Skip to main content

Ini Dia Tips Biar Anak Bisa Rekreasi dengan Cara Keren



Sebentar, mungkin ada yang mengerutkan alis ketika membaca judul tulisan saya. Memangnya ada gitu anak yang rekreasi tapi nggak keren sama sekali?

Kalau buat saya sih ada. Jadi pengalaman mengajak Kayyisah selama ini kalau jalan-jalan ke mana-mana, menurut saya memang ada beberapa tempat yang enggak asyik buat anak-anak. Memang, kita mengajak anak ke tempat rekreasi. Tapi di tempat itu, anak malah nggak bisa menikmati rekreasi sama sekali.

Tempat yang saya maksud itu misalnya, mengajak anak ke sebuah objek wisata, tapi yang ada isinya kebanyakan spot instagramable. Dan coba deh amati dengan jujur, kalau mengajak anak ke tempat seperti itu, siapa yang lebih enjoy untuk rekreasi. Apakah anak-anak yang merasa bisa terhibur di sana, atau orang dewasa yang malah asyik berswafoto hingga membuat anak tidak nyaman?

Jadi kalau menurut saya, sebetulnya ada beberapa tips lho yang perlu kita lakukan agar anak bisa berekreasi dengan nyaman dan ia pun merasa senang saat berada di sana.

1. Cari tahu di internet gambaran dari tempat tersebut

Saat sekarang apa-apa serba internet, sebetulnya jadi gampang banget lho buat kita untuk mencari tahu dulu seperti apa tempat yang akan kita tuju. Coba cari tahu, apakah di tempat itu banyak wahana yang bisa dimainkan untuk anak atau tidak, serta apakah tempat wisatanya ramah anak atau tidak.

2. Merancang kegiatan apa saja yang akan dilakukan

Buat saya ini sih perlu juga dilakukan. Karena terkadang, ada tempat wisata yang begitu banyak pilihan wahananya, atau begitu luas tempatnya, sehingga nggak bakal cukup sehari buat kita berada di sana.

Nah, kalau ketemu tempat seperti itu, kita kan perlu mengira-kira, spot mana yang biasanya bakal anak suka dan mana yang tidak. Jangan sampai ketika anak sampai di spot permainan yang biasanya dia suka, tapi anaknya sudah kecapekan karena terlalu lelah berkeliling ke mana-mana.

3. Pikirkan anggaran dana

Nah, kalau yang ini penting juga bagi kebahagiaan bersaa, antara anak dan dompet kita. Hehehe… Jangan sampai apa yang kita keluarkan kok nggak sebanding dengan apa yang kita dapatkan di sana. Atau, jangan sampai saat di sana, akan banyak pengeluaran-pengeluaran dadakan yang perlu dilakukan, di luar perkiraan, dan sayangnya malah bikin kita punya keuangan minus setelah jalan-jalan.

Itu tadi sih menurut saya hal yang penting kita pikirkan sebelum mengajak jalan-jalan si kecil. Yang perlu diingat, karena rekreasinya dalam rangka untuk bikin si kecil senang, ya mestinya kita sekeluarga mesti sama-sama senang-senangnya.

 Traveloka Xperience, Bikin Anak Rekreasi dengan Cara Keren


Sudah pada tahu keberadaan Traveloka Xperience belum? Saya sendiri sebetulnya juga baru tahu lho fitur kece yang satu ini di aplikasi Traveloka.


Kalau sebelumnya kita tahu Traveloka itu lebih banyak memudahkan mengurus urusan transportasi dan akomodasi, sekarang kita bisa mendapatkan lebih dari itu. Dan yang bikin saya suka banget, fitur Traveloka Xperience itu emang beneran bisa bikin anak-anak dapat #XperienceSeru buat urusan liburan atau rekreasi.

Kalau saya, biasanya mengetikkan kota terlebih dahulu di bagian atas mesin pencari Traveloka. Misalnya, kota terdekat dari tempat saya adalah Surabaya. Jadi setelah itu, saya bisa dapat segala Xperience yang memungkinkan untuk saya pilih dan bisa dinikmati bersama keluarga.

Untuk urusan rekreasi anak-anak, nih, saya kasih tahu sub fitur atau kategori di Traveloka Xperience yang bisa bikin anak-anak punya #XperienceSeru saat rekreasi:

1. Attraction

Di bagian ini ada kategorinya lagi nih. Kita bisa memilih Amusement Park dan Waterpark.

2. Playgrounds

Buat anak-anak, memang #XperienceSeru ini paling banyak memungkinkan didapatkan di kategori ini. Kita bisa memilih sub fitur lagi mulai dari Kids Playgrounds, Arcades, dan Trampolines.

3. Classes and Workshop

Awalnya pas saya baca kategori Classes and Workshop itu mungkin buat orang dewasa. Eh pas saya klik, untuk area Surabaya, saya malah dapat semua Classes and Workshop yang bisa diikuti anak-anak.

Ada kelas cooking dan other clasess yang isinya kebanyakan adalah kelas Robokidsz! Hm… ini bakalan bikin anak #XperienceSeru  yang bergizi banget kan!

4. Tours

Di sub fitur Tours, kita bisa memilih lagi mulai dari kategori Nature Tours, Sightseeing, Culinary Tours, dan Themed Tours.

5. Food and Drink

Di kategori ini kita bisa pilih beberapa food souvenirs yang barangkali jajanannya bisa disuka anak-anak. Tinggal tunjukkan saja fotonya ke anak-anak dan mereka bisa pilih, kita bisa memesannya.

Kalau iklan di TV memberi tahu keberadaan fitur baru Traveloka Xperience yang bisa bikin kita dapat #XperienceSeru , ternyata memang beneran kok kayaknya seru-seru nih bisa bikin saya dan keluarga terutama anak bisa dapat pengalaman seru saat rekreasi.

Melirik Traveloka Xperience di Amped Trampoline Park Surabaya untuk Si Kecil


Setelah mengulik fitur Traveloka Xperience , saya kok jadi naksir dengan Amped Trampoline Park Surabaya. Dari dulu kalau Kayyisah lihat arena tampoline di TV, dia sering banget bilang, kapan ya bisa main ke tempat seperti itu.

Ndilalah kok ya pas mengulik fitur Traveloka Xperience , saya menemukan tempat arena trampolin di Amped Trampoline Park Surabaya. Alasan pengen mengajak Kayyisah ke sana, karena ia seperti kebanyakan anak-anak, suka sekali main lompat-lompat.

Alasan lainnya, saya ingin melatih kekuatan kakinya serta keseimbangan motorik kasarnya. Buat yang belum tahu, mungkin bisa baca tulisan saya di sini tentang Kayyisah yang pernah telat jalan sampai harus terapi berjalan segala.

Di Traveloka Xperience , kita bisa mengecek keberadaan voucher yang bisa kita dapatkan. Untuk Amped Trampoline Park Surabaya tanggal 20 Oktober misalnya, saya menemukan pilihan tiket untuk 2 pax selama 60 menit dengan harga 190 ribu atau tiket untuk 2 pax selama 120 menit dengan harga 275 ribu. Kita  juga bisa memilih tanggal lain dengan penawaran harga yang lebih murah dengan Traveloka Xperience .


Jadi memang beneran lah ya kalau Traveloka Xperience bisa bikin kita dapat #XperienceSeru . Selain itu dijamin, kita pun bisa bikin anak-anak rekreasi dengan cara keren dengan pengalaman tak terlupakan.

Comments

Popular posts from this blog

TB Membuat Kayyisah Menjadi Anak tak Biasa

Hingga sekitar umur delapan bulan, Kayyisah menjadi anak yang menggemaskan. Grafik berat badan yang biasanya selalu di warna hijau muda bahkan kuning, di usia tujuh hingga delapan bulan, grafik berat badan Kayyisah bisa ada di warna hijau tua.
Kalau melihat fotonya saja tampak menggemaskan. Makannya sedang lahap-lahapnya.
Tapi beberapa minggu kemudian, semuanya berubah. Makin hari nafsu makannya makin susah. Sampai-sampai pernah lho selama berminggu-minggu, Kayyisah hanya mengandalkan ASI dan air kacang hijau. Makannya hanya satu atau dua sendok makan alpukat.
Pola makan seperti itu di usianya yang sekitar sembilan bulan hingga setahun, lho! Bayangkan saja, anak umur segitu makannya kayak begitu.
Beberapa keanehan lain yang saya temukan saat itu, dalam sehari Kayyisah kurang kuantitas buang air kecilnya. Kalau dipakaikan diaper setelah mandi pagi, saat dicopot sebelum mandi sore lho diapernya masih kering! Parah kan?
Waktu saya cerita ke abinya dan juga ibu, mereka pada bilang kalau bisa…

Mengganti Token Bank Mandiri yang Habis Baterai

Setelah sekitar delapan tahun, akhirnya token Bank Mandiri saya mati. Baterainya habis. Dan uniknya, saya nggak pernah terpikir kalau urusannya sampai harus ke bank segala.
Jadi waktu kenal yang namaya token, saya pikir kalau alat tersebut baterainya habis, ya tinggal ganti saja baterainya di tukang servis jam tangan. Eh ternyata setelah browsing, saya baru tahu jika kita nggak bisa asal ganti baterai token tersebut.
Awal tanda-tanda baterai token habis itu mulai terlihat saat ada seperti noda di bagian tepi bawah layar. Semula saya pikir, apa mungkin ada kotoran masuk kali ya? Tak berapa lama kemudian, ada lagi seperti titik noda yang muncul di bagian tepi atas layar.
Hingga suatu ketika saat saya ingin transfer dana ke rekening tabungan ibu, token itu mati. Meski saya tekan tombol secara asal, tetap saja token tersebut tidak bisa aktif. Dah lah fixed, saya yakin token ini sudah habis baterainya.
Kemudian saya browsing di internet berniat ingin mencari tahu, kalau baterai token ini habi…

Mengamankan Finansial dari Penyakit Kritis dengan PRUCritical Benefit 88

Pernah nggak terpikir kalau tulang punggung perekonomian keluarga mengalami penyakit kritis, misalnya itu suami, bagaimana nasib keluarga? Tentunya siapapun tak ingin sedih karena harus mengalami hal tersebut. Kemungkinan efeknya pun bisa mengarah ke urusan finansial yang tak lagi aman.
Bicara tentang penyakit kritis yang berupa penyakit tidak menular atau PTM, menurut data dari World Health Organization atau WHO, diperkirakan menyumbang angka 73 persen dari kematian di Indonesia.
PTM yang menjadi penyakit kritis dan akhir-akhir ini banyak dialami masyarakat Indonesia, menurut Riset Kesehatan Dasar atau Riskesdas 2018 Kementerian Kesehatan, adalah kanker, stroke, penyakit ginjal kronis, dan hipertensi.
Sementara itu menurut penelitian tahun 2014 hingga 2015 dari ASEAN Cost in Oncology atau ACTION, PTM yang menjadi penyakit kritis ini berpotensi menyebabkan kesulitan finansial. Data dari ACTION menyebutkan, 9.513 pasien pengidap kanker yang diteliti lebih lanjut, 50 persennya mengalami …

Melawan Neuropati untuk Segudang Aktivitas yang Terus Menanti

Dulu sewaktu sekolah, terkadang saya punya kebiasaan unik, meminta teman sebangku untuk memukuli telapak tangan saya.
Asli, kira-kira sejak SD kelas enam saya sudah punya kebiasaan seperti itu.
Jadi zaman tahun 80 sampai 90-an, yang namanya sekolah kan muridnya kebanyakan disuruh membaca atau menulis. Bahkan kalau sudah punya buku pun tetap disuruh mencatat ulang.
Sewaktu harus sering menulis itulah, kadang tangan saya terasa lemas. Rasanya seperti tidak ada energi untuk bisa menggerakkan tangan.
Selain telapak tangan yang terasa lemas, bagian lengan di dekat siku saya juga sering terasa seperti tertusuk-tusuk jarum. Kalau bahasa saya, rasanya cengkring-cengkring!
Itu masih urusan tangan. Lha kaki saya waktu itu juga sering terasa kram. Biasanya di daerah telapak tangan bagian samping atau di jari tengah dan jari manis kaki.
Waktu itu saya tidak pernah sampai mengira-ngira, saya itu sebetulnya kena apa, apa penyebabnya, dan harus melakukan apa agar keluhan-keluhan di tangan dan kaki saya s…

Pakai Serum Pemutih Badan yang Bikin Cepat Putih, Aman Nggak Ya?

Putih itu cantik. Ingat slogan yang ngehits itu kan? Makanya, banyak wanita mencari produk kecantikan yang bisa memutihkan kulit. Termasuk serum pemutih badan. Eh tapi kalau efeknya bikin cepat putih, sebetulnya aman nggak ya?
Yups, pertanyaan itu sepertinya jadi bahan pertimbangan lain deh selain apakah produk pemutih kulit itu ampuh atau tidak hasilnya.
Malah kadang jadinya kayak buah simalakama. Badan bisa cepat putih tapi efek sampingnya ada rasa panas terbakar dulu, kulit kemerahan, atau endingnya malah kulit jadi gosong.
Habis itu nangis deh karena nggak jadi putih…
Atau, iya sih, serum pemutih badan yang kita pakai itu aman. Tapi setelah sekian purnama dipakai, kok kulit nggak kunjung putih seperti model iklan yang kita lihat.
Dan akhirnya jadi terpikir, katanya labelnya pemutih badan ampuh. Tapi kok kulitku nggak kunjung putih kayak mbak yang itu?
Jadilah kitanya bingung. Sebetulnya perlu nggak sih pakai serum pemutih kulit? Lantas apa bedanya dengan jenis produk kecantikan lainny…

Ingin Si Kecil tidak Telat Bicara? Coba Lakukan 9 Hal Berikut Ini!

Kayaknya buat kebanyakan orangtua, ada dua hal nih yang sering dikhawatirkan dalam tumbuh kembang si kecil. Kalau nggak telat bicara, ya telat jalan. Bener nggak?
Sebetulnya, tiap anak punya kemampuan bicara yang berbeda. Meski demikian, ada standar kemampuan juga yang harus dikuasai anak pada usia-usia tertentu.
Kemampuan ini dibagi dalam tahap usia 0-1 tahun, 1-2 tahun, dan 2-3 tahun.

Tahap usia 0-1 tahun
Anak atau bayi di usia ini, seharusnya sudah bisa mengoceh dengan nada panjang. Kalau nggak salah istilahnya bubbling.
Termasuk, dia sudah tahu namanya sendiri. Jadi kalau namanya dipanggil dan dia merespon, menoleh atau tersenyum, itu sudah menjadi tanda kalau ia kelak mampu berbicara.

Tahap usia 1-2 tahun
Sedangkan di usia ini, anak sudah bisa meniru ucapan pada suku kata akhir.
Misalnya seperti anak saya nih. Kalau ada lagu yang dia ngerti bahkan hapal, di usianya yang waktu itu sekitar 18 bulan, dia sudah bisa mengikuti lagu tersebut dengan menyebut akhir beberapa kata di beberapa ba…

Banyak Destinasi Baru Yang Seru, Ini Pilihan Liburan Ramah Anak di Batu dan Malang

Mencari ide liburan bersama keluarga yang ramah anak, daerah Batu dan Malang adalah dua tempat terbaik yang punya banyak pilihan destinasi wisata. Mau liburan dengan tema seru-seruan, atau ingin sekaligus belajar dan mendapatkan pengalaman baru, semuanya ada di kota dingin ini.
Beberapa tempat wisata seperti Jatim Park 1 dan 2, atau Wisata Petik Agrokusuma mungkin sudah nggak asing lagi di telinga. Namun, Batu dan Malang nggak hanya punya dua lokasi ternama itu lho buat liburan kita bersama keluarga. Ada beberapa tempat baru yang nggak kalah seru. Dan pastinya, ramah buat anak.

Eco Green Park
Sumber foto: winnetnews.com
Belajar sambil bermain dengan hewan-hewan cantik pastinya jadi kegiatan yang nyenengin buat anak-anak. Pengalaman ini bisa kita dapatkan dalam satu paket lengkap di Eco Green Park. Atau, biasa juga disebut sebagai Jawa Timur Park 2.
Selain punya koleksi hewan yang sudah diawetkan di museum raksasanya, kita juga bisa lho lihat hewan-hewan hidup di kandang mereka. Pemandangan…

Menjaga Pola Makan, Rahasianya Berat Badan Ideal

“Bajuku dulu tak begini. Tapi kini tak cukup lagi.”
Ada yang pernah tahu bait lagu itu nggak? Hehehe… buat yang generasi 90-an kayaknya ngerti ya itu iklan apa. Apalagi selain era kelahirannya sama, kita juga punya nasib yang sama: masalah berat badan!
Eh, beneran kita ya? Jangan-jangan saya saja!
Padahal dulu, saya tipe cewek kutilang sampai sebelum punya anak, lho. Kutilang, kurus tinggi langsing. Berat badan selalu juara bertahan di kisaran angka 43 sampai 47. Seringnya di 45.

Yang namanya orang nyinyir, sering tuh komentar, “Jadi cewek yang gemukan dikit dong.”
Karena bosan, kadang saya timpali saja, “Entar kalau sudah nikah terus punya anak juga gemuk-gemuk sendiri.”
Di kemudian hari, baru saya sadari kalau kata-kata itu menyebar ke semesta, lalu sungguhan menjadi nyata. Satu hal yang kadang saya sesali, ngapain waktu itu ngomong begitu, ya?
Karena sebetulnya, yang suka nyinyir waktu itu adalah mereka yang mati-matian setiap hari minum obat pengurus badan. Yang mau menahan lapar tapi …

Atur Keuangan dengan Cara Islami Lewat Investasi Syariah

Dulu saya sering berpikir seperti ini. Kan dalam Islam itu nggak boleh ya menimbun-nimbun harta. Lalu kenapa harus ada alasan menabung? Apalagi uangnya buat investasi meski itu embel-embelnya syariah.
Walhasil bisa ditebak. Meski saya kerja sejak tahun 2004, penghasilan mau segede apapun, sampai sekarang saya tidak pernah punya tabungan! Parah kan?
Lalu kemana uangnya selama ini? Nah, saya selalu berpikir kalau uang saya itu bukan sepenuhnya milik saya. Jadi yang namanya rezeki datang, kerap saya ‘lempar’ ke mana-mana. Pikir saya, toh masa depan nanti ada Allah yang akan menjamin rezeki saya.
Nah, apa yang saya pahami selama ini ternyata nggak sepenuhnya benar. Pemahaman saya terbuka saat mengikuti Kopdar Investarian MAMI, singkatan dari Manulife Aset Manajemen Investasi yang ke tiga di Kaya Resto and Café Surabaya pada hari Minggu, 13 Januari 2019.
Seperti biasa, ada Pak Legowo Kusumonegoro, Presiden Direktur MAMI, yang sore itu berbagi edukasi seputar investasi syariah. Dalam slide pri…

Memilih Jajanan Sehat untuk Anak

Bagi kebanyakan orangtua, memilih jajanan untuk anak itu adalah hal yang penting. Sebisa mungkin tentunya harus sehat kan ya.
Itulah yang kini jadi pegangan saya kalau urusan jajan buat Kayyisah. Padahal dulu sewaktu belum punya anak, saya suka komentar lho ke siapapun yang suka ngelarang-ngelarang anaknya buat jajan ini itu.
“Ngapain sih banyak ngelarang ke anak makan ini itu. Entar anaknya jadi nggrangsang!” Nggrangsang itu istilah bahasa Jawa di tempat saya yang artinya rakus.
Pas sudah punya anak, lha kok ternyata Kayyisah tipe anak yang mudah sensitif tenggorokannya. Plek ketiplek sama kayak abinya.
Ke mana-mana, saya jadinya harus seperti satpam untuk urusan apapun yang akan masuk ke mulutnya. Sampai-sampai saya sering kasihan. Kadang, saya lihat dia begitu ingin makan ini itu, apalagi sewaktu kumpul dengan banyak orang. Tapi kondisinya mau tak mau membuat saya harus ketat untuk urusan yang satu ini.
Sebetulnya pernah suami saya protes. Kenapa sih nggak dibiarkan saja. Toh nanti a…