Skip to main content

Momambassador SGM Eksplor, Rekreasinya Bukan Bunda Biasa – Hari ke-2

Momambassador SGM Eksplor Rekreasinya Bukan Bunda Biasa Hari ke 2


Lanjut yuk ceritanya… Di tulisan ini, saya mau cerita tentang kegiatan Momambassador SGM Eksplor di hari ke dua.


Kalau di cerita sebelumnya saya sempat bilang bangun pagi jam lima lebih lalu balas WA-nya Desy. Pas saya cek WAG Momambassador, panitia malah sudah kirim pembagian kelompok di saat malam waktu saya tidur! Many thumbs deh buat para panitia!

Ada empat kelompok. Saya kebagian di kelompok C, yang artinya saya dan para bunda yang tergabung di kelompok C dan D harus ikut interactive workshop dulu di hotel, baru jalan ke pabrik SGM. Bergantian dengan kelompok A dan B.

Untuk kelompok C, kami ikutan materi dari Mbak Talitha Prameswari serta Mbak Honey Rohmah Angelia terlebih dahulu.

Mbak Talitha ini sosok yang diam-diam bikin banyak para bunda kagum. Wanita yang menjadi Digital Community and Social Project Manager SGM ini sudah cakep, pintar komunikasi, cerdas lagi. Saya kira awalnya beliau dari jurusan Public Relation. Eh, ternyata jurusan Farmasi!

Talitha Prameswari. Sumber foto: Facebook Bunda Diah Arini

Mbak Talitha menerangkan tentang seluk beluk Sari Husada serta produk SGM, mulai dari sejarah berdirinya Sari Husada, bagaimana awalnya gagasan produk SGM berawal, sampai beragam varian produk SGM.

Sedangkan Mbak Honey, lebih menerangkan secara rinci tentang varian SGM berikut apa dan untuk siapa produk itu dikonsumsi. Pengetahuan tentang alergi pada anak juga disampaikan lho sebagai wawasan tambahan pada kami para bunda waktu itu.

Selesai dua materi yang diselingi dengan coffee break beberapa menit, para bunda lanjut ke materi berikutnya. Jadi gantian nih, kelompok C bertukar ruang dengan materi yang sebelumnya untuk kelompok D, begitu juga sebaliknya.

Di materi berikutnya, kami mendapat wawasan tentang bagaimana menjadi bunda di era digital serta materi tentang bagaimana para bunda bisa membuat kegiatan sosial. Kedua bunda pemateri juga alumni Momambassador SGM Eksplor batch sebelum-sebelumnya.

Ada blogger asal Bengkulu, Bunda Milda Ini yang berbagi materi tentang memanfaatkan media digital yang bisa dan perlu dilakukan oleh para bunda.

Bunda Milda Ini. Sumber foto: dokumen pribadi.

Sebelumnya, saya sudah tidak asing dengan nama Bunda Milda. Beberapa kali tahu pengumuman pemenang lomba blog, nama Bunda Milda sering keluar sebagai pemenangnya. Kami pun sudah berteman saling berteman di Facebook, Twitter, juga Instagram.

Lalu pas ditunjukkan lomba blog apa saja yang sudah pernah diraih Bunda Milda, surprise juga sih waktu baru nyadar kalau saya dan Bunda Milda pernah satu gerbong di pemenang sebuah lomba blog.

Dan apa yang disampaikan Bunda Milda ini sukses bikin beberapa bunda yang awalnya awam tentang blog, jadi kepengen ngeblog. Apalagi Bunda Milda memberi kesempatan untuk para peserta yang barangkali ingin belajar nulis, untuk japri ke IG beliau.

Materi selanjutnya adalah dari Bunda Efiy Sukaesih. Beliau pemateri yang bikin saya salut banget! Ehm, entah kenapa pematerinya Momambassador SGM Eksplor pada hobi bikin saya salut berbagai versi dengan prestasinya masing-masing.

Kalau Bunda Efiy ini memiliki rumah baca di Garut, tempat beliau tinggal. Awalnya dari keprihatinan beliau tentang kondisi di sekitarnya yang banyak masih mengenyam pendidikan tidak tinggi.

Selain rumah baca, Bunda Efiy juga sedang bersiap untuk membuat PAUD Asma Nadia dan bahkan SMA terbuka lho! “Saya ingin banget menjadi seperti SGM Eksplor yang bisa membuat banyak anak Indonesia menjadi generasi maju,” itu cita-cita Bunda Efiy.

Nah, setelah Bunda Efiy cerita dan memotivasi para bunda untuk bisa juga membuat gerakan, kegiatan, atau program sosial, kami para peserta lalu ditantang nih untuk membuat perencanaan kegiatan sosial.

Dalam waktu yang sepertinya cuma dikasih 30 menit, para peserta harus bisa membuat coretan tentang kegiatan sosial yang ingin diwujudkan. Mulai dari nama kegiatannya apa, latar belakang, dukungan dari mana, sasaran, dan seterusnya.

Teman-teman segrup di kelompok C3 sedang menyiapkan materi perencanaan. Sumber foto: dokumen pribadi

Untuk medianya, kami disediakan kertas, sebuah tabloid dan majalah, gunting, lem, spidol warna-warni. Jadi bentuknya kayak bikin mading gitu tampilannya.

Setelah dalam waktu sesingkat-singkatnya mengerjakan perencanaan kegiatan sosial, seluruh bunda kelompok C dan D diminta untuk masuk bus. Giliran kami ke pabrik SGM nih, bergantian dengan kelompok A dan B.

Selama perjalanan, kami mendapat nasi kotak untuk makan siang. Jadilah makan siangnya di bus. Saking lapernya padahal hitungannya cuma duduk ikut workshop, itu kotak gudeg Yu Djum yang nge-hits di Jogja, habis bis bis lho pindah ke perut saya!

Mungkin karena saya sarapannya nggak makan nasi kali ya. Jadi selama di The Alana, saya muas-muasin tuh nggak makan nasi dan milih bentuk karbo yang lain. Mumpung di hotel rek! Sarapannya dong, saya milih salad buah di hari ke dua. Hari ketiga, milih salad sayur. Pendampingnya keping jagung dan cokelat tambah susu cokelat. Minumnya, jamu beras kencur! Keren tho sarapan saya selama di The Alana?

Eh, sambung cerita ya setelah sekilas info ngomongin makanan sarapan.

Ternyata, kelompok C dan D dipertemukan dengan kelompok A dan B di Candi Prambanan lagi. Karena aslinya, seharusnya di hari pertama ada sesi foto bersama. Tapi karena hujan, agendanya digeser ke hari ke dua.

Sesi foto bersama ini sering bikin saya ngakak abis! Lha gimana deh, peserta ada 196. Disuruh foto bersama. Pada berebut deh minta baris di depan.

Serunya 196 bunda Momambassador SGM Eksplor Batch 7 saat berfoto bersama. Sumber foto: Facebook Bunda Diah Arini

Jadilah saya komentar bolak-balik, aturannya nih pakai drone aja ya. Semua peserta tinggal ngedongak ke atas, say Jogja, dan semua wajah pasti pada kena foto!

Bubar sesi foto, kami displit lagi. Kelompok C dan D lanjut ke pabrik SGM yang letaknya dekat dengan Candi Prambanan.

Karena pada belum salat zuhur, beberapa peserta termasuk saya izin untuk salat dulu. Untung waktu itu diingatkan sama Mbak Shine Fikri buat ngejamak salat zuhur dan ashar.

Saat kembali ke ruang materi, ternyata yang belum sesi foto sendiri, diminta untuk foto. Termasuk saya yang di hari pertama nggak sempat foto di Prambanan.

Materi di pabrik SGM waktu itu seputar produk SGM juga wawasan tentang materi nutrisi. Terutama materi pentingnya pemenuhan nutrisi di seribu hari pertama kehidupan bayi.

Materi dari tim Sari Husada SGM Eksplor di Pabrik SGM yang ada di Klaten. Sumber foto: Facebook Bunda Diah Arini.

Setelah itu, lanjut deh kunjungan ke pabrik. Sayangnya, waktu itu mungkin karena sudah sore banget, kami hanya bisa melihat proses pengemasan susu SGM.

Kunjungan di Pabrik SGM Eksplor. Sumber foto: Facebook Bunda Diah Arini

Yang bikin saya nyengir waktu pulang dari pabrik adalah, kena di bus 4 melulu dari hari pertama dan selama hari ke dua, terus busnya ini ndilalah kok bagian paling akhir terus kalau sampai di hotel. Salat maghribnya buru-buru mulu’ deh jadinya.

Mana malamnya waktunya gala dinner lagi. Waktunya para bunda tampil cantik tuh ceritanya. Agendanya jam enam petang. Sementara bus yang saya naiki sampai hotel jam enam kurang.

Nggak ingin mengulang seperti hari pertama, saya memilih untuk mandi air hangat dulu. Ogah banget kalau harus makan malam dengan tampilan kucel bin bau!

Pas gala dinner, para bunda dapat tampilan asyik lagu Jogjakarta-nya Kla Project. Yang seru itu MC perempuannya, Mbak Tako. Mirip banget mulai dari wajah, tubuh, suara, sampai gaya bicaranya dengan Hesti, hostnya acara pagi di NET yang bareng sama Andre Taulani itu lho. Kami yang ada di ruangan sampai ngakak melulu deh jadinya.

Suasana saat gala dinner di ballroom Hotel The Alana. Sumber foto: Facebook Bunda Diah Arini

Mbak Tako ini didampingi oleh Mas Novan yang nggak kalah kocak dan terima pasrah dikerjain panitia saat nge-MC. Para bunda diajak main games tebak kata dan atau lagu dengan cara yang unik.

Di acara gala dinner, tiap bunda mendapat batik SGM warna merah yang serah terimanya oleh Bunda Naomi Jammaro, Connection Manager SGM Eksplor. Batik itu memang jadi bagian dari para bunda Momambassador SGM Eksplor mulai dari batch 1 sampai kami yang batch 7.

Ada juga pemberian penghargaan Bunda Inspiratif untuk beberapa bunda alumni Momabassador SGM Eksplor batch sebelum-sebelumnya. Ada Bunda Yulia Fitri yang punya usaha Aruna Creative and Arsella Konveksi juga Griya Waluh, Bunda Lia Olivia Adeline yang punya usaha craft, Bunda Milda Ini, Bunda Efiy Sukaesih, serta Bunda Candy Belani.

Para Bunda Inspiratif. Sumber foto: Facebook Bunda Diah Arini.

Habis cekrak-cekrek ke spot yang jadi rebutan para bunda untuk berfoto, saya balik ke kamar sekitar pukul 10 malam. Eh, dapat surprise lagi di atas kasur. Kali ini bentuknya aneka oleh-oleh dari Griya Waluh. Mulai dari brownis waluh, selai waluh, keripik tempe sagu, sampai kopi merapi.

Kasak-kusuk di malam itu, kabarnya sih ada yang mau ke Malioboro waktu itu. Bunda Athelia cerita, dan saya pun baca itu di WAG Momambassador Jatim. Saya hands up deh. Milih beres-beres kemudian tidur. Nggak mau lagi kejadian bangun kayak sebelumnya.


Comments

  1. aku udah mulai sakit kepala pas gala dinner, tapi masih bisa ngakak pas ngeliat duet mas Novan dan mbak Tako beraksi di panggung, keren deh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Beneran, jempol banyak buat MC-nya dan tim panitia acara.

      Delete

Post a Comment

Terima kasih sudah berkenan membaca. Mohon maaf, komentar yang mengandung link hidup akan saya hapus ya...

Popular posts from this blog

TB Membuat Kayyisah Menjadi Anak tak Biasa

Hingga sekitar umur delapan bulan, Kayyisah menjadi anak yang menggemaskan. Grafik berat badan yang biasanya selalu di warna hijau muda bahkan kuning, di usia tujuh hingga delapan bulan, grafik berat badan Kayyisah bisa ada di warna hijau tua.
Kalau melihat fotonya saja tampak menggemaskan. Makannya sedang lahap-lahapnya.
Tapi beberapa minggu kemudian, semuanya berubah. Makin hari nafsu makannya makin susah. Sampai-sampai pernah lho selama berminggu-minggu, Kayyisah hanya mengandalkan ASI dan air kacang hijau. Makannya hanya satu atau dua sendok makan alpukat.
Pola makan seperti itu di usianya yang sekitar sembilan bulan hingga setahun, lho! Bayangkan saja, anak umur segitu makannya kayak begitu.
Beberapa keanehan lain yang saya temukan saat itu, dalam sehari Kayyisah kurang kuantitas buang air kecilnya. Kalau dipakaikan diaper setelah mandi pagi, saat dicopot sebelum mandi sore lho diapernya masih kering! Parah kan?
Waktu saya cerita ke abinya dan juga ibu, mereka pada bilang kalau bisa…

ASUS VivoBook Pro F570, Teman Kerja dan Bersenang-senangnya Mom Blogger

Work hard. Play hard. (Kata Wiz Khalifa, yang sudah diyakini banyak orang sebelum Om Wiz bikin lagu tahun 2012)  

Sejak menikah, saya memutuskan tidak lagi bekerja di luar rumah. Pikir saya, enakan melakukan sesuatu yang bisa dikerjakan di rumah saja deh sambil mengurus keluarga.
Awalnya menekuni menjadi penulis cerita anak. Namun seiring waktu, saat melihat banyak teman penulis menekuni dunia blogging, saat banyak majalah anak berguguran tak lagi terbit, akhirnya saya pun mengikuti hembusan angin. Jadi ikut arus deh menjadi blogger.
Baca cerita saya yang lain juga yuk, tentang ASUS Laptopku, Sahabat Bekerja dan Berkaryaku Sejak Dulu

Katanya, blogger seperti saya ini disebutnya mom blogger. Istilah ini dipakai untuk mereka yang berstatus ibu-ibu dan ngeblog. Bahasan blognya kebanyakan seputar pengasuhan anak atau parenting, wanita, atau keluarga.
Seiring waktu saya baru sadar, kalau kerjaan mom blogger ini buntutnya juga bisa menjadi buzzer atau influencer. Jika dulu saat jadi blogger se…

Pakai Serum Pemutih Badan yang Bikin Cepat Putih, Aman Nggak Ya?

Putih itu cantik. Ingat slogan yang ngehits itu kan? Makanya, banyak wanita mencari produk kecantikan yang bisa memutihkan kulit. Termasuk serum pemutih badan. Eh tapi kalau efeknya bikin cepat putih, sebetulnya aman nggak ya?
Yups, pertanyaan itu sepertinya jadi bahan pertimbangan lain deh selain apakah produk pemutih kulit itu ampuh atau tidak hasilnya.
Malah kadang jadinya kayak buah simalakama. Badan bisa cepat putih tapi efek sampingnya ada rasa panas terbakar dulu, kulit kemerahan, atau endingnya malah kulit jadi gosong.
Habis itu nangis deh karena nggak jadi putih…
Atau, iya sih, serum pemutih badan yang kita pakai itu aman. Tapi setelah sekian purnama dipakai, kok kulit nggak kunjung putih seperti model iklan yang kita lihat.
Dan akhirnya jadi terpikir, katanya labelnya pemutih badan ampuh. Tapi kok kulitku nggak kunjung putih kayak mbak yang itu?
Jadilah kitanya bingung. Sebetulnya perlu nggak sih pakai serum pemutih kulit? Lantas apa bedanya dengan jenis produk kecantikan lainny…

Delapan Kelebihan Honor 8A yang Pantas Dilirik Para Pecinta Musik

Beberapa waktu lalu, Honor mengeluarkan seri terbarunya yaitu Honor 10 Lite dan Honor 8A. Setelah saya pernah membahas Honor 10 Lite di sini, kali ini saya ingin menulis tentang delapan kelebihan Honor 8A yang pantas dilirik para pecinta musik.
Honor yang merupakan brand di bawah Huawei Group ini sengaja mengeluarkan Honor 8A untuk mereka yang mencari pengalaman luar biasa melalui musik dengan satu smartphone.
Menurut Justin Li, Presiden Honor Indonesia, Honor 8A menawarkan pengalaman suara yang luar biasa, yang dapat dinikmati sepanjang hari.
“Bagi mereka yang suka hang out dengan teman-teman yang diiringi musik favorit, HONOR 8A akan menjadi pilihan terbaik bagi mereka. Dan yang lebih penting, Anda bisa mendapatkan semua fitur hebat ini dengan harga terjangkau,” jelas Justin Li.
Sebagai smartphone yang melirik konsumen menengah ke bawah, Honor 8A memiliki beberapa kelebihan sebagai berikut:
1. Teknologi pengeras suara yang lebih baik
Memiliki kualitas suara yang luar biasa. Honor 8A memp…

Ingin Punya Usaha Kuliner dengan Sasaran Generasi Milenial? Yuk Ikuti Tips Berikut

Pernah nggak terpikir, ingin punya usaha kuliner untuk generasi milenial. Yap, usaha di bidang kuliner sepertinya saat ini sedang menjadi tren. Hal ini pun tak rupanya juga dilirik oleh para artis.
Namun uniknya, beberapa waktu lalu saya sempat membaca berita di sebuah situs online tentang tutupnya beberapa usaha kuliner yang dimiliki para artis. Beberapa usaha kuliner artis pun yang kini masih hidup, tak sedikit juga yang sepi pengunjung.
Diam-diam saya lalu mengamati, sepertinya ada lho poin-poin yang jadi syarat kenapa sebuah usaha kuliner dengan sasaran generasi milenial bisa tetap bertahan lama. Penasaran? Yuk simak tipsnya berikut ini.
1. Menu yang Enak dan Unik
Yang namanya orang jual makanan, tentunya soal rasa adalah urusan nomor satu. Meski makanannya sedang tren, tampilannya bagus sekalipun, tapi kalau rasanya nggak enak, orang pun bisa kapok untuk membelinya lagi.
Nah, jika urusan rasa sudah oke, barulah kita pikirkan apa yang bisa membuat usaha kuliner itu tetap menang dari p…

Cerita tentang Gilang, Anak yang Ber-IQ Paling Tinggi Namun Hampir Tidak Naik Kelas

“Tolonglah Bu, kalau bisa anak ini juga harus naik kelas,” pinta kepala sekolah waktu itu lewat telepon.
Saya sampai harus menarik dan menghembuskan napas dengan berat, seberat keharusan saya mengiyakan permintaan kepala sekolah.
Buat saya justru tidak adil kalau saya menyatakan Gilang, anak yang sedang saya dan kepala sekolah bicarakan itu, untuk bisa naik kelas. Mana bisa saya tidak peduli pada rentetan nilai murid yang saya ampu tersebut, yang sangat banyak tidak memenuhi standar KKM di berbagai mata pelajaran.
Akhirnya pembicaraan telepon itu berakhir dengan pemintaan saya agar masalah ini diangkat saja ke rapat dewan guru. Pikir saya, memang sayalah wali kelas yang mengolah semua nilai dari guru mata pelajaran lain. Tapi naik tidaknya Gilang seharusnya juga tergantung dari para rekan guru.
Di senja itu, saya menggulung memori tentang Gilang, yang saya sembunyikan nama aslinya di tulisan ini. Gilang adalah anak dengan IQ paling tinggi di kelas yang saya pegang waktu itu.
Ada sebuah ke…

Mengganti Token Bank Mandiri yang Habis Baterai

Setelah sekitar delapan tahun, akhirnya token Bank Mandiri saya mati. Baterainya habis. Dan uniknya, saya nggak pernah terpikir kalau urusannya sampai harus ke bank segala.
Jadi waktu kenal yang namaya token, saya pikir kalau alat tersebut baterainya habis, ya tinggal ganti saja baterainya di tukang servis jam tangan. Eh ternyata setelah browsing, saya baru tahu jika kita nggak bisa asal ganti baterai token tersebut.
Awal tanda-tanda baterai token habis itu mulai terlihat saat ada seperti noda di bagian tepi bawah layar. Semula saya pikir, apa mungkin ada kotoran masuk kali ya? Tak berapa lama kemudian, ada lagi seperti titik noda yang muncul di bagian tepi atas layar.
Hingga suatu ketika saat saya ingin transfer dana ke rekening tabungan ibu, token itu mati. Meski saya tekan tombol secara asal, tetap saja token tersebut tidak bisa aktif. Dah lah fixed, saya yakin token ini sudah habis baterainya.
Kemudian saya browsing di internet berniat ingin mencari tahu, kalau baterai token ini habi…

Tujuh Hal yang Perlu Dipertimbangkan dalam Membuka Usaha Toko Sembako

Pada tahu kan toko sembako? Itu lho, toko yang isinya menjual sembilan bahan pokok.
Yang masuk kategori sembako itu antara lain: 1.Beras, sagu, dan jagung 2.Gula pasir 3.Sayur-sayuran dan buah-buahan 4.Daging sapi, ayam, dan ikan 5.Minyak goreng dan margarine 6.Susu 7.Telur 8.Gas ELPIJI (kalau dulu sih minyak tanah) 9.Garam berIodium dan berNatrium
Semua bahan itu jadi kebutuhan pokok sehari-hari manusia.
Nah, peluang usaha membuka toko sembako ini bisa menjadi bisnis rumahan ibu rumah tangga yang menguntungkan. Bagaimana tidak. Tiap hari bisa selalu saja ada orang yang datang membeli.
Tapi yang namanya bisnis menguntungkan, biasanya ya memang banyak pesaingnya.
Menurut beberapa info yang saya baca, kita perlu survey dulu. Barangkali, eh, ternyata ada toko sembako juga di dekat tempat yang mau kita dirikan usaha.
Kalau sampai ada, perlu dipantau juga. Jangan sampai harga toko tersebut lebih murah dari barang-barang yang dijual di toko kita nantinya.
Tapi kalau sampai belum ada pesaingnya, namanya …

Reksa Dana Saham atau Campuran, Mana yang Lebih Untung?

Bagi teman-teman yang sudah kenal dengan investasi reksa dana, dan sudah tahu beberapa macam reksa dana, mungkin bertanya-tanya, reksa dana yang mana ya yang lebih menguntungkan? Atau mungkin jika sudah tahu tapi masih bingung, lalu bertanya, reksa dana saham dan cammpuran, mana yang lebih untung ya?
Sebelum saya bahas, yuk barangkali ada yang ingin baca dulu tentang kenapa sih kita perlu investasi di tulisan saya sebelumnya berjudul Reksa Dana di MAMI,Investasi Mudah untuk Melawan Inflasi.
Jadi pada hari Minggu tanggal 17 Maret lalu, Manulife Asset Management Indonesia kembali mengadakan Kopdar Investarian untuk kali yang ke empat dan terakhir di Surabaya. Tempatnya di OOB Kitchen, Hotel MaxOne Surabaya.
Dalam acara tersebut, saya dan teman-teman dari blogger Surabaya dan sekitarnya, kembali mendapatkan materi edukasi seputar investasi, terutama investasi reksa dana. Seperti biasa, Pak Legowo Kusumonegoro yang merupakan Presdir Manulife Bagian Asset Management sebagai pembicaranya.
Sebe…

Shutterstock, Solusi untuk Penulis yang tidak Bisa Membuat llustrasi Buku

Sebelumnya, saya sendiri kurang begitu mengerti tentang pentingnya Shutterstock sebagai solusi untuk penulis seperti saya yang tidak bisa membuat ilustrasi buku.
Kalau saja saya tahu sejak dulu, tentunya beberapa kejadian seperti yang akan saya ceritakan berikut ini tidak perlu terjadi.
Jadi beberapa tahun lalu, ada sebuah penerbit online yang memberikan tawaran bagi para penulis untuk menerbitkan naskah bukunya secara online. Tak hanya naskah, penulis pun diminta untuk membuat ilustrasi sendiri termasuk urusan cover buku.
Kesempatan itu lalu tak saya sia-siakan. Saya pun kemudian memposting naskah saya tentang kumpulan cerita sewaktu menjadi reporter ke penerbit online tersebut. 

Sayang, buat saya yang tidak bisa membuat ilustrasi, bisa ditebak, hasilnya sungguh tidak memuaskan.

Dan kejadian tuntutan penulis yang perlu membuat ilustrasi bukunya sendiri atau paling tidak bekerja sama dengan pihak ilustrator juga kerap saya temukan infonya.
Seperti beberapa waktu yang lalu, ada peluang terb…