikir kalau tulang punggung perekonomian keluarga mengalami penyakit kritis, misalnya itu suami, bagaimana nasib keluarga? Tentunya siapapun tak ingin sedih karena harus mengalami hal tersebut. Kemungkinan efeknya pun bisa mengarah ke urusan finansial yang tak lagi aman.
Bicara tentang penyakit kritis yang berupa penyakit tidak menular atau PTM, menurut data dari World Health Organization atau WHO, diperkirakan menyumbang angka 73 persen dari kematian di Indonesia.
PTM yang menjadi penyakit kritis dan akhir-akhir ini banyak dialami masyarakat Indonesia, menurut Riset Kesehatan Dasar atau Riskesdas 2018 Kementerian Kesehatan, adalah kanker, stroke, penyakit ginjal kronis, dan hipertensi.
Sementara itu menurut penelitian tahun 2014 hingga 2015 dari ASEAN Cost in Oncology atau ACTION, PTM yang menjadi penyakit kritis ini berpotensi menyebabkan kesulitan finansial. Data dari ACTION menyebutkan, 9.513 pasien pengidap kanker yang diteliti lebih lanjut, 50 persennya mengalami …

Banyak Destinasi Baru Yang Seru, Ini Pilihan Liburan Ramah Anak di Batu dan Malang

Mencari ide liburan bersama keluarga yang ramah anak, daerah Batu dan Malang adalah dua tempat terbaik yang punya banyak pilihan destinasi wisata. Mau liburan dengan tema seru-seruan, atau ingin sekaligus belajar dan mendapatkan pengalaman baru, semuanya ada di kota dingin ini.
Beberapa tempat wisata seperti Jatim Park 1 dan 2, atau Wisata Petik Agrokusuma mungkin sudah nggak asing lagi di telinga. Namun, Batu dan Malang nggak hanya punya dua lokasi ternama itu lho buat liburan kita bersama keluarga. Ada beberapa tempat baru yang nggak kalah seru. Dan pastinya, ramah buat anak.

Eco Green Park
Sumber foto: winnetnews.com
Belajar sambil bermain dengan hewan-hewan cantik pastinya jadi kegiatan yang nyenengin buat anak-anak. Pengalaman ini bisa kita dapatkan dalam satu paket lengkap di Eco Green Park. Atau, biasa juga disebut sebagai Jawa Timur Park 2.
Selain punya koleksi hewan yang sudah diawetkan di museum raksasanya, kita juga bisa lho lihat hewan-hewan hidup di kandang mereka. Pemandangan…

Ubah Liburan Impian Jadi Kenyataan dengan JD Flight

“Ais iku uga aik peawak ya, ama abi, ama umi,” demikian tutur Kayyisah tiap ia mendengar deru pesawat melintas di langit atas rumah kami.
Kata-kata Kayyisah itu membuat saya sering tercenung. Ya Allah, kapan ya bisa ngajak ni anak beneran naik pesawat?
Apalagi bulan Maret lalu, saya dapat kesempatan mengikuti sebuah kegiatan yang membuat saya bisa beberapa hari melepas rutinitas harian menjadi ibu rumah tangga.
Momen di waktu itu punya beberapa arti buat saya. Setelah empat tahun lamanya, akhirnya saya bisa bepergian lagi, naik pesawat, dan ke Jogja.
Jogja sendiri adalah tempat asal ayah saya. Sementara seumur-umur sejak menikah, saya belum pernah sekalipun mengajak suami dan anak untuk berkunjung ke rumah kerabat ayah di sana.
Terkadang ingin rasanya mengajak mereka berlibur ke sana. Tak hanya itu, saya pun ingin mengunjungi beberapa tempat wisata yang ada di Jogja.
Misalnya ke Candi Prambanan. Bahkan hingga di kesempatan bulan lalu ke Jogja, lagi dan lagi, saya hanya bisa melihat candi …

Menjaga Pola Makan, Rahasianya Berat Badan Ideal

“Bajuku dulu tak begini. Tapi kini tak cukup lagi.”
Ada yang pernah tahu bait lagu itu nggak? Hehehe… buat yang generasi 90-an kayaknya ngerti ya itu iklan apa. Apalagi selain era kelahirannya sama, kita juga punya nasib yang sama: masalah berat badan!
Eh, beneran kita ya? Jangan-jangan saya saja!
Padahal dulu, saya tipe cewek kutilang sampai sebelum punya anak, lho. Kutilang, kurus tinggi langsing. Berat badan selalu juara bertahan di kisaran angka 43 sampai 47. Seringnya di 45.

Yang namanya orang nyinyir, sering tuh komentar, “Jadi cewek yang gemukan dikit dong.”
Karena bosan, kadang saya timpali saja, “Entar kalau sudah nikah terus punya anak juga gemuk-gemuk sendiri.”
Di kemudian hari, baru saya sadari kalau kata-kata itu menyebar ke semesta, lalu sungguhan menjadi nyata. Satu hal yang kadang saya sesali, ngapain waktu itu ngomong begitu, ya?
Karena sebetulnya, yang suka nyinyir waktu itu adalah mereka yang mati-matian setiap hari minum obat pengurus badan. Yang mau menahan lapar tapi …

Memilih Jajanan Sehat untuk Anak

Bagi kebanyakan orangtua, memilih jajanan untuk anak itu adalah hal yang penting. Sebisa mungkin tentunya harus sehat kan ya.
Itulah yang kini jadi pegangan saya kalau urusan jajan buat Kayyisah. Padahal dulu sewaktu belum punya anak, saya suka komentar lho ke siapapun yang suka ngelarang-ngelarang anaknya buat jajan ini itu.
“Ngapain sih banyak ngelarang ke anak makan ini itu. Entar anaknya jadi nggrangsang!” Nggrangsang itu istilah bahasa Jawa di tempat saya yang artinya rakus.
Pas sudah punya anak, lha kok ternyata Kayyisah tipe anak yang mudah sensitif tenggorokannya. Plek ketiplek sama kayak abinya.
Ke mana-mana, saya jadinya harus seperti satpam untuk urusan apapun yang akan masuk ke mulutnya. Sampai-sampai saya sering kasihan. Kadang, saya lihat dia begitu ingin makan ini itu, apalagi sewaktu kumpul dengan banyak orang. Tapi kondisinya mau tak mau membuat saya harus ketat untuk urusan yang satu ini.
Sebetulnya pernah suami saya protes. Kenapa sih nggak dibiarkan saja. Toh nanti a…

Mengenal dan Mengatasi Baby Blues

Waktu di seminar parenting yang diadakan di RS Mitra Keluarga Surabaya saat itu, tema yang dibicarakan dalam sesi pertama adalah tentang Postpartum Blues atau Postpartum Distress Syndrome, atau yang biasanya orang kenal juga dengan istilah Baby Blues.
Yang menjadi pembicaranya adalah Ibu Naftalia Kusmawardhani, S.Psi, M.Si. Beliau seorang psikolog yang prakteknya di RS Mitra Keluarga Sidoarjo.
Bu Naftalia ini awalnya terkesan kalem saat memberikan materi. Tapi ternyata makin lama, makan menarik juga caranya saat berkomunikasi dengan para peserta seminar. Tak jarang saya dan peserta lain sampai harus menahan tawa karena ceritanya yang lucu.
Menurut Bu Naftalia, baby blues adalah kondisi terganggunya suasana hati yang terjadi setelah melahirkan. Biasanya 50% sampai 80% dialami wanita melahirkan khususnya kelahiran anak pertama. Meski tidak menutup kemungkinan bisa terjadi juga pada kelahiran anak berapapun.
Nah, yang membedakan baby blues dengan postpartum depression atau PPD adalah masany…