Skip to main content

Tangguh Hadapi Pandemi Bersama Keluarga Jempolan Bloggercrony

 

Tangguh Hadapi Pandemi Bersama Keluarga Jempolan Bloggercrony

Sebuah pesan di sebuah WAG. Dari Mbak Triana Dewi yang sering saya panggil Mbak Tridi.

Rek ada email dari BCC yang acara BloggerDay. Ndang bukaen rek barangkali dapat undangan juga.”

Saya menutup WA, lalu beralih membuka email. Jika itu penting, biasanya ada notifikasi yang keluar di layar hp. Tapi tidak kali ini. Pikir saya, mungkin saya tidak dapat undangan tersebut. Nggak apa-apa. Lagi pula pulsa internet saya sedang menipis. Untuk beli pulsa lagi pun saya sudah tidak ada dana. Jelas, saya kesulitan kalau harus ikut Bloggerday yang tentunya di laksanakan lewat zoom meeting.

Jadi waktu itu, saya merasa tidak bersemangat untuk mengecek email. Sangat tidak sebanding dengan semangat waktu mendaftar acara BloggerDay yang diadakan Komunitas Bloggercrony Indonesia atau BCC.

Namun saat email dibuka, ada tanda notifikasi kuning di bagian folder update. Ya Allah, rupanya saya juga dapat undangan BloggerDay 2021!

Antara senang, juga sedih. Perasaan itu bercampur jadi satu. Sempat terbersit untuk mundur saja. Tapi yang ada, saya kembali membuka WAG. Saya bilang kalau saya juga dapat undangan Bloggerday.

“Duh, pulsa pas nipis lagi. Kayaknya aku besok pinjam uang ibuk nih buat beli pulsa,” ujar saya di WAG yang saya akhiri dengan emoticon tertawa lebar, menertawakan diri sendiri. Ya ampun, masa urusan pulsa saja saya harus meminjam uang ibu. Miris sekali!

Pikiran saya hanya tercetus itu. Ditimbang-timbang lagi, kalau mau dibatalkan kok ya sayang. Tapi kalau saya lanjut, tentunya saya harus cari cara kan untuk bisa punya pulsa internet.

Tak lama, sebuah pesan WA pribadi masuk. Pesan yang membuat saya tidak jadi meminjam uang ibu untuk membeli pulsa. Pertolongan yang membuat saya di keesokan harinya bisa tersenyum senang menyanyikan lagu Baby Shark bersama sulung saya, Kayyisah.

 

Keputusan Berat di Penghujung 2020

Pandemi di 2020 masih bisa saya lewati. Meski dengan langkah tertatih. Tak ada yang menyangka, pun saya sendiri, jika di Maret 2020 masyarakat Indonesia memulai sebuah tatanan kehidupan baru.

Oktober 2019, saya dan suami memutuskan menambah momongan. Rencananya, anak yang lahir nantinya akan saya titipkan di penitipan anak selama saya mengajar di sekolah.

Tapi pandemi menerjang. Sekolah tempat saya mengajar pun tak lagi bisa saya andalkan sebagai tepat untuk mencari nafkah. Setelah melahirkan, ibu rupanya sering berat jika harus saya titipi anak.

Keputusan berat akhirnya harus saya ambil di penghujung tahun 2020. Resign. Perhitungan saya, ini demi kedua buah hati. Membimbing yang sulung karena harus Pembelajaran Jarak Jauh atau PJJ, serta mengasuh bayi di rumah.

Kayyisah, anak sulung saya bersekolah di TK B. Di 2021 ini dia akan masuk SD. Dengan kondisi PJJ, tentunya berat baginya yang kurang mendapatkan pelajaran maksimal. Apalagi anak zaman sekarang. Kelas 1 itu sebaiknya sudah bisa calistung.

Bekerja di rumah sambil mengasuh anak


Sementara itu, Emir bayi saya, susah jika harus minum ASI lewat dot. Jika saya tinggal, ibu akan berjuang dengan segala upaya menyendoki ASI ke bibir mungil Emir.

Sekolah menerapkan kebijakan guru tetap masuk. Sempat juga pembelajaran secara luring dengan sistem bergilir. Saat saya jadi harus sering keluar rumah, tentu jadinya riskan untuk anak-anak saya yang ada di rumah di musim pandemi ini.

Banyak alasan. Dan semua itu meruncing di satu keputusan, saya harus berhenti kerja di luar rumah.

Akhirnya kembali saya menekuni dunia kepenulisan di rumah. Alhamdulillah, ada saja pemasukan dari pekerjaan menulis, buzzer, atau influencer. Jika saya rekap, jumlahnya lebih dari hasil saya mengajar. Dengan cara ini, saya mencoba membantu suami mengais rezeki agar tetap bertahan di masa pandemi.

Dua bulan awal di 2021, keluarga kecil saya masih baik-baik saja kondisi ekonominya. Hingga suatu ketika di awal Maret, saya harus menguras tabungan untuk membayar biaya sekolah Kayyisah ke SD. Itu pun alhamdulillah, pihak sekolahnya sangat memberi keringanan saya yang baru bisa membayar tak sampai separuh dari biaya masuk.

Selang satu minggu, suami sakit. Ia harus istirahat total di rumah. Sepanjang waktu hanya bisa tidur. Hari-hari yang terkadang suami bisa mendapat pemasukan dari mengobati hewan ternak atau menjual ayam, jadinya tidak bisa diandalkan.

Dan di saat kondisi terpuruk itu, saat uang hanya tersisa sedikit di dompet, undangan Bloggerday datang. Alhamdulillah, Allah mengirim Mbak Tridi yang menawarkan mengirim pulsa untuk membeli kuota internet.

 

Perkumpulan Blogger dengan Rasa Kekeluargaan yang Besar

Awal perkenalan saya dengan Bloggercrony seingat saya, waktu itu saat ada acara ISEF 2018 di Surabaya. Saat itu Bloggercrony mengajak blogger daerah Surabaya dan sekitarnya untuk meliput acara tersebut.

Saya dan beberapa teman blogger asal Lamongan ikut meliput. Ada Mbak Tridi, Pak Rudi, Mbak Munasyaroh, dan saya sendiri. Itulah kali pertama saya berkenalan dengan BCC Squad dari Jakarta.

Jujur, awalnya saya pikir Bloggercrony seperti perkumpulan blogger pada umumnya. Sebuah wadah untuk para blogger. Lalu para blogger bisa menggunakan Facebook atau WAG-nya untuk membantu pengunjung datang ke blog. 

Namun nyatanya, saya menemukan kalau BCC bukanlah sekedar untuk kumpul-kumpul atau networking. Bahkan lebih dari sekedar urusan blogging. Ada terselip kata empowering.

Manfaat menjadi BCC Squad


Ya, ada tiga tagline yang diusung Bloggercrony. Blogging, networking, dan empowering. Sepanjang pengalaman saya gabung di Bloggercrony, hal-hal inilah yang saya jumpai.

1. Bloggercrony dan blogging

Selama bergabung di Bloggercrony, saya amati para BCC Squad saling menguatkan dan mendorong sesama blogger untuk membuat konten yang berkualitas.  

Hal tersebut bisa terlihat dari kegiatan BloggerHangout yang awalnya berupa acara kopdar namun diisi dengan kegiatan berbobot. Saat pandemi, kegiatan pun dialihkan menjadi kegiatan online dengan diskusi berbobot.

Yang paling saya suka adalah apresiasi dari para pengurus Bloggercrony untuk BCC Squad yang mampu menampilkan konten berkualitas. 

Misalnya saat #W60 yang diadakan tiap hari Rabu di Fb group. Ajang saling komentar dan like di Instagram ini disisipi dengan kewajiban untuk komen dan like ke postingan pilihan BCC. Ini peraturan terbaru yanh menurut saya unik dan asyik! Dan postingan pilihan ini mesti keren menurut saya.

Atau, ada #InspirasiKamis . Di WAG selalu diumumkan tiga postingan blog para blogger yang inspiratif dan pernah para blogger tersebut bagi di Fb group BCC. 

Menurut saya, ini juga bentuk apresiasi yang memotivasi para blogger untuk berlomba-lomba menampilkan konten yang bagus. Kita para blogger nggak hanya sekedar taruh link di Fb BCC saja. Kemudian berharap ada yang mampir ke blog untuk membaca. 

Penghargaan untuk blogger saat BloggerDay 2021 yang kontennya kerap dinilai inspiratif


Tapi kalau kitanya bisa membuat tulisan yang berkualitas, BCC akan membantu mendongkrak lewat program #InspirasiKamis ini .

2. Bloggercrony dan networking

Beberapa kali orang sukses selalu membocorkan rahasia kesuksesannya. Salah satunya adalah networking.

Untuk urusan networking, yang saya tahu, BCC punya #Monday2Follow di Twitter setiap hari Senin. Admin BCC akan membagikan dua akun twitter untuk difollow para BCC Squad yang lain. Tentunya asyik kan, follower Twitter bisa bertambah, selain menambah kenalan sesama blogger.

Ada juga program #BWTuesday di WAG BCC setiap hari Selasa. Para blogger bisa saling mengunjungi link blogger lain yang mendaftar di list hari itu.

Program yang paling bikin saya salut adalah BloggerCare. Hal yang membekas di kepala saya adalah saat BCC peduli dengan kejadian banjir di Kalimantan Selatan.

Yang sering saya baca dari WAG, biasanya Kak Wawa dan BCC Squad yang lain sampai langsung turun membantu setelah dana terkumpul. 

Nah, untuk bencana yang ada di Kalsel, Kak Wawa dan BCC Squad yang lain bisa begitu detail dalam mengatur bantuan yang terkumpul tetap sampai di tempat yang membutuhkan.

Sebagai orang yang pernah tinggal di Kalsel, saya tahu kondisi medan di sana. Karena itu salut dengan rekan-rekan BCC Squad yang mampu gesit dan lincah dalam menyalurkan bantuan bencana.




3. Bloggercrony dan empowering

Hal paling menonjol dari tagline empowering yang diusung Bloggercrony menurut saya adalah Bloggerpreneur.

Saya akui memang banyak teman-teman blogger yang juga memiliki profesi lain. Salah satunya adalah sebagai pengusaha.

Mau usahanya sudah besar atau masih rintisan, BCC mendukung para rekan BCC Squad yang menjadi entrepreneur.

Di BCC, ada WAG khusus bagi para Bloggerpreneur. Di situ para Bloggerpreneur mendapat dukungan berupa pengembangan wawasan, kesempatan, peluang sehingga usahanya bisa terus berkembang.


Nggak nyangka, sebegitu banyak kegiatan atau program BCC. Kalau ada teman-teman yang baca blog ini dan belum gabung dengan BCC, coba cek yang satu ini. Saya mendapatkannya dari file FaQ BCC.

Gabung jadi anggota Bloggercrony


Mengenal Lebih Dekat Bloggercrony Lewat Bloggerday 2021

Oh iya, kalau di awal-awal tulisan ini saya sempat mengatakan semangat mendaftar BloggerDay 2021, alasannya adalah karena mumpung bisa ikut.

Sebelum-sebelumnya, saya hanya tahu ceritanya dari Mbak Tridi dan Pak Rudi. Saat itu saya bari diterima jadi guru. Tentu, saya tidak bisa pergi ikut BloggerDay yang lokasinya jauh.

Giliran tahun ini bisa online, jadilah saya girang. Kapan lagi ada kesempatan seperti ini. Bisa jadi tahun depan diselenggarakan secara offline. Jelas, saya susah kalau harus ninggalin anak-anak.

Ada beberapa hal berkesan bagi saya tentang acara BloggerDay 2021.

1. Blogger pun bisa family gathering

Sewaktu dulu kerja di luar Jawa, tempat kerja saya selalu mengadakan family gathering. Sayangnya, pas kondisinya masih belum berkeluarga. 

Saat sudah berkeluarga, acara BloggerDay 2021 kemarin lah justru saya bisa merasakan family gathering. 

Destinasinya keren lagi. USA! Ya meski secara virtual, tapi tetap terasa seru juga.




Anak saya Kayyisah paling suka saat kunjungan ke Jurrasic World dan Disneyland. Ikutan dag dig dug juga lho kami pas lihat dinosaurus apalagi pas ada T-Rex.

Asyiknya di acara tersebut, Kak Idfi memberi pengantar persis seperti guide tour. Lalu di sela-sela destinasi, ada kuis yang mengasah pengetahuan.



2. Disadarkan tentang harus berhenti jadi content creator palugada

Siangnya, giliran saya yang mengikuti BloggerHangout dengan topik yang cukup menarik.


Isi diskusinya daging banget! Hal yang paling menyentil buat saya adalah saat Pak Syafiq membahas tentang follower. Inti yang saya tangkap, menurutnya, buat apa mengejar banyak follower. Toh sebanyak apapun  jumlah follower, tidak semua dari mereka akan melihat konten yang kita buat. 

Ada masukan  bagus dari Pak Maman. Jadilah expert, ahli, menguasai bidang tertentu. Bukan model palugada, apa yang lu mau semua ada.

Jika tidak ingin mengalami nasib senjakala sebagai content creator, lebih baik bekerja sama dengan mereka yang ahli di bidang lain dan masih muda.

3. Tahap tumbuh kembang anak yang nggak seharusnya, bisa berimbas di kehidupan masa depan anak

Sebetulnya materi terakhir di acara BloggerDay 2021 kali ini adalah seputar tantangan orang tua dalam masa pembelajaran di masa pandemi.



Awalnya ada Kak Kania yang mewakili keluh kesah kami para orang tua di masa pandemi dalam proses belajar anak di rumah. Giliran Bu Ifa bicara, eh, kami justru dibuka wawasan tentang materi tumbuh kembang anak.



Salah satu yang diulas oleh Bu Ifa adalah perlunya seorang anak untuk bisa melewati masa tumbuh kembang anaknya sesuai usia yang seharusnya.

Bu Ifa memberikan tips dan wawasan pada kami para orang tua selama membimbing anak belajar di rumah. Mulai dari perlunya orang tua juga sadar bagaimana beban guru di masa pandemi.

Aduh jujur, saya jadi ingat masa saat jadi guru beberapa bulan yang lalu di masa pandemi. Nggak gampang lho kerja dari pagi sampai malam mengawasi hp kalau-kalau ada siswa atau wali murid yang nggak paham. Aktivitas itu pun sambil dilakukan mengurus rumah dan anak.

Orang tua pun perlu paham bagaimana benan yang dirasakan anak selama belajar di rumah. Jadinya, orang tua pun nggak sampai marah-marah ke anak. Karena anak pun merasakan beban belajar yang lebih dari beban saat belajar di sekolah.

4. Acaranya bertabur hadiah

Seperti laiknya acara gathering, BloggerDay 2021 pun bertabur banyak hadiah dari para Bloggerpreneur.

Hadiahnya bisa didapat para peserta Bloggerday mulai dari kompetisi posting ke Fb, instagram, dan blog. Sedangkan selama acara, hadiah diberikan saat kuis dengan beragam bentuk. 

Terima kasih untuk mereka yang sudah membuat sukses penyelenggaraan Bloggerday 2021. Ada KITATAMA EVENT @kitatama.id, Kak Idfi Pancani yang memandu dengan seru acara Virtual Family Trip, Pak Maman Suherman dan Pak Shafiq Pontoh yang materinya di BloggerHangout 50-51 menyentil banget dan bikin saya merasa harus tobat jadi content creator palugada (apa yang lu mau gue ada), serta Kak Kania Safitri yang sudah menyuarakan hati para ibu kala masa anak-anak daring dan Bu Ifa H. Misbach yang membuat saya sebagai orang tua tersadar untuk mengevaluasi pendidikan anak selama ini.

Tentunya terima kasih juga buat Kak Gita Siwi yang sudah jadi host, serta Kak Helen Simarmata yang sudah jadi moderator acara Bloggerday 2021.

Ucapan terima kasih saya juga belum berakhir nih. Karena ada para bloggerpreneur BCC Squad yang sudah ikut berbagi banyak hadiah sehingga acara Bloggerday 2120 tambah meriah. Semoga makin sukses dan tambah maju usahanya ya Kak @duorajistore, @katalensaku.photoworks, @ebigsoo_fashion_, @anesacooking, @geraiaksesoris2, @aykoprojects, @makarame, @resepdapurayah, @dapursesukahati, @hennahijab_collection, @asiboostertea, @kitatama.id, @sreehandmate, @photo_coffee_.

Terima kasih para Bloggerpreneur BCC Squad


Selesai acara zoom Bloggerday 2021, saya bersyukur. Entah penyesalan seperti apa yang akan saya alami jika secepat kilat menuruti pikiran untuk mundur dari Bloggerday 2021 malam itu!

 

Mengerahkan Segala Potensi untuk Menjadi Keluarga Jempolan Bersama Bloggercrony

Pada akhirnya saya paham, mengapa Bloggerday 2021 mengusung tema Keluarga Jempolan. Di Bloggercrony, saya seperti menemukan sebentuk keluarga. Kerja menjadi blogger, terhubung dengan blogger-blogger lain, dan berkumpul menjadi sebuah keluarga.

Para blogger di Bloggercrony tidak berjalan sendiri-sendiri. Hanya terikat saat ada job lalu bubar setelah job berakhir. Bukan yang seperti itu.

Tapi BCC Squad berjalan bersama-sama. Ada yang sedang merintis usaha, didukung bareng-bareng. Ada yang sedang kesusahan, ditolong rame-rame. Ada yang masih merintis menjadi blogger atau entrepreneur, dibesarkan wawasannya bersama-sama.

Tak heran, bermula dari lingkungan blogger yang seperti itu, saya sendiri sebagai individu merasa Bloggercrony cukup berperan besar. Secara tidak langsung, tentu imbasnya ke keluarga dari para blogger.

Saya ingat di suatu malam, Kak Wawa menanyakan di WAG meminta usulan pelatihan. Ada yang untuk anak-anak, ada yang untuk dewasa. Beberapa teman BCC Squad tampak begitu antusias saat mengetahui akan ada pelatihan kepenulisan untuk anak-anak.

Teringat Kayyisah yang hobi menggambar, serta Bumi dan Rumi putranya Pak Rudi Belalang Cerewet yang juga jago menggambar, saya lalu mengusulkan pelatihan menggambar untuk anak-anak. Senangnya, Kak Wawa merespon positif usul tersebut.

Sempat saya tersenyum geli saat membaca komentar di WAG, Bloggercrony jadi seperti perkumpulan blogger parenting. Tapi nyatanya, semua itu punya arti besar bagi saya sendiri.

Apalagi di masa pandemi seperti sekarang ini. Masa di mana kita mesti mengerahkan segala daya upaya, membesarkan apapun potensi yang ada untuk bisa bertahan. Apa yang Bloggercrony lakukan tersebut besar artinya untuk membentuk keluarga jempolan bagi setiap blogger yang berada dalam BCC Squad.

 

Comments

Postingan Populer

TB Membuat Kayyisah Menjadi Anak tak Biasa

Hingga sekitar umur delapan bulan, Kayyisah menjadi anak yang menggemaskan. Grafik berat badan yang biasanya selalu di warna hijau muda bahkan kuning, di usia tujuh hingga delapan bulan, grafik berat badan Kayyisah bisa ada di warna hijau tua. Kalau melihat fotonya saja tampak menggemaskan. Makannya sedang lahap-lahapnya. Tapi beberapa minggu kemudian, semuanya berubah. Makin hari nafsu makannya makin susah. Sampai-sampai pernah lho selama berminggu-minggu, Kayyisah hanya mengandalkan ASI dan air kacang hijau. Makannya hanya satu atau dua sendok makan alpukat. Pola makan seperti itu di usianya yang sekitar sembilan bulan hingga setahun, lho! Bayangkan saja, anak umur segitu makannya kayak begitu. Beberapa keanehan lain yang saya temukan saat itu, dalam sehari Kayyisah kurang kuantitas buang air kecilnya. Kalau dipakaikan diaper setelah mandi pagi, saat dicopot sebelum mandi sore lho diapernya masih kering! Parah kan? Waktu saya cerita ke abinya dan juga ibu, me

Pakai Serum Pemutih Badan yang Bikin Cepat Putih, Aman Nggak Ya?

Putih itu cantik. Ingat slogan yang ngehits itu kan? Makanya, banyak wanita mencari produk kecantikan yang bisa memutihkan kulit. Termasuk serum pemutih badan. Eh tapi kalau efeknya bikin cepat putih, sebetulnya aman nggak ya? Yups, pertanyaan itu sepertinya jadi bahan pertimbangan lain deh selain apakah produk pemutih kulit itu ampuh atau tidak hasilnya. Malah kadang jadinya kayak buah simalakama. Badan bisa cepat putih tapi efek sampingnya ada rasa panas terbakar dulu, kulit kemerahan, atau endingnya malah kulit jadi gosong. Habis itu nangis deh karena nggak jadi putih… Atau, iya sih, serum pemutih badan yang kita pakai itu aman. Tapi setelah sekian purnama dipakai, kok kulit nggak kunjung putih seperti model iklan yang kita lihat. Dan akhirnya jadi terpikir, katanya labelnya pemutih badan ampuh. Tapi kok kulitku nggak kunjung putih kayak mbak yang itu? Jadilah kitanya bingung. Sebetulnya perlu nggak sih pakai serum pemutih kulit? Lantas apa bedanya den

Mengganti Token Bank Mandiri yang Habis Baterai

Setelah sekitar delapan tahun, akhirnya token Bank Mandiri saya mati. Baterainya habis. Dan uniknya, saya nggak pernah terpikir kalau urusannya sampai harus ke bank segala. Jadi waktu kenal yang namaya token, saya pikir kalau alat tersebut baterainya habis, ya tinggal ganti saja baterainya di tukang servis jam tangan. Eh ternyata setelah browsing, saya baru tahu jika kita nggak bisa asal ganti baterai token tersebut. Awal tanda-tanda baterai token habis itu mulai terlihat saat ada seperti noda di bagian tepi bawah layar. Semula saya pikir, apa mungkin ada kotoran masuk kali ya? Tak berapa lama kemudian, ada lagi seperti titik noda yang muncul di bagian tepi atas layar. Hingga suatu ketika saat saya ingin transfer dana ke rekening tabungan ibu, token itu mati. Meski saya tekan tombol secara asal, tetap saja token tersebut tidak bisa aktif. Dah lah fixed, saya yakin token ini sudah habis baterainya. Kemudian saya browsing di internet berniat ingin mencari tahu, kal

Menambah Wawasan Parenting dari Buku Dilan

Ceritanya karena lagi heboh-hebohnya Film Dilan nih. Saya yang sudah dari lama ngincer buku itu, lalu pengen beli tapi kok ya kapasitas dana nggak kayak dulu lagi, akhirnya cuma bisa ngowoh. Eh ndilalah, entah dari mana ceritanya, kok jadi tahu aplikasi perpustakaan nasional bernama iPusnas. Dan di sana koleksi Dilannya lengkap! Tiga buku ada semua. Cuma… antriannya sampai ratusan, Jeng! Demi rasa penasaran, ikutan ngantri deh. Lucunya, awal ngecek koleksi buku Dilan di iPusnas, saya langsung bisa pinjam buku yang ke tiga, Milea Suara dari Dilan. Pas kosong, padahal yang sudah antri banyak. Tapi kemudian saya anggurin. Dan akhirnya nggak kebaca deh. Aplikasi jagoan yang sudah bikin saya rajin baca buku lagi Beberapa hari kemudian, saat launching film Dilan beneran keluar, cek antrian lagi deh. Makin sering lagi ngeceknya di notifikasi. Endingnya, dalam seminggu, saya bisa lho mengalahkan para pesaing antrian buku ini, baca tiga-tiganya dalam waktu nonstop seki

Tujuh Hal yang Perlu Dipertimbangkan dalam Membuka Usaha Toko Sembako

Pada tahu kan toko sembako? Itu lho, toko yang isinya menjual sembilan bahan pokok. Yang masuk kategori sembako itu antara lain: 1.       Beras, sagu, dan jagung 2.       Gula pasir 3.       Sayur-sayuran dan buah-buahan 4.       Daging sapi, ayam, dan ikan 5.       Minyak goreng dan margarine 6.       Susu 7.       Telur 8.       Gas ELPIJI (kalau dulu sih minyak tanah) 9.       Garam berIodium dan berNatrium Semua bahan itu jadi kebutuhan pokok sehari-hari manusia. Nah, peluang usaha membuka toko sembako ini bisa menjadi bisnis rumahan ibu rumah tangga yang menguntungkan. Bagaimana tidak. Tiap hari bisa selalu saja ada orang yang datang membeli. Tapi yang namanya bisnis menguntungkan, biasanya ya memang banyak pesaingnya. Menurut beberapa info yang saya baca, kita perlu survey dulu. Barangkali, eh, ternyata ada toko sembako juga di dekat tempat yang mau kita dirikan usaha. Kalau sampai ada, perlu dipantau juga. Jangan sampai harga tok

Lopang, Surganya Buah Jamblang

Tahu buah jamblang, atau juwet, atau dhuwet, atau dhuwek? Di beberapa daerah, buah ini memang punya julukan yang berbeda-beda. Saya sendiri malah menyebutnya dengan plum Jawa! Hahaha… Nah, di daerah Lopang, Kecamatan Kembangbahu, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, kita bisa menjumpai buah jamblang dengan aneka jenis. Mulai dari jamblang yang ukurannya kecil tanpa biji, sampai yang berukuran sebesar bakso telur puyuh dengan daging buah yang tebal. Atau, dari yang rasanya masam, hingga jamblang yang manis tanpa menyisakan rasa sepet di lidah. Jamblang yang warnanya hitam pekat hingga berwarna ungu kemerahan pun ada di Lopang. Di Lopang, kita bahkan bisa menjumpai jamblang mini berukuran seruas kepala jari kelingking, lho. Di masa-masa akhir musim kemarau menjelang musim hujan, biasanya buah ini bermunculan. Untuk tahun 2017 ini, sepertinya musim jamblang di Lopang jatuh di sekitar bulan Oktober hingga November. Karena di bulan September ini, pohon-poh

Melawan Neuropati untuk Segudang Aktivitas yang Terus Menanti

Dulu sewaktu sekolah, terkadang saya punya kebiasaan unik, meminta teman sebangku untuk memukuli telapak tangan saya. Asli, kira-kira sejak SD kelas enam saya sudah punya kebiasaan seperti itu. Jadi zaman tahun 80 sampai 90-an, yang namanya sekolah kan muridnya kebanyakan disuruh membaca atau menulis. Bahkan kalau sudah punya buku pun tetap disuruh mencatat ulang. Sewaktu harus sering menulis itulah, kadang tangan saya terasa lemas. Rasanya seperti tidak ada energi untuk bisa menggerakkan tangan. Selain telapak tangan yang terasa lemas, bagian lengan di dekat siku saya juga sering terasa seperti tertusuk-tusuk jarum. Kalau bahasa saya, rasanya cengkring-cengkring! Itu masih urusan tangan. Lha kaki saya waktu itu juga sering terasa kram. Biasanya di daerah telapak tangan bagian samping atau di jari tengah dan jari manis kaki. Waktu itu saya tidak pernah sampai mengira-ngira, saya itu sebetulnya kena apa, apa penyebabnya, dan harus melakukan apa agar keluha

Membimbing Anak Belajar

Kali ini saya ingin membahas tentang apa dan bagaimana tentang membimbing anak belajar yang perlu dilakukan oleh orangtua. Tulisan ini berdasarkan hasil wawancara dengan Imelda Yetti yang beberapa tahun lalu sempat saya wawancarai sewaktu saya menjadi reporter di Batam. Saat itu, ia adalah pengajar di Sekolah Charitas Batam. Sering orangtua mewajibkan anaknya untuk belajar tanpa ingin tahu mengapa ada anak yang sulit dalam proses belajarnya. Akibatnya meski anak dipaksa terus belajar, anak tak kunjung menjadi pintar dalam artian menyerap apa yang dipelajarinya sendiri. Padahal menurut Imelda, ada beberapa faktor yang dapat memengaruhi kemampuan anak dalam belajar. Faktor-faktor tersebut antara lain, waktu, dukungan, budaya, konteks, dan kebebasan memilih. Dikatakannya lebih lanjut, tiap anak memiliki waktu yang berbeda-beda untuk dirinya sehingga ia bisa mudah menyerap apa yang dipelajarinya. Anak pun membutuhkan dukungan dari lingkungan sekelilingnya dalam hal b

Resep Buka Puasa dengan Sambal Boran Khas Lamongan

Ada satu makanan khas dari daerah Lamongan yang jarang diketahui oleh kebanyakan orang luar Lamongan. Ya, jika kebanyakan orang tahunya kuliner Lamongan itu identik dengan Soto Ayam Lamongan, tapi sebenarnya, di Lamongan sendiri ada sebuah kuliner yang menjadi makanan keseharian masyarakat Lamongan. Namanya Nasi Boran. Disebut boran karena biasanya penjualnya menggunakan bakul besar yang bernama boran saat berjualan. Panganan yang satu ini kerap ditawarkan para penjualnya saat pagi hari sebagai sarapan, atau sore hingga malam hari. Biasanya penjual akan membungkus nasi boran dengan menggunakan daun pisang yang dilapisi kertas koran pada bagian luarnya. Sedangkan di bulan Ramadan, Nasi Boran tetap diminati banyak masyarakat Lamongan untuk sajian berbuka puasa, atau sahur. Jadi meski dini hari, ada juga kok penjual Nasi Boran yang berjualan. Malah biasanya laris diburu mereka yang ingin menikmatinya untuk menu sahur. Untuk satu kali sajian, Nasi Boran ini bisa terdir

Memilih Jajanan Sehat untuk Anak

Bagi kebanyakan orangtua, memilih jajanan untuk anak itu adalah hal yang penting. Sebisa mungkin tentunya harus sehat kan ya. Itulah yang kini jadi pegangan saya kalau urusan jajan buat Kayyisah. Padahal dulu sewaktu belum punya anak, saya suka komentar lho ke siapapun yang suka ngelarang-ngelarang anaknya buat jajan ini itu. “Ngapain sih banyak ngelarang ke anak makan ini itu. Entar anaknya jadi nggrangsang !” Nggrangsang itu istilah bahasa Jawa di tempat saya yang artinya rakus. Pas sudah punya anak, lha kok ternyata Kayyisah tipe anak yang mudah sensitif tenggorokannya. Plek ketiplek sama kayak abinya. Ke mana-mana, saya jadinya harus seperti satpam untuk urusan apapun yang akan masuk ke mulutnya. Sampai-sampai saya sering kasihan. Kadang, saya lihat dia begitu ingin makan ini itu, apalagi sewaktu kumpul dengan banyak orang. Tapi kondisinya mau tak mau membuat saya harus ketat untuk urusan yang satu ini. Sebetulnya pernah suami saya protes. Kenapa sih ngg